Ajak Karnaval Edukatif, Bermartabat, dan Tidak Melanggar Syariat, MUI Kota Probolinggo Keluarkan Tausiyah

Probolinggo, Berdampak.net – Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kota Probolinggo, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo menerbitkan Tausiyah Nomor: 005/MUI/KTPRB/VIII/2026 tentang Pelaksanaan Perayaan dalam Rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) dan Hari Jadi Kota Probolinggo.

Tausiyah tersebut diterbitkan sebagai pedoman moral bagi Pemerintah Kota Probolinggo, panitia penyelenggara, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, peserta kegiatan, serta seluruh masyarakat agar pelaksanaan berbagai agenda peringatan berlangsung meriah, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama, etika, budaya, dan ketertiban umum.

Dalam tausiyahnya, MUI Kota Probolinggo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Probolinggo beserta seluruh elemen masyarakat atas semangat memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurut MUI, kemerdekaan merupakan nikmat Allah SWT sekaligus amanah para pendiri bangsa yang harus disyukuri dengan memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pembangunan, serta menghadirkan kehidupan masyarakat yang religius, beradab, dan bermartabat.

Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. Muhammad Sulthon, MA, menegaskan bahwa kemeriahan peringatan HUT Kemerdekaan hendaknya tidak hanya diwujudkan melalui kemegahan acara, tetapi juga tercermin dalam kualitas moral dan akhlak masyarakat.

“Peringatan Hari Kemerdekaan merupakan momentum untuk mensyukuri nikmat Allah SWT sekaligus mengenang jasa para pahlawan. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan hendaknya dilaksanakan secara kreatif, edukatif, santun, dan tidak bertentangan dengan ajaran agama, norma kesusilaan, maupun budaya luhur bangsa,” tegasnya.

Melalui tausiyah tersebut, MUI Kota Probolinggo menyampaikan lima poin utama. Pertama, mengimbau agar pelaksanaan karnaval dan pawai tidak menampilkan tarian, joget, maupun bentuk hiburan yang mengandung unsur pornografi, erotisme, kemaksiatan, atau perilaku yang bertentangan dengan ajaran agama, etika, dan budaya bangsa.

Kedua, seluruh peserta diharapkan menjaga kesopanan dalam berpakaian serta tidak menampilkan busana ataupun penampilan yang bertentangan dengan syariat Islam dan norma moral masyarakat, termasuk menghindari penampilan laki-laki menyerupai perempuan maupun perempuan menyerupai laki-laki.

Ketiga, MUI mengingatkan agar jadwal kegiatan memperhatikan waktu-waktu shalat. Panitia diharapkan memberikan kesempatan yang memadai kepada peserta untuk menunaikan ibadah tepat waktu sehingga semarak perayaan tidak mengabaikan kewajiban kepada Allah SWT.

Keempat, MUI mengajak masyarakat menjadikan HUT Kemerdekaan sebagai momentum memperkuat rasa syukur, mengenang jasa para pahlawan, meningkatkan semangat nasionalisme, mempererat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian sosial, sekaligus melakukan refleksi terhadap pembangunan demi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, makmur, dan berkeadaban.

Kelima, seluruh masyarakat diimbau menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, serta menghormati hak-hak pengguna jalan selama pelaksanaan kegiatan agar tercipta suasana yang aman, nyaman, tertib, dan penuh persaudaraan.

Sekretaris Umum MUI Kota Probolinggo, Drs. M. Dawam Ichsan, M.Si, berharap tausiyah ini menjadi pedoman moral yang dapat diimplementasikan oleh seluruh pihak.

“Kami berharap seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kota Probolinggo menjadi sarana memperkokoh iman, memperkuat akhlak, mempererat persatuan bangsa, serta membangun Kota Probolinggo yang religius, harmonis, maju, dan bermartabat,” ujarnya.

Tausiyah tersebut ditetapkan di Probolinggo pada 16 Safar 1448 H bertepatan dengan 31 Juli 2026, dan ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Kota Probolinggo Prof. Dr. KH. Muhammad Sulthon, MA bersama Sekretaris Umum Drs. M. Dawam Ichsan, M.Si.

MUI Kota Probolinggo berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjadikan momentum HUT RI dan Hari Jadi Kota sebagai wahana memperkuat semangat kebangsaan yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan, sehingga perayaan berlangsung semarak, tertib, aman, serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.

MUI Kota Probolinggo Keluarkan Tausiyah Penyikapan Perilaku LGBT

Probolinggo, Berdampak.net – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo menerbitkan Tausiyah Nomor: 004/MUI/KTPRB/VIII/2026 tentang Penguatan Pembinaan dan Penanganan Perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Kota Probolinggo. Tausiyah ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan keagamaan MUI dalam memberikan pandangan serta rekomendasi kepada Pemerintah Kota Probolinggo dan masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga, pembinaan generasi muda, serta menjaga kehidupan sosial yang religius, harmonis, sehat, aman, dan bermartabat.

Dalam tausiyah tersebut, MUI Kota Probolinggo menegaskan bahwa sebagai wadah berhimpunnya para ulama, zu’ama, dan cendekiawan muslim, MUI memiliki komitmen untuk mendukung terciptanya kemaslahatan umat melalui pendekatan yang edukatif, persuasif, dan rehabilitatif sesuai dengan nilai-nilai agama serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. Muhammad Sulthon, MA, menyampaikan bahwa fenomena perilaku LGBT dipandang perlu mendapat perhatian bersama melalui langkah-langkah pembinaan yang terukur dan kolaboratif.

“Tausiyah ini merupakan ikhtiar moral MUI untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ketahanan keluarga, menjaga generasi muda, dan menghadirkan kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, serta tetap mengedepankan pendekatan yang humanis sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.”

Melalui tausiyah tersebut, MUI Kota Probolinggo menyampaikan beberapa rekomendasi kepada Pemerintah Kota Probolinggo, antara lain:

  • Melakukan pendataan secara sistematis terhadap individu yang memerlukan pembinaan sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program yang tepat dengan tetap menjaga kerahasiaan data pribadi serta mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Menyelenggarakan program pembinaan dan edukasi secara komprehensif melalui kolaborasi lintas sektor yang mencakup aspek keagamaan, psikologis, sosial, dan kesehatan.
  • Mendorong penegakan hukum terhadap setiap pihak yang terbukti melakukan bujukan, paksaan, eksploitasi, atau tindakan melawan hukum lainnya untuk merekrut maupun mempengaruhi orang lain melakukan perbuatan yang dilarang oleh hukum, dengan proses yang profesional, proporsional, dan berdasarkan alat bukti yang sah.
  • Meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Probolinggo, DPRD, aparat penegak hukum, Kementerian Agama, MUI, FKUB, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh unsur terkait dalam upaya pembinaan generasi serta penguatan ketahanan keluarga.

Selain menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah, MUI Kota Probolinggo juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat pendidikan agama, akhlak, dan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembinaan generasi. Masyarakat juga diimbau untuk menghindari segala bentuk perundungan (bullying), kekerasan, maupun tindakan main hakim sendiri terhadap siapa pun.

MUI menegaskan pentingnya mengedepankan dakwah yang penuh hikmah, nasihat yang baik, serta pembinaan yang humanis kepada setiap warga masyarakat yang memerlukan pendampingan. Di samping itu, seluruh elemen masyarakat diajak bersama-sama menjaga lingkungan sosial yang kondusif, religius, aman, dan bermartabat sesuai dengan nilai-nilai agama, Pancasila, dan peraturan perundang-undangan.

Sekretaris Umum MUI Kota Probolinggo, Drs. M. Dawam Ichsan, M.Si, menyampaikan bahwa tausiyah ini diharapkan menjadi pedoman moral sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mewujudkan Kota Probolinggo yang semakin harmonis dan berkeadaban.

Tausiyah Nomor 004/MUI/KTPRB/VIII/2026 ditetapkan di Probolinggo pada 16 Safar 1448 H / 31 Juli 2026, dan ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. Muhammad Sulthon, MA, serta Sekretaris Umum, Drs. M. Dawam Ichsan, M.Si.

PPMPI Konsolidasikan Arah Pengembangan Prodi MPI Menuju Rekognisi Global

SITUBONDO, Berdampak.net – Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) Indonesia memperkuat konsolidasi nasional untuk mendorong Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) semakin adaptif, unggul dalam mutu akademik, dan berdaya saing menuju rekognisi global.

Komitmen tersebut menjadi semangat utama Temu Tahunan ke-13 PPMPI Indonesia yang berlangsung di Utama Raya Beach Hotel & Resort, Situbondo, Jawa Timur, 22–24 Juli 2026. Forum ini mempertemukan guru besar, pimpinan perguruan tinggi, pengelola program studi, dosen, dan akademisi MPI dari berbagai daerah untuk membangun kesamaan arah menghadapi transformasi pendidikan tinggi.

Mengangkat tema “Menavigasi MPI 5.0: Integrasi Kecerdasan Buatan, Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE), dan Riset Berdampak Menuju Rekognisi Global,” forum ini menegaskan bahwa pengembangan Prodi MPI harus menyentuh transformasi teknologi, kurikulum, penjaminan mutu, riset berdampak, dan jejaring akademik.

Memperkuat Konsolidasi Nasional

Ketua PPMPI, Prof. Dr. Sri Rahmi, M.A., menempatkan Temu Tahunan sebagai momentum memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarpengelola Prodi MPI. Tantangan yang dihadapi relatif sama: perkembangan teknologi, perubahan standar mutu, kebutuhan dunia kerja, kompleksitas kompetensi lulusan, hingga tuntutan riset yang memberikan manfaat nyata.

Dalam konteks tersebut, PPMPI menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman, sumber daya, dan praktik baik agar pengembangan program studi tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi tumbuh dan maju bersama.

Rangkaian kegiatan dikawal Ketua Tim Pengarah sekaligus Wakil Rektor III Universitas Nurul Jadid, Prof. Dr. KH. Hasan Baharun, M.Pd., bersama Ketua Panitia Dr. Abu Hasan Agus R., M.Pd.I., dan jajaran panitia Universitas Nurul Jadid.

AI, OBE, dan Transformasi MPI

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Prodi MPI. AI kini dimanfaatkan dalam pembelajaran, penelitian, analisis data, pelayanan akademik, hingga pengambilan keputusan kelembagaan.

Prodi MPI dituntut mempersiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan ekosistem pendidikan berbasis teknologi. Namun, pemanfaatan AI harus tetap kritis, etis, dan bertanggung jawab. Dalam pendidikan Islam, teknologi harus berjalan bersama nilai, integritas akademik, kepemimpinan, dan dimensi kemanusiaan.

Transformasi juga menyentuh kurikulum melalui pendekatan Outcome-Based Education (OBE). Kurikulum tidak cukup menjadi kumpulan mata kuliah, tetapi harus memastikan lulusan memiliki kompetensi relevan dengan kebutuhan lembaga pendidikan, masyarakat, dunia profesional, dan perkembangan zaman.

Komitmen tersebut diperkuat melalui peluncuran Buku Kurikulum MPI Berbasis OBE sebagai salah satu referensi bersama bagi pengembangan kurikulum Prodi MPI.

Dari Publikasi Menuju Riset Berdampak

Riset berdampak menjadi pilar penting menuju rekognisi global. Orientasi penelitian perlu bergeser dari sekadar mengejar jumlah publikasi menuju riset yang memiliki relevansi dan kontribusi nyata.

Bidang MPI memiliki ruang riset luas, mulai kepemimpinan dan mutu pendidikan, tata kelola pesantren, transformasi digital, sumber daya manusia, pembiayaan, kurikulum, hingga perlindungan peserta didik.

Riset MPI diharapkan tidak hanya menghasilkan artikel ilmiah, tetapi juga melahirkan model, kebijakan, sistem, instrumen, rekomendasi, dan inovasi yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan persoalan nyata pendidikan.

Mutu dan Jejaring Menuju Rekognisi Global

Rekognisi global tidak dapat dibangun sendiri. Kolaborasi diperlukan dalam penelitian, publikasi, pengembangan kurikulum, pertukaran akademik, dan penguatan sumber daya manusia.

Karena itu, Temu Tahunan juga memfasilitasi penandatanganan kerja sama MoU/PKS antarperguruan tinggi dan Program Studi MPI. Semangat internasionalisasi sebelumnya diperkuat melalui The 8th Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM) 2026, yang digelar secara daring pada 20 Juli 2026 sebagai bagian dari rangkaian Temu Tahunan.

Fondasi mutu turut diperkuat melalui Klinik Teknis Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0, penguatan kurikulum berbasis OBE dan riset berdampak, serta klinik pengelolaan jurnal internasional bereputasi dan nasional terakreditasi.

Temu Tahunan ke-13 PPMPI akhirnya menegaskan bahwa transformasi Prodi MPI membutuhkan pendekatan terpadu antara teknologi, kurikulum, mutu, riset, sumber daya manusia, dan jejaring kelembagaan.

Rekognisi global bukan sekadar simbol prestise, tetapi harus dibangun melalui mutu yang terjamin, kurikulum relevan, teknologi yang bertanggung jawab, riset berdampak, dan kolaborasi nyata.

Dari Situbondo, PPMPI menyatukan langkah: bergerak dari pertemuan menuju kolaborasi, dari jejaring menuju aksi bersama, dan dari keunggulan masing-masing program studi menuju kemajuan kolektif Manajemen Pendidikan Islam Indonesia di tingkat nasional dan global.

Rektor UNIRA Lepas Mahasiswa KKN Tematik 2026, Siap Dampingi Delapan Desa Wisata

Malang, Berdampak.net – Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang kembali menunjukkan komitmennya menjadi kampus berdampak melalui pengabdian masyarakat. Sebanyak 162 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 secara resmi diberangkatkan menuju delapan desa di Kabupaten Malang untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat selama lebih dari satu bulan, sepulu hari.

Seremonial pemberangkatan digelar di lapangan Kampus 1 Unira Malang, Senin (20/7/2026). Ini menjadi penanda dimulainya rangkaian KKN Tematik dengan mengusung tema “Penguatan Ekosistem Desa Wisata Berdampak dan Berkelanjutan.” Program KKN berlangsung mulai 20 Juli hingga 30 Agustus 2026 dan melibatkan mahasiswa lintas program studi yang akan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan (DPL).

Abdillah, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unira Malang mengatakan bahwa KKN Tematik bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa, maka mahasiswa harus menjalaninya dengan semangat.
“Kami ingin mahasiswa belajar dinamika di desa. Mereka akan belajar dengan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal, memperkuat kelembagaan desa wisata, mengoptimalkan promosi digital, meningkatkan kapasitas UMKM, hingga memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan sehingga desa mampu tumbuh secara mandiri,” jelas Abe sapaan karibya.

Sementara itu, Rektor Unira Malang, H. Imron Rosyadi Hamid, S.E., M.Si., Ph.D, dalam arahannya mengingatkan mahasiswa agar menjadikan masa pengabdian sebagai momentum menempa karakter kepemimpinan, integritas, serta kemampuan bekerja bersama masyarakat.
“KKN bukan sekadar hadir di desa, tetapi bagaimana mahasiswa mampu menjadi bagian dari masyarakat. Bangun komunikasi yang baik, hormati budaya lokal, dengarkan aspirasi masyarakat, kemudian hadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan desa. Jadilah duta Unira yang membawa manfaat dan meninggalkan jejak kebaikan,” dengan nada penuh harap oleh Gus IRH.

“Jaket (KKN-T) yang kalian kenakan itu bukan sekedar melindungi dari dingin atau lainnya, tapi simbol kebanggaan kampus yang harus dijaga,” imbuh Gus IRH.

Masih menurut Gus IRH, tema KKN tahun yang selaras dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan desa sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi baru. Melalui pendekatan kolaboratif, mahasiswa diharapkan mampu mendampingi kelompok masyarkat untuk memperkuat tata kelola destinasi wisata. meningkatkan literasi digital pelaku usaha, mengembangkan ekonomi kreatif, serta mendorong pengelolaan potensi wisata berbasis alam, relegi dan budaya.
Penyematan jaket KKN oleh Rektor dan Ketua Yayasan kepada perwakilan mahasiswa dan DPL, menjadi simbol amanah sekaligus tanggung jawab moral yang diemban seluruh peserta.

Selain itu, menambah suasana meriah ditandai dengan pemukualn kentongan dan paper confetti oleh Rektor dan pimpinan serta perwakilan dari mahasiswa.
Seremonial ditutup dengan pesan-pesan moral dan doa oleh KH. Dr. Romadlon Chatib, MH selaku Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Raden Rahmat Malang.
Kegiatan pemberangkatan dihadiri oleh Wakil Rektor 1 Dr.(Cand.) Sinolah, SAB.MAB., Wakil Rektor 3, Dr. Hasan Bisri, MPd. Wakil Rektor 4, Dr. Abdur Rofi Maulana, MPd, Dekan FEB, Dr. Yusuf Azwar Anas, SE.,MM, Dekan FISIP, Khusnul Hakim, MH., Kaprodi dilingkungan FEB dan Fisip, dosen pembimbing lapangan, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.

MUI Kecamatan Mayangan, Komisi Fatwa MUI dan IASS Gelar Diklat Fikih Darah Wanita di MTsN Kota Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net– Dalam upaya meningkatkan pemahaman keagamaan, khususnya terkait fikih perempuan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Mayangan bekerja sama dengan Komisi Fatwa MUI dan Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) menyelenggarakan Diklat Fikih Darah Wanita pada Senin, 15 Juni 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula MTsN Kota Probolinggo dan diikuti oleh para siswi serta guru.

Diklat ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya pemahaman hukum-hukum syariat yang berkaitan dengan haid, nifas, dan istihadhah. Materi yang disampaikan tidak hanya berorientasi pada aspek teoritis, tetapi juga memberikan panduan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam pelaksanaan ibadah.

Ketua MUI Kecamatan Mayangan Ustadz Asnafun dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemahaman fikih darah wanita merupakan bagian penting dari pendidikan keislaman yang sering kali belum dipahami secara mendalam oleh kalangan remaja putri.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang efektif untuk membekali peserta dengan pengetahuan yang benar sesuai tuntunan syariat Islam”, ujar Asnafun.

Para pemateri dari Komisi Fatwa MUI dan IASS menjelaskan berbagai persoalan yang sering dihadapi perempuan terkait hukum darah wanita, mulai dari batasan masa haid, nifas, istihadhah, hingga implikasinya terhadap pelaksanaan shalat, puasa, membaca Al-Qur’an, dan ibadah lainnya. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam memahami materi yang disampaikan.

Kepala MTsN Kota Probolinggo Abd. Manaf, S.Pd.I. menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi kepada MUI Kecamatan Mayangan, Komisi Fatwa, dan IASS atas inisiatif yang sangat bermanfaat bagi para siswi dan tenaga pendidik.

“Pendidikan fikih yang aplikatif sangat diperlukan untuk membentuk generasi muslimah yang cerdas, berakhlak, dan memahami kewajiban agamanya dengan baik”, tegas Manaf.

Melalui kegiatan ini, MUI Kecamatan Mayangan, Komisi Fatwa, dan IASS berharap dapat terus berkontribusi dalam penguatan literasi keagamaan di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda perempuan, sehingga mampu menjalankan ajaran Islam secara benar, moderat, dan penuh kesadaran. (fiq)

MUI Kota Probolinggo dan UNUJA Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah Bereputasi

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam upaya meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan memperkuat budaya akademik yang berintegritas, Komisi Penelitian dan Pengkajian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo bekerja sama dengan Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton menyelenggarakan Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah Bereputasi pada tanggal 12–14 Juni 2026 di Kampus Universitas Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo.

Kegiatan ini diikuti oleh pengurus Komisi Penelitian dan Pengkajian beserta Komisi Komunikasi dan Informasi MUI Kota Probolinggo yang dipersiapkan menjadi pengelola jurnal ilmiah MUI Kota Probolinggo yang berlatarbelakang sebagai akademisi, peneliti, dosen, pegiat literasi dan publikasi ilmiah dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Probolinggo dan sekitarnya.

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola jurnal dalam menerapkan tata kelola jurnal yang profesional, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan standar nasional maupun internasional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antar pengelola jurnal dalam mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah yang bereputasi.

Ketua Komisi Penelitian dan Pengkajian MUI Kota Probolinggo Dr. KH. Hefny yang juga dosen Unuja menyampaikan bahwa penguatan tata kelola jurnal ilmiah merupakan langkah strategis dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan berbasis riset yang berkualitas.

“Jurnal ilmiah merupakan instrumen penting dalam diseminasi hasil penelitian. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional agar mampu menghasilkan publikasi yang kredibel, berkualitas, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta kemaslahatan umat,” ujar Ra Hefny.

Sementara itu, Prof. Hasan Baharun Wakil Rektor III Universitas Nurul Jadid menyambut baik sinergi yang dibangun bersama MUI Kota Probolinggo. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga keagamaan dan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem riset dan publikasi ilmiah di Indonesia.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi strategis, antara lain tata kelola jurnal berbasis Open Journal System (OJS), manajemen editorial dan peer review, etika publikasi ilmiah, strategi peningkatan akreditasi jurnal, indeksasi nasional dan internasional, hingga praktik terbaik dalam pengelolaan jurnal bereputasi.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber termasuk Prof. Hasan Baharun sendiri yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam pengelolaan jurnal ilmiah terakreditasi nasional maupun terindeks internasional. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi praktik, diskusi, dan pendampingan teknis untuk pengelolaan jurnal yang mereka kelola.

Melalui workshop ini, MUI Kota Probolinggo dan Universitas Nurul Jadid berharap lahir pengelola jurnal yang semakin profesional serta terbangun jejaring kolaborasi yang kuat dalam meningkatkan mutu publikasi ilmiah. Ke depan, sinergi antara lembaga keagamaan, perguruan tinggi, dan komunitas akademik diharapkan mampu mendorong lahirnya karya-karya ilmiah yang berkualitas, inovatif, dan memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa.

MUI saat ini sedang mempersiapkan layanan penerbitan jurnal ilmiah. Adapun OJS (Open Jurnal system) MUI kota probolinggo yang sedang dipersiapkan adalah sebagai berikut:

  1. Journal of Religion and Social Dynamics.
  2. Journal of Applied Mechanical System and Manufacturing.
  3. Journal of Education and Culture.
  4. Journal of Advanced intelligent System.
  5. Journal of Social Transformation and Community Service.