Rezeki: Antara Ikhtiar, Kegagalan, dan Rencana Besar Tuhan

Oleh: Dr. M. Hasyim Syamhudi, M.Si

Dosen Sosial Humaniora Universitas Nurul Jadid

Sering kali kita memahami rezeki sebatas uang, pekerjaan, atau penghasilan. Padahal, kalau mau sedikit jujur dan lebih luas melihat, rezeki itu tidak sesempit itu.

Nafas yang masih teratur, tubuh yang sehat, hati yang tenang, bahkan kesempatan untuk bangkit setelah jatuh—itu semua juga rezeki.

Dalam bahasa sederhana, rezeki adalah segala sesuatu yang membuat hidup kita tetap berjalan dan bermakna. Ada yang terlihat—seperti makanan, tempat tinggal, dan penghasilan. Ada juga yang tidak terlihat—seperti ketenangan batin, kebahagiaan, dan rasa cukup. Keduanya sama pentingnya.

Menariknya, dalam ajaran Islam, rezeki telah dijamin. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an: QS. Hūd [11]: 6 “Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).”

Namun, jaminan tersebut tidak boleh dipahami secara keliru. Kepastian rezeki bukan alasan untuk berdiam diri tanpa usaha, melainkan penegasan bahwa setiap makhluk memiliki bagian yang harus dijemput melalui ikhtiar.

Justru, manusia diperintahkan untuk bergerak, berusaha, dan bekerja. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an: QS. Al-‘Ankabūt [29]: 17 “Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, sembahlah Dia, dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.”

Dalam konteks ini pemikiran Ibnu Khaldun menjadi sangat menarik. Ia melihat rezeki bukan sekadar “apa yang kita miliki”, tetapi “apa yang benar-benar kita manfaatkan”. Uang yang hanya disimpan tanpa memberi nilai bagi kehidupan, menurutnya, belum sepenuhnya bisa disebut rezeki.

Lebih jauh lagi, Ibnu Khaldun mengaitkan rezeki dengan kerja, produksi, dan pengelolaan sumber daya. Ketika manusia bekerja, mengolah, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, di situlah rezeki bergerak. Bahkan sisa dari hasil itu bisa menjadi modal untuk berkembang lebih besar di masa depan.

Lalu bagaimana dengan kegagalan?

Di sinilah sering kali kita keliru. Kita menganggap gagal sebagai akhir, padahal bisa jadi itu hanya jeda. Bahkan dalam Al-Qur’an: QS. Yusuf [12]: 87 manusia diingatkan untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah.

Kegagalan, kalau dilihat dengan kacamata yang lebih jernih, sering kali adalah bagian dari desain besar yang tidak kita pahami. Kita punya rencana, tapi Tuhan punya skenario.

Contoh sederhana—dan dekat dengan kehidupan kita—adalah kisah Brian Acton. Ia pernah ditolak bekerja di Facebook. Kalau saat itu ia diterima, mungkin dunia tidak akan pernah mengenal WhatsApp seperti sekarang.

Ironisnya, justru Facebook yang dulu menolaknya, akhirnya membeli WhatsApp dengan nilai fantastis. Dari kegagalan, lahir peluang yang jauh lebih besar.

Dari sini kita belajar satu hal penting: gagal bukan berarti tidak dapat rezeki. Bisa jadi, kita sedang diarahkan menuju bentuk rezeki yang lebih tepat.

Akhirnya, hidup ini bukan soal cepat atau lambat mendapatkan hasil. Tapi soal bagaimana kita terus berusaha, menjaga niat, dan tetap percaya bahwa setiap proses—termasuk yang pahit—ada dalam rencana-Nya.

Rezeki itu pasti datang. Tugas kita hanya dua: menjemputnya dengan usaha, dan memanfaatkannya dengan bijak. Semoga kita semua diberi kemampuan untuk mencari rezeki yang halal, baik, dan membawa keberkahan.

LP Pomas Unuja Gelar Refleksi Akhir Tahun 2024 dan Penghargaan Kompetisi Ilmiah dan Debat

Probolonggo, Berdampak.net – Lembaga Pembinaan Pondok Mahasiswa (LP.Pomas) Universitas Nurul Jadid (Unuja), sukses gelarkan berbagai kegiatan dalam rangka menyambut Haul Masyayikh dan Harlah ke-76 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kegiatan tersebut, mencakup Kompetisi Karya Tulis Ilmiah tingkat nasional, Kompetisi Debat Bahasa Indonesia tingkat lokal, dan puncaknya, acara Refleksi Akhir Tahun 2024 bertajuk “Membangun Generasi Unggul: Harmoni Antara Keilmuan dan Moralitas.”

Acara yang berlangsung pada Senin, 30 Desember 2024, ini dihadiri langsung oleh KH. Muhammad Al-Faiz Sa’adi dan dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang kompetisi.

Kompetisi Karya Tulis Ilmiah menarik 327 peserta dari 67 perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta, dengan cakupan jenjang S1 hingga S3.

“Ini membuktikan bahwa Universitas Nurul Jadid mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Dr. M. Hasan Baharun, Wakil Rektor III Universitas Nurul Jadid, dalam pidatonya.

Menurut Hasan Baharun, keberhasilan ini menunjukkan kualitas literasi Universitas Nurul Jadid yang terus berkembang. “Sejak 2017, kita telah menjadi kiblat literasi ilmiah. Meski berada di lokasi sederhana, kualitas akademik kita tidak diragukan lagi,” tambahnya.

Wakil Rektor III, juga menyampaikan bahwa Universitas Nurul Jadid memberikan berbagai opsi bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studi, seperti melalui jalur skripsi, publikasi jurnal ilmiah, atau penerbitan buku. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen Universitas dalam memajukan literasi dan akademik.

Sebelum menutup pidatonya, Wakil Rektor III, mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan tahun 2025 sebagai momentum perubahan. “Mari kita terus menulis, belajar, dan berkontribusi melalui karya-karya ilmiah yang mampu menggoyang dunia,” ajaknya.

Tak hanya itu, bagian dari rangkaian kegiatan Haul Masyayikh dan Harlah ke-76 Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kompetisi Debat Bahasa Indonesia tingkat lokal pun berhasil menarik partisipasi mahasiswa S1 dan S2 dari berbagai jurusan di Universitas Nurul Jadid.

Kompetisi ini menjadi wadah pengembangan kemampuan berpikir kritis, komunikasi efektif, dan penyampaian argumen berbasis data yang logis.

“Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan intelektual mahasiswa tetapi juga membangun rasa percaya diri mereka dalam menyampaikan ide di ruang publik,” ujar Moh. Jasri, Kepala LP.Pomas Universitas Nurul Jadid.

Moh. Jasri menegaskan bahwa, LP.Pomas akan terus menjadi motor penggerak pengembangan kapasitas mahasiswa Unuja, agar menjadi generasi unggul yang memadukan keilmuan dan moralitas sebagai bekal untuk masa depan.


Daftar Pemenang Kompetisi Karya Tulis Ilmiah dan Penghargaan diumumkan dalam acara tersebut dan menerima penghargaan:

Juara 1: M. Aqil Fahmi Sanjani (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang) – Tropi, sertifikat, dan uang tunai Rp1.000.000.

Juara 2: Unzilah Khomairotusshiyama (Universitas Nurul Jadid Paiton) – Tropi, sertifikat, dan uang tunai Rp850.000.

Juara 3: Zulfahmi (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal) – Tropi, sertifikat, dan uang tunai Rp650.000.

Selain itu, jurnal 10 terbaik ke-2 dan ke-3 mendapatkan sertifikat serta kesempatan publikasi gratis.

Daftar 10 Jurnal Terbaik:

  1. Alwi Padly Harahap, dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal, Sumatera Utara
  2. Aminatun, dari Universitas Islam Madura
  3. Muhammad Akhyar Aji Saputra Universitas Islam Jember
  4. Esty Cahyaningsih, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  5. Maskuri Abdul Rohman Institut Agama Islam Faqih Asy’ari Kediri, Jawa Timur
  6. Sofia Annisa Rahma, Universitas Negeri Surabaya, Jawa Timur
  7. Natasha Meisya Putri, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Jawa Tengah
  8. Nadiatul Maziyyah Attarwiyah, Universitas Islam Kiai Haji Achmad Siddiq, Jember,
  9. Istianatul Imamah, Universitas KH. Mukhtar Syafaat Banyuwangi
  10. Arman STKIP PGRI Sumenep, Jawa Timur
  11. Muhammad Nur Fathoni, Institut Agama Islam Negeri Metro Indonesia
  12. Mujiburrohman Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo
  13. Neng Siska Fitriani, Universitas Pakuan, Jawa Barat
  14. Agus Setiyono, Universitas Negeri Malang, Jawa Timur
  15. I Made Dharma Adnyana, Politeknik Transportasi Tabanan Bali
  16. Nurul Rezki Awaliah S, Institut Agama Islam Negeri Parepare, Sulawesi Selatan
  17. Endriyani Lestari, Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah
  18. Muhammad Zaki Maulana, Universitas Nurul Jadid
  19. Ahmad Nadif Sanafiri, Universitas Nurul Jadid
  20. Arifurrohman, Universitas Islam Jember, Jawa Timur
  21. Ahmad Zainullah, Universitas Islam Malang, Jawa Timur
  22. Rinta Anisaturrizqi, Universitas Islam Jember, Jawa Timur

Daftar Pemenang Kompetisi Debat Bahasa Indonesia Tingkat Universitas Nurul Jadid, diumumkan dalam acara tersebut dan menerima penghargaan:

Juara 1 diraih oleh Tim: Mujiburrohman dan Rahmat Shulhani, (S2 Manajemen Pendidikan Islam, Pascasarjana Unuja) – piagam penghargaan dan uang tunai Rp400.000

Juara 2 diraih oleh Tim: Irzam Abdellah dan Saiq Khayran, (S1 Keperawatan, Fakultas Kesehatan dan S1 Hukum Fakultas Sosial Humaniora) – piagam penghargaan dan uang tunai Rp300.000

Juara 3 diraih oleh Tim: Basmalia Silvi Tauhid dan Dina Khilyatus, (S1 Keperawatan, Fakultas Kesehatan Unuja) – piagam penghargaan dan uang tunai Rp200.000. (fiq)

Asah Public Speaking dan Logical Thinking, LP POMAS Sukses Gelar Kompetisi Debat Ilmiah Mahasiswa UNUJA

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam rangkaian acara Refleksi Akhir Tahun, Haul Masyayikh, dan Harlah ke-76 Pondok Pesantren Nurul Jadid, Lembaga Pembinaan Pondok Mahasiswa (LP. POMAS) Universitas Nurul Jadid sukses menyelenggarakan Kompetisi Debat Ilmiah Bahasa Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada 26 Desember 2024 di Gedung Rektorat Universitas Nurul Jadid, menghadirkan atmosfer akademik yang hangat dengan tujuan utama meningkatkan kemampuan public speaking, pengetahuan, dan pemikiran kritis mahasiswa.

Sebanyak 12 tim dari berbagai program studi bersaing untuk menunjukkan kemampuan mereka, meskipun 4 tim harus gugur di tahap awal, menyisakan 8 tim yang bertarung di babak penyisihan hingga final. Kompetisi ini menghadirkan juri profesional, seperti Dr. Mushafi Miftah, untuk tahap penyisihan hingga semifinal, dan Ahmad Sahidah, Ph.D untuk babak final.

Dalam perhelatan kompetisi Debat Ilmiah Mahasiswa kali ini, isu hangat yang diusung sebagai mosi debat adalah Peningkatan kualitas pendidikan adab untuk Gen-Z, Lembaga keuangan Syari’ah sebagai sarana peningkatan kesejahteraan untuk masyarakat, dan Kebijakan peningkatan pertanian berkelanjutan (sustainable farming). Pada babak Final merupakan impromptu motion yang diberikan beberapa saat sebelum pertandingan mengenai isu yang tengah kontroversial di seantero negeri tentang kebijakan Pemerintah Menaikkan PPN 12%, Untuk Rakyat atau Elit?

Kepala LP. POMAS, Moh. Jasri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin yang bertujuan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melatih keterampilan berbicara di depan umum serta argumen logis. “Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembudayaan kegiatan ilmiah di lingkungan kampus, sekaligus memperingati Haul Masyayikh dan Harlah ke-76 Pondok Pesantren Nurul Jadid,” ujarnya.

Salah satu peserta, Rahmat Shulhani, memberikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan kegiatan ini. “Saya bersyukur LP POMAS UNUJA tetap konsisten menyelenggarakan kegiatan positif ini, karena menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan minat dan bakat mereka dalam public speaking,” katanya.

Usai pertarungan sengit bergulir, para pemenang pun ditentukan berdasarkan kualitas argumentasi, keterampilan berbicara, penggunaan bukti, dan etika berbicara. Juara Kompetisi Debat Ilmiah mahasiswa UNUJA tahun 2024 diraih oleh Juara 1 atas nama Mujiburrohman (Sumba Barat, NTT) dan Rahmat Shulhani (Situbondo), Mahasiswa Pascasarjana (S2) Manajemen Pendidikan Islam. Juara 2 atas nama Irzam Abdellah (S1 Keperawatan) dan Saiq Khayran (S1 Hukum Sosial Humaniora), sedangkan Juara 3 diberikan kepada  Basmalia Silvi Tauhida dan Dina Khilyatus Sofiah, Mahasiswa S1 Keperawatan. Pengumuman pemenang dan pembagian hadiah akan dilakukan pada Malam Puncak Refleksi Akhir Tahun 2024, yang digelar malam ini, 30 Desember 2024, di Aula 2 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Acara ini diharapkan menjadi penutup tahun yang berkesan sekaligus memotivasi mahasiswa untuk terus berkontribusi dalam kegiatan akademik di masa mendatang. (fiq)

UNUJA Probolinggo Memulai Benchmarking dan Kolaborasi Internasional di China

Jiangsu, China, Berdampak.net – Pada tanggal 17 Juli 2024, Universitas Nurul Jadid (UNUJA) memulai serangkaian kegiatan Benchmarking dan Kolaborasi Internasional dengan beberapa perguruan tinggi mitra di China. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 17 hingga 24 Juli 2024 dan melibatkan beberapa tokoh penting dari UNUJA, termasuk Rektor UNUJA sekaligus Kepala Pesantren Nurul Jadid, KH. Abd. Hamid Wahid, M.Ag., dan jajaran wakil rektor serta staf lainnya.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mempelajari praktik terbaik dalam manajemen perguruan tinggi dan tata kelola kelembagaan di lembaga mitra internasional, khususnya di China. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempercepat pengembangan jejaring internasional UNUJA menuju pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Menurut KH. Abd. Hamid Wahid, “Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pencapaian visi UNUJA dan Pesantren sebagai lembaga dakwah dan pendidikan yang berkontribusi terhadap peradaban masyarakat Indonesia dan dunia.”

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak dari UNUJA, termasuk Wakil Rektor II KH. Najiburrahman Wahid, M.A., Wakil Rektor IV KH. Faiz, M.Fil.I., Wakil Rektor I M. Noer Fadli Hidayat, M.Kom., Sekretaris Pesantren H. Tahiruddin, M.M., Direktur Klinik Azzainiyah Dr. Hj. Khodijatul Qodriyah, A.P., Kepala LP3M Dr. Achmad Fawaid, M.A., M.A., Kepala Humas Mohammad Bahrul Ulum, M.Fil.I., serta tim multimedia dan staf rektorat.

Hari pertama kegiatan diadakan di Agri Animal Husbandry Vocational College, Jiangsu, di mana delegasi UNUJA disambut dengan hangat oleh pihak tuan rumah. Pertemuan ini bertujuan untuk mempelajari manajemen perguruan tinggi dan tata kelola kelembagaan yang efektif. Kegiatan dilanjutkan dengan tur kampus dan diskusi mendalam mengenai kurikulum dan program studi yang ditawarkan.

Keesokan harinya, pada tanggal 18 Juli, rombongan UNUJA berkesempatan untuk mengunjungi berbagai tempat ikonik di Shanghai dalam kegiatan City Tour. Ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk lebih mengenal budaya dan perkembangan kota terbesar di China ini.

Hari ketiga diisi dengan kunjungan ke Shandong Foreign Trade Vocational College. Di sini, delegasi UNUJA mendapatkan wawasan berharga mengenai perdagangan internasional dan hubungan bisnis global. Diskusi yang dilakukan fokus pada peluang kerjasama akademik dan penelitian bersama yang dapat diimplementasikan di masa depan.

Pada tanggal 20 Juli, UNUJA mengunjungi Beijing Foreign Studies University dan Kedutaan Besar Indonesia di Beijing. Kunjungan ini penting untuk memperkuat hubungan bilateral dan mempromosikan kerjasama lebih lanjut antara kedua negara dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.

Kegiatan di hari kelima meliputi City Tour ke beberapa tempat bersejarah di Beijing, seperti Tian An Men Square dan Wangfujing Street. Kunjungan ini tidak hanya memberikan wawasan sejarah, tetapi juga mempererat hubungan antar peserta melalui pengalaman bersama.

Hari keenam, delegasi UNUJA mengakhiri perjalanan mereka dengan mengunjungi beberapa tempat wisata terkenal di Guangzhou, termasuk Huaisheng Mosque, Yuexiu Park, Five Ram Statue, dan Guangzhou Tower. Kegiatan ini menekankan pentingnya memahami dan menghargai keragaman budaya di China.

Dengan kegiatan ini, UNUJA berharap dapat memperkuat jejaring internasional, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mempromosikan budaya Indonesia di kancah global. (fiq)