Kuliner Ngabuburit Khas Paiton Dari Manisnya Lopis hingga Aroma Khas Ikan Asap

ProbolinggoBulan suci Ramadhan di wilayah Paiton tidak hanya dipenuhi dengan aktivitas religi. Kawasan ini juga menjadi pusat pesta kuliner rakyat yang memanjakan lidah. Setiap sore, jalur Pantura berubah menjadi etalase makanan tradisional yang kaya rasa. Warga dapat menemukan berbagai kudapan manis hingga menu pesisir yang menggoda selera

Salah satu kuliner yang selalu dinanti adalah Lopis dan Petulo. Makanan berbahan dasar beras ketan dan tepung beras ini menjadi buruan utama warga. Selanjutnya aroma bakaran khas mulai menyeruak di sekitar lapak jajanan. Ikan Asap khas Paiton yang menjadi ciri khas kuat daerah ini. Berbeda dengan takjil biasa, ikan asap dari jenis pari atau tongkol merupakan menu favorit untuk lauk utama.

Apa Itu Petulo?

Petulo adalah penganan tradisional yang terbuat dari bahan dasar tepung beras. Bentuknya sangat khas, yaitu menyerupai gulungan mi atau kerupuk mi yang dikukus dengan tampilan warna-warni yang menarik. Dari segi tekstur, petulo memiliki ciri yang kenyal namun tetap lembut di mulut. Biasanya, hidangan ini disajikan dengan siraman kuah santan untuk memberikan sensasi rasa gurih yang autentik.

Apa Itu Lopis?

Lopis merupakan kudapan tradisional yang berbahan dasar beras ketan. Berbeda dengan petulo, lopis memiliki tekstur yang lebih padat namun tetap legit saat dikunyah. Ciri khas utama dalam penyajiannya adalah siraman gula merah cair yang kental di atasnya. Perpaduan antara rasa tawar-gurih dari ketan dan manisnya gula merah menjadikan lopis sebagai pasangan sempurna bagi petulo dalam satu piring takjil.

Ikan Asap?

Ikan Asap adalah kuliner khas pesisir Paiton yang berfungsi sebagai lauk utama, bukan sekadar camilan. Hidangan ini biasanya menggunakan jenis ikan pari atau ikan tongkol yang diproses melalui pengasapan tradisional. Proses tersebut menghasilkan aroma smoky (asap) yang sangat kuat dan khas. Untuk menikmatinya, ikan asap ini sangat cocok dipadukan dengan nasi hangat dan sambal terasi pedas khas nelayan setempat

Keberagaman kuliner di Paiton mencerminkan budaya masyarakat yang dinamis. Jadi, berburu takjil tidak sekadar untuk mengenyangkan perut saja. Kegiatan ngabuburit ini juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus penggerak ekonomi UMKM. Hingga azan Maghrib tiba, deretan lapak tetap setia menyajikan cita rasa autentik khas Probolinggo Timur.

Paiton Energy dan POMI Dukung Kemandirian Ekonomi Melalui Penguatan UMKM

Probolinggo, Berdampak.net – PT Paiton Energy bersama PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI) terus berkomitmen untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat dengan fokus pada penguatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui program pelatihan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan fasilitasi sertifikasi halal, sebanyak 30 pelaku UMKM yang menjadi binaan Perseroan dipersiapkan untuk memasuki pasar regional dan nasional.

Pelatihan berlangsung pada hari Kamis, 29 Januari 2026, di Recreation Hall Perumahan Karyawan (POH 1) PT POMI, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Peserta program berasal dari berbagai sektor, termasuk makanan dan minuman, kuliner, olahan pangan, serta produk konsumsi sehari-hari.

Program ini diselenggarakan bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo sebagai mitra teknis yang memberikan pendampingan. Tujuan Bimtek ini adalah untuk menguatkan legalitas usaha UMKM dan meningkatkan daya saing produk di pasar.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan informasi terbaru mengenai regulasi sertifikasi halal, dukungan teknis pengisian dokumen, konsultasi langsung, serta percepatan proses perizinan usaha. Selain sertifikasi halal, peserta juga difasilitasi untuk mendaftarkan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Kegiatan ini juga mencakup pembekalan mengenai foto produk dan copywriting pemasaran untuk meningkatkan nilai jual dan omzet UMKM.

Bambang Jiwantoro, Head of External Relations PT Paiton Energy, menekankan bahwa penguatan UMKM sangat penting bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. “Dengan bimbingan teknis dan fasilitasi ini, kami berharap UMKM dapat memiliki legalitas usaha yang lengkap sehingga siap bersaing dan berkembang. UMKM yang terorganisir akan menjadi pendorong kuat bagi ekonomi lokal,” ujarnya.

Rochman Hidayat, Human Capital Facilities and Community Manager PT POMI, menambahkan bahwa pendampingan UMKM dilakukan dengan pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan. “Legalitas usaha, seperti sertifikat halal, NIB, dan PIRT, merupakan pondasi penting bagi UMKM untuk naik kelas. Pendampingan ini bertujuan agar UMKM lebih sistematis dan memiliki peluang pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Sumiani, pelaku UMKM dari PKL Sukodadi Paiton, mengungkapkan bahwa pelatihan memberikan banyak manfaat. Dia mengatakan, “Saya belajar banyak mengenai cara membangun dan mengembangkan usaha UMKM yang sesuai dengan regulasi. Kualitas produk sangat penting dan harus dijaga. Semoga melalui pelatihan ini, usaha saya bisa berkembang.”

Dalam kegiatan ini, semua peserta memperoleh pemahaman mendalam mengenai proses sertifikasi halal dan perizinan usaha, serta bagaimana melengkapi persyaratan yang diperlukan. Ke depan, Paiton Energy dan POMI, bersama DKUPP, akan melanjutkan pendampingan untuk memperkuat legalitas, meningkatkan kapasitas bisnis, dan mengembangkan akses pasar agar UMKM dapat tumbuh mandiri dan bersaing.

Dalam komitmen terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat (ESG), Paiton Energy dan POMI menerapkan konsep Pentahelix, yaitu sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media. Kelima elemen ini dilibatkan secara konsisten dalam setiap program ESG yang dilaksanakan oleh Paiton Energy.

Sejak tahun 2000, PT Paiton Energy telah melaksanakan program CSR yang dirancang tahunan dan diawasi oleh Komite Pengembangan Masyarakat. Program ini difokuskan pada keberlanjutan perusahaan, sosial ekonomi, serta energi dan lingkungan.

Sebagai informasi tambahan, PT Paiton Energy merupakan produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) pertama dan terbesar di Indonesia, yang dimiliki oleh RATCH Group, Nebras Power, dan Medco Daya Energi Sentosa (MDES). (rh)

Yang Berbeda dari Peringatan Hari Buruh (May Day) 2025, Kompak Semangat Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi

Probolinggo. Berdampak.net – Ada yang berbeda dari peringatan Hari Buruh (May Day) yang di lakukan oleh lintas stake holder baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) , Apindo dan dukungan beberapa perusahaan perusahaan di kabupaten Probolinggo dengan menggelar di menggelar acara di pendopo Prasaja Ngerti Wibawa, Kamis (1/5/2025).

Dengan membawa tema “Merajut Kebersamaan Untuk Peningkatan Kesejahteraan Pekerja dan Produktivitas Nasional” Day Is Kolaborasi Day” acara ini di laksanakan sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para pekerja dalam memperjuangkan hak-hak ketenagakerjaan dan bentuk program nyata dari lintas sektor untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pengusaha , pemerintah dan serikat buruh.

Acara dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana, Komandan Kodim 0820 Probolinggo yang diwakili oleh Danramil Maron Kapten Cba Dandung, pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Probolinggo, para perusahaan dan para serikat pekerja di Kabupaten Probolinggo.

Dalam acara tersebur juga diserahkan tali asih kepada 6 (enam) orang perwakilan dari DPC serikat pekerja di Kabupaten Probolinggo yaitu 2 (dua) orang dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), 2 (dua) orang dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), dan 2 (dua) orang dari Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (SARBUMUSI).

Secara umum semua pihak sepaham bahwa Hubungan baik sebagai mitra sangat di perlukan antara perusahaan dan pekerja untuk saling bahu-membahu dalam memajukan perusahaan dan dalam lebih meluas nya bagaimana membantu pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi para investor di Probolinggo sesuai dengan visi misi pemerintahan gus haris dan Ra Fahmi . (rh)

Pembukaan Pekan Harlah NU 102, Raker PWNU Jatim dan Harlah Ponpes Nurul Jadid

Probolinggo, Berdampak.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo sedang melaksanakan pembukaan pekan Harlah NU ke 102, Raker PWNU Jatim dan Harlah Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo di halaman Universitas Nurul Jadid. Senin (20/01/25).

Kegiatan ini dibersamakan dengan pembukaan Jatim Expo Pendidikan dan UMKM yang akan di gelar selama 6 hari kedepan.

Dalam sambutannya, Dr. Tirmidzi ketua panitia menyampaikan pembukaan Jatim Expo merupakan rangkaian dari harlah NU ke 102, Raker PWNU Jatim dan Harlah Ponpes Nurul Jadid ke 76.

Tirmidzi menegaskan bahwa Jatim Expo diikuti oleh universitas negeri dan swasta, Pondok Pesantren, Hebitren, Pengusaha Koperasi, pelaku UMKM sebanyak 215 stand.

“Expo ini diharapkan tidak hanya berpameran melainkan juga menjadi ruang pembelajaran, edukasi serta kolaborasi antar berbagai unsur,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa adanya Jatim Expo untuk meningkatkan dan mengembangkan dunia pendidikan untuk terus mengejar mutu dan aktifitasnya yang lebih baik.

“Jatim Expo ini mempertemukan dan membangun jejaring antara pengusaha UMKM, konsumen perbankan, mahasiswa, alumni dan civitas akademika se Jawa Timur,” imbuhnya.

Selain itu, Tirmidzi menambahkan, Jatim Expo bertujuan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan pesantren, penguasa nahdliyin dengan semangat nahdlatut tujjar atau kebangkitan para pengusaha.

Pada kegiatan Jatim Expo ini, Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid Kiai Abdul Hamid Wahid berharap agar akselerasi integratif antara pendidikan dan ekonomi dapat menjadi langkah dan gerak bersama warga NU.

Menurutnya, tantangan ekonomi menjadi satu hal yang harus dihadapi bersama ke depan, dan sebagai warga NU menghadapi tantangan ini, Kiai Hamid juga berpesan agar mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Prof Nurharisuddin pengurus PWNU Jatim bahwa NU harus memperkuatkan ekonomi salah satunya melalui Jatim Expo agar dapat mendorong UMKM dari Nahdlatul Ulama agar usaha tidak hanya berada pada perusahaan-perusahaan besar. Tapi besok UMKM berada pada pengusaha yang bertahan hidup dari berbagai hantaman krisis ekonomi, moneter dan sebagainya.

“UMKM dari kalangan NU sangat penting,” katanya.

Pembukaan ini di hadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini, Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid, pengurus PWNU Jatim, Direktur perbankan syariah dan konvensional, Kepala Kemenag Probolinggo, Kepala-kepala Sekolah dilingkungan pesantren Nurul Jadid, dosen, guru dan santri.(pm)

Kafe Denjaka Aneka Rasa Khas Malaysia Hadir di Kota Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Di timur jalan Gladak serang ( Gladser) tepatnya di Jl. Mastrip Kanigaran Kota Probolinggo Jawa Timur berdiri sebuah Kafe Denjaka Cariyos yang sering menjadi jujukan dan tongkrongan kaum milenial dan masyarakat umumnya untuk bersantai dan bernyanyi bersama keluarga.

Sri Wahyuni salah satu pengunjung mengatakan bahwa kafe Denjaka Cariyos kota Probolinggo yang baru 1 bulan buka itu sangat bagus dan nyaman untuk bersantai bersama teman, keluarga. “Sangat cocok, nyaman dan santai bersama keluarga di sini,” ujarnya (Minggu 18/8/2024).

Ia juga menambahkan harga menu di kafe Denjaka Cariyos sangatlah terjangkau harganya bagi masyarakat kota Probolinggo,” Ya sangat terjangkau bagi kalangan masyarakat di sini,” imbuhnya.

Menu favoritnya semua di sukai karena menu masakan cocok untuk lidah orang asia,” disini menu favoritnya mie Denjaka kesukaan saya dengan harga Rp. 12.000 dan cocok buat lidah kita dan harganya murah meriahlah,” ringkasnya

Bagian Kasir Kafe Denjaka Cariyos bernama Dewi Wulan Sari membenarkan bahwa menu favoritnya berasal dari kuliner masakan negara Malaysia lantaran dirinya pernah bekerja di Malaysia jadi juru masak.

“Masakan di sini terinspirasi saat saya bekerja di Malaysia dan kita coba sajikan untuk pengunjung di sini,” singkatnya.

Sekedar info bahwa menu favoritnya diantaranya Nasi Lemak Udang,Nasi Lemak Ayam, Nasi Lemak Telur dan menu lainnya diantaranya Mie Denjaka yang semua harga murah meriah di bawah Rp. 20.000 (Dua puluh ribuan). (yan)

Warung Legendaris Sate Kambing dan Ayam Pak Sahir di Perempatan Pilang Wonoayu Sidoarjo: Menikmati Cita Rasa Autentik Sejak 1978

Sidoarjo, Berdampak.net –  Bagi para pencinta kuliner, nama “Sate Kambing dan Ayam Pak Sahir” bukanlah hal yang asing. Warung sederhana yang terletak di perempatan Pilang, Wonoayu, Sidoarjo ini telah menjadi destinasi wajib bagi mereka yang mencari cita rasa sate dan gulai kambing yang autentik dan lezat. Berdiri sejak tahun 1978, warung ini telah melayani generasi demi generasi dengan kualitas yang tetap terjaga.

Pak Sahir, sang pendiri, telah berhasil mempertahankan resep warisan keluarganya selama lebih dari empat dekade. Sate kambing dan ayam yang ditawarkan di sini terkenal akan dagingnya yang empuk, bumbu kacangnya yang kaya, serta aroma khas dari pembakaran arang. Selain sate, gulai kambing di sini juga tak kalah menarik. Kuah gulainya yang kental, dengan paduan rempah-rempah yang pas, menjadikan setiap suapan terasa begitu nikmat dan memanjakan lidah.

Kelezatan sate dan gulai di warung ini bukan hanya dikenal di sekitar Wonoayu, tetapi juga menarik pengunjung dari luar kota. Mereka rela datang jauh-jauh untuk menikmati keunikan rasa yang sulit ditemukan di tempat lain. Rahasia kelezatan ini terletak pada pemilihan bahan-bahan berkualitas dan proses memasak yang penuh kesabaran, sehingga menghasilkan hidangan yang tak hanya lezat, tetapi juga penuh dengan kenangan.

Tidak hanya menawarkan makanan, warung Pak Sahir juga menjadi saksi bisu dari perubahan zaman dan perkembangan wilayah sekitarnya. Meski demikian, suasana warung yang sederhana dengan meja panjang tetap terjaga, menambah kesan nostalgia bagi para pengunjung setianya.

Jika Anda berada di Sidoarjo atau sekitarnya, jangan lewatkan kesempatan untuk mampir ke warung legendaris ini. Sate kambing dan ayam Pak Sahir serta gulai kambingnya adalah bukti nyata bahwa kelezatan sejati tak lekang oleh waktu. (fj)