APINDO Kabupaten Probolinggo Gelar Sarasehan Merdeka dan Gathering, Bedah Raperda Ketenagakerjaan Bersama Lintas Sektor

Probolinggo, Berdampak.net – Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan Sarasehan dan Gathering yang berlangsung hangat dan interaktif di Cafe Alino, Kraksaan, Rabu (12/8/2026). Agenda ini diselenggarakan sebagai wadah konsolidasi sekaligus ruang diskusi strategis dalam menanggapi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Ketenagakerjaan Kabupaten Probolinggo.

Acara sarasehan ini menghadirkan jajaran narasumber kompeten yang membedah Raperda dari berbagai sudut pandang regulasi maupun praktis. Hadir sebagai pemateri yakni Ketua Pansus III DPRD Kabupaten Probolinggo, H. Khairul Anam, perwakilan dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Probolinggo, serta pengurus dari DPP APINDO Provinsi Jawa Timur.

Ketua DPK APINDO Kabupaten Probolinggo, Rochman Hidayat, menyampaikan bahwa forum ini penting untuk memberikan pemahaman secara komprehensif bagi para pelaku usaha di wilayah Probolinggo terkait regulasi ketenagakerjaan yang sedang dirumuskan.

“Melalui kegiatan ini harapannya bisa menjadi inputan internal bagi perusahaan-perusahaan, tentang Raperda Ketenagakerjaan,” ujar Rochman Hidayat di sela-sela acara.

Lebih lanjut, Rochman menegaskan komitmen APINDO untuk terus membangun komunikasi yang konstruktif dan inklusif dengan berbagai pihak terkait, demi terciptanya iklim investasi dan hubungan industrial yang harmonis.

“Harapannya diskusi ini tidak berhenti sampai hari ini. Ke depan mungkin kita bisa terus berkolaborasi dengan menggandeng serikat pekerja untuk diskusi lanjutannya,” tambahnya.

Dalam paparan materinya, Ketua Pansus III DPRD Kabupaten Probolinggo, H. Khairul Anam, menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam merespons keberadaan industri di daerah, serta krusialnya uji publik terhadap naskah akademik regulasi tersebut.

“PR kita bersama saat ini, bagaimana menyiapkan SDM masyarakat lokal untuk dapat bekerja pada perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Probolinggo,” ungkap politisi yang karib disapa cak Anam tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa penyusunan Raperda Ketenagakerjaan harus transparan dan memperhitungkan alokasi anggaran daerah untuk mendukung berbagai fasilitas ketenagakerjaan.

“Naskah akademik Raperda Ketenagakerjaan saat ini harus dilakukan uji publik, yang melibatkan seluruh elemen yang berkepentingan, serta memastikan mandat baru seperti P4MI, LTSA, BLK Inklusif, dan bantuan hukum, yang ditopang oleh alokasi APBD dan DBHCHT yang memadai, harapannya dapat mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang ramah investasi tanpa mengorbankan hak dasar, martabat dan kesejahteraan buruh lokal,” tegasnya.

Melalui diskusi dinamis ini, para pengusaha yang hadir mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasi, masukan, serta dinamika di lapangan agar isi dari Raperda Ketenagakerjaan nantinya mampu mengakomodasi kepentingan dunia usaha sekaligus melindungi hak-hak tenaga kerja di Kabupaten Probolinggo. (fiq)

Sinergi Dinas Tenaga Kerja dengan DPP/DPK Apindo, Siap Ciptakan Harmonisasi Hubungan Industrial di Kota Probolinggo

Rabu, 24 Juni 2026 bertempat di Bromo Park Hotel kota Probolinggo,
DPK APINDO Kota Probolinggo bersama DPP Apindo Provinsi Jawa Timur melakukan sinergi penguatan kelembagaan yang dikemas dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi dengan tema “Bersama Apindo wujudkan hubungan industrial yang harmonis di kota Probolinggo”.
Acara yang dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Probolinggo Retno Wandansari, S.Pt, M.P, Wakil Ketua DPP Apindo Johnson M. Simanjuntak , Ketua DPK Apindo Kota Probolinggo Tri Agung dan jajarannya serta pengurus DPK APINDO Kabupaten Probolinggo.

Pertemuan ini menjadi sarana penting untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan koordinasi antar organisasi, serta membahas Peran Apindo dan isu ketenagakerjaan dan hubungan industrial yang berkembang di wilayah Jawa Timur .
Dari penyampaian masing masing pihak mengharapkan dari sesi diskusi yang konstruktif terjalin sinergi yang semakin kuat antara APINDO dan para pemangku kepentingan dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dan hubungan industrial yang harmonis di kota Probolinggo dengan tetap bersinergi dengan visi misi kota Probolinggo kedepan salah satunya terkait pemberdayaan tenaga kerja disabilitas.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan sekaligus mendata perusahaan aktif yang saat ini ada di kota Probolinggo yang berjumlah sekitar 200an menurut data dinas tenaga kerja dan sekaligus saling Sharing antara peserta dan lintas DPK kabupaten Kota untuk sama sama bersinergi serta menguatkan dalam kapabilitas organisasi dan anggota serta sinergi dengan DPP Apindo provinsi Jawa Timur kedepannya.

Disnaker Kabupaten Probolinggo dan DPK APINDO ajak Perwakilan Perusahaan Kunjungi PT Smelting Gresik: Fokus 5S untuk Produktivitas

Gresik, Berdampak.net – Dinas Tenaga Kerja dan DPK APINDO melakukan kunjungan benchmark ke PT Smelting Gresik untuk mempelajari penerapan 5S sebagai upaya peningkatan produktivitas. Kunjungan ke PT Smelting yang berlokasi di Desa Roomo, Kecamatan Manyar yang perusakan Perusahaan pengolahan dan pemurnian tembaga pertama di Indonesia yang mulai beroperasi pada 1996. Pabrik ini mengolah konsentrat tembaga menjadi katoda tembaga dan terus mengalami peningkatan kapasitas melalui ekspansi hilirisasi. Smelting menjadi tujuan karena sudah meraih peringkat emas dalam penerapan budaya kerja 5S.

Dalam peninjauan, peserta membahas implementasi lima prinsip 5S : Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke terutama bagaimana standar 5S dijalankan secara konsisten di area kerja, termasuk kebijakan, pengaturan organisasi 5S, standarisasi, serta implementasi dan evaluasi pelaksanaan baik harian , bulanan dan tahunannya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Saniwar, S.Sos., M.Si mengharapkan, praktik terbaik 5S dari Smelting Gresik dapat menjadi referensi perusahaan anggota APINDO dalam membangun lingkungan kerja yang lebih efektif dan berorientasi pada produktivitas dan bisa menjadi wakil Probolinggo di kejuaraan provinsi dan nasional.

Zubaidi perwakilan anggota K3, lindung lingkungan dan produktivitas menyampaikan apresiasi kolaborasi DPK Apindo dan Dinas Tenaga kerja dalam mendampingi perwakilan Perusahaan yang terlibat sebagai salah satu bagian pembinaan dalam bidang produktivitas dan selaras dengan program Apindo provinsi Jawa Timur.

Rochman Hidayat mewakili Apindo Probolinggo juga berharap dengan agenda seperti ini merupakan peningkatan kapasitas perusahaan perusahaan termasuk disnaker sehingga lebih siap dalam mempersiapkan apabila ada kesempatan untuk berkompetisi dalam bidang 5S kedepan. (fj)

May Day Guyub, Bentuk Sinergisitas Lintas Sektor Kabupaten Probolinggo, Pertegas Komitmen untuk Investasi

Probolinggo, Berdampak.net – Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui rangkaian kegiatan May Day yang penuh dengan suasana Guyub kembali menegaskan komitmen dalam membangun sinergi lintas sektor demi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta penguatan iklim investasi di daerah.

Kegiatan ini menjadi forum penyelarasan peran dan kolaborasi antara Pemerintah Daerah, unsur perangkat daerah terkait, dunia usaha/industri dan perwakilan pekerja. Melalui semangat kebersamaan yang dibangun dalam peringatan May Day, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk memperkuat kerja kolaboratif yang berdampak pada penguatan iklim investasi di kabupaten Probolinggo yang harapannya berdampak pada kesejahteraan buruh dan ujungnya ke pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam sambutannya Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif mengajak untuk menjadikan peringatan May Day sebagai momentum memperkuat kesadaran bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab dan kontribusi dalam pembangunan dan memberikan apresiasi kepada seluruh serikat pekerja di Kabupaten Probolinggo yang dinilai turut menjaga keamanan dan kondusivitas daerah dengan sinergi di setiap kegiatan seperti may day.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyampaikan bahwa Probolinggo sedang menuju daerah industri yang berkembang. Karena itu, semua pihak harus menjaga situasi tetap kondusif agar investor nyaman datang ke Kabupaten Probolinggo. Gus haris juga mengatakan keberadaan serikat merupakan mitra strategis dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan para pekerja dengan tetap harus menjaga situasi tetap kondusif agar investor datang dan Probolinggo menjadi daerah industri yang berkembang.

Keguyupan semakin terasa setelah senam bersama juga di lakukan pemberian menyerahkan klaim jaminan kematian BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris, pemotongan tumpeng dan sarapan bersama Forkopimda dan perwakilan serikat pekerja serta penyerahan piagam penghargaan oleh Bupati Haris kepada DPC APINDO Kabupaten Probolinggo atas prestasi peringkat lima terbaik se-Jawa Timur dalam ajang Rakerkonprov) APINDO Jawa Timur tahun 2026.

Kegiatan ini diakhiri dengan pemeriksaan Kesehatan gratis oleh Bupati Haris bersama jajaran Forkopimda yang disediakan oleh Rumah Sakit Rizani Paiton dan Rumah Sakit Wonolangan serta pengundian door prize kegiatan kepada peserta yang hadir. (rh)

Meski Baru Dibentuk, DPK APINDO Kabupaten Probolinggo, Peringkat 5 Terbaik Keaktifan dan Kinerja Organisasi se-Jatim

Batu, Berdampak.net – Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Probolinggo berhasil meraih peringkat lima terbaik tingkat Jawa Timur dalam ajang Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) APINDO Jawa Timur tahun 2026.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan dan kinerja forum DPK di tingkat kabupaten/kota, di mana Probolinggo dinilai mampu menunjukkan progres signifikan dalam waktu yang relatif singkat.

Adapun peringkat terbaik diraih oleh:

  1. Kabupaten Gresik
  2. Kota Mojokerto
  3. ⁠Kota Sidoarjo
  4. Kota Malang
  5. Kabupaten Probolinggo

Yang menarik, DPK APINDO Kabupaten Probolinggo termasuk organisasi yang masih tergolong baru, dengan usia kepengurusan sekitar 2–3 tahun. Meski demikian, keberadaannya langsung mendapat perhatian karena dinilai mampu bergerak cepat, aktif, dan memberikan dampak nyata bagi dunia usaha di daerah.

Ketua DPP APINDO Jawa Timur, Eddy Widjanarko, bahkan menyoroti capaian tersebut sebagai salah satu yang paling menarik dalam forum.

“Yang menjadi sorotan saya justru bukan peringkat 1 sampai 4, karena itu memang sudah sangat wajar dengan capaian mereka. Tapi Kabupaten Probolinggo, yang baru dilantik sekitar 2–3 tahun lalu, justru menunjukkan progres yang sangat cepat. Ini bukti bahwa organisasi yang dikelola dengan komitmen, kolaborasi, dan kerja nyata bisa langsung memberikan dampak,” ujarnya.

Ketua DPK APINDO Kabupaten Probolinggo Rochman Hidayat menyampaikan bahwa capaian ini bukan semata soal peringkat, melainkan hasil dari komitmen bersama seluruh pengurus dan anggota dalam membangun organisasi yang lebih hidup, kolaboratif, dan relevan.

“Kami menyadari masih banyak yang perlu dibenahi, namun penghargaan ini menjadi motivasi bahwa arah yang kami tempuh sudah tepat. Kami akan terus memperkuat peran APINDO di daerah agar benar-benar memberi manfaat bagi pelaku usaha,” ujarnya.

Selama ini, DPK APINDO Kabupaten Probolinggo aktif mendorong berbagai program yang berfokus pada:

  • Penguatan jejaring antar pengusaha
  • Peningkatan kualitas SDM
  • Kolaborasi dengan stakeholder daerah bahkan regional , nasional dan international seperti ILO
  • Serta advokasi isu-isu dunia usaha

Ke depan, DPK APINDO Kabupaten Probolinggo menargetkan tidak hanya meningkatkan peringkat, tetapi juga memperkuat perannya sebagai motor penggerak dunia usaha di tingkat daerah.

Penghargaan ini sekaligus menjadi bukti bahwa organisasi yang relatif baru pun mampu menunjukkan kinerja optimal apabila didukung oleh kepemimpinan yang solid, kolaborasi yang kuat, serta program kerja yang tepat sasaran. (fj)

Kunjungan Konjen Tiongkok ke APINDO Jatim Perkuat Peluang Kerja Sama Investasi

Probolinggo, Berdampak.net – Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Mr. Ye Su melakukan kunjungan resmi ke Kantor DPP APINDO Jawa Timur. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka dialog strategis terkait peluang kerja sama investasi antara Tiongkok dan pelaku usaha di Jawa Timur. Kamis (09/04/2026).

Rombongan Konsul Jenderal disambut oleh Ketua APINDO Jawa Timur, Bapak Eddy Widjanarko, bersama jajaran pengurus. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif, membahas sejumlah agenda penting yang diyakini dapat mendorong kolaborasi ekonomi kedua pihak.

Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak menyampaikan berbagai peluang kerja sama, di antaranya akses pasar Tiongkok bagi komoditas Indonesia, serta dukungan terhadap iklim investasi yang kondusif. APINDO juga menyoroti pentingnya kolaborasi sektor manufaktur melalui strategi yang dikenal sebagai Made in China, sebagai landasan untuk memperkuat rantai produksi dan peluang kemitraan industri.

Selain itu, turut dibahas pula rencana pembukaan rute penerbangan langsung Surabaya–Tiongkok yang diharapkan dapat memperlancar mobilitas bisnis, mempermudah koordinasi kerja sama, serta mempercepat aktivitas investasi dan perdagangan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata dan sesi foto bersama sebagai simbol penguatan kerja sama yang diharapkan terus berkembang ke depannya. (rh)