2.500 Skuteris Ramaikan ASH 2026 di Bermi, Gus Haris Dorong Vespa Jadi Penggerak Wisata dan UMKM

PROBOLINGGO, Berdampak.net – Sekitar 2.500 skuteris memadati kawasan Bermi Eco Park, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, dalam gelaran Argopuro Scooter Holiday (ASH) 2026, Sabtu (19/9/2026). Event komunitas Vespa ini tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya para pecinta skuter, tetapi juga menjadi ruang promosi pariwisata dan penggerak ekonomi masyarakat di lereng Gunung Argopuro.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris atau Gus Haris menyambut langsung para peserta ASH 2026. Menurutnya, kehadiran ribuan skuteris dari berbagai daerah memberikan dampak positif bagi daerah, khususnya dalam memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Probolinggo kepada komunitas dan masyarakat yang lebih luas.

“Event seperti ini bukan hanya soal berkumpulnya komunitas. Ada potensi besar untuk mempromosikan destinasi wisata sekaligus menggerakkan UMKM masyarakat,” demikian semangat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Dalam rangkaian acara, Gus Haris bersama rombongan turut melakukan penanaman pohon, menyerahkan santunan kepada anak yatim, serta mengunjungi stan UMKM yang berada di lokasi kegiatan.

Suasana ASH 2026 semakin semarak dengan penampilan sejumlah pengisi acara, di antaranya Fredy Kayaman, Bali Banyak Bunyi, dan Denny Frust. Kehadiran para musisi tersebut menambah warna dalam perhelatan komunitas skuter yang mengusung semangat kebersamaan, wisata dan ekonomi kreatif.
Bagi komunitas Vespa, istilah “menyukseskan acara” bukan sekadar tentang meriahnya panggung dan banyaknya peserta. ASH 2026 juga membawa pesan bahwa komunitas dapat ikut “menyukseskan” destinasi wisata, dengan datang, menikmati, mempromosikan, sekaligus membelanjakan uangnya di UMKM lokal.

Dari Bermi, ribuan skuteris tidak hanya meninggalkan jejak perjalanan, tetapi juga membawa cerita tentang potensi wisata Argopuro. Event komunitas pun menjadi salah satu cara mempertemukan pariwisata, ekonomi lokal, komunitas dan kreativitas dalam satu perhelatan.

Perwira Brigif 2 Marinir Asah Profesionalisme Lewat Lomba Menembak Pistol

Sidoarjo, Berdampak.net – Dispen Kormar, TNI AL (Sidoarjo). Para perwira Brigade Infanteri 2 Marinir (Brigif 2 Marinir) memperkuat kemampuan dan profesionalisme melalui Lomba Menembak Pistol di Lapangan Tembak Pistol Bhumi Marinir Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (17/09/2026).

Lomba menembak pistol tersebut dipimpin langsung Komandan Brigif 2 Marinir Kolonel Marinir Eko Budi Prasetyo Adi Saputro. Kegiatan diikuti para perwira staf, komandan Satuan pelaksana, hingga seluruh perwira di jajaran Brigif 2 Marinir.

Lomba menembak menjadi bagian dari pembinaan kemampuan personel untuk menjaga sekaligus meningkatkan keterampilan menembak pistol. Para peserta menjalani perlombaan dengan metode Slow Fire dan Rapid Fire.

Selain aspek teknis, perlombaan diarahkan untuk memperkuat kebersamaan di antara para perwira. Interaksi dalam kegiatan bersama diharapkan turut membangun jiwa korsa dan soliditas personel di lingkungan Brigif 2 Marinir.

“Menembak pistol selain bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan perwira dalam bidang menembak, juga untuk mewujudkan kekompakan, kebersamaan, memupuk jiwa korsa, menjalin soliditas, serta sebagai ajang silaturahmi,” kata Komandan Brigif 2 Marinir.

Kolonel Marinir Eko Budi Prasetyo Adi Saputro, juga menyampaikan bahwa keterampilan menembak merupakan salah satu kemampuan yang harus dipelihara melalui latihan secara rutin. Kompetensi tersebut menjadi bagian dari kesiapan perwira dalam menjalankan tugas secara profesional dan optimal.

“Dengan dilaksanakannya Lomba Menembak ini, diharapkan selain dapat mengasah juga mengetahui sejauh mana kemampuan menembak, khususnya bagi perwira Brigif 2 Marinir,” ujarnya.

Pada perlombaan tersebut Yonif 1 Marinir keluar sebagai juara umum, juara ke 2 diraih oleh Yonif 15 Marinir dan Juara ke 3 diraih oleh Kompi Markas Brigif 2 Marinir, sedangkan untuk juara perorangan, Komandan Batalyon Infanteri 1 Marinir Letkol Marinir Andy Sinaga menjadi yang terbaik dan terbaik 2 di raih oleh Letda Marinir Mayong Awang Edrik Putra S.Tr., Han dan terbaik ke 3 diraih oleh Komandan Batalyon Infanteri 15 Marinir Letkol Marinir Alamsyah, S.H., M.Tr.Opsla.

PA GMNI Kota dan Kabupaten Malang Resmi Dilantik, Siap Turun Langsung ke Masyarakat

Malang, Berdampak.net – Pengurus PA GMNI Kota Malang dan PA GMNI Kabupaten Malang periode 2026–2031 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang digelar di Hotel Mirabel, Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (16/9/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum baru bagi PA GMNI di wilayah Malang Raya untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan kembali komitmen pengabdian kepada masyarakat.

Kepengurusan baru PA GMNI Kota dan Kabupaten Malang tidak ingin aktivitas organisasi hanya berhenti pada kegiatan internal. Semangat yang dibawa adalah memperkuat kehadiran alumni GMNI di tengah masyarakat, khususnya masyarakat akar rumput yang secara langsung merasakan dampak dari berbagai kebijakan.

Wakil Ketua Bidang Media, Informasi, dan Digitalisasi PA GMNI Kota Malang, Andreas, S.Sos., MSDM., SHRM-CP., mengatakan bahwa kepengurusan ke depan akan mendorong organisasi untuk lebih dekat dengan masyarakat.

“PA GMNI Kota Malang ingin hadir bukan hanya di ruang-ruang diskusi atau kegiatan organisasi, tetapi benar-benar turun dan mendengar langsung suara masyarakat. Terutama mereka yang berada di lapisan bawah dan merasakan langsung dampak dari sebuah kebijakan,” ujar Andreas.

Menurut Andreas, masyarakat seperti petani, pedagang, pelaku UMKM, pekerja, serta kelompok masyarakat lainnya memiliki persoalan yang perlu mendapatkan ruang untuk disampaikan.

“Petani punya persoalan sendiri, pedagang punya persoalan, UMKM juga menghadapi tantangannya. Kita ingin mengetahui persoalan itu dari lapangan secara langsung. Semangat Marhaenisme harus diterjemahkan menjadi kerja nyata dan keberpihakan terhadap persoalan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia PA GMNI Kabupaten Malang, Aldiano Modal, menegaskan bahwa keberpihakan kepada masyarakat juga harus dibangun melalui perspektif hukum dan hak asasi manusia.

“Masyarakat harus memahami bahwa setiap warga negara memiliki hak yang harus dihormati dan dilindungi. Karena itu, PA GMNI Kabupaten Malang ingin hadir untuk melihat persoalan-persoalan masyarakat secara langsung, terutama ketika terdapat kebijakan atau persoalan hukum yang berdampak terhadap kehidupan mereka,” ujar Aldiano.

Ia menambahkan, persoalan masyarakat tidak selalu dapat dilihat hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari aspek keadilan, kepastian hukum, perlindungan hak, dan akses masyarakat terhadap kebijakan publik.

“Kami ingin membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Ketika ada persoalan yang menyangkut hak-hak masyarakat, kita harus mampu mendengar, memahami persoalannya, kemudian mendorong penyelesaian melalui jalur yang tepat dan sesuai dengan koridor hukum,” lanjutnya.

Menurut Aldiano, kehadiran PA GMNI Kabupaten Malang di tengah masyarakat diharapkan tidak bersifat seremonial, melainkan menjadi bagian dari proses pengabdian yang berkelanjutan.

Pelantikan kepengurusan PA GMNI Kota Malang dan Kabupaten Malang periode 2026–2031 pun diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat sinergi alumni sekaligus memperluas kerja-kerja kerakyatan di Malang Raya.

Dengan semangat tersebut, kepengurusan baru PA GMNI Kota dan Kabupaten Malang berkomitmen menjadikan organisasi bukan sekadar tempat berhimpun para alumni, tetapi juga ruang untuk mendengar suara masyarakat, mengawal persoalan kerakyatan, serta mendorong hadirnya keadilan sosial di tengah masyarakat.

KAHMI 60 Tahun, Menteri dan Tokoh Nasional Kumpul Bahas Strategi Menuju Indonesia Emas 2045

Jakarta, Berdampak.net – Memasuki usia ke-60 tahun, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menegaskan komitmennya untuk terus mengambil peran dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Komitmen tersebut akan dituangkan melalui Simposium Nasional HUT ke-60 KAHMI bertajuk “KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa” yang digelar pada 9–10 September 2026 di Gedung Nusantara V, Kompleks MPR RI, Senayan, Jakarta.

Forum tersebut dirancang bukan sekadar menjadi agenda peringatan hari ulang tahun organisasi. KAHMI menjadikan momentum enam dekade ini sebagai ruang strategis untuk mempertemukan tokoh nasional, menteri, akademisi, praktisi, dan jaringan alumni HMI guna membahas berbagai persoalan penting yang dihadapi Indonesia.

Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI sekaligus Wakil Menteri Agama RI, Muhammad Romo Syafe’i, mengatakan perjalanan 60 tahun KAHMI harus menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi organisasi terhadap bangsa.

Menurutnya, Indonesia menghadapi tantangan besar di berbagai sektor, mulai dari pangan, energi, kesehatan, ekonomi, politik, hukum hingga pengembangan sumber daya manusia.

“KAHMI hadir bukan hanya sebagai wadah nostalgia para alumni. Kita menghadapi tantangan nyata di sektor pangan, energi, hukum, dan SDM,” ujar Muhammad Romo Syafe’i.

Ia menegaskan, kedaulatan di berbagai sektor tersebut menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Melalui simposium ini, kami ingin menegaskan bahwa kedaulatan energi, pangan, kesehatan, ekonomi, politik, dan hukum adalah fondasi mutlak yang tidak bisa ditawar menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Hadirkan Sejumlah Menteri dan Tokoh Nasional
Simposium yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari kalangan pemerintah dan tokoh nasional.
Pada hari pertama, Rabu (9/9/2026), agenda diawali sidang pleno pembukaan dengan keynote speech Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang akan membahas arah haluan negara serta peran strategis organisasi kemasyarakatan dalam menjaga konstitusi.

Pembahasan kemudian berlanjut pada isu energi dan pangan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dijadwalkan membahas strategi hilirisasi dan kemandirian energi nasional.

Sementara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akan mengupas persoalan kedaulatan pangan, swasembada, tantangan perubahan iklim, serta masa depan petani di tengah perkembangan teknologi pertanian.

Memasuki hari kedua, Kamis (10/9/2026), perhatian diarahkan pada pembangunan sumber daya manusia dan kesehatan sebagai bagian penting dari persiapan Indonesia menuju 2045.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto, dijadwalkan menjadi narasumber dalam sesi mengenai akselerasi SDM, pendidikan berbasis teknologi, serta penguatan riset dan inovasi kesehatan.

Sesi terakhir akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional, antara lain Prof. Dr. Mahfud MD dan Prof. Dr. Arief Satria. Pembahasan akan difokuskan pada tata kelola ekonomi, politik, dan hukum serta penguatan kelembagaan dalam menghadapi dinamika global.

KAHMI Dorong Gagasan Konkret
Majelis Nasional KAHMI menyebut simposium tersebut memiliki sejumlah tujuan strategis. Selain menjaga persatuan nasional, forum ini diarahkan untuk memperkuat kontribusi alumni di berbagai sektor serta mendorong lahirnya gagasan yang dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan.
KAHMI juga ingin mempertemukan pengalaman generasi senior dengan gagasan generasi muda. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan regenerasi kepemimpinan nasional sekaligus memastikan kontribusi kader dan alumni HMI tetap relevan dengan tantangan zaman.

Melalui forum tersebut, KAHMI berharap dapat memperkuat posisinya sebagai mitra kritis pemerintah yang mampu memberikan masukan berbasis gagasan dan solusi.

“Alumni HMI siap berdiri di garda terdepan sebagai mitra kritis sekaligus motor penggerak untuk memastikan bangsa ini berdaulat, adil, dan sejahtera,” tegas Muhammad Romo Syafe’i.

Simposium nasional ini dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 hingga 16.30 WIB. Selain menjadi forum pertukaran gagasan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan sebagai bagian dari kontribusi KAHMI terhadap perjalanan Indonesia menuju 2045.

Kapolres Probolinggo Silaturahmi Bersama Organisasi Mahasiswa, Perkuat Sinergitas Jaga Kamtibmas

PROBOLINGGO, Berdampak.net – Rabu, 2 September 2026, Kepolisian Resor Probolinggo menggelar silaturahmi bersama sejumlah organisasi mahasiswa se-Kabupaten Probolinggo sebagai upaya mempererat komunikasi dan sinergitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan bertema “Mempererat Sinergitas dan Menjaga Kamtibmas di Wilayah Kabupaten Probolinggo” tersebut dihadiri perwakilan HMI, GMNI, PMII, BEM Pro RAYA, hingga BEM PTNU Jawa Timur.

Dalam forum tersebut, Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar, S.I.K., M.I.S., menggarisbawahi pentingnya merawat komunikasi dengan elemen pemuda. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis untuk menjaga kondusivitas wilayah serta memberikan masukan kritis terhadap isu-isu sosial.

“Menjaga kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan peran dan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Karena itu, komunikasi seperti ini sangat penting untuk bersama-sama menjaga situasi Kabupaten Probolinggo tetap aman dan kondusif,” ujar Asmida.

Namun, ruang dialog yang diniatkan untuk memperkuat sinergitas itu dimanfaatkan mahasiswa untuk membongkar sederet persoalan krusial di lapangan. HMI Cabang Probolinggo melontarkan kritik keras terkait maraknya kenakalan remaja, mulai dari pesta minuman keras hingga ancaman peredaran narkotika jenis sabu yang menggerogoti generasi muda.

Sorotan paling menohok tertuju pada tumpulnya pengawasan aparat di tingkat bawah. HMI membeberkan keberadaan titik penjualan miras yang beroperasi secara terbuka tepat di depan Markas Polsek Paiton. Mahasiswa mempertanyakan keras kinerja jajaran Polres Probolinggo dan Polsek Paiton yang terkesan pembiaran, mengingat lokasi peredaran barang haram tersebut berjarak sangat dekat dari markas komando kepolisian.

Tak berhenti di situ, HMI Cabang Probolinggo turut mengkritik mekanisme pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). Prosedur di lapangan dinilai masih menyulitkan warga akibat minimnya transparansi dan kejelasan informasi publik.

Menanggapi rentetan kritik tajam tersebut, AKBP Asmida Rizki Siregar menyatakan keterbukaannya terhadap aspirasi mahasiswa. Ia menegaskan masukan tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi jajaran Polres Probolinggo.

“Kami sangat terbuka terhadap masukan dan aspirasi dari teman-teman mahasiswa. Apa yang disampaikan tentu menjadi bahan untuk kita evaluasi dan tindak lanjuti sesuai dengan kewenangan serta ketentuan yang berlaku,” kata Asmida.

Ia juga mengajak organisasi mahasiswa untuk terus mengawal isu-isu di masyarakat dan tidak segan menyampaikan temuan di lapangan.

Melalui silaturahmi ini, mahasiswa berharap pertemuan formal tersebut tidak berhenti sebatas seremonial semata. Besar harapan agar berbagai catatan kritis yang disampaikan—terutama penindakan tegas terhadap lokasi penjualan miras di depan Polsek Paiton, evaluasi kinerja Kapolsek setempat, serta pembenahan transparansi layanan SIM—dapat segera ditindaklanjuti secara nyata dan konkret oleh jajaran Polres Probolinggo demi mewujudkan situasi daerah yang aman, tertib, dan kondusif.

Raudlatul Jannah Drum Corps Ramaikan Probolinggo SAE Carnival 2026

Probolinggo, Berdampak.net – Kemeriahan Probolinggo SAE Carnival 2026 semakin terasa dengan kehadiran Marching Band Pondok Pesantren Raudlatul Jannah dari Desa Klaseman, Kecamatan Gending. Penampilan tim ini menjadi salah satu daya tarik utama parade, sekaligus memperlihatkan kualitas dan prestasi yang telah mereka bangun melalui latihan dan disiplin yang panjang.

Raudlatul Jannah Drum Corps bukan tim sembarangan. Mereka pernah tampil dalam ajang bergengsi Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X di Yogyakarta, dan tercatat tampil pada kategori Senior Brass. Pengalaman di ajang tingkat nasional tersebut menjadi fondasi penting bagi tim untuk terus berkembang.

Torehan Prestasi di Berbagai Ajang
Dalam berbagai kejuaraan, Raudlatul Jannah Drum Corps berhasil mengukir capaian yang membanggakan, termasuk di ajang Jember Marching Band Competition (JMC) serta Kejurprov.

Pada ajang JMC tingkat internasional, marching band Ponpes Raudlatul Jannah meraih sejumlah prestasi, di antaranya:

  • Juara 2 Color Guard Internasional
  • Juara 3 Minidisplay Internasional
  • Juara 3 Music Internasional
  • Juara 3 Parade Open Internasional

Selain itu, prestasi mereka juga melengkapi capaian sebelumnya seperti juara 3 Parade Kejurprov serta juara 3 di Jogjakarta, yang menjadi bukti konsistensi performa para santri di berbagai kompetisi.

Bukti Konsistensi dan Semangat Santri
Pengasuh Ponpes Raudlatul Jannah, Habib Ali Zainal Abidin Bin Toha Ba’aqil, mengungkapkan rasa syukur sekaligus bangga atas capaian tim marching band. Ia menilai prestasi yang diraih merupakan hasil kerja keras para santri, latihan yang serius, serta dukungan dari berbagai pihak.

Dengan tampilnya Raudlatul Jannah Drum Corps pada Probolinggo SAE Carnival 2026, tim kembali menunjukkan bahwa seni marching band tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga wadah prestasi yang membawa nama Pondok Pesantren Raudlatul Jannah dan Kabupaten Probolinggo ke ajang yang lebih luas. (rh)