Pengurus Savate Kabupaten Probolinggo Dikukuhkan, Deni Hidayaturohman Siap Cetak Atlet Berprestasi

PROBOLINGGO, Berdampak.net – Pengurus Cabang Olahraga Savate Kabupaten Probolinggo masa bakti 2026–2030 resmi dikukuhkan di Ruang Rapat Rumah Dinas Wakil Bupati Probolinggo, Selasa (20/10/2026). Pengukuhan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat pembinaan olahraga bela diri Savate sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Kabupaten Probolinggo.

Pengukuhan tersebut dihadiri Ketua Savate Provinsi Jawa Timur, Kharis Fadilah, serta Cahyo yang mewakili KONI Kabupaten Probolinggo selaku sekretaris KONI. Kepengurusan Savate Kabupaten Probolinggo dipimpin oleh Deni Hidayaturohman untuk masa bakti 2026–2030, dengan semangat membangun generasi atlet berprestasi dan menjunjung tinggi sportivitas.

Deni Hidayaturohman Pimpin Cabang Olahraga Savate Kabupaten Probolinggo Periode 2026–2030

PROBOLINGGO , Berdampak.net– Pengurus Cabang Olahraga Savate Kabupaten Probolinggo resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2030, Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Rumdin Wakil Bupati Probolinggo tersebut menjadi langkah awal untuk mengembangkan olahraga bela diri Savate sekaligus mencetak atlet berprestasi di daerah.

Pengukuhan dipimpin oleh Ketua Pengcab Savate Kabupaten Probolinggo, Deni Hidayaturahman, dan dihadiri perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo, Cahyo, selaku sekretaris KONI. Pengurus yang dikukuhkan mengusung semangat “Membangun Generasi Atlet Savate Berprestasi, Menjunjung Tinggi Sportivitas.”

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Savate Indonesia menyampaikan bahwa pengembangan olahraga Savate di Tanah Air masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan jumlah pelatih. Dari informasi yang disampaikan, jumlah pelatih Savate di Indonesia masih sekitar tujuh orang. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama untuk memperluas pembinaan, meningkatkan kapasitas pelatih, serta mengenalkan Savate kepada generasi muda.

Savate merupakan olahraga bela diri asal Prancis yang memadukan teknik pukulan dan tendangan. Olahraga ini memiliki karakteristik tersendiri dan mengedepankan penguasaan teknik, kecepatan, kedisiplinan, serta sportivitas. Pengembangan Savate di Kabupaten Probolinggo diharapkan membuka peluang bagi anak-anak dan generasi muda untuk menekuni olahraga prestasi sekaligus membangun karakter.

Perwakilan Savate Indonesia juga menyampaikan harapan agar pembinaan atlet dan pelatih terus diperkuat, termasuk melalui pelatihan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan dukungan pengurus daerah, KONI, dan berbagai pihak, Savate diharapkan semakin dikenal masyarakat dan mampu melahirkan atlet yang dapat bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Ketua Pengcab Savate Kabupaten Probolinggo, Deni Hidayaturahman, bersama jajaran pengurus diharapkan dapat segera menyusun program kerja dan memperluas sosialisasi ke sekolah maupun komunitas olahraga. Pengukuhan ini menjadi momentum untuk membangun fondasi pembinaan yang terarah, memperbanyak atlet potensial, serta mengantarkan Savate Kabupaten Probolinggo meraih prestasi pada masa mendatang.

Jelang Pelantikan, FSI Kabupaten Probolinggo Matangkan Konsolidasi dan Target Prestasi

PROBOLINGGO, Berdampak.net – Pengurus Kabupaten Federasi Savate Indonesia (FSI) Kabupaten Probolinggo mulai mematangkan persiapan pelantikan sekaligus menyusun langkah strategis pengembangan olahraga bela diri Savate. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat konsolidasi yang digelar di kediaman Ketua FSI Kabupaten Probolinggo di Kecamatan Krucil, Selasa (13/10/2026) malam.

Rapat dipimpin Ketua FSI Kabupaten Probolinggo, Deni Hidayatur Rohman, didampingi Wakil Ketua Dwi Adi Hartoko, Hadir pula jajaran bidang pembinaan prestasi, pelatih, dan pengurus harian. Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan sebagai upaya memperkuat koordinasi internal menjelang pelantikan resmi.

Deni mengatakan, kepengurusan FSI Kabupaten Probolinggo telah mengantongi Surat Keputusan (SK) dari Pengprov FSI Jawa Timur Nomor 051/SK/FSI-JATIM/X/2026. Dengan terbitnya SK tersebut, pihaknya kini fokus mempersiapkan pelantikan serta membangun komunikasi dengan KONI dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Probolinggo.

“Alhamdulillah, legalitas kita sudah sah. Probolinggo kini menjadi kabupaten ke-11 di Jawa Timur yang memiliki kepengurusan Savate. Selanjutnya, kami ingin memastikan pelantikan berjalan sukses dan keberadaan Savate bisa diterima oleh KONI serta masyarakat olahraga,” ujar Deni.

Sementara itu, Dwi Adi Hartoko menjelaskan, rapat konsolidasi membahas tiga agenda utama, yakni finalisasi panitia pelantikan, penentuan waktu dan tempat pelaksanaan, serta penyusunan strategi audiensi dengan KONI dan Dispora Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, Savate harus dikembangkan sebagai cabang olahraga yang mampu mencetak atlet berprestasi dan menyumbangkan medali bagi daerah.

“Savate atau French Kickboxing bukan sekadar pelengkap. Kami ingin menjadi bagian dari kekuatan olahraga prestasi Kabupaten Probolinggo. Pembinaan atlet akan menjadi prioritas, termasuk melalui pengenalan Savate di lingkungan sekolah,” jelas Dwi Adi yang juga berprofesi sebagai tenaga kesehatan.

Melalui konsolidasi tersebut, FSI Kabupaten Probolinggo menargetkan segera melakukan rekrutmen dan pembinaan atlet sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Rapat ditutup dengan doa bersama dan komitmen seluruh pengurus untuk menyukseskan pelantikan serta membangun organisasi yang solid dan berorientasi pada prestasi. (fj)

Atlet Muaythai Kabupaten Probolinggo Raih 12 Medali di Kejuaraan Liga Jatim

PROBOLINGGO, Berdampak.net — Atlet Muaythai Kabupaten Probolinggo, tampil gemilang dalam kejuaraan Surabaya Rising Champions (SRC) dan Liga Muaythai Jawa Timur Seri 3 tahun 2026, yang berlangsung di Surabaya, 30 September hingga 4 Oktober 2026.

Secara keseluruhan, kontingen Probolinggo berhasil meraih 5 medali emas, 3 medali perak, dan 4 medali perunggu.

Ketua Pengcab Muaythai Kabupaten Probolinggo, Abdul Ghani, menyampaikan keikutsertaan dalam ajang ini bertujuan untuk memberikan jam terbang bagi para atlet usia dini sekaligus mempertajam kemampuan atlet proyeksi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027.

“Kami ingin memberi kesempatan kepada atlet muda, terutama yang baru pertama kali naik ke atas ring. Selain itu, kejuaraan ini juga sarana untuk mempertajam kemampuan atlet dalam persiapan menghadapi Porprov 2027 nanti,” ujar Abdul Ghani, Minggu (4/10/2026).

Ia juga menjelaskan strategi pembinaan, di mana beberapa atlet sengaja tidak dikirim ke Kejurnas agar difokuskan untuk Popda yang akan digelar pada November 2027 mendatang.

Berikut Daftar Peraih Medali para Atelt

Medali Emas:

1. Andrian Dave Ramadhan — Juara 2 kelas 36 Kg Putra Pra Junior U10–13
​
2. Rifka Illyyun — Juara 3 kelas 54 Kg Putri Elite 18–25
​
3. M. Roihan Ikmal Maulana — Juara 1 kelas 57 Kg Putra Junior U14–17
​
4. Nautra Fitriyaz Zidni Adwiyah — Juara 1 kelas 36 Kg Putri Pra Junior U10–13
​
5. Mei Dilla Ailya — Juara 1 kelas 45 Kg Junior Putri U14–17

Medali Perak:

1. Moch. Abdul Rohman Wahid Zaini — Juara 3 kelas 54 Kg Putra Junior U14–17
​
2. Achmad Rafa Daniel Hazard — Juara 3 kelas 48 Kg Putra Pra Junior U10–13
​
3. Arsha Raihan Abidin — Juara 2 kelas 46 Kg Putra Pra Junior U10–13

Medali Perunggu:

1. Muhammad Halim Al Ghazaly — Juara 2 kelas 32 Kg Putra Pra Junior U10–13
​
2. Rahardian Putra Iswanto — Juara 3 kelas 36 Kg Putra Pra Junior U8–10
​
3. Muhammad Ammar Habibi — Juara 1 kelas 32 Kg Putra Pra Junior U10–13
​
4. Rini Renita & Najla Nur Salsabila — Juara 1 kategori Muay Boran Putri Elite

Dengan raihan ini, diharapkan semakin memperkuat fondasi pembinaan atlet Muaythai Kabupaten Probolinggo menuju ajang Popda dan Porprov 2027. (*)

Reno Handoyo Resmi Pimpin KONI Probolinggo, Gus Haris Minta Tembus 15 Besar Porprov Jatim

Probolinggo, Berdampak.net – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo masa bakti 2026–2030 resmi dilantik di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Jalan Ahmad Yani Nomor 23, Kota Probolinggo, pada Kamis (1/10/26) sore. Pelantikan ini menjadi tonggak awal bagi kepengurusan baru yang dinahkodai Reno Handoyo untuk menjalankan program kerja dan peningkatan prestasi olahraga daerah.

Dalam arahannya, Reno Handoyo menegaskan bahwa kepengurusan yang baru memiliki tanggung jawab besar untuk memajukan pembinaan olahraga Kabupaten Probolinggo. Ia menyampaikan komitmen KONI untuk memperkuat tata kelola organisasi agar lebih transparan, akuntabel, dan profesional, sekaligus membenahi sistem pembinaan melalui latihan yang terstruktur bagi atlet usia dini maupun atlet berprestasi. Reno juga menekankan pentingnya sinergi dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pengurus cabang olahraga, serta keterlibatan pihak swasta agar sarana prasarana dan pendanaan olahraga dapat berjalan lebih optimal.

Bukan hanya soal program internal, kepengurusan KONI juga diminta menyusun strategi yang lebih tajam dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur. Ketua KONI Jawa Timur Muhammad Nabil meminta pengurus KONI Kabupaten Probolinggo untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta melakukan pemetaan cabang olahraga unggulan. Menurutnya, evaluasi dan pemetaan perlu berbasis data yang akurat serta verifikasi langsung di lapangan agar strategi pembinaan benar-benar berorientasi pada peluang perolehan medali. Nabil juga menilai capaian Probolinggo dalam beberapa penyelenggaraan Porprov mengalami peningkatan, dari peringkat ke-29 menjadi ke-25, kemudian naik ke posisi ke-19, sehingga hasil tersebut dapat dijadikan pijakan untuk menyusun langkah menghadapi Porprov berikutnya.

Target peningkatan prestasi juga menjadi penekanan utama dari Bupati Probolinggo Mohammad Haris atau Gus Haris. Gus Haris berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan tren kenaikan prestasi tersebut dan bahkan menembus posisi 15 besar pada Porprov Jatim, atau meraih hasil yang lebih tinggi melalui persiapan serta strategi yang tepat. Ia menegaskan bahwa olahraga tidak semata-mata diukur dari medali, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan semangat berlatih para atlet.

Gus Haris turut mengingatkan perlunya penentuan prioritas mengingat tidak semua cabang olahraga dapat dipersiapkan secara merata. Dari total 71 cabang olahraga yang dipertandingkan di Porprov Jatim, Kabupaten Probolinggo hanya memiliki 44 cabang olahraga yang disiapkan. Karena itu, pengurus diharapkan mempertimbangkan potensi tiap cabang dengan memperhatikan kemampuan anggaran daerah yang terbatas melalui klasifikasi dan strategi pembinaan yang terukur, termasuk mengidentifikasi cabang-cabang yang dinilai memiliki peluang meraih medali. Dengan pemetaan yang baik, kepengurusan baru diharapkan mampu menentukan fokus pembinaan, mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, dan membawa Probolinggo meraih prestasi lebih tinggi pada ajang olahraga provinsi tersebut. (rh)

Akhiri Jabatan Ketua KONI, Zainul Hasan Tinggalkan Jejak Prestasi, Probolinggo Naik Kelas di Peta Olahraga Jatim!

Probolinggo, Berdampak.net – Periode kepemimpinan Zainul Hasan di KONI Kabupaten Probolinggo memasuki babak akhir. Ketua KONI yang telah memimpin periode sebelumnya ini resmi mengakhiri masa jabatannya, menyusul rangkaian evaluasi dan capaian prestasi olahraga yang dinilai menjadi warisan penting bagi pembinaan atlet daerah.

Dalam masa kepemimpinannya banyak yang menjadi kekaguman publik, Zainul Hasan Koni selaku figur yang menjadi pusat perhatian dalam capaian olahraga periode kepemimpinannya menyampaikan penilaian bahwa kerja-kerja pembinaan KONI selama ini berhasil mengangkat posisi Kabupaten Probolinggo dalam peta prestasi olahraga tingkat Jawa Timur.

Probolinggo kini berada pada peringkat ke-19, serta mampu melampaui sejumlah kabupaten di wilayah sekitarnya. Klaim tersebut menguat seiring dengan torehan prestasi pada ajang Porprov, maupun kiprah atlet di event lebih luas.

Beberapa cabang olahraga sumbang medali Pada ajang Porprov, Probolinggo mencatatkan prestasi yang dinilai membanggakan. Kontingen arung jeram, muaythai, hingga tinju disebut menjadi penyumbang medali signifikan.

Di antaranya, Arung Jeram meraih 6 emas, 1 perak, dan 1 perunggu, Muaythai mengoleksi 2 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Cabang Berkuda Memanah menyumbang 2 emas, 1 perak, dan 3 perunggu, sedangkan Tinju memperoleh 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.

Selain itu, cabang lain juga ikut menguatkan posisi kontingen, seperti Kurash (2 emas dan 1 perunggu), Balap Sepeda Road Race (1 emas, 1 perak, 1 perunggu), Gantole (1 emas, 1 perak, 1 perunggu), serta Biliar(1 emas dan 1 perak). Ada pula Kick Boxing (1 emas), IBCA MMA (2 perak), Senam Artistik (1 perak dan 2 perunggu), Taekwondo (1 perak dan 1 perunggu), Atletik (1 perak), Catur (1 perak), dan Drumband (1 perak dan 1 perunggu).

Prestasi ke luar daerah dan nasional
Bukan hanya di level provinsi, atlet Probolinggo juga mencatat prestasi pada ajang internasional. Team Stroke Putri meraih medali perunggu pada 10th World Cup Woodball Championship 2026 di Perlis, Malaysia.

Sementara itu, cabang olahraga bela diri seperti Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) Kabupaten Probolinggo disebut turut menyumbang prestasi pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Prestasi-prestasi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa pembinaan berjalan lintas cabang.

Di akhir masa kepemimpinannya, ketua KONI menegaskan pentingnya keberlanjutan program pembinaan atlet, penguatan fasilitas pendukung, serta konsistensi seleksi dan pendampingan bagi generasi berikutnya. Dengan capaian-capaian yang ditorehkan selama periode berjalan, publik berharap estafet kepemimpinan KONI berikutnya dapat mempertahankan momentum dan terus menaikkan target prestasi Probolinggo.

Kontribusi dalam berbagai cabang—mulai dari olahraga air, bela diri, hingga cabang yang membutuhkan ketepatan dan koordinasi—menjadi rangkuman prestasi yang diharapkan tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga fondasi untuk langkah yang lebih besar ke depan.