Temukan Kios Jual Pupuk Bersubsidi Diatas HET, Gus Chasbullah Minta Kembalikan Uang Masyarakat

Probolinggo, Berdampak.net – Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Gus Chasbullah Khafabie melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke kios -kios Pupuk yang berada di Kecamatan Kotaanyar dan Pakuniran, Minggu (02/03/2025), siang. Dalam sidak tersebut beliau menemukan kios-kios nakal yang masih menjual pupuk bersubsidi di atas HArga Eceran Tertinggi, beliau meminta kios untuk mengembalikan uang kelebihan penjualan tersebut.

Sidak tersebut dilakukan guna menindak lanjuti laporan masyarakat, tentang maraknya pupuk bersubsidi yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Setelah dilakukan sidak ternyata benar ada tiga kios yang menjual pupuk bersubsidi jenis Urea dengan harga 280 hingga 300 ribu rupiah per kwintal. Saat ditanya, kenapa menjual diatas harga eceran tertinggi, pemilik kios beralasan dengan macam-macam.

Diketahui HET pupuk bersubsidi yakni, Pupuk Urea seharga Rp. 225 ribu, sedangkan Phonska Rp. 230 ribu per kwintal.

Beliau meminta kepada para kios untuk mengembalikan uang kelebihan penjualan pupuk bersubsidi kepada masyarakat yang telah membeli.

“Kembalikan kelebihan uang dari masyarakat yang sudah membeli pupuk bersubsidi itu, pokoknya wajib dikembalikan,” pintanya.

Gus Has yang juga tergabung dalam Tim Panja Pupuk itu menekankan, saat ini pihaknya masih akan memberikan peringatan dan teguran secara lisan, namun jika dikemudian hari masih ditemukan menjual pupuk bersubsidi diatas harga eceran tertinggi, maka pihaknya tidak akan segan-segan merekomendasikan untuk mencabut izin operasional dari kios pupuk tersebut.

“Jika nanti terulang lagi, maka kita akan merekom ijin operasional dicabut. Saya tegadkan lagi akan dicabut, kasihan petabi kalau terus-terusan pupuk dijual diatas harga eceran tertinggi,” tegasnya. (fiq)

PSB 2025 Secara Online Pesantren Nurul Jadid Resmi Dibuka

Probolinggo, Berdampak.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Jawa Timur yang didirikan KH. Zaini Mun’im resmi membuka Pendaftaran Santri Baru (PSB) secara online. Ahad (02/03/25).

Pendaftaran secara online ini bertujuan untuk memudahkan para pendaftar yang akan mondok dan bersekolah di pesantren Nurul Jadid.

Sekretaris Pesantren H. Thohiruddin mengungkapkan bahwa ada dua mekanisme pendaftaran PSB di pesantren Nurul Jadid, yaitu; pendaftaran secara online dan offline. Thohir menjelaskan kedua mekanisme ini untuk memudahkan para pendaftar.

“Semua calon santri baru bisa mendaftar secara online sejak saat ini bulan Maret hingga Juli. Pada bulan juli nanti calon santri baru hanya melakukan verifikasi untuk menyelesaikan data yang kurang lengkap,” katanya.

Selanjutnya, Thohir menegaskan berkait jumlah pendaftar di pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

“Setiap tahun santri yang mendaftar di pesantren Nurul Jadid sebanyak dua ribu lima ratus. Oleh karena itu, pesantren memfasilitasi pendaftaran online agar para pendaftar tidak terlalu lama antri saat melakukan pendaftaran secara offline,” tegasnya..

Sementara Kasubbag Umum dan PSB Muslehuddin Jauhari menyampaikan, pendaftaran offline hanya fokus pada verifikasi data dan berkas kelengkapan santri baru. Hal itu dilakukan pada 5 sampai 9 Juli 2025.

“Pada pendaftaran offline itu, kita berfokus untuk verifikasi data dan kelengkapan berkas. Karena santri baru akan mendapatkan semua kebutuhan dan kelengkapan santri berupa atribut, kitab, seragam khas pesantren, seragam sekolah dan kelengkapan-kelengkapan yang lain,” katanya.

Musleh juga berharap agar para calon pendaftar untuk memaksimalkan pendaftaran secara online agar lebih mudah.

“Fasilitas pendaftaran secara online itu bisa dimaksimalkan dengan baik. Semua ada petunjuknya atau SOPnya yang tercantum pada link pendaftaran secara online,” imbuhnya. (pm)