Sambut Harlah Ponpes Nurul Jadid, 327 Peserta dari Berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia Ikuti Lomba Penulisan Artikel

Probolinggo, Berdampak.net – Sebagai bagian dari Refleksi Akhir Tahun 2024 dan Haul Masyayikh serta Harlah ke-76 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Lomba Penulisan Artikel Ilmiah Nasional kembali digelar. Lomba ini diikuti oleh 327 peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, yang berasal dari daerah seperti Sumatera, Sulawesi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Madura, dan Yogyakarta.

Lomba yang diselenggarakan oleh LP. POMAS UNUJA ini terbuka untuk mahasiswa aktif D3, S1, dan S2, baik secara individu maupun kelompok. Pendaftaran dimulai pada awal Desember dan ditutup pada 27 Desember 2024 SILAM, dengan sejumlah perguruan tinggi dengan peserta terbanyak yang berpartisipasi, seperti Universitas Islam Jember (61 peserta), Universitas Nurul Jadid (58 peserta), dan STKIP PGRI Sumenep (46 peserta).

Kepala LP. POMAS UNUJA, Moh. Jasri, menyampaikan apresiasinya atas tingginya antusiasme peserta dari berbagai daerah. “Alhamdulillah, ini sebuah pencapaian yang perlu diapresiasi karena antusiasme peserta sangat tinggi dan beragam dari berbagai daerah di Indonesia berkat kerja keras seluruh pihak. Semoga ini menjadi wadah positif untuk tetap produktif dalam bidang penulisan ilmiah, yang harapannya bisa berkontribusi menjadi solusi atas persoalan bangsa lewat pemikiran para cendikia,” ujarnya.

Peserta lomba mengangkat berbagai topik penting seperti Teknologi, Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Hukum, Energi Terbarukan, dan Manajemen Pendidikan. 25 karya terbaik dipilih untuk dipublikasikan di Rumah Jurnal Universitas Nurul Jadid dan jurnal mitra, sebagai bentuk apresiasi terhadap karya intelektual para peserta.

Pada lomba kali ini, penilaian dilakukan secara ketat, dengan mempertimbangkan kesesuaian topik, kualitas metodologi dan analisis data, orisinalitas gagasan, serta potensi kontribusinya terhadap masyarakat. Dari hasil seleksi, tiga juara terbaik terpilih, yaitu:

  1. M Aqil Fahmi Sanjani dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan artikel “The Influence of Social Media on Public Relations as a Reinforcement of Higher Education Reputation” yang meraih juara pertama.
  2. Unzilah Khomairotuss hiyama dari Universitas Nurul Jadid Paiton, dengan karya “Quality Control Emotions: Strategies for Managing Student Stress in Higher Education” di posisi juara kedua.
  3. Zulfahmi dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal, Sumatera Utara, dengan artikel “Harmonisasi Hukum Adat dan Hukum Islam dalam Pengelolaan Lubuk Larangan di Masyarakat Desa” yang meraih juara ketiga.

Pemenang berhak menerima trophy, piagam penghargaan, dan uang tunai sebagai penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya dalam dunia penulisan ilmiah. Pembagian hadiah akan dilaksanakan pada malam puncak Refleksi Akhir Tahun 2024 malam ini 30 Desember 2024 di Aula 2 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Bagi pemenang dari luar kota, hadiah dan uang tunai akan dikirimkan ke daerah masing-masing.

Kegiatan ini memberikan peluang bagi para peserta untuk berkontribusi lebih besar dalam berbagai bidang melalui ide-ide cemerlang yang mampu mengatasi permasalahan social, pendidikan dan ekonomi yang ada di Indonesia. Selain itu, lomba ini tidak hanya mencerminkan semangat intelektual, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memberikan solusi nyata bagi tantangan yang dihadapi khususnya di daerah tempat mereka tinggal. Dengan semangat kompetisi yang produktif, Lomba Penulisan Artikel Ilmiah Nasional 2024 menjadi bukti bahwa karya ilmiah dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa. (fiq)

Mancing Bersama Ra Fahmi di Aliran Sungai Pekalen Banyuanyar, Ada 2 Voucher Umroh

Probolinggo, Berdampak.net – Komunitas Mancing Happy Kabupaten Probolinggo 2024, Jatim, menggelar Mancing Bersama Ra Fahmi, Senin (15/7/2024). Komunitas ini menyediakan dua voucher umroh bagi yang beruntung, serta ratusan doorprize lainnya.

Mancing bersama Ra Fahmi digelar di aliran sungai pekalen tepatnya di depan kantor Camat Banyuanyar. Acara mancing bersama ini tidak dipungut biaya alias gratis. Warga bisa datang langsung ke lokasi acara dengan membawa alat pancing.

Pada acara tersebut, Ra Fahmi akan melepas dua maskot ikan lele di area mancing bersama. Selanjutnya politisi berlatar belakang pesantren itu akan mancing bersama para peserta.

Ra Fahmi adalah Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo. Ia merupakan cucu KH Zaini Mun’im, pendiri Ponpes Nurul Jadid Paiton. Bersama Gus Haris, namanya mencuat di panggung politik, dan diharap menjadi pasangan kepala daerah periode 2024-2029.

Ketua komunitas Mancing Happy, H. Zaini mengatakan, Mancing Bersama Ra Fahmi memiliki banyak tujuan. Apalagi kegiatan ini dilaksanakan di sungai bukan di kolam pancing.

Pertama, kegiatan ini bisa bermakna nostalgia kegiatan mancing di sungai. Sebagaimana diketahui, sungai-sungai di Kabupaten Probolinggo, dihuni banyak ikan, yang bisa dikonsumsi sehari-hari.

Dengan kegiatan ini, masyarakat diajak untuk bersama-sama, menjaga lingkungan sungai agar ikan tetap lestari. Tidak tercemar.

Kedua, kegiatan ini juga mengandung pesan, untuk gemar mengkonsumsi ikan. Menurut data Dinas Perikanan, pada 2022, rata-rata konsumsi ikan warga Kabupaten Probolinggo adalah 51, 3 kg per kapita per tahun.

Angka ini melampaui capaian Provinsi Jawa Timur sebesar 42, 45 kg per kapita per tahun pada tahun yang sama.

Tapi dibandingkan dengan rata-rata nasional, capaian Kabupaten Probolinggo masih kalah. Secara nasional, tingkat konsumsi ikan tercatat sebesar 56, 48 kg per kapita per tahun.

“Mengkonsumsi ikan akan sangat bermanfaat untuk kesehatan. Kandungan protein di dalamnya bisa mencegah stunting pada anak. Upaya penurunan stunting ini menjadi prioritas pemerintah pusat,” kata Zaini.

Ketiga, mancing bersama Ra Fahmi bertujuan untuk mendorong peningkatan produksi ikan budidaya di Kabupaten Probolinggo, terutama lele. Dengan produksi yang tinggi, akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Berdasarkan data BPS, Kabupaten Probolinggo memiliki beberapa komunitas unggulan di sektor perikanan budidaya. Unggulan utamanya adalah ikan lele.

Pada tahun 2023, Kabupaten Probolinggo menghasilkan 683, 10 ton ikan lele. Sumber yang sama menyebut, harga ikan lele pada tahun tersebut senilai Rp 16. 882.

Zaini mengatakan, Ra Fahmi lupakan sosok yang pas untuk bersama-sama meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Probolinggo melalui sektor perikanan.

“Ra Fahmi muda, energik dan punya komitmen kuat untuk berbenah menuju Kabupaten Probolinggo Sae,” ujarnya. (fiq)