Dua Periode Nahkodai KPU Kota Probolinggo, Kini Ahmad Hudri Pimpin FKUB
Probolinggo, Berdampak.net – Mantan Ketua KPU Kota Probolinggo, Ahmad Hudri dikukuhkan sebagai ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) setempat, pengukuhan tersebut dilangsungkan di Commad Center Wali Kota Probolinggo di Jalan Panglima Sudirman, Kamis (24/04/2025) sore.
Dalam sambutannya. Wali Kota Probolinggo. dr. Aminuddin mengatakan bahwa adanya FKUB ini ia berharap agar kerukunan antar umat beragama di Kota Probolinggo tercapai dengan mudah.
“Inilah tempat bagi kita semua, tidak hanya pengurus, tidak hanya pemerintah, semua komponen menjadikan forum ini sebagai media komunikasi,” katanya.
dr. Amin juga menyampaikan bahwa, tugas utama dari forum ini adalah menyosialisasikan kembali keberadaan FKUB. Salah satunya dengan komunikasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Keberadaan FKUB juga diharapkan menjadi media diskusi. Dengan keberagaman umat beragama, dan dengan dinamika politik dan sosial yang ada saat ini tentu tantangan tidak sedikit.
“Saya berharap terbentuknya forum ini dapat bekerjasama dan dapat meningkatkan apa yang sudah terjadi saat ini. Suatu tugas kalau tidak ada tantangan, tidak akan menarik,” kata Wali Kota dalam sambutannya.
Sementara itu, Ahmad Hudri ketua FKUB Kota Probolinggo, mengatakan bahwa pihaknya secara pribadi adalah orang yang senang rukun dan menjauhi konflik. Termasuk di KPU juga demikian, semaksimal mungkin tidak turut menciptakan konflik tetapi menjadi bagian penting untuk menciptakan suasana harmonis.
“Nah begitu juga di FKUB. Di FKUB ini kan beragam agama. Masing-masing punya keyakinan, keimanan dan ideologi tersendiri. Harapannya keberadaan forum ini bisa menjadi jembatan bagaimana merawat dan menjaga kerukunan dan keharmonisan bagi seluruh umat beragama di Kota Probolinggo,” katanya.
Pasca dikukuhkan oleh wali kota, FKUB periode 2025 – 2029 mempunyai tugas penting bagaimana kerukunan umat beragama di Kota Probolinggo berjalan dengan baik. Hubungan antar agama di Kota Probolinggo sangat baik. Kewajiban merawat dan menjaga keharmonisan umat beragama bukanlah tugas ketua FKUB semata. Semua komponen termasuk jajaran pengurus mempunyai peran penting, turut menjaga hal demikian.
“Kalau keharmonisan ini terjaga dengan baik, maka hal-hal lain yang terkait dengan kemasyarakatan, pendidikan, peribadatan, bahkan ekonomi semuanya akan baik. Pada prinsipnya tidak terlalu beda dengan jabatan sebelumnya,” pungkas Hudri. (fiq)