Alumni SMADA Sambang Sekolah, Dukung SIKAP Lewat Donasi Bibit Hidroponik

Sampang – Kepedulian terhadap dunia pendidikan tidak selalu berhenti setelah seseorang menyelesaikan masa sekolahnya. Semangat tersebut ditunjukkan oleh Mas Ardi, alumni SMA Negeri 2 Sampang (SMADA) yang kini berkiprah sebagai Penyuluh Pertanian Kabupaten Sampang, dengan kembali menyambangi almamaternya sebagai wujud kepedulian terhadap pengembangan program SIKAP (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan).

Dalam kunjungannya ke SMADA, Mas Ardi turut memberikan dukungan nyata berupa bantuan bibit kangkung, sawi, dan selada untuk dikembangkan dalam project hidroponik di Green House SMADA. Bantuan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan program ketahanan pangan berbasis sekolah sekaligus menjadi media pembelajaran kontekstual bagi peserta didik.

Program hidroponik di Green House SMADA tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan tanaman pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang memperkenalkan peserta didik pada praktik pertanian modern, pemanfaatan teknologi sederhana, serta pentingnya menjaga ketahanan pangan sejak dini.

Kehadiran alumni yang terlibat langsung dalam pengembangan program sekolah menjadi energi positif bagi SMADA. Kolaborasi antara alumni, sekolah, dan sektor pertanian menunjukkan bahwa pendidikan akan semakin kuat ketika didukung oleh berbagai pihak yang memiliki kepedulian dan komitmen terhadap masa depan generasi muda.

Sebagai seorang penyuluh pertanian, Mas Ardi juga memiliki pengalaman dan pengetahuan yang relevan untuk mendukung pengembangan project hidroponik di sekolah. Sinergi tersebut diharapkan dapat membuka ruang pembelajaran yang lebih luas bagi siswa, khususnya dalam mengenal dunia pertanian, inovasi teknologi pangan, serta peluang pengembangan pertanian berkelanjutan.

Bagi SMADA, dukungan alumni bukan sekadar bantuan bibit, tetapi merupakan bentuk nyata “kembali memberi untuk almamater”. Setiap bibit yang ditanam menjadi simbol kepedulian, kolaborasi, dan harapan agar program SIKAP terus tumbuh serta memberikan manfaat bagi warga sekolah.

Melalui SIKAP, SMADA terus mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan, kreatif dalam berinovasi, dan memiliki kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan.

Dari alumni untuk almamater, dari Green House untuk pembelajaran, dan dari SMADA untuk masa depan ketahanan pangan. Semangat kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah kecil yang terus tumbuh menjadi gerakan besar dalam membangun budaya sekolah yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan.

Jum’at Bersih SMADA: Menjaga Budaya Sekolah Terawat, Menguatkan Komitmen Sang Juara

Sampang, Berdampak.net– Semangat menjaga lingkungan sekolah tetap bersih, sehat, nyaman, dan asri terus digaungkan oleh keluarga besar SMA Negeri 2 Sampang. Melalui Gerakan Jum’at Bersih yang terintegrasi dalam program SIKAP, seluruh warga sekolah kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya positif dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan SMA 2 Sampang dalam mempertahankan predikat sebagai sang juara bertahan Lomba Apresiasi Sekolah Terawat 2026 yang diselenggarakan oleh Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur.

Gerakan Jum’at Bersih tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan membersihkan lingkungan sekolah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi peserta didik untuk menumbuhkan sikap disiplin, gotong royong, tanggung jawab, kepedulian, serta kesadaran bahwa kebersihan merupakan bagian penting dari karakter warga sekolah.

Kepala SMA 2 Sampang terus mendorong agar budaya sekolah terawat tidak berhenti pada sebuah perlombaan maupun penghargaan, tetapi menjadi kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Predikat juara adalah sebuah apresiasi, tetapi mempertahankan budaya sekolah yang bersih, sehat, tertib, dan nyaman adalah sebuah komitmen. Karena sekolah terawat bukan hanya tentang lingkungan yang terlihat bersih, tetapi tentang sikap dan karakter seluruh warga sekolah dalam menjaganya,” demikian semangat yang terus dibangun dalam pelaksanaan Gerakan Jum’at Bersih.

Program tersebut juga menjadi wujud dukungan SMA 2 Sampang terhadap berbagai program strategis yang berdampak bagi masyarakat dan dunia pendidikan di Jawa Timur, termasuk semangat membangun lingkungan pendidikan yang sehat, nyaman, berkarakter, dan mampu memberikan dampak positif bagi peserta didik.

Dengan mengintegrasikan kebersihan lingkungan ke dalam program SIKAP, SMA 2 Sampang berupaya membentuk ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik dan nonakademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan budaya hidup bersih.

Semangat gotong royong yang terlihat dalam Gerakan Jum’at Bersih menjadi bukti bahwa mempertahankan predikat Sekolah Terawat membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah. Guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik bergerak bersama dalam satu semangat: sekolah bersih, sekolah sehat, sekolah nyaman, dan sekolah berprestasi.

Sebagai sang juara bertahan, SMA 2 Sampang ingin membuktikan bahwa prestasi bukanlah garis akhir. Justru, prestasi menjadi energi untuk terus berbenah, berinovasi, dan memberikan dampak yang lebih luas.

Dari Jum’at Bersih lahir kebiasaan. Dari kebiasaan tumbuh karakter. Dari karakter lahir generasi yang peduli dan bertanggung jawab. Inilah semangat SMA 2 Sampang untuk terus menjaga budaya sekolah terawat dan menghadirkan pendidikan yang berdampak bagi masa depan generasi muda Jawa Timur. (rh)

UB Peringkat Kedua Maba Terbanyak 2026, Bukti Daya Tarik Kampus & Lingkungan Kemahasiswaan yang konsisten

Malang, Berdampak.net – Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun 2026 kembali menjadi sorotan publik karena memperlihatkan tingginya minat calon mahasiswa terhadap perguruan tinggi negeri. Di tengah persaingan yang semakin ketat, sejumlah kampus berhasil menarik perhatian dengan jumlah mahasiswa baru yang besar. Salah satu yang menonjol adalah Universitas Brawijaya (UB)yang menempati posisi kedua dalam daftar kampus dengan Maba terbanyak tahun 2026.

Berdasarkan informasi yang beredar, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menjadi kampus peringkat teratas dengan jumlah mahasiswa baru sekitar 20.000. Namun, di bawahnya, Universitas Brawijaya (UB) menunjukkan capaian yang kuat dengan total sekitar 17.000 mahasiswa baru. Dengan angka tersebut, UB tidak hanya mempertahankan reputasinya sebagai salah satu kampus favorit, tetapi juga memperlihatkan konsistensi daya tariknya di mata lulusan SMA/SMK dan sederajat.

Penilaian masyarakat terhadap UB juga terlihat dari luasnya minat pada berbagai program studi yang dimiliki. Sejumlah jurusan yang dinilai memiliki prospek kerja dan peluang studi lanjut terus menjadi daya tarik utama. Selain itu, UB juga dinilai mampu menjaga daya saing akademik sekaligus menghadirkan lingkungan kampus yang dinamis melalui beragam kegiatan mahasiswa, baik di bidang akademik, organisasi, maupun pengembangan talenta.

Menariknya, pencapaian UB pada tahun ini semakin menguatkan posisi UB dalam peta persaingan PMB. Jika dibandingkan dengan kampus lain, UB berada di bawah UNESA namun tetap melampaui kampus-kampus besar lainnya yang berada pada peringkat berikutnya. Setelah UB, daftar tersebut menyebut Universitas Diponegoro (UNDIP) di posisi ketiga dengan 16.267 mahasiswa baru, lalu Universitas Indonesia (UI) di posisi keempat dengan 14.172 mahasiswa baru. Artinya, UB memiliki jarak capaian yang cukup meyakinkan dalam persaingan ketat penerimaan mahasiswa baru.

Tingginya jumlah mahasiswa baru di UB dapat dibaca sebagai hasil dari beberapa faktor. Pertama, nama besar dan rekam jejak UB sebagai kampus negeri yang telah lama dikenal memiliki program studi beragam dan kontribusi akademik yang kuat. Kedua, minat masyarakat terhadap UB juga dipengaruhi oleh ketersediaan jalur masuk dan strategi informasi yang menjangkau calon mahasiswa lebih luas. Ketiga, UB kerap dipersepsikan sebagai kampus yang mampu memfasilitasi mahasiswa untuk berkembang melalui kegiatan berbasis prestasi dan penguatan karakter.

Selain itu, momen PMB tahun 2026 ini juga menjadi penanda bahwa kebutuhan pendidikan berkualitas masih terus meningkat. Calon mahasiswa tidak hanya mempertimbangkan faktor “universitas favorit”, tetapi juga menimbang hal-hal seperti arah karier, peluang kerja, ekosistem kampus, organisasi kemahasiswaan kampus serta kualitas pembelajaran. UB, dengan posisinya sebagai kampus peringkat kedua, dinilai berhasil memenuhi ekspektasi tersebut—sehingga berkontribusi pada besarnya jumlah pendaftar dan pada akhirnya jumlah mahasiswa baru yang diterima.

Ke depan, dengan banyaknya mahasiswa baru yang masuk, UB diharapkan terus memastikan kesiapan layanan perkuliahan. Mulai dari kesiapan orientasi mahasiswa, penguatan sistem akademik, ketersediaan fasilitas pendukung, hingga pendampingan agar transisi mahasiswa dari sekolah ke kampus berjalan lancar. Sebab, peningkatan jumlah mahasiswa baru yang tinggi idealnya juga diiringi kualitas pengalaman belajar yang konsisten.

Fenomena ini pada akhirnya memperlihatkan bahwa UB bukan sekadar ikut bersaing dalam penerimaan mahasiswa baru, melainkan menjadi salah satu kampus yang benar-benar diperhitungkan. Peringkat kedua dengan sekitar 17.000 mahasiswa baru menjadi sinyal kuat bahwa UB tetap menjadi pilihan utama bagi banyak calon mahasiswa pada tahun 2026.

Inovasi Kepala SMA 2 Sampang Semakin Nyata, Kelas Kreasi Wujudkan Sekolah sebagai Rumah Kreativitas Siswa

SAMPANG, Berdampak.net — Inovasi pendidikan di SMA 2 Sampang terus berkembang. Di bawah kepemimpinan Dimas Bayu Perdana Putra, M.Pd, sekolah tersebut kembali menghadirkan terobosan melalui Kelas Kreasi, sebuah program yang dirancang untuk menjadi ruang tumbuh bagi bakat, minat, kreativitas, dan karakter peserta didik.

Pembukaan Kelas Kreasi berlangsung dengan penuh antusias dan turut dihadiri oleh para wali murid. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur, yang turut memberikan dukungan terhadap upaya sekolah dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang berpihak pada pengembangan potensi siswa.

Kelas Kreasi bukan sekadar program tambahan, tetapi diproyeksikan menjadi bagian dari hidden curriculum dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMA 2 Sampang. Konsep ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar, berkreasi, berkolaborasi, dan mengembangkan kemampuan sesuai dengan bakat serta minat masing-masing.

Enam bidang Kelas Kreasi yang dikembangkan meliputi Kelas Kreasi Seni, Kelas Kreasi Keagamaan, Kelas Kreasi Bela Negara, Kelas Kreasi Bahasa Asing, Kelas Kreasi Olahraga, dan Kelas Kreasi Multimedia.

Keenam bidang tersebut menjadi gambaran bahwa SMA 2 Sampang berupaya membangun pendidikan yang lebih komprehensif. Sekolah tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap karakter, kreativitas, keterampilan, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, kebugaran, hingga literasi digital siswa.

Kepala SMA 2 Sampang, Dimas Bayu Perdana Putra, M.Pd, mengatakan bahwa sekolah harus mampu menjadi tempat yang memberikan ruang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk berkembang.

“Kami ingin menjadikan sekolah bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi juga rumah bagi kreativitas siswa. Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Tugas kita adalah memberikan ruang, pendampingan, dan kesempatan agar potensi tersebut dapat berkembang menjadi prestasi dan karya,” ungkapnya.

Penerapan Kelas Kreasi dalam hidden curriculum diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan, bekerja sama, berkomunikasi, berkreasi, serta menghasilkan karya nyata.

Kehadiran para wali murid dalam pembukaan program ini juga menjadi bagian penting dari penguatan sinergi antara sekolah dan keluarga. Dukungan orang tua diharapkan semakin memperkuat proses pendampingan siswa dalam mengembangkan potensi mereka.

Langkah inovatif tersebut sekaligus mempertegas arah pengembangan SMA 2 Sampang sebagai sekolah yang adaptif terhadap perubahan zaman, terbuka terhadap kreativitas, dan konsisten memberikan ruang bagi setiap peserta didik untuk tumbuh sesuai potensinya.

Dengan semangat “sekolah sebagai rumah kreativitas”, Kelas Kreasi diharapkan mampu melahirkan generasi SMA 2 Sampang yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif, berkarakter, percaya diri, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dari ruang kelas lahir pengetahuan, dari Kelas Kreasi lahir karya, dan dari inovasi sekolah lahir generasi yang siap mengukir prestasi. (rh)

Kepala SMA 2 Sampang Raih Penghargaan Kepala Sekolah Penggerak, Tegaskan Kepemimpinan Muda yang Inovatif dan Inspiratif

SAMPANG, Berdampak.net — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMA 2 Sampang. Kepala SMA 2 Sampang berhasil meraih penghargaan sebagai Kepala Sekolah Penggerak dalam Apresiasi Sekolah Terawat Cabang Dinas Pendidikan Sampang Tahun 2026. Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen kepemimpinan sekolah dalam membangun budaya pendidikan yang inovatif, inspiratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.

Capaian tersebut semakin istimewa karena sosok kepala sekolah yang meraihnya dikenal sebagai kepala sekolah muda yang inovatif, bertalenta, dan memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan kompetensi pendidikan. Sebelum dipercaya memimpin satuan pendidikan, ia telah melalui berbagai pengalaman dan peran strategis dalam ekosistem pendidikan, mulai dari Guru Penggerak, Pengajar Praktik, Fasilitator hingga Instruktur.

Berbekal pengalaman tersebut, kepemimpinan di SMA 2 Sampang tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pada terciptanya lingkungan sekolah yang nyaman, tertata, bersih, sehat, kreatif, dan mampu memberikan ruang tumbuh bagi seluruh warga sekolah.

Penghargaan Kepala Sekolah Penggerak – Apresiasi Sekolah Terawat Cabang Dinas Pendidikan Sampang 2026 menjadi salah satu refleksi atas kerja bersama seluruh warga SMA 2 Sampang. Kepala sekolah tidak berdiri sendiri dalam pencapaian ini, melainkan menjadi penggerak yang mengorkestrasi guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta seluruh elemen sekolah untuk bergerak dalam satu visi.

Jejak profesional kepala sekolah tersebut juga diperkuat dengan keberhasilannya menyelesaikan program manajerial serta BCKS (Bakal Calon Kepala Sekolah) Jawa Timur. Kompetensi tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan kepemimpinan sekolah yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis inovasi.

Bagi SMA 2 Sampang, penghargaan ini bukan sekadar sebuah piala atau apresiasi, tetapi menjadi energi baru untuk terus bergerak dan berbenah. Sekolah terawat dimaknai bukan hanya sebagai lingkungan fisik yang bersih dan rapi, tetapi juga sebagai ekosistem pendidikan yang mampu merawat karakter, potensi, kreativitas, dan masa depan peserta didik.

Kepala SMA 2 Sampang menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari kolaborasi dan komitmen seluruh warga sekolah. Semangat yang dibangun adalah bahwa setiap perubahan positif harus dimulai dari langkah kecil, dilakukan secara konsisten, dan dikerjakan bersama-sama.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan pendidikan terbaik. Sekolah yang terawat bukan hanya tentang lingkungan yang tertata, tetapi bagaimana kita bersama-sama merawat semangat belajar, karakter, prestasi, dan mimpi setiap peserta didik,” demikian semangat yang menjadi landasan kepemimpinan SMA 2 Sampang.

Ke depan, SMA 2 Sampang berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai inovasi pendidikan dan memperkuat budaya positif sekolah. Sosok kepala sekolah muda dengan pengalaman sebagai Guru Penggerak, Pengajar Praktik, Fasilitator, Instruktur, serta lulusan manajerial dan BCKS Jawa Timur tersebut diharapkan mampu menjadi lokomotif perubahan yang membawa SMA 2 Sampang semakin maju, berprestasi, dan adaptif menghadapi tantangan pendidikan masa depan.

Dari sekolah yang terawat, lahir lingkungan belajar yang hebat. Dari pemimpin yang terus bergerak, lahir perubahan yang berdampak. SMA 2 Sampang membuktikan bahwa inovasi, kolaborasi, dan kepemimpinan yang visioner dapat menjadi kekuatan untuk mengantarkan sekolah menuju prestasi yang lebih tinggi. (rh)

SMKN 3 Probolinggo Perkuat Layanan melalui In House Training “Service Excellence for Level Up Performance”

Probolinggo, Berdampak.net — Dalam rangka memperkuat budaya kerja dan kualitas layanan di lingkungan sekolah, SMK Negeri 3 Kota Probolinggo menggelar kegiatan In House Training (IHT) bertema “Service Excellence for Level Up Performance”. Acara ini menjadi momentum penguatan kinerja melalui peningkatan kemampuan pelayanan, kerja sama, serta sikap profesional seluruh elemen sekolah.

Kegiatan IHT dibuka dengan rangkaian pembinaan kebangsaan, meliputi penyanyian Indonesia Raya dan Mars SMKN 3 Probolinggo. Selain itu, rangkaian perayaan tersebut turut menyertakan tema besar “Membangun Budaya Kerja Profesional, Kolaboratif, dan Berorientasi pada Pelayanan Prima” guna mewujudkan sekolah yang unggul, bermartabat, dan berwawasan global.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMKN 3 Probolinggo, Bapak Adi Abdullah, S.Pd., M.Pd. menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mempertegas arah budaya kerja sekolah. Ia juga mengungkapkan pentingnya orientasi pelayanan prima sebagai dasar dalam melayani kebutuhan peserta didik maupun seluruh pemangku kepentingan.

Acara berlangsung di Hall Adenium dan diikuti oleh para peserta dari lingkungan SMKN 3 Probolinggo. Setelah rangkaian pembukaan dan pengarahan, kegiatan dilanjutkan pada sesi pelatihan dengan pendekatan yang lebih aplikatif dan interaktif.

Pada sesi utama, peserta diberikan materi menggunakan metode Conceptual Loading Experiential Learning yang menggabungkan problem solver dan permainan misi. Melalui model pembelajaran tersebut, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga dilatih untuk menyelesaikan permasalahan layanan secara bersama-sama, meningkatkan komunikasi, serta memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan kerja.

Pelatihan juga diisi dengan penyampaian program dan arahan penguatan kompetensi, termasuk menekankan pembentukan budaya kerja inovatif serta berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Diharapkan, seluruh peserta mampu menerapkan hasil pelatihan ke dalam rutinitas kerja sehingga kualitas pelayanan di sekolah semakin meningkat. (rh)