Paguyuban Jeep dan Peran Pentingnya untuk Wisata Bromo

Probolinggo – Paguyuban Jeep memiliki peran penting dalam mendukung keamanan dan kenyamanan wisatawan di kawasan Gunung Bromo. Tidak hanya sebagai pengantar wisata, para driver jeep juga sering menjadi pihak pertama yang membantu wisatawan ketika ada kendala di lapangan.

Pasca hilangnya koper di area wisata Bromo, kewaspadaan bersama perlu ditingkatkan. Di sinilah peran paguyuban semakin terasa, karena mereka berada langsung di lapangan dan berinteraksi dengan pengunjung setiap hari.
Sebagai langkah sederhana, wisatawan disarankan memarkir kendaraan di tempat yang sudah disediakan secara resmi, seperti area parkir yang ditentukan, hotel tempat menginap, atau basecamp milik pemilik jeep. Hal ini untuk mengurangi risiko kehilangan atau hal-hal yang tidak diinginkan.
Dengan kerja sama yang baik antara paguyuban, pengelola, dan wisatawan, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru bisa tetap menjadi destinasi yang aman dan nyaman untuk semua.

Temukan 8 Pesona Liburan Terbaik di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur

Probolinggo, Berdampak.net – Kabupaten Probolinggo kaya akan keindahan alam dan budaya yang semakin berbenah dalam menarik perhatian wisatawan. Dengan berbagai destinasi yang mengesankan, daerah ini menawarkan pengalaman liburan yang tak terlupakan. Berikut adalah beberapa tempat wisata terbaru dan terpopuler yang wajib Anda kunjungi ketika berada di Probolinggo.

  1. Pantai Duta dan Greenthing Rrandutatah
    Pantai Duta dan Greenthing menjadi salah paket satu tujuan favorit bagi pengunjung yang mencari ketenangan. Pantai ini terkenal dengan suasana yang damai, air laut yang jernih, dan sarana bersantai dengan kursi kursi serta gazebo untuk berkumpul bersama keluarga. Para wisatawan dapat menikmati berbagai aktivitas seperti bermain air dan pasir, mencari kerang, kuliner ala anak pantai atau sekadar bersantai sambil menikmati pemandangan khususnya yang paling indah ketika matahari terbenam.
  2. Pantai Bohay
    Pantai Bohay menyuguhkan wisata kuliner dan pemandangan PLTU paiton dengan hamparan pasir dan ombak yang tenang. Banyak wisatawan datang untuk menikmati kuliner seafood, snorkeling dan bersantai dengan lampu lampu PLTU ketika malam
    Hari. Keindahan pantai ini cocok untuk berbagai aktivitas, baik untuk keluarga maupun pasangan.
  3. Rest Area Betek
    Sebagai titik perhentian strategis di jalur bermi, tiris dan krucil. Rest Area Betek menawarkan fasilitas lengkap untuk para pelancong. Cafe dan camping Group serta permainan rainbow Slide serta suasana alam yang asri tempat ideal untuk bersantai sebelum melanjutkan perjalanan.
  4. Rest area dan Wisata air terjun Guyangan
    merupakan tempat wisata dengan pesona air terjun jaran goyang , taman yang asri dan juga glamping untuk hibernasi bersama teman dan keluarga. Lokasinya yang tenang membuatnya sangat cocok bagi mereka yang mencari kedamaian.
  5. Ranu Segaran
    Ranu Segaran menjadi surga bagi para pencinta wisata air seperti kano ataupun sekedar menyangsikan magis nya ranu segaran dengan di kelilingi view pengunungan di sekelilingnya. Anda juga dapat menjadikannya spot populer untuk berkemah, atau sekadar bersantai menikmati pemandangan dalam balutan cerita magis ranu segaran.
  6. Hutan Kota Kraksaan
    Hutan Kota Kraksaan menyediakan ruang hijau yang menyegarkan di tengah kota. Dengan jalur yang nyaman untuk jogging atau sambil kuliner , tempat ini menjadi favorit keluarga dan masyarakat setempat untuk piknik. Suasana sejuk dan teduh menjadi nilai plus tersendiri.
  7. Bukit Dami
    Bukit Dami terkenal dengan pemandangan Gunung Argopuro hingga ke sisi selatan, Gunung Lemongan, di sisi barat Pegunungan Tengger dan di sisi utara hamparan perkotaan yang spektakuler. Banyak pengunjung yang datang untuk mengabadikan momen indah tersebut. Bukit ini juga ideal bagi mereka yang ingin bersantai sambil menikmati alam
  8. Candi Jabung
    Candi Jabung adalah situs bersejarah yang mengungkapkan kemegahan budaya Majapahit diperkirakan dibangun pada abad ke-14 Masehi, pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Dengan arsitektur yang menawan, candi ini memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk belajar lebih lanjut tentang salah satu jejak sejarah dan kebudayaan Indonesia.

Dengan berbagai pilihan destinasi wisata yang menarik, Probolinggo menawarkan pengalaman liburan yang beragam, mulai dari pantai yang indah hingga situs bersejarah yang kaya akan budaya. Kunjungan ke Probolinggo tidak hanya akan memperkaya wawasan, tetapi juga menyegarkan jiwa.

Kolaborasi Multi Pihak, Festival 7 Ranu Sukses Berdampak pada Ekonomi Masyarakat

Probolinggo, Berdampak.net – Festival 7 Ranu yang diselenggarakan sejak 7 – 16 November 2025 dinilai banyak pihak mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi lokal dan menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.

Festival 7 Ranu merupakan program unggulan Pemerintah Kabupaten Probolinggo di bawah kepemimpinan Gus Harris dan Ra Fahmi untuk memperkenalkan keindahan dan kekayaan kearifan lokal di tujuh danau alami, yaitu Ranu Segaran, Ranu Agung, Ranu Satsit, Ranu Klakah, Ranu Tunjung, Ranu Gedang, dan Ranu Lamongan. Festival ini menghadirkan berbagai kegiatan seni budaya, wisata dan petualangan alam, serta sport tourism, termasuk prosesi penyatuan tujuh mata air, lomba perahu naga, dan kegiatan glamping.

Salah satu yang menonjol dari sukses nya acara ini adalah kebersamaan dan sinergi multi sektor baik dari pemerintah , swasta , komunitas, media dan masyarakat. Terlebih dengan dukungan Paiton Energy dan POMI untuk pengembangan ekowisata 7 Ranu adalah penyediaan infrastruktur ramah lingkungan berupa eco paving block FABA yang digunakan di area festival dan kawasan ekowisata di sekitar tujuh Paiton Energy – POMI turut berkontribusi melalui penyediaan lebih dari 160.000 unit eco paving block FABA dari total 350.000 unit dengan luas pemanfaatan mencapai 8.140 m², serta 600 ton material FABA untuk alas dan jalan akses menuju area festival. Produk ini digunakan di sejumlah desa sekitar kawasan danau, antara lain Desa Segaran, Tlogoargo, Andungsari, dan Ranuagung.

Diketahui Fly Ash and Bottom Ash (FABA) merupakan abu sisa pembakaran batu bara dari proses pembangkitan listrik di PLTU yang Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, FABA dikategorikan sebagai Non B3 (Non-Bahan Berbahaya dan Beracun) dan dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan bangunan ramah lingkungan, seperti paving block, batako, bata interlock, pemadatan tanah, pembenah tanah dan beton jalan desa.

Produk eco paving block FABA dari Paiton Energy – POMI telah melalui uji mutu di Laboratorium Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan memiliki kelas mutu K300 ke atas, sehingga memenuhi standar kualitas konstruksi. Selain memperkuat infrastruktur ekowisata, pemanfaatan FABA ini juga membuka peluang ekonomi sirkular, mendorong produksi produk unggulan desa, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

President Director PT Paiton Energy, Fazil Erwin Alfitri, mengatakan bahwa keterlibatan Perusahaan dalam program Ekowisata 7 Ranu merupakan bagian dari komitmen Paiton Energy dalam membangun ekonomi hijau dan berkelanjutan di wilayah operasional. Perusahaan percaya pengembangan ekowisata yang berakar pada potensi alam dan kearifan lokal dapat menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Probolinggo.

Pemanfaatan FABA sebagai material pembangunan infrastruktur bukan sekadar inovasi pengelolaan limbah, tapi wujud aksi nyata mendukung pembangunan berkelanjutan untuk memperkuat masa depan Indonesia. Kami juga ingin menunjukkan bahwa praktik ekonomi sirkular bisa berjalan seiring dengan pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Fazil Erwin Alfitri.

President Director PT POMI, Sugiyanto, mengatakan bahwa kontribusi Perusahaan pada Festival 7 Ranu merupakan bentuk nyata sinergi multipihak dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

“Perusahaan melihat potensi besar dalam kolaborasi lintas sektor seperti ini. Dukungan infrastruktur FABA tidak hanya membantu kesiapan kawasan wisata, tetapi juga menjadi contoh penerapan prinsip green industry yang mampu memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Sugiyanto.

Dalam hal ini dukungan multipihak termasuk swasta melalui program CSR dalam penyelenggaraan Festival 7 Ranu Probolinggo sangat penting untuk ikut mempromosikan dan mengangkat potensi wisata alam dan budaya lokal Probolinggo ke tingkat nasional.  

PT Paiton Energy – POMI telah melaksanakan program CSR sejak tahun 2000 yang dirancang setiap tahun, dan dipantau oleh Komite Pengembangan Masyarakat. Program dikategorikan dalam tiga fokus yaitu mendukung keberlanjutan Perusahaan (pembangkit), keberlanjutan sosial ekonomi, serta keberlanjutan energi dan lingkungan.

PT Paiton Energy adalah produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) pertama dan terbesar yang beroperasi di Indonesia. Pemegang saham Perusahaan terdiri dari RATCH Group, Nebras Power, dan Medco Daya Energi Sentosa (MDES). (fiq)

BSC Project Siap Tampil Maksimal di Bromo Sunset Vol. 06

Probolinggo, Berdampak.net – Grup musik BSC Project memastikan diri siap tampil maksimal dalam gelaran Bromo Sunset Vol. 06. Persiapan yang sudah berjalan sejauh ini disebut dalam kondisi aman, meski para personel tetap menaruh perhatian khusus pada kesiapan fisik.

Dwi Ikbal Al Rasyid, salah satu personel BSC Project, mengungkapkan bahwa faktor cuaca menjadi tantangan tersendiri. “Sementara persiapan aman-aman saja, hanya saja harus siap segalanya terutama fisik. Karena musim kemarau cuacanya lebih dingin dari sebelumnya, mungkin paling tidak di angka 8 derajat,” ujarnya.

Meski begitu, semangat untuk memberikan penampilan terbaik tetap tinggi. “Syukur-syukur bisa berlanjut, biar sangat berdampak,” tambah Ikbal dengan optimistis.

Bromo Sunset Vol. 06 sendiri dikenal sebagai salah satu event musik yang memadukan keindahan alam Bromo dengan sajian musik dari berbagai musisi, sehingga selalu dinantikan oleh penonton maupun pelaku seni. (fj)

Probolinggo SAE Travel Mart: Jembatan Wisata Menuju Investasi Kreatif

Probolinggo, Berdampak.net – Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Probolinggo akan menggelar ajang promosi wisata bertajuk Probolinggo SAE Travel Mart 2025. Event ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 September 2025 mendatang.

Gelaran ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat promosi potensi pariwisata daerah kepada para pelaku usaha di sektor wisata, baik lokal maupun nasional. Format kegiatan akan mengusung pertemuan antara buyer dan seller pariwisata, sekaligus memperkenalkan sejumlah destinasi unggulan di Kabupaten Probolinggo.

Adapun destinasi yang bakal diperkenalkan dalam travel mart ini di antaranya Jembatan Kaca Seruni Point di kawasan Bromo, wisata adrenalin Rafting Sungai Pekalen, keindahan alami Ranu Agung di Kecamatan Tiris, eksotisme bawah laut Gili Ketapang, hingga panorama Pantai Bentar di Gending.

“Travel Mart ini menjadi terobosan dalam mengenalkan potensi wisata Kabupaten Probolinggo secara langsung kepada buyer dan seller. Ini saatnya Probolinggo naik kelas,” ujar Gede Vandana Wijaya, panitia pelaksana, Selasa (8/7/2025).

Event ini mendapat dukungan penuh dari Pemkab Probolinggo dan berada di bawah naungan branding nasional Wonderful Indonesia. Diharapkan, kegiatan ini tak hanya mendorong pertumbuhan sektor pariwisata lokal, tapi juga membuka ruang kolaborasi investasi dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis wisata.

Dengan konsep promosi yang kolaboratif dan berbasis kemitraan, Probolinggo SAE Travel Mart 2025 menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring, membangun kemitraan, dan membawa pariwisata Probolinggo ke panggung yang lebih luas. (fj)

Eksotika Bromo 2025: Simfoni Budaya dalam Pelukan Kaldera

Probolinggo, Berdampak.net – Kaldera Gunung Bromo kembali menjadi pusat perhatian dengan terselenggaranya Eksotika Bromo 2025. Festival budaya tahunan ini digelar selama dua hari pada 21–22 Juni 2025 sebagai bagian dari rangkaian Karisma Event Nusantara yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Mengusung tema “Merajut Harmoni Nusantara di Bumi Hila Hila”, festival ini menghadirkan harmoni antara kearifan lokal, keragaman budaya, dan pelestarian lingkungan.

Suasana sakral terasa sejak pembukaan acara dengan prosesi adat Suku Tengger, Ruwat-Ruwat Gunung Segoro, yang menjadi simbol penghormatan terhadap alam dan leluhur. Ritual ini menandai dimulainya seluruh rangkaian pertunjukan budaya yang digelar di hamparan pasir Bromo yang eksotis. Ribuan pengunjung tumpah ruah menyaksikan pentas seni dari berbagai penjuru Nusantara. Penampilan spektakuler seperti Reog Ponorogo, tari Yospan dari Papua, musik daul Madura, barongan Jawa Timur, hingga kolaborasi tari dan musik etnik lainnya menciptakan suasana yang menggetarkan dan menyatukan identitas kebangsaan dalam lanskap alam yang megah.

Tak sekadar menyajikan hiburan, Eksotika Bromo 2025 juga menghadirkan kegiatan edukatif dan partisipatif. Para pengunjung diajak mengikuti pelatihan fotografi budaya bersama fotografer profesional. Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya seni visual, lomba foto bertema Eksotika Bromo pun digelar dengan hadiah jutaan rupiah. Yang membuat festival ini berbeda adalah cara masuk yang unik: setiap pengunjung diminta membawa satu bibit pohon sebagai tiket. Inisiatif ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap upaya penghijauan dan konservasi kawasan Bromo yang rentan mengalami kerusakan lingkungan.

Eksotika Bromo 2025 membuktikan bahwa festival budaya bukan hanya peristiwa seni semata, melainkan juga ruang edukasi, refleksi, dan aksi nyata menjaga bumi. Dalam balutan pertunjukan yang memikat, terselip pesan kuat tentang harmoni antara manusia, budaya, dan alam. Di tengah lautan pasir yang sunyi dan luas, gema budaya Indonesia kembali terdengar, mengakar kuat dan menembus cakrawala. (fj)