Dinas Koperasi Jatim Gandeng HIPKA Tingkatkan Literasi Keuangan UMKM Banyuwangi

Banyuwangi, Berdampak.net – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Badan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha KAHMI (BPW HIPKA) Jawa Timur menggelar pelatihan dan pendampingan pembukuan keuangan bagi pelaku UMKM di Banyuwangi. Kegiatan yang diikuti 50 pelaku usaha tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM dalam mengelola keuangan secara profesional agar lebih mudah mengakses pembiayaan dari perbankan.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pembiayaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Ir. Arif Lukman Hakim, MM, serta dihadiri Sekretaris Umum BPW HIPKA Jawa Timur M. Mufid dan DPRD PROVINSI Jawa Timur dr. Agung Mulyono.

Dalam sambutannya, dr. Agung Mulyono menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kualitas produk dan pemasaran, tetapi juga harus dibarengi dengan tata kelola keuangan yang baik. Menurutnya, pembukuan yang tertib merupakan salah satu indikator penting dalam membangun kepercayaan lembaga keuangan terhadap sebuah usaha.

“Bank akan melihat kesehatan usaha melalui laporan keuangan. Karena itu, UMKM harus mulai membiasakan diri melakukan pencatatan transaksi secara akuntabel dan memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak pelaku UMKM yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk berkembang, namun terkendala akses permodalan karena belum memenuhi persyaratan administrasi dan kelayakan perbankan (bankable). Selain memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), pelaku usaha juga harus mampu menunjukkan kondisi keuangan yang sehat melalui pembukuan yang rapi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Materi pelatihan disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Zakik Basalamah, SE., M.Si., yang membahas pentingnya sistem pembukuan sederhana, pengelolaan arus kas, penyusunan laporan keuangan, hingga strategi membangun usaha yang sehat dan dipercaya lembaga keuangan.
Selain sesi pelatihan, peserta juga menampilkan berbagai produk unggulan UMKM Banyuwangi, seperti aneka keripik pisang, olahan tape, cilok, seblak, minuman es buah, dan berbagai produk kuliner lainnya. Produk-produk tersebut turut direview dan dikonsultasikan langsung kepada narasumber untuk memperoleh masukan terkait pengembangan usaha dan peningkatan kualitas bisnis.

Melalui program pendampingan ini, BPW HIPKA Jawa Timur bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak UMKM yang memiliki tata kelola keuangan yang sehat, memenuhi standar perbankan, serta mampu memanfaatkan berbagai skema pembiayaan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Doktor Mengabdi UB 2026 Ubah Koperasi Wanita “Perempuan Mandiri” dengan Model Bisnis Unit Usaha sebagai Capital Buffer Koperasi

MALANG, Berdampak.net – Tim Doktor Mengabdi (DM) Universitas Brawijaya (UB) tahun 2026 yang terintegrasi dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggulirkan pendampingan transformasi kelembagaan ekonomi di Koperasi Wanita (KopWan) “Perempuan Mandiri”, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Program yang diketuai Dr. Jaisy Aghniarahim Putritamara, S.Pt., MP dari Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan UB ini mengusung satu gagasan inti pada sisi bisnis: menjadikan unit usaha koperasi sebagai capital buffer penyangga permodalan yang memperkuat ketahanan keuangan dan kemandirian ekonomi koperasi.

KopWan “Perempuan Mandiri” berdiri sejak 2009 dengan 350 anggota aktif dan 25 pengurus. Selama ini koperasi masih bertumpu pada layanan simpan pinjam dan belum memiliki unit usaha produktif kolektif. Akibatnya, permodalan koperasi bergantung pada perputaran simpanan anggota, sementara anggota kerap berada pada posisi price taker dengan margin rendah. Tata kelola usaha juga belum tertata: tidak ada pembukuan terpisah, belum ada legalitas usaha, dan belum tersedia analisis kelayakan usaha. Program Doktor Mengabdi hadir untuk menjawab persoalan mendasar ini dari sisi model bisnis.

Inti model bisnis yang dikembangkan adalah pembentukan divisi usaha koperasi yang produktif dan tercatat terpisah dari kas simpan pinjam. Surplus yang dihasilkan divisi usaha ini diposisikan sebagai capital buffer — cadangan permodalan yang menyangga koperasi. Dengan skema ini, koperasi tidak lagi hanya mengandalkan simpanan anggota sebagai sumber modal, melainkan memiliki aliran pendapatan usaha sendiri yang memperkuat modal cadangan, meredam risiko likuiditas pada layanan simpan pinjam, dan membuka ruang bagi Sisa Hasil Usaha (SHU) yang lebih sehat bagi anggota. Pembukuan usaha yang terpisah menjadi fondasi tata kelola agar unit bisnis benar-benar terukur dan akuntabel.

Pada sisi bisnis, program mendorong hilirisasi menjadi produk olahan bernilai tambah yang dikelola koperasi antara lain nugget lele, lele frozen, stik kelor, dan telur puyuh olahan. Untuk menaikkan posisi tawar anggota dari price taker menjadi penentu harga, koperasi didampingi mengurus legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta membangun merek kolektif dan kemasan produk. Dengan identitas produk dan legalitas yang jelas, unit usaha koperasi dapat menembus pasar yang lebih luas dengan margin yang lebih layak.

Penguatan pemasaran dilakukan secara hybrid, memadukan penjualan langsung dengan kanal digital: WhatsApp Business untuk layanan pelanggan, marketplace Shopee, serta social commerce TikTok. Strategi ini menyiapkan koperasi untuk memasarkan produk secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus membangun basis data pelanggan sebagai aset usaha jangka panjang.

“Kami tidak berhenti pada produksi. Yang kami dorong adalah model bisnisnya, agar unit usaha koperasi menjadi capital buffer penyangga modal yang membuat koperasi lebih tangguh dan mandiri, tidak lagi sepenuhnya bergantung pada simpanan anggota,” ujar Ketua Tim Doktor Mengabdi, Dr. Jaisy Aghniarahim Putritamara, S.Pt., MP.

Kepala Desa Klampok, Jefry Arnast, menyambut baik pendampingan ini. Menurutnya, kehadiran unit bisnis koperasi yang tertata akan memperkuat ekonomi warga desa, khususnya perempuan, dan mendorong perputaran ekonomi lokal yang lebih mandiri. “Kami mendukung penuh agar koperasi tumbuh menjadi motor ekonomi desa,” katanya.
Perwakilan koperasi, Ibu Ruchila, selaku Sekretaris KopWan “Perempuan Mandiri”, menyatakan bahwa selama ini koperasi belum memiliki unit usaha produktif sehingga model bisnis capital buffer ini sangat dinantikan. “Dengan unit usaha sendiri dan pembukuan yang terpisah, kami berharap koperasi punya sumber pendapatan baru yang memperkuat modal dan kesejahteraan anggota,” ungkapnya.

Program ini dipimpin oleh Dr. Jaisy Aghniarahim Putritamara, S.Pt., MP (Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan) selaku ketua, dengan anggota tim Dr. Mochammad Syamsulhadi, SP., MP (Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan), Firda Alfiani, S.P., M.Sc (Fakultas Ilmu Administrasi), dan Ajik Siswantoro, SP., M.Si (Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan).

Melalui integrasi dengan KKN, sebanyak sembilan mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan UB terlibat langsung mendampingi koperasi di lapangan, yaitu: Nakeisha Oktavio Ramadhani, Muhammad Sholihudin Rozaq, Nadia Yasmin Alya, Galang Yusuf Ramadhan, Annisha Nur Indah Syafi’i, Annisa Sekar Dwi Cahyani Putri, Muhammad Taqiyyuddin Fairuz Hidayat, Muhammad Irfan Zuhdi, dan Novita Amanda. Kesembilan mahasiswa berperan dalam pendampingan tata kelola usaha, penyusunan pembukuan, pengembangan produk dan kemasan, serta pemasaran digital koperasi.

Dari sisi bisnis dan pemberdayaan, program ini berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi perguruan tinggi–koperasi. Program juga menyentuh SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), serta sejalan dengan agenda Asta Cita pada penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa dan pemberdayaan perempuan.

Melalui model bisnis unit usaha sebagai capital buffer, tim Doktor Mengabdi UB 2026 menargetkan lahirnya satu divisi usaha resmi dengan laporan keuangan terpisah, produk olahan berkemasan dan berlegalitas, serta kanal pemasaran digital koperasi yang aktif. Harapannya, KopWan “Perempuan Mandiri” tumbuh menjadi koperasi yang mandiri secara ekonomi dan menjadi contoh model penguatan koperasi perempuan berbasis unit bisnis produktif.

Cetak 2.400 Generasi Unggul, Kwarcab Pramuka Kabupaten Probolinggo Tutup Seleksi Pramuka Garuda 2026

PROBOLINGGO, Berdampak.net — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Probolinggo terus berkomitmen melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berkarakter. Melalui rangkaian Seleksi Pramuka Garuda Tahun 2026, Kwarcab Probolinggo berhasil melahirkan sebanyak 2.400 generasi unggul.

Acara penutupan seleksi tersebut berlangsung khidmat di SMP Negeri 1 Sumberasih pada Selasa (28/07/2026) dan dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Cabang (Ka Kwarcab) Pramuka Kabupaten Probolinggo, Ra Fahmi AHZ.

Dalam arahannya, Ra Fahmi AHZ, menegaskan bahwa predikat Pramuka Garuda bukan sekadar tanda penghargaan biasa, melainkan sebuah simbol keteladanan tertinggi yang menuntut tanggung jawab moral besar bagi para anggotanya.

“Pramuka Garuda merupakan simbol keteladanan. Seorang Pramuka Garuda harus betul-betul bisa unggul, terutama dalam sikap, disiplin, serta tindakan. Karena hanya dengan itu, InsyaAllah ke depan kita akan menjadi kader-kader yang lebih unggul, kompetitif, dan mempunyai daya saing,” ujar Ra Fahmi di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, Ra Fahmi mengingatkan para anggota Pramuka bahwa keberhasilan dan pencapaian besar tidak pernah diraih melalui proses yang serba instan atau bersantai-santai. Gemblengan fisik, mental, dan kedisiplinan dalam Gerakan Pramuka dibentuk agar para anggota siap menghadapi tantangan zaman.

“Tidak ada hal besar yang bisa dicapai dengan santai-santai, yang bisa dicapai dengan tenang-tenang, tidak ada. Tapi InsyaAllah kader Pramuka siap, karena kader Pramuka ini ditaruh di manapun akan mampu survive, akan mampu selamat,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Ra Fahmi menyampaikan harapannya agar para lulusan Seleksi Pramuka Garuda 2026 ini mampu menjadi motor penggerak kemajuan daerah dan bangsa.

“Mudah-mudahan dari Probolinggo ini, kader-kader Pramuka ke depan akan menjadi SDM-SDM yang unggul untuk mempercepat dan segera mewujudkan Indonesia yang maju serta sejahtera,” pungkasnya. (fiq)

Kenal Pamit Kapolres Probolinggo, AKBP Muh. Wahyudin Latif Akhiri Masa Tugas, AKBP Asmida Rizki Siregar Siap Lanjutkan Pengabdian

Probolinggo, Berdampak.net – Suasana haru bercampur hangat menyelimuti acara kenal pamit Kapolres Probolinggo yang menandai berakhirnya masa pengabdian AKBP Muh. Wahyudin Latif sekaligus penyambutan AKBP Asmida Rizki Siregar sebagai Kapolres Probolinggo yang baru. Momentum pergantian kepemimpinan tersebut dihadiri Bupati Probolinggo dr. Muhammad Haris, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur TNI, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.

Bagi AKBP Muh. Wahyudin Latif, acara tersebut bukan sekadar seremoni pergantian jabatan. Di hadapan para tamu undangan, ia mengenang perjalanan pengabdiannya selama satu tahun enam belas hari memimpin Polres Probolinggo. Dengan rendah hati, ia mengaku merasa belum banyak memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Probolinggo. Namun, satu hal yang akan selalu dibawanya adalah hangatnya persaudaraan yang terjalin selama bertugas.

“Selama satu tahun enam belas hari mengabdi di Kabupaten Probolinggo, kami merasa belum banyak yang bisa kami berikan. Namun yang kami rasakan justru begitu banyak kebersamaan, kehangatan, dan persaudaraan yang terjalin. Hal itu akan menjadi kenangan yang tidak akan pernah kami lupakan,” ungkapnya.

AKBP Muh. Wahyudin Latif selanjutnya dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolres Kediri. Ia menyampaikan bahwa pengalaman bertugas di Kabupaten Probolinggo akan menjadi bekal berharga dalam menjalankan tugas di wilayah yang baru.

Dalam kesempatan itu, ia juga memohon doa, dukungan, dan masukan dari Bupati Probolinggo dr. Muhammad Haris, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga Kabupaten Probolinggo agar dapat terus mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab.

Mengakhiri sambutannya, AKBP Muh. Wahyudin Latif menyampaikan permohonan maaf apabila selama memimpin Polres Probolinggo masih terdapat kekurangan maupun kebijakan yang belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat.

“Atas nama pribadi dan keluarga, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian, kebersamaan, dan sinergi yang telah terjalin selama ini. Kami juga memohon maaf apabila selama menjalankan amanah masih terdapat kekurangan. Semoga tali silaturahmi dan persaudaraan ini tetap terjaga meski kami bertugas di tempat yang baru,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo yang baru, AKBP Asmida Rizki Siregar, menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan berbagai program dan capaian yang telah dibangun sebelumnya. Ia menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antara Polri, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, TNI, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Probolinggo dr. Muhammad Haris menyampaikan apresiasi atas dedikasi AKBP Muh. Wahyudin Latif selama memimpin Polres Probolinggo. Menurutnya, sinergi yang terjalin antara Polres Probolinggo dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Ia juga menyambut kehadiran AKBP Asmida Rizki Siregar sebagai Kapolres Probolinggo yang baru. Bupati berharap kolaborasi yang telah terbangun selama ini dapat terus diperkuat demi menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif.

Acara kenal pamit ditutup dengan pemberian cinderamata, ucapan selamat, serta ramah tamah yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi simbol berlanjutnya estafet pengabdian Polri kepada masyarakat, sekaligus mempertegas komitmen bersama antara kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga Kabupaten Probolinggo tetap aman, damai, dan kondusif.

MD KAHMI Kota Padang Panjang Ucapkan Selamat kepada Presidium Wilayah FORHATI KAHMI Sumatera Barat Terpilih

Sumbar, Berdampak.net – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Padang Panjang menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Presidium Wilayah FORHATI KAHMI Provinsi Sumatera Barat yang telah resmi terpilih untuk mengemban amanah kepemimpinan.

MD KAHMI Kota Padang Panjang berharap kepemimpinan kolektif yang baru dapat memperkuat peran FORHATI sebagai wadah berhimpunnya alumni perempuan HMI yang memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, serta komitmen pengabdian dalam mendorong kemajuan umat, bangsa, dan negara.

Adapun Presidium Wilayah FORHATI KAHMI Provinsi Sumatera Barat yang terpilih adalah: Prof. Dr. Safni, M.Eng; Prof. Dr. Silfia Hanani, S.Ag., M.Si., Ph.D; Dr. Wanda Fitri, M.Si; Citra Puspitahati, S.S., M.Pd;dan Dr. Lita Sari Muchlis, M.Kom.

“Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Presidium Wilayah FORHATI KAHMI Provinsi Sumatera Barat yang telah mendapat amanah. Semoga senantiasa diberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas organisasi serta mampu membawa FORHATI menjadi organisasi yang semakin maju, solid, inklusif, dan berdaya guna bagi umat, bangsa, dan negara,” ujar MD KAHMI Kota Padang Panjang.

Melalui momentum ini, MD KAHMI juga menegaskan pentingnya sinergi dengan KAHMI di seluruh tingkatan serta menghadirkan berbagai gagasan dan program nyata bagi pembangunan masyarakat, khususnya di Provinsi Sumatera Barat.

Majelis Daerah KAHMI Kota Padang Panjang menutup dengan tagline “Merawat Silaturahmi, Menguatkan Pengabdian, Membangun Peradaban.”

Ketua PCNU Kobar: Akhir 2026 Seluruh Lembaga Ditargetkan Rampung, LAZISNU Sudah Rasakan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Kobar, Berdampak.net – Ketua PCNU Kotawaringin Barat, Sayyid Muhammad Sulaiman Nur Basyaiban, menyampaikan optimisme terhadap perkembangan organisasi selama masa khidmat yang sedang berjalan. Hingga saat ini, sekitar 80 persen lembaga di bawah naungan PCNU Kotawaringin Barat telah terbentuk, dan ditargetkan seluruhnya akan rampung pada akhir tahun 2026.

Menurutnya, pembentukan lembaga merupakan bagian penting dalam memperkuat pelayanan organisasi kepada masyarakat. Dengan hadirnya seluruh lembaga, PCNU diharapkan mampu menjalankan program-program yang lebih terarah, profesional, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi warga Nahdlatul Ulama maupun masyarakat Kotawaringin Barat secara umum.

“Alhamdulillah, saat ini sekitar 80 persen lembaga PCNU Kotawaringin Barat sudah terbentuk. Insyaallah pada akhir tahun 2026 seluruh lembaga dapat selesai dibentuk sehingga pelayanan organisasi kepada masyarakat semakin maksimal,” ujar Sayyid Muhammad Sulaiman Nur Basyaiban.

Ia juga menyoroti perkembangan LAZISNU PCNU Kotawaringin Barat yang dinilai telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Program-program penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak, serta sedekah kini semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga Nahdliyin di berbagai wilayah.

Dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun, LAZISNU bersama jaringan ranting yang telah terbentuk berhasil menghimpun dana lebih dari Rp2 miliar. Seluruh dana tersebut disalurkan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program sosial, keagamaan, pendidikan, dan kemanusiaan.

“Dana yang dihimpun bukan hanya terkumpul, tetapi benar-benar kembali kepada masyarakat. Manfaatnya telah dirasakan secara langsung oleh warga Nahdliyin dan masyarakat Kotawaringin Barat,” ungkapnya.

Sayyid menjelaskan bahwa sistem pengelolaan dana LAZISNU menerapkan prinsip pemerataan manfaat. Sebanyak 85 persen dana dikembalikan kepada ranting untuk dikelola dan dimanfaatkan di wilayah masing-masing, 10 persen dialokasikan kepada MWCNU, sedangkan 5 persen menjadi bagian PCNU sebagai dukungan terhadap penguatan program organisasi.

Di sisi lain, penguatan struktur organisasi di tingkat akar rumput juga terus dikebut. Dari total 94 ranting NU yang menjadi target pembentukan, saat ini 40 ranting telah terbentuk. PCNU menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 70 persen pada akhir tahun 2026.

Target tersebut diperkuat dengan komitmen Ketua LAZISNU PCNU Kotawaringin Barat yang siap mengawal percepatan pembentukan ranting hingga mencapai sedikitnya 70 persen sebelum tahun ini berakhir.

Dengan sinergi antara penguatan kelembagaan, percepatan pembentukan ranting, dan optimalisasi program LAZISNU, PCNU Kotawaringin Barat optimistis mampu membangun organisasi yang semakin mandiri, kuat, dan benar-benar hadir memberikan manfaat bagi umat serta masyarakat luas.