Warga Dusun Robyong Sampaikan Keluhan, DPRD Jatim Berjanji Perjuangkan Solusi

Malang, Berdampak.net – Warga Dusun Robyong, Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang akhirnya berkesempatan menyampaikan langsung aspirasi mereka dalam agenda Reses 1 Tahun 2025 yang digelar oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Muhammad Arbayanto, SH., MH. Dalam pertemuan tersebut, warga mengungkapkan berbagai permasalahan yang selama ini belum mendapat perhatian pemerintah.

Keluhan Warga yang Disampaikan

  1. Tak Pernah Didatangi Anggota Dewan
    Warga mengaku bahwa selama ini belum pernah ada anggota dewan yang datang langsung ke dusun mereka. Kehadiran Muhammad Arbayanto menjadi momen pertama bagi mereka untuk menyampaikan keluhan secara langsung kepada wakil rakyat di tingkat provinsi.
  2. Jalan Rusak Bertahun-tahun
    Infrastruktur jalan masuk ke Dusun Robyong dalam kondisi memprihatinkan. Selama bertahun-tahun, warga harus menghadapi jalan yang rusak tanpa ada perbaikan dari pemerintah. Kondisi ini menghambat aktivitas harian, terutama bagi petani, pedagang, dan pelajar yang harus melewati jalur tersebut setiap hari.
  3. UMKM Butuh Bantuan Modal
    Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di dusun ini mengalami kendala dalam mengembangkan usaha mereka akibat keterbatasan modal. Mereka berharap adanya program bantuan modal dari pemerintah agar usaha kecil di dusun ini bisa berkembang dan meningkatkan kesejahteraan warga.
  4. Posyandu dan Poslansia Tanpa Fasilitas Memadai
    Kader desa yang menjalankan pelayanan kesehatan melalui Posyandu dan Pos Lansia masih harus menggunakan rumah pribadi untuk kegiatan mereka. Warga menginginkan adanya tempat khusus agar pelayanan kesehatan ibu, bayi, dan lansia dapat berjalan lebih optimal.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Muhammad Arbayanto berjanji akan memperjuangkan solusi di DPRD Provinsi Jawa Timur. Ia memastikan bahwa setiap permasalahan yang disampaikan akan dibawa ke tingkat provinsi untuk mendapatkan perhatian lebih lanjut dari pemerintah daerah.

“Semua masukan dari warga Dusun Robyong ini menjadi catatan penting bagi kami di DPRD Jatim. Kami akan memperjuangkan agar akses jalan segera diperbaiki, UMKM mendapatkan dukungan, serta fasilitas kesehatan bagi kader desa bisa diwujudkan,” ujar Muhammad Arbayanto.

Kunjungan ini menjadi harapan baru bagi warga Dusun Robyong. Mereka berharap janji yang telah disampaikan tidak hanya berhenti di forum reses, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata demi kemajuan dusun mereka. (fjr)

Fahmi AHZ, Lora Muda yang Jadi Wabup Probolinggo: Kekayaan Rp 5,8 M tapi Tak Punya Motor!

Probolinggo, Berdampak.net – Fahmi AHZ, seorang ulama sekaligus politisi asal Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo, kini resmi menjabat sebagai Wakil Bupati Probolinggo. Ia merupakan cucu KH Zaini Mun’im, pendiri pesantren tersebut, dan sejak kecil aktif dalam berbagai organisasi, termasuk DPW Petanesia Jawa Timur serta Bendahara Umum JATMAN Kraksaan. Kedekatannya dengan masyarakat menjadi modal utama dalam karier politiknya.

Terjun ke dunia politik, Fahmi AHZ memilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai kendaraan politiknya. Kepercayaan terhadap dirinya begitu besar hingga langsung diangkat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo pada tahun 2024. Kariernya terus melejit hingga akhirnya maju dalam Pilkada 2024 mendampingi Mohammad Haris alias Gus Haris.

Perjuangannya membuahkan hasil. Fahmi AHZ dan Gus Haris berhasil memenangkan Pilkada dan dipercaya memimpin Kabupaten Probolinggo. Pelantikannya pun dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo, menandai awal kepemimpinannya dalam pemerintahan daerah.

Namun, yang menarik perhatian publik adalah laporan kekayaan Fahmi AHZ. Meski memiliki total kekayaan mencapai Rp 5,8 miliar, ia diketahui tidak memiliki kendaraan bermotor, sesuatu yang jarang ditemukan di kalangan pejabat daerah. Fakta ini pun menjadi sorotan masyarakat.

Dengan latar belakang ulama dan pengalaman di organisasi keislaman, Fahmi AHZ diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi Kabupaten Probolinggo. Kepemimpinannya bersama Gus Haris menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat untuk pembangunan yang lebih baik. (fjr)

Demokrat Jatim Solid Dukung AHY dan SBY di Kongres VI

Jakarta, Berdampak.net – Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengumpulkan seluruh Ketua DPC Demokrat se-Jatim menjelang Kongres ke-VI Partai Demokrat di Jakarta, Senin (24/2/2025). Dalam pertemuan tersebut, Emil menegaskan bahwa seluruh DPC solid mendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat periode 2025-2030.

Wakil Gubernur Jatim ini menyebut konsolidasi ini penting untuk menjaga kekuatan dan solidaritas partai. Hal senada disampaikan Plt Ketua DPC Kabupaten Probolinggo, Agung Mulyono, yang menekankan prinsip 3S: Sukses Perencanaan, Sukses Pelaksanaan, dan Sukses Hasil. Ia optimis Demokrat akan kembali berjaya di Pemilu 2029 di bawah kepemimpinan AHY.

Soliditas Demokrat Jatim ini memperkuat posisi AHY menjelang Kongres VI, yang diyakini akan semakin memperkokoh kepemimpinannya di Partai Demokrat. (fjr)

Kuatkan Jiwa Korsa, MI Nurul Mun’im Lantik Anggota Pramuka Penggalang Tingkat Ramu

Probolinggo, Berdampak.net – Untuk penguatan jiwa korsa peserta didik, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Mun’im kembali menggelar acara pelantikan anggota Pramuka Penggalang Tingkat Ramu Angkatan ke VI pada hari Ahad, 23 Februari 2025. Acara yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 15.00 WIB ini diikuti oleh 15 peserta didik yang telah menyelesaikan tahapan Syarat Kecakapan Umum (SKU) tingkat Ramu.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Peserta Didik Biro Pendidikan Nurul Jadid, Mujiburrohman, hadir sebagai pembina Apel Pelantikan untuk melantik anggota Pramuka Penggalang tingkat Ramu. Turut hadir dalam acara tersebut, Kasi Bidang Kelembagaan dan Peserta Didik ustadzah Fairus, para pembina pramuka yaitu Kak Umar Falas (Wakil Kepala Bidang Kesiswaan), Kak Muhammad Syarqowi (Pembina Gugus Depan), Kak Roisul Arifin (Pembina Satuan Putra), dan Kak Wildatus Sholehah (Pembina Satuan Putri).

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan ikrar atau sumpah Trisatya. Dilanjutkan, penyematan tanda pelantikan berupa Tanda Kecakapan Umum (TKU) Ramu yang dilakukan langsung oleh Bapak Mujiburrohman didampingi Kak Umar Falas dan Kak Syarqowi. Moment seru nan khidmat dalam prosesi pelantikan ini adalah penyiraman bunga kepada anggota terlantik sebagai simbol penyegaran dan harapan agar para anggota baru dapat mengharumkan nama baik almamater serta menjadi pemimpin di masa depan.

Pada kesempatan yang sama, pihak madrasah memberikan piagam penghargaan kepada peserta didik teraktif 100% kehadiran selama semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Hal ini sebagai bentuk apresiasi kepada peserta didik yang sudah berjuang untuk selalu terlibat dalam kegiatan pramuka dan juga sebagai motivasi keteladanan bagi peserta didik yang lain.

Kabid. Kelembagaan dan Peserta Didik, Bapak Mujiburrohman, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas komitmen MINM yang konsisten melaksanakan kegiatan pramuka untuk membangun jiwa korsa sebagaimana amanah pesantren. “Jujur kami mewakili Biro Pendidikan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada MINM dan peserta didik yang istiqomah melaksanakan kegiatan Pramuka untuk membangun jiwa korsa,” tuturnya yang disambut tepuk tangan oleh peserta apel pelantikan.

Eksistensi dan komitmen MI Nurul Mun’im ini dalam mengawal kegiatan keprmukaan perlu menjadi taulada bagi satuan pendidikan lainnya baik di dalam pesantren maupun luar pesantren. Harapannya, semangat dan capaian ini dapat menjadi pemicu untuk meningkatkan kualitas kegiatan dan berkembang lebih baik lagi. Karena jiwa korsa, kedisiplinan dan kemandirian perlu dibangun sejak ini untuk membentuk karakter positif dalam diri peserta didik.

Acara pelantikan ini menjadi momen penting bagi para anggota Pramuka Penggalang Tingkat Ramu Angkatan ke VI. Diharapkan, mereka dapat terus mengembangkan diri ke jenjang berikutnya dan istiqomah memberikan kontribusi positif bagi Madrasah dan masyarakat. (fiq)

Sambut Ramadhan, MUI Kabupaten Probolinggo Keluarkan Maklumat

Probolinggo, Berdampak.net – MUI Kabupaten Probolinggo mengeluarkan maklumat dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H. Ada tujuh poin yang tertuang dalam maklumat tersebut.

Dalam maklumat tersebut, MUI Kabupaten Probolinggo mengajak seluruh umat Islam untuk meningkatkan ibadah serta menjaga ketertiban dan keamanan selama bulan Ramadhan.

MUI Kabupaten Probolinggo juga menekankan pentingnya memperbanyak amal ibadah selama bulan Ramadhan, baik yang bersifat ritual maupun sosial.

Lalu, umat Islam juga diimbau untuk menghindari ucapan dan perbuatan yang dapat merusak nilai ibadah.

Selain itu, maklumat ini juga menyoroti peran aparat keamanan seperti TNI, Polri, dan Polisi Pamong Praja untuk meningkatkan pengamanan, terutama terhadap gangguan seperti petasan, miras, dan takbir keliling yang berlebihan.

MUI juga memberikan panduan terkait penggunaan pengeras suara selama Ramadhan. Sholat Rawatib, Tarawih, dan Witir diimbau menggunakan pengeras suara dalam batas yang wajar, sementara tadarus Al-Qur’an dianjurkan menggunakan pengeras suara hingga pukul 22.00 WIB dan dilanjutkan tanpa pengeras suara hingga pukul 02.30 WIB.

Selain ibadah, MUI Probolinggo juga mengajak umat Islam untuk memperkuat solidaritas sosial dengan menunaikan zakat, infaq, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.

Maklumat yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo, KH. Munir Kholili, dan Sekretaris Umum, H. Taufik. MUI berharap agar Ramadhan tahun ini dapat dijalani dengan penuh keberkahan. (don)

Gelar Wisuda Ma’had Aly Nurul Jadid ke-XI, Ini Pesan Gus Fayyadl

Probolinggo, Berdampak.net – Ma’had Aly Nurul Jadid menggelar prosesi wisuda ke-XI bagi mahasiswa program Marhalah Ula (M1) dan Marhalah Tsaniyah (M2) pada Minggu, 23 Februari 2025. Acara ini berlangsung di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid yang diikuti oleh 93 mahasantri yang telah dinyatakan lulus.  

Dari total wisudawan, 85 di antaranya merupakan lulusan Marhalah Ula (S1), sementara 8 lainnya berasal dari Marhalah Tsaniyah (S2). Prosesi wisuda ini juga diisi dengan berbagai rangkaian acara, termasuk pengukuhan wisudawan dan wisudawati, penobatan lulusan terbaik, serta sejumlah sambutan.  

Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid, Kiai Muhammad Al-Fayyadl, dalam sambutannya, menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni formal atau ajang temu kangen, melainkan bentuk rasa syukur atas ilmu yang telah diberikan Allah melalui para guru.  

“Yang paling penting adalah ungkapan rasa syukur kita atas nikmat ilmu yang Allah berikan kepada para mahasantri, melalui bimbingan para masyaikh, para dosen, serta kerja keras seluruh pengurus Ma’had Aly,” dawuhnya.  

Selain itu, beliau juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap para lulusan yang berhenti mengaji setelah diwisuda. Ia mengingatkan pesan almarhum KH. Romzi Al Amiri Mannan, Mudir ke-2 Ma’had Aly Nurul Jadid, yang selalu menekankan pentingnya santri untuk terus mengaji.  

“Beliau selalu berpesan agar Ma’had Aly terus dikembangkan, dan yang lebih penting, santri harus terus mengaji. Pesan ini selalu terngiang di benak saya,” dawuh Gus Fayyadl, kerap disapa.  

Tak hanya itu, Gus Fayyadl juga mendorong para santri untuk aktif menulis, sebagaimana yang telah dipesankan oleh almarhum KH. Romzi.  

“Sekarang saya mewajibkan santri untuk menulis, menulis, dan menulis. Supaya mereka bisa menjadi penulis kitab yang andal,” ujarnya. (fjr)