Komisi Perempuan MUI Gelar Talkshow Remaja: “Jadi Remaja Berkelas untuk Indonesia Emas”

Probolinggo, Berdampak.net— Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo menggelar kegiatan Talkshow Remaja bertema “Jadi Remaja Berkelas untuk Indonesia Emas” pada Sabtu, 14 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB di Puri Manggala Bhakti Pemerintah Kota Probolinggo dan diikuti oleh 130 remaja dari berbagai wilayah di Kota Probolinggo.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya membangun kesadaran generasi muda agar mampu menjadi remaja yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia.

Melalui forum dialog interaktif ini, Ketua Umum MUI Kota Probolinggo Prof. Dr. KH. M. Sulthon, MA. dalam sambutan pembukaan mengajak para peserta untuk memahami pentingnya membangun karakter remaja yang berintegritas, berwawasan luas, serta memiliki tanggung jawab sosial sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.

Sementara itu Ketua Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Kota Probolinggo Romiyati menyampaikan bahwa talkshow ini bertujuan untuk mencetak generasi remaja Kota Probolinggo yang “Ulul Albab”, yakni generasi yang mampu memadukan kekuatan dzikir, pikir, dan amal dalam kehidupan sehari-hari. “Remaja yang berkelas bukan hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kedewasaan berpikir, akhlak yang baik, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial”, jelas Romiyati.

Dalam kesempatan tersebut, Izzul Rojabi, S.E. hadir sebagai narasumber utama yang memberikan pemaparan inspiratif mengenai pentingnya membangun karakter remaja yang visioner, produktif, dan berdaya saing di tengah dinamika perkembangan zaman.

“Bahwa remaja saat ini merupakan pilar utama menuju Indonesia Emas 2045, sehingga perlu dipersiapkan dengan nilai-nilai moral, keilmuan, serta semangat kontribusi bagi masyarakat”, ujar Izzul.

Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas secara interaktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, dan tanya jawab. Melalui kegiatan ini, diharapkan para remaja dapat memperoleh wawasan, motivasi, serta inspirasi untuk menjadi generasi muda yang berkualitas dan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa.

Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Kota Probolinggo berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pembinaan generasi muda. Dengan demikian, lahir generasi remaja yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat, spiritualitas yang kokoh, dan komitmen untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.

Ketua Jong Madura Ponirin Mika Soroti Perang AS–Israel vs Iran sebagai Pertarungan Geopolitik dan Kepentingan Dunia

Probolinggo, Berdampak.net – Ketua Jong Madura Ponirin Mika menilai konflik yang memanas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran bukan sekadar konflik ideologi atau agama, melainkan pertarungan geopolitik dan kepentingan bisnis global yang melibatkan kekuatan besar dunia.

Menurut Ponirin, dinamika konflik di Timur Tengah selama ini sering kali dipengaruhi oleh perebutan pengaruh politik, kontrol sumber daya energi, serta dominasi ekonomi global. Kawasan Timur Tengah dikenal sebagai salah satu wilayah dengan cadangan minyak dan gas terbesar di dunia, sehingga setiap ketegangan di kawasan tersebut hampir selalu berkaitan dengan kepentingan strategis negara-negara besar.

Ia menilai Iran selama ini kerap menjadi sasaran tekanan politik, ekonomi, hingga militer karena sikapnya yang tidak sepenuhnya tunduk terhadap hegemoni Amerika Serikat di kawasan tersebut. Sikap independen Iran dalam berbagai kebijakan regional dan internasional sering dianggap sebagai tantangan bagi kepentingan geopolitik Amerika dan sekutunya.

“Perang ini bukan hanya soal agama, tetapi juga tentang dominasi ekonomi, energi, dan pengaruh global. Iran dianggap menjadi hambatan bagi kepentingan geopolitik Amerika dan sekutunya,” ujar Ponirin.

Sejumlah laporan internasional juga menyoroti dampak kemanusiaan dari konflik tersebut. Serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel di Iran pada awal tahun 2026 dilaporkan menyebabkan kerusakan besar pada berbagai fasilitas sipil dan memicu jatuhnya korban di kalangan masyarakat.
Dalam salah satu insiden yang disorot organisasi hak asasi manusia internasional, sebuah serangan dilaporkan mengenai fasilitas pendidikan sehingga menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil, termasuk anak-anak. Lembaga pemantau HAM internasional menilai peristiwa tersebut perlu diselidiki secara independen karena berpotensi melanggar hukum humaniter internasional.

Di sisi lain, berbagai organisasi HAM global seperti Amnesty International dan Human Rights Watch juga telah lama menyoroti berbagai dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional dalam konflik Timur Tengah, termasuk tuduhan tindakan yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dalam konflik di Gaza dan sejumlah wilayah konflik lainnya.
Konflik terbaru antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran juga dikhawatirkan dapat memperluas instabilitas kawasan dan memperparah krisis kemanusiaan yang telah berlangsung lama di Timur Tengah.

Berbagai laporan menyebutkan ribuan korban jiwa dan jutaan warga terpaksa mengungsi akibat eskalasi konflik yang terus terjadi.
Ponirin menegaskan bahwa tragedi kemanusiaan yang terus berulang di kawasan tersebut seharusnya menjadi perhatian serius masyarakat internasional. Ia menilai perang yang mengorbankan masyarakat sipil tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

“Tidak ada perang yang benar jika yang menjadi korban adalah rakyat sipil. Dunia harus bersuara agar konflik ini tidak terus melahirkan tragedi kemanusiaan,” tegasnya. (pm)