Memilukan, Balita asal Kabupaten Probolinggo ini Derita Atresia Bilier, Butuh Uluran Tangan
Probolinggo, Berdampak.net – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Krajan 1, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, seorang balita perempuan bernama Nada Putri Masruri tengah berjuang melawan takdir. Di usianya yang baru menginjak tiga tahun, Nada harus menghadapi komplikasi penyakit langka yang mengancam nyawanya.
Nada didiagnosis menderita Atresia Bilier, sebuah kelainan langka di mana saluran empedu tidak terbentuk dengan normal, menyebabkan cairan empedu menumpuk dan merusak organ hati (sirosis). Tak hanya itu, Nada juga terlahir dengan kelainan jantung bawaan jenis ASD Secundum.
Kondisi kesehatan Nada sudah memprihatinkan sejak bayi. Pada usia 95 hari, ia sempat menjalani operasi Kasai, sebagai langkah penyelamatan awal. Sayangnya, prosedur tersebut dinyatakan gagal karena kadar bilirubin dalam tubuhnya tetap tinggi.
Kini, hari-hari Nada diwarnai dengan, Infeksi berulang dan demam tinggi, gejala klinis yang berat, perut membesar (asites), kulit menggelap, gatal-gatal hebat, hingga muntah darah, Keterbatasan fisik. Di usia tiga tahun, Nada belum mampu berjalan sendiri akibat kondisi fisiknya yang terus menurun.
“Dia sebenarnya anak yang kuat. Kalau mau tindakan medis, dia seperti mengerti. Tetap menangis, tapi tidak pernah mempersulit,” ungkap sang ibu, Siti Aisyah, dengan nada tegar.
Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan nyawa Nada adalah melalui operasi transpalansi hati, namun tindakan medis ini memerlukan biaya hingga ratusan jita rupoah, yang mustahil isa dijangkau oleh orang tuanya.
Diketahui, Ayah Nada, M. As’ad merupakan seorang tenaga honorer yang dalam satu bulan berpenghasilan sekitar hanya satu juta rupiah, sementara ibunya, Siti Aisyah adalah guru TK dengan upah sebulan hanya tiga ratus ribu rupiah.
Segala cara sudah dilakukan oleh kedua orang tuanya, mulai dari menjual semua perhiasan, hingga mencari pinjaman, namun semua itu hanya cukup untuk membawa Nada kontrol rutin ke Surabaya dan untuk membeli susu khusus untuk Nada yang cukup mahal. Kini keluarga hanya bisa bersandar pada keajaiban dan kedermawanan masyarakat.
“Setiap hari adalah upaya menunda kemungkinan terburuk. Kami hanya ingin Nada punya kesempatan untuk sembuh,” tutur Siti Aisyah.
Bagi Anda yang ingin membantu perjuangan Nada agar bisa menjalani transplantasi hati, donasi dapat disalurkan melalui laman resmi Kitabisa di:
👉 kitabisa.com/campaign/nadabisaberobat