Dukungan Nyata Hilirisasi; Fast UB Serahkan Hibah Alat Produksi Kafemilk Poktan di Ampelgading, Malang

Malang, Berdampak.net – Sebagai kelanjutan dari kegiatan pelatihan pengolahan susu kambing menjadi produk fungsional probiotik yang telah dilaksanakan sebelumnya, tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) Universitas Brawijaya kembali hadir di Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, untuk menyerahkan hibah peralatan produksi kepada Kelompok Tani “Suka Tani”. Penyerahan bantuan alat ini menjadi wujud komitmen keberlanjutan program yang tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi berlanjut pada penguatan kapasitas produksi agar merek kolektif “Kafemilk” dapat benar-benar diproduksi secara mandiri oleh masyarakat.

Program pengabdian ini tetap diketuai oleh Dr. Jaisy Aghniarahim Putritamara, S.Pt., M.P., dengan anggota tim Dr. Mulia Winirsya Apriliyani, S.Pt., M.P. dan Dr. Yennyka Laelasariyanti, S.Pt., M.P dan Tenaga Ahli Dr. Premy Puspitawati Rahayu. Kegiatan yang merupakan bagian dari skema hibah pengabdian ini juga mengintegrasikan peran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN-BIMA) Universitas Brawijaya, yaitu Nafisa Zahra, Nazhifah Hasna Qoth Runnada, dan Aulia Novitasyari, yang turut mendampingi mitra sejak tahap pelatihan hingga pemanfaatan alat produksi di lapangan.

Hibah peralatan yang diserahkan dirancang untuk menopang seluruh rantai produksi produk olahan susu kambing berbasis probiotik. Bantuan tersebut meliputi mesin pasteurisasi susu (tangki stainless steel dengan sistem pemanas) yang berfungsi menjaga keamanan dan mutu susu sebelum difermentasi, mesin pengemasan (filling) produk untuk mempercepat proses pengisian dan penyegelan kemasan, serta lemari etalase penyimpanan produk beserta perlengkapan wadah kaca yang mendukung penyimpanan dan penyajian produk secara higienis. Dengan tersedianya peralatan tersebut, kelompok tani diharapkan mampu memproduksi yoghurt dan yoghurt kopi Kafemilk dalam skala usaha yang lebih konsisten, higienis, dan siap dipasarkan.

Ketua Pelaksana PKM, Dr. Jaisy Aghniarahim Putritamara, menjelaskan bahwa pemberian hibah alat ini merupakan bagian tak terpisahkan dari pendekatan co-creation dan co-ownership yang menjadi ruh program. “Peralatan ini bukan sekadar bantuan, melainkan aset bersama yang kepemilikannya melekat pada kelompok. Dengan begitu, masyarakat memiliki rasa tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap keberlanjutan usaha Kafemilk. Kami ingin memastikan bahwa setelah pelatihan selesai, mitra memiliki sarana yang memadai untuk terus berproduksi secara mandiri,” ujarnya.

Kepala Desa Argoyuwono, Bapak Purnomo, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keberlanjutan pendampingan Universitas Brawijaya. Menurutnya, hibah alat produksi ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa tidak berhenti pada seremoni, tetapi menghadirkan dampak yang dapat langsung dirasakan masyarakat. “Kami sangat bersyukur, bantuan alat ini akan sangat membantu warga kami untuk mengembangkan usaha olahan susu kambing dan kopi. Semoga ini menjadi awal tumbuhnya usaha baru yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Argoyuwono,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Kelompok Tani Suka Tani, Bapak Toyib Usman, menyatakan kesiapan kelompoknya untuk memanfaatkan dan merawat peralatan yang telah dihibahkan. Ia menegaskan bahwa alat produksi ini akan dikelola secara kolektif oleh anggota kelompok agar manfaatnya dapat dirasakan bersama. “Kami mengucapkan terima kasih kepada tim Universitas Brawijaya. Alat ini akan kami jaga dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk produksi Kafemilk. Harapannya, kelompok kami bisa memiliki produk unggulan sendiri yang dikenal luas,” ungkapnya.

Selama proses serah terima, mahasiswa KKN-BIMA Universitas Brawijaya turut mendampingi mitra dalam pengenalan cara pengoperasian, perawatan dasar, serta prosedur sanitasi alat. Pendampingan ini menjadi bagian dari peran mahasiswa yang akan melanjutkan program di desa, khususnya dalam membantu penataan produksi, pengemasan, promosi digital, hingga penguatan kelembagaan kelompok agar usaha Kafemilk dapat berjalan berkelanjutan.

Melalui penyerahan hibah alat produksi ini, program PKM FAST-UB semakin memperkuat kontribusinya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui pembukaan peluang usaha dan peningkatan pendapatan, SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan berbasis produk lokal bergizi, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui produksi pangan fungsional probiotik, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kewirausahaan dan hilirisasi produk, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penyediaan sarana teknologi produksi, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui optimalisasi sumber daya lokal, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, mahasiswa, dan kelompok tani.

Dengan tersedianya sarana produksi yang memadai serta pendampingan yang berkelanjutan, tim PKM FAST-UB Universitas Brawijaya berharap merek kolektif Kafemilk dapat tumbuh menjadi produk unggulan Desa Argoyuwono yang berdaya saing. Program ini menegaskan bahwa hilirisasi inovasi dari perguruan tinggi mampu menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang nyata, sekaligus mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.

DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Probolinggo Dorong Don Muzakir Menjadi Wakil Menteri Pertanian

Probolinggo, Berdampak.net – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Probolinggo menyatakan dukungan kepada Don Muzakir untuk mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Probolinggo, Fajar Satrio, menilai Don Muzakir merupakan sosok yang memiliki pengalaman, jaringan, dan komitmen kuat dalam memperjuangkan kemajuan sektor pertanian nasional.

Menurut Fajar, Indonesia membutuhkan figur yang mampu menjembatani kepentingan petani dengan kebijakan pemerintah, sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan yang menjadi salah satu program prioritas nasional.

“Pak Don Muzakir memiliki kapasitas dan pemahaman yang baik terhadap persoalan pertanian. Kami meyakini beliau mampu memberikan kontribusi besar apabila dipercaya menjadi Wakil Menteri Pertanian,” ujar Fajar.

DPD TMI Kabupaten Probolinggo juga berharap pemerintah dapat memberikan ruang kepada tokoh-tokoh yang memiliki rekam jejak dalam pemberdayaan petani agar pembangunan sektor pertanian semakin kuat dan berpihak kepada kesejahteraan petani.

Fajar menegaskan, dukungan tersebut merupakan aspirasi dari jajaran DPD TMI Kabupaten Probolinggo sebagai bentuk komitmen organisasi dalam mendukung penguatan sektor pertanian Indonesia. Ia berharap kepemimpinan di Kementerian Pertanian ke depan semakin mampu mempercepat modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.

Situbondo Gas Pol: Akademi Tani & Ternak Muda Disiapkan! Targetnya Pangan Melimpah, Inflasi Terkunci

Situbondo, Berdampak.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo mulai mematangkan strategi untuk mencetak generasi baru di sektor pangan. Melalui rencana peluncuran Program Akademi Tani Muda dan Akademi Ternak Muda, Pemkab menargetkan penguatan ketahanan pangan sekaligus upaya pengendalian inflasi daerah.

Program ini direncanakan mulai dijalankan setelah perubahan anggaran tahun 2026. Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyebut inisiatif tersebut sebagai kawah candradimuka bagi generasi muda yang ingin menekuni pertanian dan peternakan secara lebih modern.

Kami akan segera menjalankan Akademi Tani Muda dan Akademi Ternak Muda pasca perubahan anggaran 2026, ujar bupati yang akrab disapa Mas Rio saat menghadiri acara Capacity Building bersama Bank Indonesia Jember di Pendopo Pate Alos Besuki, Senin (15/6/2026).

Mas Rio juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono terkait rencana peluncuran program. Ia optimistis program ini akan memperoleh dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Berbeda dari pendidikan konvensional, akademi ini akan lebih menonjolkan praktik langsung di lapangan. Pemkab Situbondo menetapkan kawasan pertanian terpadu di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, sebagai pusat pembelajaran utama. Di sana, peserta akan mempelajari sistem budidaya tanaman hingga pengelolaan usaha pangan yang terintegrasi.

Bupati berharap akademi dapat melahirkan petani dan peternak muda yang adaptif terhadap teknologi serta memiliki jiwa kewirausahaan. Program ini diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus instrumen penting menjaga stabilitas harga pangan.

Sinergi dengan Bank Indonesia juga dinilai menjadi kunci. Pemkab memandang penguatan sektor pangan sebagai cara efektif untuk menekan gejolak harga pasar, dengan memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap terjaga ke depan. (rh)

Universitas Negeri Malang Lakukan Pemberdayaan Kelompok Tani Bawang Merah di Kabupaten Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Sebagai bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025, melalui Universitas Negeri Malang melakukan pelatihan diversifikasi produk bawang merah diselenggarakan untuk meningkatkan nilai jual komoditas bawang merah di Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengubah mindset petani bawang merah yang awalnya hanya sebagai produsen bawang merah mentah untuk mencoba untuk memperoduksi olahan bawang merah. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai produk olahan bawang merah yang dapat memperkaya pilihan pasar dan membuka peluang ekonomi baru bagi para petani. Pelatihan dilaksanakan di Balai Desa Tegal Rejo, Kecamatan Dringu, dengan melibatkan petani bawang merah dari berbagai kelompok tani yang ada di tegal Rejo, Curah Sawo, dan Watuwungkuk.

Pelatihan ini dipimpin oleh tim ahli yang terdiri dari Dr. Adip Wahyudi, M.Pd, Prof. I Komang Astina, M.S., Ph.D, serta Melati Julia Rahma, S.P., M.Ling. Mereka berfokus pada pemberdayaan kelompok tani dengan cara mengajarkan teknik-teknik diversifikasi produk. Dalam sesi ini, peserta diajarkan cara mengolah bawang merah menjadi berbagai produk bernilai tambah, yaitu bawang goreng, minyak bawang dan bubuk bawang. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan penghasilan mereka, dengan tidak hanya mengandalkan penjualan bawang merah mentah.

Selain materi pelatihan, kelompok tani juga menerima bantuan alat pengolah bawang merah yang sangat dibutuhkan dalam proses produksi. Alat-alat seperti mesin pemotong, peniris bawang, pemroses bubuk bawang merah dan juga untuk pengemasan produk, dan alat lainnya diserahkan langsung kepada kelompok tani.

“Kami berharap bantuan alat ini dapat membantu petani dalam mengolah bawang merah dengan lebih efisien dan berkualitas tinggi, sehingga hasil olahan dapat dipasarkan dengan harga yang lebih tinggi,” ujar Prof. I Komang Astina, Ph.D, yang turut memberikan dukungan dalam pelatihan.

Para peserta terlihat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Selain mendapatkan pengetahuan baru, mereka juga merasakan manfaat langsung dari bantuan alat yang diberikan.

“Dengan adanya alat baru ini, kami tidak lagi kesulitan dalam mengolah bawang merah. Proses produksi menjadi lebih cepat, dan kami bisa menghasilkan lebih banyak produk,” kata salah satu petani, Siti Nur, yang merupakan anggota Kelompok Tani Tegal Rejo.

Dalam sesi pelatihan, peserta juga diberikan pengetahuan tentang pentingnya pengemasan yang menarik dan strategi pemasaran produk. Mereka diajarkan cara mengemas produk olahan bawang merah dengan kemasan yang menarik dan ramah lingkungan, serta cara memasarkan produk melalui platform online dan toko-toko lokal. Hal ini bertujuan untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk olahan bawang merah dari Probolinggo.

Program ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang terlibat untuk turut serta dalam pengabdian masyarakat. Mahasiswa turut membantu dalam proses pelatihan, pengenalan alat, dan memberikan saran-saran untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat ini menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan dapat diimplementasikan secara langsung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pelatihan diversifikasi produk bawang merah dan bantuan alat pengolah ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi kelompok tani di Kabupaten Probolinggo untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian mereka. Dengan diversifikasi produk, diharapkan para petani bisa mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga mereka. Program ini menjadi langkah awal yang penting untuk mendorong keberlanjutan sektor pertanian di Probolinggo, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal. (fj)

Doa Bersama & Ngopi Tani di Air Terjun Guyangan: Wujud Dukungan untuk Presiden Prabowo dan Kemandirian Pangan

Probolinggo, Berdampak.net – DPW Tani Merdeka Indonesia (TMI) Jawa Timur bersama DPD TMI Probolinggo menggelar doa bersama untuk Presiden Prabowo Subianto sekaligus kegiatan Ngopi Tani di kawasan wisata Air Terjun Guyangan, Kecamatan Krucil, Minggu (8/9). Acara ini juga dirangkaikan dengan peresmian Kelompok Tani (Poktan) Idaman 08 Desa Guyangan sebagai wujud semangat baru petani Probolinggo dalam memperkuat sektor pertanian lokal.

Ketua DPW TMI Jawa Timur, Riki Septiadi, menegaskan komitmennya untuk selalu mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah pusat hingga daerah. Menurutnya, sektor pertanian merupakan tulang punggung bangsa, sehingga perlu didorong agar petani semakin mandiri dan sejahtera. “Kami siap mengawal dan bersinergi dalam mewujudkan kemandirian pangan, terutama di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Kegiatan yang dikemas dalam suasana hangat di tengah alam ini tidak hanya mempererat silaturahmi antarpetani, tetapi juga menjadi ruang diskusi produktif untuk mencari solusi atas berbagai persoalan pertanian. Dengan semangat kebersamaan, TMI berharap Probolinggo bisa semakin sae dan mandiri pangan, sejalan visi besar Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. (fj)

Wamentan Dukung TMI: Harus Eksis dan Bermanfaat bagi Petani Indonesia

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam suasana santai penuh kehangatan, Wakil Menteri Pertanian yang akrab disapa Mas Dar bersilaturahmi dengan para pengurus dan anggota Tani Merdeka Indonesia (TMI) dari Malang Raya dan Probolinggo. Pertemuan tersebut menjadi ajang berbagi semangat dan visi ke depan bagi pertanian Indonesia yang lebih berdaulat.

Mas Dar memberikan dorongan moral kepada TMI agar terus tumbuh dan menjadi gerakan petani yang kuat, eksis, serta memberi manfaat nyata, terutama bagi petani di wilayah Malang Raya dan Probolinggo. “TMI harus besar, harus eksis, dan memberi manfaat bagi seluruh petani Indonesia,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua TMI Malang Raya, Alayk Mubarrok menyampaikan terima kasih atas perhatian dan apresiasi dari Wamentan. “Dukungan Mas Dar menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bergerak bersama petani membangun kemandirian pangan,” ujarnya. (fj)