Usung Meritokrasi, Partai Gelora Probolinggo Jadi Wadah Pemuda Potensial

Probolinggo, Berdampak.net – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Kabupaten Probolinggo berkomitmen penuh untuk menjadi wadah bagi generasi muda dan Sumber Daya Manusia (SDM) potensial yang selama ini belum terakomodir di kancah politik lokal. Dengan menerapkan sistem meritokrasi, partai besutan Anis Matta ini membuka pintu lebar-lebar bagi pemuda yang memiliki kompetensi dan keterampilan untuk dikembangkan secara optimal.

Langkah konkret ini dibuktikan dengan penunjukan Abu Bakar Rohim sebagai Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo. Sebagai figur muda, Abu Bakar diberi kepercayaan penuh untuk menakhodai partai di wilayah yang secara historis didominasi oleh partai-partai politik mapan.

“Kami menerapkan prinsip meritokrasi dalam memilih kader. Partai Gelora saat ini aktif mencari pemuda-pemuda yang memiliki kompetensi tinggi dan bertekad kuat untuk berkembang bersama,” ujar Abu Bakar Rohim.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo, Ponirin Mika, menegaskan bahwa partainya tengah fokus mempersiapkan kader muda potensial agar mampu meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, Gelora hadir bukan sekadar sebagai kendaraan politik, melainkan sebagai ruang inkubasi bagi bakat-bakat kepemimpinan masa depan.

“Kami ingin memastikan bahwa pemuda yang memiliki keterampilan dan potensi besar mendapatkan ruang yang tepat. Melalui Partai Gelora, mereka dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan yang kompeten,” tutur Ponirin.

Dengan strategi pengaderan berbasis kompetensi dan keterbukaan ini, Partai Gelora Kabupaten Probolinggo optimistis dapat membawa warna baru sekaligus menjadi kekuatan politik alternatif yang segar bagi masyarakat Probolinggo. (pm)

Gelar Pelantikan PAC PDI Perjuangan Se-Kabupaten Probolinggo; Ketua DPC Tegaskan Manifesto Gerakan Baru

Probolinggo, Berdampak.net – Jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo resmi melantik serentak Pengurus Anak Cabang (PAC) dari 24 kecamatan. Momentum pasca-Hari Raya Idul Adha ini dimanfaatkan oleh partai sebagai tonggak konsolidasi total, sekaligus meluncurkan pesan ideologis utama yang menjadi komitmen dasar gerak perjuangan partai ke depan.

Acara sakral ini dihadiri oleh jajaran fungsionaris teras, di antaranya Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Bung Deni Witjaksono beserta rombongan DPD, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Gus dr. H. Mufti Anam, serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur H. Edi Paripurna. Panggung pelantikan ini juga dihormati oleh kehadiran tokoh keagamaan terkemuka, seperti Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Ketua PCNU Kraksaan, dan Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo.

Sinergi horizontal antar partai dan birokrasi daerah turut tercermin lewat kehadiran Bupati Probolinggo Gus Haris, Wakil Bupati sekaligus Ketua DPC PKB Lora Fahmi AHZ, Ketua DPRD sekaligus Ketua DPD Golkar Mas Oka, Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua DPC Gerindra H. Zubaidi, serta para pimpinan dari Partai Nasdem, Ketua DPC PPP Kang Mahdi, dan Ketua DPD PKS Mas Rifki.

Dalam orasi politiknya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, H. Khairul Anam menyampaikan apresiasi mendalam kepada pengurus periode sebelumnya yang berhasil merampungkan tahapan Musancab secara konstitusional mulai dari akar rumput hingga Pleno DPD. Ia menekankan bahwa kerja politik kepengurusan baru wajib dilandasi oleh semangat ketulusan gotong royong.

Anam menjabarkan secara rinci makna di balik pesan utama tersebut. menurutnya, frasa “seni melayani masyarakat” menempatkan kepentingan wong cilik di atas segala-galanya, mempertegas watak bahwa politik tidak melulu soal perebutan kekuasaan. Hal ini dibuktikan dengan profil kepengurusan yang sangat inklusif, merangkul kader dari lintas ormas keagamaan (NU, Muhammadiyah, Hindu Tengger, serta Kristiani), serta memberikan panggung strategis bagi kaum muda yang nyata terbukti lewat 7 anggota fraksi PDI Perjuangan di parlemen daerah saat ini.

Sementara itu, pilar “struktur yang kuat” dipresentasikan lewat komposisi demografi fungsionaris PAC yang baru dilantik, yang terdiri dari 40,8% Generasi Z (Gen Z), 23,2% Millenial, dan 36,8% Generasi X. Komposisi gender pun sangat kokoh dengan angka keterwakilan perempuan mencapai 41,2% dan laki-laki 58,8%, sebuah ketetapan yang melampaui regulasi kuota perempuan 30% berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi serta selaras dengan amanat UUD NRI 1945.

Terakhir, mengenai “kemandirian yang bermartabat”, Ketua DPC mengingatkan fungsionaris untuk teguh memegang prinsip suci dari Kitab Bhagavad Gita, “Karmanye Vadhikaraste Ma Phaleshu Kadachana” yang berarti fokus pada kewajiban kerja nyata melayani rakyat, bukan pada hasil akhir atau pamrih sepihak. Berbekal soliditas dan kemandirian inilah, DPC PDI Perjuangan mematok target terukur untuk mengamankan 10 Kursi pada Pemilu 2029. (fiq)

Santri dan Anak Asuh Hidayatul Islam Bersuka Cita Terima Kurban dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur

Probolinggo, Berdampak.net — Suasana penuh kebahagiaan dan rasa syukur terlihat di lingkungan Yayasan Pendidikan dan Pesantren Hidayatul Islam, Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, saat menerima hewan kurban dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur pada momentum Hari Raya Idul Adha tahun ini.

Satu ekor sapi kurban yang disalurkan melalui DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo tersebut disembelih di lingkungan yayasan dan dibagikan untuk kebutuhan santri, anak asuh, serta masyarakat sekitar.

Kehadiran hewan kurban itu disambut antusias para santri yang sejak pagi ikut menyaksikan proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban. Bagi sebagian santri dan anak asuh, momen tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri karena dapat merasakan suasana Idul Adha dengan penuh kebersamaan.

Salah satu santri, Fawaid menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh PDI Perjuangan.

“Kami sangat senang dan bersyukur menerima kurban ini. Terima kasih kepada DPD PDI Perjuangan Jawa Timur dan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo yang sudah peduli kepada santri dan anak asuh di Hidayatul Islam,” ujarnya.

Fawaid juga menyampaikan doa agar seluruh pihak yang berkurban diberikan keberkahan dan kemudahan dalam segala urusan.

“Semoga PDI Perjuangan diberikan kesehatan, rezeki yang lancar, dan selalu diberi kekuatan untuk membantu masyarakat kecil dan pesantren,” tambahnya.

Penyaluran kurban tersebut menjadi bagian dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus dibangun PDI Perjuangan kepada masyarakat, termasuk lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan. Selain membantu kebutuhan pangan, kegiatan itu juga mempererat hubungan sosial antara partai, pesantren, dan masyarakat sekitar. (fiq)

Harapan Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo Menyongsong Hari Buruh

Probolinggo, Berdampak.net – Hari Buruh Internasional bukan sekadar rutinitas kalender tahunan, melainkan momentum sakral untuk merefleksikan kembali sejauh mana negara dan kita semua telah memberikan penghormatan kepada mereka yang menjadi tulang punggung ekonomi bangsa. Di Kabupaten Probolinggo, geliat industri dan pertanian tak lepas dari tetesan keringat para buruh yang tak kenal lelah demi menghidupi keluarga.

Kami di DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo melihat bahwa buruh adalah aset paling berharga dalam struktur pembangunan daerah. Tanpa kesejahteraan yang layak bagi pekerja, stabilitas ekonomi daerah akan rapuh. Oleh karena itu, peringatan May Day tahun ini harus menjadi titik balik bagi perbaikan ekosistem ketenagakerjaan di wilayah kita.

Ketua DPD Partai Gelora Probolinggo menegaskan bahwa harapan utama kita adalah melihat transformasi buruh dari sekadar objek produksi menjadi mitra strategis pembangunan. Kita ingin para buruh di Probolinggo tidak hanya bekerja keras, tetapi juga bekerja cerdas dengan dukungan jaminan sosial dan perlindungan hukum yang kuat.

Pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang sehat, namun tetap mengedepankan hak-hak dasar pekerja. Keseimbangan antara kemudahan berusaha dan perlindungan buruh adalah kunci utama untuk memajukan Kabupaten Probolinggo menuju arah baru yang lebih sejahtera.

Partai Gelora menyadari bahwa tantangan di masa depan, seperti otomatisasi dan digitalisasi, akan berdampak pada sektor ketenagakerjaan. Maka, kami mendorong adanya program upskilling dan reskilling bagi para buruh di Probolinggo agar mereka tetap relevan dan memiliki daya tawar yang tinggi di pasar kerja global.

Kami juga menyoroti pentingnya dialog bipartit yang harmonis antara pengusaha dan pekerja. Jangan sampai ada sumbatan komunikasi yang mengakibatkan konflik. Kita harus mengedepankan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan setiap sengketa industrial yang terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Harapan kami, upah minimum yang ditetapkan tidak hanya sekadar angka formalitas, tetapi benar-benar mencerminkan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok yang kian meningkat. Kesejahteraan buruh secara langsung akan meningkatkan konsumsi domestik, yang pada gilirannya akan memutar roda ekonomi lokal kita lebih kencang.

Kepada seluruh buruh di Kabupaten Probolinggo, kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Dedikasi kalian di pabrik-pabrik, di sawah-sawah, dan di sektor jasa adalah energi utama yang menjaga denyut nadi kabupaten ini tetap berdetak di tengah berbagai tantangan ekonomi dunia.

Partai Gelora berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan publik yang pro-rakyat dan pro-pekerja. Kami akan menjadi jembatan bagi aspirasi buruh untuk sampai ke meja pengambil kebijakan, memastikan suara dari akar rumput tidak hanya didengar, tetapi juga dilaksanakan.

Momentum Hari Buruh ini juga harus menjadi pengingat bagi para pengusaha untuk memperlakukan pekerja sebagai manusia seutuhnya, bukan sekadar angka di laporan keuangan. Lingkungan kerja yang aman, sehat, dan manusiawi adalah hak yang tidak boleh ditawar dalam kondisi apa pun.

Kita juga berharap adanya perhatian khusus bagi buruh perempuan dan buruh lepas di Probolinggo. Perlindungan terhadap hak-hak maternitas dan kesetaraan upah harus ditegakkan tanpa diskriminasi, demi menciptakan keadilan sosial yang merata bagi seluruh elemen pekerja.

Ketua DPD Partai Gelora Probolinggo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan moral kepada para buruh. Menghargai produk lokal dan menghargai jasa pekerja adalah langkah sederhana namun bermakna dalam memperkuat solidaritas sosial di tengah-tengah kita.

Ke depan, kami memimpikan Kabupaten Probolinggo menjadi pusat industri yang ramah pekerja, di mana pertumbuhan ekonomi berjalan selaras dengan peningkatan indeks kebahagiaan para buruhnya. Ini bukan mimpi yang mustahil jika kita semua bersedia berkolaborasi dan membuang ego sektoral.

Mari kita jadikan Hari Buruh ini sebagai energi positif untuk bangkit. Kita lupakan sejenak perbedaan, dan fokus pada satu tujuan: menjadikan buruh Indonesia, khususnya di Probolinggo, sebagai kelas menengah baru yang mandiri secara ekonomi dan kuat secara martabat.

Akhir kata, selamat Hari Buruh Internasional. Teruslah berkarya dengan semangat “Gelombang Rakyat”. Bersama-sama, kita akan membawa Probolinggo dan Indonesia menuju kekuatan ekonomi baru dunia yang berkeadilan bagi seluruh rakyatnya. (pm)

PDPB KPU Kota Probolinggo: Memelihara Data, Menjaga Suara
Probolinggo, Berdampak.net - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo telah menyelenggarakan rapat pleno terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026 pada hari Kamis, 2 April 2026 di Aula KPU Kota Probolinggo. Kegiatan ini dihadiri oleh BAWASLU, Disdukcapil, Bakesbangpol, Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820, Lapas IIB, Dinsos, Diskominfo dan Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Probolinggo.

Dalam rapat tersebut, Viki Hamzah Anggota KPU Kota Probolinggo, menyampaikan bahwa pleno ini merupakan wujud keterbukaan & komitmen lembaga dalam memastikan data pemilih tetap akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. 

“Proses PDPB tidak dilakukan sekali saja, melainkan terus menerus untuk menyesuaikan dengan perubahan data kependudukan yang terjadi di masyarakat,” ujarnya.  

Berdasarkan hasil rekapitulasi yang disampaikan, jumlah pemilih di Kota Probolinggo pada periode Triwulan I 2026 mencapai 182.752 orang dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah 89.646 orang dan pemilih perempuan berjumlah 93.106 orang. Angka ini mengalami penambahan sebanyak 996 orang dibandingkan dengan data pada periode Triwulan sebelumnya. Penambahan ini berasal dari pemilih pemula, warga yang pindah domisili, serta pensiunan TNI/Polri. 

Disatu sisi, Viki Hamzah juga menegaskan bahwa KPU Kota Probolinggo telah melakukan pencermatan dan verifikasi secara ketat selama proses berlangsung, mulai dari tahap pendataan hingga rekapitulasi. Bagi Viki, Pemutakhiran data pemilih menuntut kesabaran, ketelitian dan kesetiaan pada nilai.“ Kami memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu kami juga konsen mencermati akurasi data pemilih disabilitas guna memastikan pemilih difabel bisa terakomodir dengan baik. 

“Pada anatomi manusia, pemilih diibaratkan sebagai darah yang mengalir ke berbagai sendi, apabila darah tersumbat maka akan merusak organ yang lain. Sama halnya dengan data pemilih, apabila data pemilih tidak akurat maka akan mempengaruhi ke tahapan yang lain dan mengurangi legitimasi masyarakat," tambah Viky.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Disdukcapil juga menyampaikan komitmen untuk terus berkoordinasi dengan KPU guna memastikan sinkronisasi data dengan baik. Hal ini dianggap penting untuk mencegah terjadinya kesalahan atau ketidaksesuaian data yang dapat mempengaruhi kelancaran proses pemilu yang akan datang.

Pleno PDPB ini ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Rekapitulasi oleh semua anggota KPU. Melalui kegiatan ini, diharapkan data pemilih yang dihasilkan dapat menjadi dasar yang kuat bagi penyelenggaraan pemilu yang adil, demokratis dan berintegritas. (fiq)
Profil Ketua DPD Partai Gelora Probolinggo Abu Bakar Rohim: Simbol Estafet Kepemimpinan dan Harapan Baru Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Kehadiran sosok Abu Bakar Rohim di panggung politik Kabupaten Probolinggo bukan sekadar pergantian struktur organisasi. Di usia yang baru menginjak 31 tahun, Ketua DPD Partai Gelora ini membawa pesan kuat bagi masyarakat: bahwa masa depan bukan lagi milik mereka yang sekadar menunggu, tapi mereka yang berani mengambil peran.

​Berikut adalah tiga pilar utama Abu Bakar Rohim sebagai angin segar bagi Kabupaten Probolinggo:

​1. Representasi “Success at 30”
​Abu Bakar membuktikan bahwa menjadi sukses tidak harus menunggu usia senja. Sebagai seorang pengusaha sekaligus politisi muda, ia adalah manifestasi nyata dari kerja keras dan visi.

Ini memberikan validasi kepada generasi Z dan Milenial di Probolinggo bahwa kesuksesan di usia muda adalah hal yang sangat mungkin dicapai jika memiliki ketekunan yang tepat.
​2. Politik yang Berbasis Solusi (Entrepreneurial Mindset)
​Latar belakangnya sebagai pengusaha membawa nilai tambah yang besar. Dalam dunia usaha, setiap masalah menuntut solusi yang efisien dan berkelanjutan.

Dengan membawa entrepreneurial mindset ke dalam politik, ia berkomitmen untuk:
​Membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
​Membuka ruang kolaborasi bagi UMKM lokal.
​Mengelola kebijakan dengan cara-cara yang inovatif dan terukur.
​3. Jembatan Aspirasi Lintas Generasi
​Sebagai politisi muda, Abu Bakar memiliki fleksibilitas untuk berkomunikasi dengan para senior namun tetap relevan dengan gaya hidup anak muda. Ia adalah “jembatan” yang mampu menerjemahkan keresahan pemuda Probolinggo menjadi langkah konkret di ranah kebijakan publik.

​”Komitmen saya bukan sekadar tentang jabatan, tapi tentang membuktikan bahwa anak muda Probolinggo mampu berdikari dan menjadi motor penggerak perubahan di daerahnya sendiri.” Visi Abu Bakar Rohim.

​Abu Bakar Rohim adalah profil pemimpin masa kini: Muda, Berdaya, dan Berbahaya (dalam artian positif). Ia tidak hanya menjual janji, tapi menawarkan bukti melalui rekam jejaknya. Bagi Kabupaten Probolinggo, ia adalah personifikasi dari semangat “Gelora”—semangat untuk bangkit dan bergerak menuju arah baru yang lebih dinamis.
​Ini adalah saatnya bagi para pemuda Probolinggo untuk tidak lagi menjadi penonton, karena di depan mereka, ada sosok rekan sejawat yang siap membuka jalan.