Berdampak pada Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat, Pemkab Probolinggo Raih 4 Penghargaan

Probolinggo, Berdampak.net – Kabupaten Probolinggo meraih empat penghargaan sekaligus pada puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Provinsi Jawa Timur 2026. Prestasi ini menjadi apresiasi atas keberhasilan daerah memperkuat program keluarga berencana, percepatan penurunan stunting, serta pembangunan SDM berbasis keluarga.

Penghargaan diterima Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dan Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris di Pendopo Agung Kabupaten Malang pada Rabu (29/7/2026), yang diserahkan oleh Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak.

Empat penghargaan meliputi inovasi program prioritas nasional (Tamasya, GATI, Sidaya, Genting, dan MBG), capaian peningkatan peserta KB berkualitas (MKJP dan MOW), penyusunan Peta Jalan PJPK 2026, serta dukungan inovatif TP PKK dalam pembangunan keluarga, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak.

Bupati menegaskan capaian ini merupakan hasil kerja bersama dan menjadi motivasi untuk terus memperluas program berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Wali Kota Dorong Optimalisasi ZIS ASN, BAZNAS Perkuat Sinergi dengan Seluruh OPD

PROBOLINGGO, Berdampak.net – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Probolinggo terus memperkuat strategi penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Salah satunya melalui Rapat Koordinasi Optimalisasi Pengumpulan ZIS di Lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo yang digelar di Puri Manggala Bhakti, Jumat (24/7).

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminudin, Sp.Og.(K), M.Kes., Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, S.AP., M.M., Sekretaris Daerah Budi Wirawan, Ketua BAZNAS Kota Probolinggo Imanudin Abil Fida beserta jajaran pimpinan BAZNAS, yakni Ahmad Fais, Amanal Khoifin, Azam Fikri, dan Hery Wijayani, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam sambutannya ketua Baznas Imanudin Abil Fida menyampaikan bahwa Rapat koordinasi menjadi bagian dari komitmen bersama Pemerintah Kota Probolinggo dan Baznas untuk mengoptimalkan potensi zakat, khususnya dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, dan peningkatan kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat yang profesional dan akuntabel”, ujarnya.

Sementara itu Ketua Panitia Rakor sekaligus Wakil Ketua Baznas bidang administrasi dan SDM, Hery Wijayani, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi antara BAZNAS, Pemerintah Kota Probolinggo, dan seluruh OPD dalam meningkatkan penghimpunan ZIS.

“Potensi zakat ASN di Kota Probolinggo sangat besar. Karena itu diperlukan komitmen bersama agar Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap OPD dapat berjalan lebih optimal, sehingga penghimpunan ZIS terus meningkat dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, peserta juga membahas sejumlah langkah strategis, antara lain penguatan peran UPZ pada setiap OPD, peningkatan sosialisasi kewajiban zakat bagi ASN yang telah memenuhi nisab, pengembangan layanan pembayaran zakat secara digital, serta penguatan tata kelola dan pelaporan yang transparan serta akuntabel.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminudin, Sp.Og.(K), M.Kes., menegaskan bahwa zakat memiliki dimensi ibadah sekaligus instrumen pembangunan sosial yang mampu mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Potensi zakat di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo sangat besar. Apabila seluruh ASN yang telah memenuhi nisab menunaikan zakat melalui BAZNAS, maka manfaatnya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk memperkuat peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai ujung tombak penghimpunan ZIS di lingkungan kerja masing-masing. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS merupakan kunci dalam mewujudkan tata kelola zakat yang efektif, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kota Probolinggo dan BAZNAS berharap tumbuh komitmen bersama untuk meningkatkan kesadaran berzakat di kalangan ASN. Dengan penghimpunan ZIS yang semakin optimal, diharapkan berbagai program kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi umat, dan pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih luas, sehingga mendukung terwujudnya Kota Probolinggo yang maju, sejahtera, dan berkeadilan.

Gus Fawait Luncurkan Homecare, Warga Miskin Jadi Prioritas Layanan Kesehatan

JEMBER, Berdampak.net – Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) resmi meluncurkan Program Homecare di Puskesmas Sumberbaru, Jumat (24/7/2026). Peluncuran program ini dihadiri Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR, Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Ir. Iwan Sumule, anggota DPR RI Komisi VI dari Partai Gerindra, serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dr. Agung Mulyono.

Program Homecare menjadi inovasi Pemerintah Kabupaten Jember untuk menghadirkan layanan kesehatan langsung ke rumah warga, khususnya masyarakat miskin, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, dan balita stunting yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

Gus Fawait menegaskan, pelayanan kesehatan harus mampu menjangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Karena itu, Pemkab Jember mengoperasikan 50 unit kendaraan Homecare yang ditempatkan di puskesmas, dengan memanfaatkan kendaraan dinas yang tersedia agar program dapat segera berjalan.

Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Jember. Menurutnya, Program Homecare merupakan inovasi yang berpihak kepada masyarakat sekaligus mendukung percepatan pengentasan kemiskinan melalui pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau.

MUI Kota Probolinggo Gandeng BPJS Kesehatan Sosialisasikan Program JKN bagi Pengurus dan Pendakwah

Probolinggo, Berdampak.net – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pasuruan menyelenggarakan Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi pengurus dan para pendakwah MUI Kota Probolinggo. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo ini diikuti oleh pengurus harian, komisi-komisi, lembaga, serta perwakilan MUI kecamatan se-Kota Probolinggo.

Sosialisasi tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan literasi dan kesadaran para ulama serta pengurus MUI mengenai pentingnya perlindungan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai manfaat kepesertaan JKN, hak dan kewajiban peserta, mekanisme pelayanan kesehatan, hingga berbagai inovasi dan pembaruan layanan yang disampaikan langsung oleh tim BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pasuruan.

Wakil Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Dr. KH. Ahmad Hudri, S.T., M.AP., menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara MUI dan BPJS Kesehatan dalam memberikan edukasi kepada para ulama, pengurus, dan pendakwah.

“Kesehatan merupakan modal penting dalam menjalankan amanah dakwah. Ulama dan pendakwah memiliki peran strategis dalam membimbing umat, sehingga perlindungan kesehatan melalui Program JKN menjadi ikhtiar yang sangat penting agar mereka dapat terus mengabdi secara optimal,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber dari BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pasuruan memaparkan berbagai kebijakan terbaru Program JKN, sekaligus mengajak seluruh peserta untuk memastikan status kepesertaan tetap aktif sehingga memperoleh jaminan perlindungan kesehatan secara berkelanjutan ketika dibutuhkan.

Melalui kegiatan ini, MUI Kota Probolinggo berharap para pengurus dan pendakwah semakin memahami pentingnya jaminan kesehatan sebagai bagian dari upaya menjaga amanah, meningkatkan kualitas pelayanan dakwah, serta memberikan keteladanan kepada masyarakat dalam memanfaatkan Program JKN.

Kolaborasi antara MUI Kota Probolinggo dan BPJS Kesehatan diharapkan terus berlanjut melalui berbagai program edukasi dan pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi para ulama, pendakwah, serta masyarakat luas.

Dilantik Jadi Kepala BGN, Don Muzakir Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

JAKARTA, Berdampak.net – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyampaikan ucapan selamat kepada Sudaryono yang resmi dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dia menilai, pengalaman Sudaryono selama ini menjadi modal penting untuk melanjutkan dan memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026. Sudaryono menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Don Muzakir mengatakan, Sudaryono sosok pekerja keras, teliti, dan memiliki kemampuan mengelola program secara terukur. Karakter tersebut dinilai dibutuhkan untuk menjalankan program MBG yang kini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

“Selamat kepada Mas Sudaryono atas amanah sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Saya mengenal beliau sebagai pribadi yang pekerja keras, konsisten, dan sangat teliti. Saya optimistis Program Makan Bergizi Gratis akan berjalan semakin baik di bawah kepemimpinannya,” kata Don Muzakir.

Menurut Don Muzakir, Sudaryono bukan sosok baru dalam pelaksanaan MBG. Selama menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian, ia telah mengikuti perkembangan program tersebut sejak masih dalam tahap perencanaan.

Sudaryono juga terlibat dalam pembahasan konsep, penyusunan kebijakan, hingga pelaksanaan teknis MBG. Kementerian Pertanian selama ini berperan penting dalam menyiapkan ekosistem penyediaan bahan baku pangan yang menjadi penopang utama program tersebut.

Don Muzakir menilai pengalaman itu akan memudahkan koordinasi antara BGN dengan kementerian dan lembaga lain, terutama dalam memastikan kebutuhan bahan pangan untuk MBG tetap tersedia dan berasal dari produksi dalam negeri.

“Mas Sudaryono memahami program ini dari awal. Beliau tahu bagaimana konsepnya disusun, bagaimana pelaksanaannya di lapangan, hingga bagaimana membangun sinergi dengan sektor pertanian. Pengalaman itu menjadi nilai tambah untuk memperkuat pelaksanaan MBG ke depan,” ujarnya.

Ia berharap program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membuka pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian, peternakan, dan perikanan nasional sehingga manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha pangan. (fj)

Prabowo Percayakan Sudaryono Pimpin BGN, Perkuat Keberlanjutan Program Gizi Nasional


JAKARTA, Berdampak.net – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Keputusan tersebut diambil menyusul pengunduran diri Nanik S. Deyang karena alasan kesehatan, sekaligus untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan dan program prioritas pemerintah.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, Presiden menghendaki proses transisi kepemimpinan berlangsung cepat sehingga pelaksanaan tugas BGN, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetap berjalan sesuai target. Karena itu, Sudaryono dijadwalkan langsung dilantik sebagai Kepala BGN definitif

Menurut Prasetyo, pemilihan Sudaryono didasarkan pada pengalamannya yang sejak awal terlibat dalam pembahasan dan pengembangan konsep MBG. Selain itu, posisinya di Kementerian Pertanian dinilai memiliki keterkaitan erat dengan penyediaan bahan pangan yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program gizi nasional.

Sementara itu, Nanik S. Deyang mengundurkan diri untuk menjalani perawatan kesehatan. Pemerintah menyampaikan apresiasi atas pengabdiannya dan membuka peluang bagi Nanik untuk tetap berkontribusi melalui Dewan Pengawas BGN setelah kondisi kesehatannya membaik.