Stikes Maharani Malang Edukasi Pelajar Cegah Cyberbullying Melalui Seminar Kesehatan Mental

Malang, Berdampak.net – Maraknya perundungan di dunia maya atau cyberbullying menjadi perhatian serius di era digital saat ini. Aksi perundungan yang dilakukan melalui media sosial, platform percakapan, game online, hingga pesan telepon seluler dinilai dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan mental generasi muda.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap fenomena tersebut, mahasiswa dan mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Maharani Malang Program Studi Keperawatan menggelar seminar pencegahan cyberbullying bagi pelajar SMK Diponegoro Tumpang, Malang, Jawa Timur, Rabu (20/05/2026).

Kegiatan yang didampingi dosen pembimbing Ns. Ridwan Sofian, S.Kep., M.Kep. itu mengusung tema “Ketika Kata Menjadi Luka; Menjaga Kesehatan Mental di Dunia Maya” Seminar tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya perundungan digital sekaligus memberikan edukasi tentang etika bermedia sosial.

Dalam pemaparannya, Ns. Ridwan Sofian menjelaskan bahwa cyberbullying dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari pelecehan, fitnah, provokasi, peniruan identitas, penguntitan, pengucilan, hingga ancaman secara daring.

Menurutnya, tindakan tersebut kerap dipicu oleh keinginan pelaku untuk mencari kepuasan diri, pengaruh lingkungan, maupun persoalan pribadi yang tidak terselesaikan. Padahal, dampak yang ditimbulkan sangat serius bagi korban, mulai dari gangguan mental, tekanan psikis, hingga kasus ekstrem yang berujung pada tindakan bunuh diri.
“Korban cyberbullying biasanya mengalami perubahan perilaku dan emosi, mengurangi aktivitas di media sosial, bahkan prestasi akademiknya dapat menurun,” jelasnya.

Ia menambahkan, upaya pencegahan dapat dilakukan melalui peningkatan literasi digital, pengaturan privasi akun media sosial, berpikir sebelum memposting sesuatu, serta lebih bijak dalam memilih lingkungan pertemanan di dunia maya.

Selain itu, dukungan moral bagi korban juga dinilai sangat penting. Masyarakat diimbau untuk menjadi pendengar yang baik bagi korban, membantu menyimpan bukti perundungan, hingga melaporkan tindakan cyberbullying kepada pihak berwenang apabila diperlukan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Laurentius Rebong, turut memberikan edukasi mengenai etika dan tips aman bermedia sosial kepada para pelajar. Ia mengajak siswa untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial agar tidak menjadi pelaku maupun korban cyberbullying.

“Berpikirlah sebelum mengetik, hindari penggunaan bahasa yang menyinggung, cek kebenaran informasi sebelum dibagikan, hormati privasi orang lain, gunakan media sosial secukupnya, dan pilih konten-konten yang positif,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Kepala Sekolah SMK Diponegoro Tumpang Bapak Ihya Ulumuddin, S.Kom, M.M., berharap para pelajar semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan menciptakan lingkungan digital yang sehat, aman, serta saling menghargai. (fj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *