Abu Bakar Rohim: Membangun Kekuatan Baru, DPD Partai Gelora Probolinggo Jadi Kiblat Konsolidasi Tapal Kuda

PROBOLINGGO – Geliat politik di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur kini memiliki episentrum baru. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Gelora Kabupaten Probolinggo secara gemilang membuktikan kapasitasnya sebagai tuan rumah sekaligus motor penggerak dalam agenda roadshow konsolidasi yang digelar oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Jawa Timur pada Ahad (08/03/26).

Langkah taktis yang diambil oleh Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo, Abu Bakar Rohim, membawa angin segar bagi perkembangan partai. Kepercayaan DPW Jatim yang menunjuk Kabupaten Probolinggo sebagai Person in Charge (PIC) wilayah Tapal Kuda berhasil dijawab dengan pembuktian struktur organisasi yang solid dan program kerja yang terukur.

Dalam laporannya yang lugas, Abu Bakar Rohim menyampaikan pencapaian krusial: perampungan struktur kepengurusan DPD yang telah menyentuh angka 100 persen. Menariknya, struktur ini merupakan wajah masa depan politik Probolinggo yang didominasi oleh kader-kader muda produktif berusia di bawah 45 tahun.

“Kami percaya bahwa energi kaum muda adalah kunci perubahan. Dengan struktur pengurus inti hingga KWSB yang sudah terisi penuh, kami siap mengawal visi besar Partai Gelora di Bumi Rengganis ini,” ungkap Abu Bakar dengan penuh optimisme. Selain itu, pembentukan pengurus tingkat kecamatan (DPC) pun terus dipacu dan kini telah mencapai angka 60 persen.

Di bawah nakhoda Abu Bakar Rohim, Partai Gelora Probolinggo tidak hanya bergerak secara konvensional. Mereka melakukan lompatan teknologi melalui pengembangan aplikasi database pengurus dan rencana peluncuran portal berita mandiri. Namun, modernitas ini tetap berjalan beriringan dengan nilai-nilai lokal.

Program seperti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (LKD) Kepemudaan, donor darah, hingga Kajian Sirah Nabawiyah menjadi agenda rutin yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat. “Kami tidak ingin berjarak dengan rakyat. Itulah mengapa kami mengagendakan sowan kepada para tokoh agama dan pendidikan di setiap kecamatan untuk memperkuat arah perjuangan kami,” tambahnya.

Perspektif Global dan Soliditas Regional

Agenda konsolidasi ini juga menjadi panggung bagi Ketua DPW Jatim, Gus Misbakhul Munir, untuk memberikan wawasan geopolitik internasional. Ia menekankan bahwa kader di daerah harus memiliki cakrawala berpikir yang luas, termasuk memahami dinamika konflik global antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat sebagai bagian dari literasi politik nasional.

Kehadiran jajaran pengurus DPD dari Kota Probolinggo, Pasuruan, Jember, hingga Lumajang di acara tersebut mempertegas bahwa Kabupaten Probolinggo di bawah kepemimpinan Abu Bakar Rohim kini menjadi barometer penting bagi kekuatan Partai Gelora di wilayah timur Jawa Timur.

Acara yang berlangsung dengan semangat kebersamaan ini ditutup dengan sesi koordinasi intensif. Dengan struktur yang rampung dan program yang menyentuh akar rumput, DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo kini berdiri tegak, siap menyongsong kontestasi dengan gagasan-gagasan besar yang inklusif dan modern.

Layanan Commuter Line Supas Rute Probolinggo–Surabaya dengan Tarif Rp8.000 Menjadi Pilihan Utama Masyarakat

PROBOLINGGO – KAI Commuter resmi mengoperasikan layanan Commuter Line Supas (Surabaya Kota–Pasuruan) dengan perpanjangan rute hingga Stasiun Probolinggo. Layanan ini menggunakan tarif flat sebesar Rp8.000 untuk sekali perjalanan.

Kereta ini melayani penumpang dengan rute melintasi Stasiun Probolinggo, Pasuruan, Bangil, Sidoarjo, hingga Surabaya Kota. Kehadiran rute ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas transportasi publik antarwilayah di Jawa Timur.

Pemesanan tiket dilakukan secara daring melalui aplikasi Access by KAI mulai H-7 sebelum keberangkatan. Penumpang juga dapat membeli tiket di loket stasiun mulai 3 jam sebelum jadwal keberangkatan selama persediaan masih ada.

Fasilitas yang tersedia dalam rangkaian kereta mencakup gerbong dengan pendingin ruangan (AC) dan penataan kursi ekonomi. Jadwal keberangkatan telah diatur secara tetap untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat pada pagi dan sore hari.

Tarif rendah Rp8.000 ini terlaksana melalui skema subsidi Public Service Obligation (PSO) dari pemerintah. Hal ini dimaksudkan agar layanan transportasi berbasis rel tetap terjangkau bagi masyarakat yang melakukan perjalanan rutin antar-kota.

Kajian Ramadan: Fiqih Wanita bagi Dewan Guru MI Kahasri

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam rangka meningkatkan pemahaman keagamaan khususnya terkait hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan perempuan, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kahasri berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo menyelenggarakan kegiatan Kajian Ramadan bertajuk “Fiqih Wanita” pada Sabtu, 7 Maret 2026, bertempat di Aula MI Kahasri.

Kegiatan ini diikuti oleh 34 orang peserta yang terdiri dari Dewan Guru MI Kahasri. Kajian tersebut menghadirkan Ust. Khoirul Anam sebagai pemateri yang menyampaikan berbagai penjelasan mendalam mengenai fiqih wanita, terutama yang berkaitan dengan praktik ibadah sehari-hari seperti thaharah, haid, nifas, istihadhah, serta implikasinya terhadap pelaksanaan ibadah seperti shalat dan puasa.

Ketua IASS sekaligus MUI Kecamatan Mayangan menyampaikan bahwa penyelenggaraan kajian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar dan komprehensif tentang fiqih wanita, sehingga para guru memiliki landasan keilmuan yang kuat dalam menjalankan ibadah sekaligus dapat menyampaikan pengetahuan tersebut kepada para peserta didik secara tepat dan bertanggung jawab.

“Kami akan memperluas kerjasama dan kolaborasi dengan banyak pihak agar pemahaman tentang fiqh pada umumnya bisa dipahami oleh banyak orang”, ujar Asnafun.

Sementara itu dalam dalam pemaparannya, Ust. Khoirul Anam selalu pemateri menekankan pentingnya pemahaman fiqih wanita karena persoalan tersebut merupakan bagian penting dari kehidupan seorang muslimah yang seringkali menimbulkan berbagai pertanyaan dalam praktik sehari-hari.
“Kajian ini menjadi momentum penting untuk memperdalam ilmu agama sekaligus memperkuat kualitas spiritualitas selama bulan suci Ramada”, terang Khoirul.

Suasana kajian berlangsung khidmat dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti materi serta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait persoalan fiqih yang sering dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terus mendorong peningkatan kapasitas keilmuan para guru, khususnya dalam bidang keagamaan, sehingga dapat menjadi teladan serta sumber rujukan yang baik bagi para siswa dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara benar. (hd)