Bangun Gerakan Perempuan Lintas Agama cara FKUB Probolinggo Cegah Konflik Sosial

PROBOLINGGO, Berdampak.net – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Kader Perempuan Moderasi Beragama sekaligus pembentukan Forum Kader Perempuan Moderasi Beragama FKUB Kota Probolinggo, Minggu (1/11/2026), bertempat di Aula PD Muhammadiyah Kota Probolinggo, Jalan Sukarno-Hatta No. 94-B.

Mengusung tema “Perempuan sebagai Kader Perdamaian: Menguatkan Moderasi Beragama dan Kerukunan di Kota Probolinggo”, kegiatan ini menjadi langkah strategis FKUB dalam memperluas partisipasi perempuan lintas agama untuk membangun kehidupan masyarakat yang toleran, inklusif, dan harmonis.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TPKK Kota Probolinggo dr. Hj. Evariani, M.Kes. yang bertindak sebagai pemateri utama, Kepala Kankemenag Didik Kurniawan, jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh perempuan, pengurus FKUB, serta peserta dari berbagai latar belakang agama dan organisasi perempuan.

Dalam sambutannya, Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. H. Ahmad Hudri, ST., MAP., menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun fondasi kerukunan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Menurutnya, kerukunan tidak cukup hanya dibangun melalui kebijakan pemerintah atau komunikasi antartokoh agama. Kerukunan harus tumbuh dari ruang kehidupan sehari-hari, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, komunitas keagamaan, hingga ruang sosial masyarakat.

“Perempuan bukan sekadar objek program moderasi beragama. Perempuan harus menjadi subjek, penggerak, pengambil inisiatif, bahkan pemimpin dalam gerakan perdamaian. Jika kita ingin membangun kerukunan di tengah masyarakat, mulailah dari keluarga. Jika kita ingin membangun perdamaian antarkelompok, libatkan perempuan,” tegas Hudri.

Ia menjelaskan, pembentukan Forum Kader Perempuan Moderasi Beragama merupakan bagian dari komitmen FKUB untuk memperkuat kerja-kerja kerukunan yang bersifat preventif, edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan. FKUB tidak boleh hanya hadir ketika terjadi persoalan atau konflik, tetapi harus mampu membangun kesadaran dan mencegah potensi konflik sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Hudri juga mengingatkan bahwa moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan atau mencampuradukkan ajaran agama. Moderasi beragama merupakan cara beragama yang adil, seimbang, bijaksana, serta menghormati martabat manusia dan perbedaan.

“Berbeda dalam keyakinan, bersatu dalam kemanusiaan, dan bekerja sama untuk kebaikan. Kita tidak harus menjadi sama untuk dapat hidup rukun. Justru kedewasaan masyarakat tercermin dari kemampuannya mengelola perbedaan menjadi kekuatan bersama,” ujarnya.

Pendidikan kader ini diarahkan untuk membangun kapasitas perempuan dalam memahami moderasi beragama, memperkuat wawasan kebangsaan, mengembangkan komunikasi lintas agama, meningkatkan literasi digital, serta membekali peserta dengan kemampuan membangun dialog dan mencegah konflik sosial.

Forum Kader Perempuan Moderasi Beragama juga diharapkan menjadi ruang perjumpaan dan kolaborasi perempuan lintas agama. Tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi berkembang menjadi gerakan sosial yang menghasilkan kegiatan nyata di tengah masyarakat.

FKUB Kota Probolinggo mendorong forum tersebut mengembangkan sedikitnya lima agenda strategis, yaitu:

  1. Penguatan kapasitas kader, melalui pendidikan dan pelatihan moderasi beragama, wawasan kebangsaan, komunikasi, serta resolusi konflik.
  2. Penguatan jejaring lintas agama, dengan membangun komunikasi, persahabatan, dan kerja sama antarkomunitas perempuan.
  3. Gerakan perempuan pelopor perdamaian, melalui keterlibatan aktif dalam pencegahan intoleransi, prasangka, dan potensi konflik sosial.
  4. Pendidikan moderasi beragama dalam keluarga, dengan menanamkan nilai penghormatan terhadap perbedaan sejak usia dini.
  5. Aksi sosial lintas agama, melalui kegiatan kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, dan pemberdayaan ekonomi perempuan.

Hudri juga menekankan bahwa forum yang dibentuk tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial atau sekadar memiliki struktur kepengurusan.

“Jangan berhenti pada seremoni. Forum ini harus hidup dalam gerakan nyata. Ketika ada prasangka, hadirkan pemahaman. Ketika ada kebencian, hadirkan kasih sayang. Ketika ada perpecahan, hadirkan dialog. Ketika ada persoalan, hadirkan kepedulian,” pesannya.

Pembentukan forum ini sekaligus menjadi upaya memperluas keterlibatan perempuan dalam agenda pembangunan kerukunan di Kota Probolinggo. Perempuan diharapkan mampu menjadi penghubung antarkelompok masyarakat, memperkuat solidaritas sosial, serta menjadi teladan dalam penggunaan media sosial yang santun dan bertanggung jawab.

Melalui forum tersebut, FKUB ingin membangun gerakan perempuan yang tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga hadir dalam persoalan kemanusiaan dan sosial. Kerja sama lintas agama diharapkan dapat berkembang dalam berbagai bidang, termasuk kepedulian lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan pendidikan kader dan pembentukan forum ini menjadi bagian dari ikhtiar FKUB Kota Probolinggo untuk menjadikan kerukunan sebagai budaya bersama, bukan sekadar slogan kelembagaan.

FKUB berharap lahir kader-kader perempuan yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan perdamaian. Mereka diharapkan menjadi pelopor kerukunan mulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, organisasi, hingga ruang publik.

Dalam acara ini juga adanya pemaparan tentang peran perempuan dalam moderasi beragama dari perwakilan masing-masing agama yang dipandu oleh moderator Jaza’anil Husna. Sedangkan fasilitator atau pemantik perwakilan agama-agama yaitu Nama fasilitator: Sumriye, M.Pd. ( Islam), Dra. Dwi Astuti (Katolik), Kristalia (TITD Sumber Naga), Yunita Sania P (Kristen) dan Ni Wayan Ista (Hindu).
Dilanjutkan sesi berikutnya dengan diskusi.

Kekuatan Baru KNPI Probolinggo: Puluhan Kader Ansor Kraksaan Resmi Dilantik, Bawa Misi Pengabdian Tanpa Batas

PROBOLINGGO, Berdampak.net – Gerbong kepemudaan di Kabupaten Probolinggo baru saja mendapat suntikan tenaga yang masif. Dalam prosesi pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Probolinggo periode 2026-2029, tercatat sekitar 20 kader terbaik dari Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kraksaan resmi mengambil sumpah jabatan.

Acara yang digelar secara khidmat di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa pada Senin (26/10/2026) ini menjadi etalase keberhasilan sistem kaderisasi di tubuh Ansor Kraksaan. Tingginya representasi kader Ansor dalam struktur KNPI membuktikan kesiapan sumber daya manusia (SDM) organisasi tersebut untuk berkiprah lintas sektoral demi kemajuan daerah.

Merespons kiprah para kadernya yang berhasil menembus bursa kepengurusan KNPI, Ketua PC GP Ansor Kraksaan, Sahabat Abd Rahman, menyampaikan kebanggaannya. Ia memandang fenomena ini sebagai panggilan tugas yang lebih besar bagi para pemuda Nahdlatul Ulama.

“Ini adalah bukti nyata bahwa Ansor Kraksaan memiliki stok pemuda-pemuda tangguh dan potensial. Saya secara pribadi maupun mewakili institusi memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan mengucapkan selamat berjuang kepada sahabat-sahabat yang kini sah mengemban amanah di DPD KNPI Kabupaten Probolinggo,” ujar Abd Rahman.

Lebih dari sekadar apresiasi, pimpinan tertinggi Ansor Kraksaan itu menitipkan instruksi krusial yang harus dipegang teguh oleh para kadernya selama mengabdi di rumah besar pemuda tersebut.

“Kehadiran 20 sahabat kita di sana adalah kekuatan pemuda yang luar biasa. Pesan saya tegas: jadikan KNPI sebagai kanvas luas untuk melukiskan pengabdian tanpa batas. Tetap membumi dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, bawa terus spirit kebangsaan, dan jadilah inovator sejati. Kalian harus menjadi motor penggerak yang merangkul seluruh elemen untuk memajukan Kabupaten Probolinggo,” pesannya.

Dengan komposisi kepengurusan baru ini, DPD KNPI Kabupaten Probolinggo 2026-2029 diyakini akan bergerak lebih progresif. PC GP Ansor Kraksaan menegaskan komitmennya untuk terus mencetak pemuda-pemuda handal yang selalu siap mengawal agenda-agenda pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di masa depan.

Gus Bupati Haris Minta KNPI Jadi Motor Kolaborasi Pemuda di Probolinggo

PROBOLINGGO, Berdampak.net – Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris atau Gus Haris mendorong Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Probolinggo menjadi rumah besar bagi organisasi kepemudaan sekaligus motor kolaborasi dalam pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Gus Haris menegaskan bahwa pemuda harus mengambil peran nyata dalam menjawab berbagai persoalan daerah, mulai dari kemiskinan, pengangguran, hingga persoalan kesehatan dan perlindungan perempuan serta anak.

Ia mengajak KNPI membangun sinergi dengan organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton, tetapi harus hadir sebagai bagian dari solusi melalui gagasan, kreativitas, dan aksi nyata.

Gus Haris berharap KNPI Kabupaten Probolinggo mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman organisasi serta melahirkan generasi pemimpin yang berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial. Kolaborasi pemuda diharapkan menjadi kekuatan untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Bawaslu dan FKUB Kota Probolinggo Perkuat Sinergi, Dorong Demokrasi yang Harmonis dan Inklusif

PROBOLINGGO. Berdampak.net – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Probolinggo memperkuat sinergi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo melalui kunjungan silaturahmi dan koordinasi kelembagaan pada Minggu (25/10/2026) malam. Pertemuan yang berlangsung pukul 19.00 WIB di Kantor FKUB Kota Probolinggo ini menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran demokrasi yang berintegritas, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai toleransi serta kerukunan antarumat beragama.

Kunjungan tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Kota Probolinggo bersama anggota, yakni Johan Dwi Angga, Putut Gunawarman Fitrianta, dan Ade Nur Wahyudi, didampingi dua orang staf. Rombongan diterima langsung oleh Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. H. Ahmad Hudri, ST., MAP., bersama Wakil Ketua Drs. M. Dawam Ihsan, M.Si., Sekretaris Achmad Philip, M.Pd., Bendahara Agus Maryono, dan Wakil Bendahara Erfan Sudjianto.

Pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus koordinasi untuk mempererat hubungan antarlembaga dalam mendorong penguatan nilai-nilai demokrasi di tengah masyarakat. Sinergi Bawaslu dan FKUB dinilai memiliki relevansi penting, mengingat demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah, tetapi juga membutuhkan kesadaran bersama untuk menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan membangun partisipasi masyarakat yang bertanggung jawab.

“Melalui komunikasi dan koordinasi ini, kedua lembaga diharapkan dapat membangun kolaborasi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya demokrasi yang sehat, partisipatif, dan berintegritas. Peran tokoh agama dan jejaring kerukunan umat beragama juga menjadi potensi penting untuk menyampaikan pesan-pesan demokrasi yang sejuk, mendorong sikap saling menghormati, serta menangkal potensi perpecahan di tengah perbedaan pilihan politik”, jelas Johan mengawali prakata mewakili Bawaslu.

Sementara itu Ketua FKUB Dr. Ahmad Hudri dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam konteks penyelenggaraan pemilu dan pemilihan kepala daerah, nilai-nilai toleransi dan kerukunan menjadi bagian penting dalam menjaga suasana demokrasi yang kondusif. Masyarakat diharapkan dapat menggunakan hak politiknya secara bertanggung jawab, menghargai pilihan orang lain, serta tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk merusak hubungan sosial maupun persaudaraan antarumat beragama.

“Sinergi Bawaslu dan FKUB Kota Probolinggo ini diharapkan menjadi fondasi bagi kerja sama berkelanjutan dalam membangun kehidupan demokrasi yang harmonis, inklusif, dan berintegritas. Dengan komunikasi yang terbuka serta dukungan berbagai elemen masyarakat, penguatan demokrasi dapat berjalan seiring dengan upaya merawat kerukunan dan persatuan di Kota Probolinggo” tegas Hudri.

Pertemuan ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam membangun demokrasi yang tidak hanya kuat secara prosedural, tetapi juga matang secara sosial, menjunjung etika, menghormati keberagaman, dan berorientasi pada kepentingan bersama.

Selanjutnya FKUB dan Bawaslu berencana melakukan aksi gerakan bersama untuk melakukan pendidikan pemilih bagi masyarakat.

Dari Hulu untuk Kesejahteraan Warga, FBiPK UB dan Petrokimia Gresik Luncurkan PANDAWA

MALANG, Berdampak.net — Upaya menjaga lingkungan hulu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dipadukan dalam Program PANDAWA (Pandanrejo Agroecology & Welfare Village) yang diluncurkan Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya (FBiPK UB) bersama PT Petrokimia Gresik, Rabu (21/10/2026). Berlangsung di Kantor Koperasi Brawijaya Agro Ventura (BAV), Dusun Pandanrejo, Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, peluncuran ini sekaligus menjadi awal dialog bersama warga untuk menjalankan program.

PANDAWA merupakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT Petrokimia Gresik dengan FBiPK UB sebagai pelaksana dan pendamping teknis. Program ini menghubungkan konservasi kawasan tangkapan air, perbaikan pengelolaan pertanian, penguatan ekonomi lokal, serta layanan kesehatan masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan Kepala Dusun Pandanrejo, dilanjutkan sambutan Dekan FBiPK UB Prof. Mangku Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D. Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Vice President TJSL PT Petrokimia Gresik Sutyoso Kusentyo Putra. Kegiatan turut dihadiri perwakilan Perhutani Wilayah Kerja Bambang Selatan dan para petani mitra program.

Menjaga Hulu, Mendukung Pertanian

Letak Pandanrejo di lereng Gunung Semeru menjadikan kondisi lingkungannya berkaitan erat dengan ketersediaan air bagi lahan pertanian di wilayah bawahnya. Menjaga kawasan tangkapan air menjadi kebutuhan bersama, baik bagi warga yang tinggal di hulu maupun petani yang memanfaatkan aliran airnya.

Keterkaitan tersebut menjadi dasar penyusunan kegiatan PANDAWA. Pada pilar lingkungan, program merencanakan pembangunan sarana irigasi, penghijauan daerah tangkapan air, dan uji pemupukan berimbang pada lahan berpasir.

Pengembangan sarana irigasi akan diawali kajian teknis dan pengukuran debit sumber air untuk mendukung pembangunan jaringan perpipaan serta bak penampung. Sementara itu, penghijauan akan disertai pemantauan pertumbuhan tanaman dan pengukuran debit air secara berkala agar pelaksanaannya berlanjut pada perawatan dan evaluasi.

Pendampingan pertanian juga direncanakan melalui demplot pemupukan berimbang di tiga titik lokasi dengan petak pembanding. Pengujian tanah sebelum dan sesudah perlakuan akan menjadi bagian dari pembelajaran untuk menilai penerapan pemupukan pada kondisi lahan setempat.

Menggerakkan Ekonomi dan Kelembagaan Warga

Pada pilar ekonomi, PANDAWA merencanakan penguatan rantai pasok produk pupuk Petrokimia Gresik melalui pengembangan kios mitra atau outlet pupuk. Keterlibatan Koperasi Brawijaya Agro Ventura, toko mitra Rukun Pangan, dan kelompok tani diharapkan dapat mendukung akses petani terhadap sarana produksi sekaligus memperkuat kegiatan ekonomi lokal.

Perhatian terhadap kesejahteraan warga juga mencakup bidang kesehatan. Kegiatan yang disiapkan meliputi edukasi gizi, pendampingan sosial, pelatihan kader posyandu, kelas gizi rutin, dan penguatan pencatatan pertumbuhan balita. Sasaran kegiatan mencakup kader posyandu, ibu, balita, serta masyarakat rentan.

Untuk mendukung pelaksanaannya, PANDAWA melibatkan Pemerintah Desa Bambang, Koperasi Brawijaya Agro Ventura, karang taruna, kelompok tani, dan kelompok tani hutan di sekitar kawasan. Keterlibatan kelembagaan lokal membuka ruang bagi warga untuk mengambil bagian dalam kegiatan sesuai kebutuhan dan perannya.

Dimulai dari Dialog Bersama Masyarakat

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan focus group discussion (FGD) sebagai tahap awal pelaksanaan program. Tim memperkenalkan rencana strategis dan rencana kerja PANDAWA agar masyarakat memahami arah kegiatan sejak awal. Sosialisasi program ini menyasar Dusun Pandanrejo yang mencakup 275 kepala keluarga.

Melalui forum tersebut, rencana program dibahas bersama masyarakat untuk membangun pemahaman mengenai kebutuhan lapangan dan keterlibatan warga. Partisipasi ini diharapkan berlanjut sepanjang pelaksanaan kegiatan hingga pemeliharaan sarana dan hasil program.

PANDAWA membawa harapan agar pelestarian lingkungan dapat berjalan bersama dengan perbaikan kehidupan masyarakat. Dengan dukungan dunia usaha, pendampingan perguruan tinggi, dan keterlibatan warga, kawasan hulu Pandanrejo diharapkan tetap terjaga sekaligus mampu menopang pertanian dan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Perkuat Keterampilan dan Kapasitas UMKM, APINDO Gelar Pelatihan Innopreneur Bagi para PNS Ternate dan Pelaku UMKM

Ternate, Berdampak.net – APINDO menggelar Pelatihan bertema “The SME’s Innopreneur Shifting: Empowering Innopreneur Genome” bagi para PNS dan pelaku Usaha di wilayah Ternate, Sabtu (24/10/2026) di Ternate.

Hadir sebagai pemateri pelatihan Wakil Sekretaris Umum APINDO Aditya Warman serta Trainer Tutut Handayani. Hadir juga dalam acara tersebut Ketua Bidang Perikanan dan Peternakan APINDO Hendra Sugandhi, Pengurus Bidang ESDM APINDO Roy Arman, Ketua DPP Maluku Utara Ghazali, dan Ketua DPP APINDO Jawa Timur Eddy Widjanarko.

Penguatan kapasitas pemimpin usaha menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah disrupsi digital, perubahan perilaku pasar, dan persaingan bisnis yang semakin kompleks. Tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan operasional, pelaku usaha perlu mengembangkan pola pikir inovatif, ketajaman membaca peluang, kemampuan mengelola risiko, serta kepemimpinan yang adaptif untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan usaha.

Melalui pendekatan innopreneur, pelatihan ini diharapkan mampu mendorong UMKM bertransformasi dari bisnis konvensional menjadi usaha yang mampu menciptakan nilai tambah, mengembangkan model bisnis baru, dan memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar. Penguatan kapasitas ini juga menjadi bagian penting dari upaya APINDO dalam mendorong UMKM agar semakin produktif, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat kontribusi sektor usaha terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Dalam paparannya, Aditya Warman menekankan pentingnya membangun kapasitas innopreneur melalui empat aspek utama, yaitu toolset, skillset, mindset, dan mental set. Keempat aspek tersebut menjadi fondasi bagi pemimpin usaha untuk mengintegrasikan kemampuan teknis, keterampilan manajerial, pola pikir inovatif, dan ketangguhan mental dalam menghadapi perubahan. Dengan pendekatan ini, inovasi tidak berhenti pada penggunaan teknologi, tetapi menjadi bagian dari strategi bisnis yang mencakup perencanaan, analisis, operasional, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan.

Bagi UMKM, transformasi menuju innopreneurship menuntut perubahan mendasar dalam cara mengelola usaha. Pelaku usaha perlu beralih dari sekadar mempertahankan proses bisnis yang sudah berjalan menuju upaya menciptakan nilai tambah, mengembangkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan pasar, serta membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Kemampuan mengidentifikasi peluang, memahami kebutuhan pelanggan, menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan, dan merancang strategi pertumbuhan menjadi semakin penting untuk menghadapi persaingan.

APINDO berperan dalam mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha melalui pengembangan kompetensi, perluasan akses terhadap pengetahuan dan jejaring bisnis, serta penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Melalui perannya sebagai representasi dunia usaha, APINDO mendorong terciptanya ekosistem yang mendukung UMKM untuk meningkatkan kapabilitas, mengembangkan inovasi, dan memperluas peluang usaha. Upaya ini penting agar pengembangan UMKM tidak hanya berorientasi pada keberlangsungan usaha, tetapi juga pada peningkatan produktivitas, profesionalisme pengelolaan, dan kemampuan bersaing di pasar yang semakin dinamis.

Penguatan kepemimpinan menjadi bagian penting dari proses tersebut. Pemimpin UMKM perlu memiliki kemampuan berpikir strategis, menyelesaikan persoalan kompleks, mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang terukur, serta membangun tim yang mampu beradaptasi terhadap perubahan. Materi innopreneur juga menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi dalam membangun konektivitas bisnis. Melalui penguatan kapasitas pemimpin dan jejaring usaha, UMKM diharapkan dapat mengembangkan kemitraan yang produktif, mengakses peluang pasar yang lebih luas, serta memperkuat posisi dalam rantai nilai ekonomi.

APINDO berkomitmen mendorong dunia usaha yang semakin tangguh dan kompetitif melalui penguatan kapasitas pelaku usaha serta kolaborasi yang berkelanjutan. Dengan kepemimpinan yang inovatif, kapabilitas bisnis yang semakin kuat, dan ekosistem usaha yang kondusif, UMKM Indonésia diharapkan mampu naik kelas, memperluas akses pasar, menciptakan peluang kerja, serta memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian nasional.