Dihadapan Ribuan Pengurus, KH. M. Zuhri Zaini Teguhkan Ikhlas dan Panca Kesadaran dalam Pengabdian

Probolinggo, Berdampak.net – Keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar agenda tahunan Halalbihalal Pengasuh dan Pengurus di Aula 1 pada Minggu (29/3/2026). Dalam momentum tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. M. Zuhri Zaini, menyampaikan orasi spiritual yang menekankan pentingnya integrasi antara profesionalitas kerja dengan semangat pengabdian.

Acara ini berlangsung khidmat sejak pukul 13.00 WIB ini dihadiri oleh keluarga besar pengasuh dan seluruh jajaran pengurus.

Dalam tausiyahnya, KH. M. Zuhri Zaini mengajak hadirin untuk merefleksikan kefanaan usia sebagai pendorong untuk meningkatkan kualitas amal saleh.

“Tahun kemarin kita masih bersama, namun tahun ini mungkin di antara kita ada yang hanya mendapat kiriman Al-Fatihah,” ujar beliau mengawali refleksi tentang kesadaran akan kematian.

Kiai Zuhri menegaskan bahwa pengabdian di pesantren sejatinya adalah manifestasi ibadah yang luas. Beliau mengingatkan agar para pengabdi tidak terjebak pada orientasi materi semata, melainkan mengedepankan ridha Allah SWT.

Menurutnya, ketulusan dalam berkhidmat akan berbanding lurus dengan keberkahan hidup.

“Jika seseorang tekun beribadah dan mengabdi dengan ikhlas, maka Allah akan melapangkan kehidupannya. Urusan dunia akan mengikuti bagi mereka yang mengejar akhirat,” tutur beliau.

Namun, beliau memberikan catatan penting bahwa niat yang suci harus dibarengi dengan metodologi yang benar. Keselarasan antara niat dan cara kerja menjadi kunci agar pengabdian tidak menyimpang dari tuntunan agama.

Lebih lanjut, Kiai Zuhri memaparkan konsep pengabdian yang komprehensif. Beliau menekankan bahwa prinsip kerja ikhlas, kerja keras, dan kerja tuntas harus dipayungi oleh Panca Kesadaran, yang meliputi:

  1. Kesadaran Beragama
  2. Kesadaran Berilmu
  3. Kesadaran Bermasyarakat
  4. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
  5. Kesadaran Berorganisasi

Dalam aspek manajerial, beliau menggarisbawahi pentingnya profesionalitas sesuai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi). Beliau berpesan agar sinkronisasi antarbagian diperkuat melalui koordinasi yang rutin guna menghindari ketimpangan kerja.

Menutup tausyiahnya, Kiai Zuhri mengingatkan bahwa setiap aktivitas di pesantren adalah ruang belajar (iqra’) yang berkelanjutan. Beliau mencontohkan keteladanan para kiai terdahulu yang terus belajar meski tanpa pendidikan formal, hingga akhirnya mampu memberikan kontribusi besar bagi masyarakat.

“Kita sedang beribadah kepada Allah melalui khidmat kepada santri. Maka, bekerjalah dengan ilmu, karena amal tanpa ilmu berpotensi tidak diterima,” pungkas beliau.

Rofiq Jazirah, Mahasiswa Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong, Kembali Berkiprah di Kancah Nasional

Probolinggo- Mahasiswa Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong, Rofiq Jazirah kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Setelah pada bulan Agustus lalu dinyatakan lulus dalam seleksi Pembibitan Dai Muda Nasional yang diselenggarakan oleh Subdit Dakwah Kementerian Agama RI, kini Rofiq kembali melangkah mengharumkan nama Probolinggo dengan lolos sebagai peserta dalam Pelatihan Dai Transformatif 2025 yang diinisiasi oleh Corps Dai Dompet Dhuafa.

Proses seleksi program ini tidaklah mudah. Tahapan seleksi dimulai dari penilaian berkas, kemudian dilanjutkan dengan wawancara mendalam seputar dunia dakwah, isu zakat, serta kemampuan problem solving dalam menghadapi problematika sosial di akar rumput. Namun, dengan kepercayaan diri, semangat belajar yang tinggi, dan tekad kuat untuk terus berkontribusi, Rofiq berhasil melewati seluruh tahapan seleksi hingga akhirnya terpilih menjadi salah satu peserta terbaik dari seluruh penjuru nusantara.

Program Pelatihan Dai Transformatif 2025 ini dirancang untuk berlangsung selama 14 hari, terdiri dari 9 hari sesi pelatihan intensif dan 5 hari praktik lapangan. Meskipun lokasi kegiatan belum diumumkan secara resmi, rencana pelaksanaannya diperkirakan akan berpusat di wilayah Jabodetabek.

Rofiq mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan berharga ini. “Alhamdulillah, ini semua berkat doa dan dukungan dari orang tua, guru, sahabat, serta seluruh civitas akademika Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong. Semoga langkah kecil ini bisa menjadi jalan untuk terus belajar, berkhidmat, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat,” ujarnya penuh haru.

Dengan torehan ini, nama Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong kembali harum di tingkat nasional. Sosok Rofiq Jazirah menjadi inspirasi baru bagi para mahasiswa dan generasi muda dai untuk terus berproses, berdakwah dengan pendekatan transformatif, dan membawa nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin ke tengah masyarakat.

Mengangkat Budaya dan Kuliner Indonesia melalui Acara Pelajar di Luar Negeri

Sebagai negara yang kaya akan budaya, tradisi, dan kuliner, Indonesia memiliki banyak hal yang patut dibanggakan dan diperkenalkan kepada dunia. Salah satu cara efektif untuk mengenalkan budaya dan kuliner Indonesia adalah melalui acara yang diselenggarakan oleh pelajar Indonesia di luar negeri. Acara-acara ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi pelajar Indonesia untuk merayakan kekayaan budaya mereka, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional. Artikel ini akan membahas tentang pentingnya acara pelajar Indonesia di luar negeri untuk mengenalkan budaya dan kuliner Indonesia, serta dampak positifnya terhadap hubungan antarnegara.

Pentingnya Pengenalan Budaya Indonesia di Luar Negeri

Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air

Bagi pelajar Indonesia yang belajar di luar negeri, acara pengenalan budaya adalah cara yang efektif untuk menjaga rasa cinta tanah air. Meskipun jauh dari Indonesia, pelajar tetap bisa merayakan dan mengenalkan warisan budaya mereka melalui berbagai kegiatan, seperti pertunjukan seni tradisional, pameran seni, atau lomba yang melibatkan budaya Indonesia. Dengan melibatkan masyarakat internasional dalam acara ini, pelajar juga dapat meningkatkan pemahaman tentang budaya Indonesia.

Membangun Jaringan dan Mempererat Hubungan Antarnegara

Acara budaya dan kuliner Indonesia di luar negeri juga berfungsi sebagai ajang untuk mempererat hubungan antarnegara. Melalui acara ini, pelajar Indonesia dapat memperkenalkan budaya Indonesia kepada teman-teman internasional mereka, yang pada gilirannya dapat meningkatkan hubungan diplomatik antara Indonesia dengan negara tempat mereka belajar. Selain itu, acara ini juga dapat memperluas jaringan antar pelajar dan meningkatkan kolaborasi antara pelajar Indonesia dengan pelajar asing yang memiliki minat yang sama terhadap budaya Indonesia.

Menunjukkan Keberagaman Budaya Indonesia

Indonesia dikenal dengan keragaman budaya dan suku yang tersebar di seluruh nusantara. Setiap daerah memiliki keunikan, mulai dari pakaian adat, tarian tradisional, musik, hingga bahasa. Acara pelajar Indonesia di luar negeri memberikan kesempatan untuk menampilkan keberagaman budaya Indonesia dalam satu panggung. Misalnya, pertunjukan tari tradisional dari Bali, Jogja, atau Minangkabau, atau pameran seni dari berbagai daerah. Ini menjadi cara yang efektif untuk menunjukkan kepada dunia betapa kaya dan beragamnya budaya Indonesia.

Mengenalkan Kuliner Indonesia ke Dunia

Kuliner Indonesia sebagai Ciri Khas Budaya

Kuliner Indonesia tidak hanya lezat, tetapi juga kaya akan rempah-rempah dan citarasa yang menggugah selera. Pengenalan kuliner Indonesia di luar negeri menjadi salah satu cara yang ampuh untuk menarik perhatian dunia terhadap keanekaragaman dan kelezatan masakan Indonesia. Berbagai jenis masakan seperti nasi goreng, satay, rendang, dan gado-gado, yang menjadi favorit banyak orang, dapat diperkenalkan melalui acara kuliner yang digelar oleh pelajar Indonesia. Hal ini juga memberikan kesempatan untuk menggugah minat masyarakat internasional untuk mencoba dan menikmati kuliner khas Indonesia.

Membangun Kesadaran tentang Bahan Makanan Lokal

Dalam acara kuliner Indonesia, tidak hanya makanan yang diperkenalkan, tetapi juga bahan-bahan lokal yang digunakan dalam masakan Indonesia. Misalnya, penggunaan rempah-rempah seperti kunyit, lengkuas, kemiri, dan cabai, yang menjadi ciri khas kuliner Indonesia. Acara ini dapat meningkatkan kesadaran di luar negeri tentang pentingnya bahan makanan lokal dan keberlanjutan dalam memasak. Ini juga menjadi peluang untuk memperkenalkan produk-produk lokal Indonesia yang dapat dijual dan dipasarkan di luar negeri.

Acara Kuliner sebagai Sarana Diplomasi Budaya

Pengenalan kuliner Indonesia di luar negeri dapat menjadi bagian dari diplomasi budaya yang lebih luas. Melalui acara kuliner, pelajar Indonesia dapat memperkenalkan lebih banyak orang tentang keunikan rasa dan cara memasak khas Indonesia. Beberapa acara kuliner yang melibatkan makanan tradisional Indonesia dapat menjadi ajang untuk membuka dialog budaya antara Indonesia dan negara tempat pelajar berada, sekaligus memperkenalkan citra positif Indonesia melalui makanan.

Acara Pelajar Indonesia di Luar Negeri: Bentuk Kegiatan yang Dapat Dilaksanakan

Festival Budaya dan Kuliner

Salah satu acara yang sering diselenggarakan oleh pelajar Indonesia di luar negeri adalah festival budaya dan kuliner. Dalam acara ini, pelajar Indonesia dapat menampilkan tarian, musik, dan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, serta menyajikan makanan khas Indonesia untuk dinikmati oleh masyarakat internasional. Festival ini tidak hanya menarik bagi pelajar Indonesia, tetapi juga bagi masyarakat setempat yang ingin mengenal lebih jauh tentang Indonesia.

Workshop dan Demonstrasi Masakan Indonesia

Pelajar Indonesia juga dapat mengadakan workshop atau demonstrasi masakan Indonesia, di mana para peserta dapat belajar langsung cara memasak hidangan Indonesia dari chef atau pengrajin masakan Indonesia. Ini tidak hanya memperkenalkan kuliner Indonesia tetapi juga memberikan pengalaman langsung yang lebih mendalam tentang budaya kuliner Indonesia.

Pameran Seni dan Budaya Indonesia

Pameran seni dan budaya Indonesia juga menjadi kegiatan yang banyak digelar oleh pelajar Indonesia di luar negeri. Dalam pameran ini, para pengunjung dapat melihat berbagai produk kerajinan tangan Indonesia, lukisan, batik, dan berbagai hasil seni lainnya. Kegiatan ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kekayaan budaya Indonesia dan meningkatkan minat masyarakat internasional untuk mengenal lebih jauh.

Kesimpulan

Acara pelajar Indonesia di luar negeri yang bertujuan untuk mengenalkan budaya dan kuliner Indonesia merupakan wadah yang sangat penting untuk merayakan kekayaan budaya Indonesia sekaligus memperkenalkan Indonesia kepada dunia. Melalui acara ini, pelajar Indonesia tidak hanya menjaga rasa cinta tanah air, tetapi juga membuka peluang untuk mempererat hubungan antarnegara dan meningkatkan pemahaman internasional tentang keberagaman budaya Indonesia. Dengan dukungan dan partisipasi aktif dari pelajar dan masyarakat, acara semacam ini akan semakin memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan warisan budaya yang kaya dan beragam.

UNUJA Probolinggo Memulai Benchmarking dan Kolaborasi Internasional di China

Jiangsu, China, Berdampak.net – Pada tanggal 17 Juli 2024, Universitas Nurul Jadid (UNUJA) memulai serangkaian kegiatan Benchmarking dan Kolaborasi Internasional dengan beberapa perguruan tinggi mitra di China. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 17 hingga 24 Juli 2024 dan melibatkan beberapa tokoh penting dari UNUJA, termasuk Rektor UNUJA sekaligus Kepala Pesantren Nurul Jadid, KH. Abd. Hamid Wahid, M.Ag., dan jajaran wakil rektor serta staf lainnya.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mempelajari praktik terbaik dalam manajemen perguruan tinggi dan tata kelola kelembagaan di lembaga mitra internasional, khususnya di China. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempercepat pengembangan jejaring internasional UNUJA menuju pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Menurut KH. Abd. Hamid Wahid, “Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pencapaian visi UNUJA dan Pesantren sebagai lembaga dakwah dan pendidikan yang berkontribusi terhadap peradaban masyarakat Indonesia dan dunia.”

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak dari UNUJA, termasuk Wakil Rektor II KH. Najiburrahman Wahid, M.A., Wakil Rektor IV KH. Faiz, M.Fil.I., Wakil Rektor I M. Noer Fadli Hidayat, M.Kom., Sekretaris Pesantren H. Tahiruddin, M.M., Direktur Klinik Azzainiyah Dr. Hj. Khodijatul Qodriyah, A.P., Kepala LP3M Dr. Achmad Fawaid, M.A., M.A., Kepala Humas Mohammad Bahrul Ulum, M.Fil.I., serta tim multimedia dan staf rektorat.

Hari pertama kegiatan diadakan di Agri Animal Husbandry Vocational College, Jiangsu, di mana delegasi UNUJA disambut dengan hangat oleh pihak tuan rumah. Pertemuan ini bertujuan untuk mempelajari manajemen perguruan tinggi dan tata kelola kelembagaan yang efektif. Kegiatan dilanjutkan dengan tur kampus dan diskusi mendalam mengenai kurikulum dan program studi yang ditawarkan.

Keesokan harinya, pada tanggal 18 Juli, rombongan UNUJA berkesempatan untuk mengunjungi berbagai tempat ikonik di Shanghai dalam kegiatan City Tour. Ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk lebih mengenal budaya dan perkembangan kota terbesar di China ini.

Hari ketiga diisi dengan kunjungan ke Shandong Foreign Trade Vocational College. Di sini, delegasi UNUJA mendapatkan wawasan berharga mengenai perdagangan internasional dan hubungan bisnis global. Diskusi yang dilakukan fokus pada peluang kerjasama akademik dan penelitian bersama yang dapat diimplementasikan di masa depan.

Pada tanggal 20 Juli, UNUJA mengunjungi Beijing Foreign Studies University dan Kedutaan Besar Indonesia di Beijing. Kunjungan ini penting untuk memperkuat hubungan bilateral dan mempromosikan kerjasama lebih lanjut antara kedua negara dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.

Kegiatan di hari kelima meliputi City Tour ke beberapa tempat bersejarah di Beijing, seperti Tian An Men Square dan Wangfujing Street. Kunjungan ini tidak hanya memberikan wawasan sejarah, tetapi juga mempererat hubungan antar peserta melalui pengalaman bersama.

Hari keenam, delegasi UNUJA mengakhiri perjalanan mereka dengan mengunjungi beberapa tempat wisata terkenal di Guangzhou, termasuk Huaisheng Mosque, Yuexiu Park, Five Ram Statue, dan Guangzhou Tower. Kegiatan ini menekankan pentingnya memahami dan menghargai keragaman budaya di China.

Dengan kegiatan ini, UNUJA berharap dapat memperkuat jejaring internasional, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mempromosikan budaya Indonesia di kancah global. (fiq)