Hebat, Pesantren Nurul Jadid Ajari Santrinya Menjadi Entrepreneur, Ini Kata Fikri Ketua FKK TPQ Sidoarjo

Probolinggo, Berdampak.net – Pesantren Nurul Jadid pesantren yang mengedepankan teknologi informasi. Yaitu, mengintegrasikan teknologi informasi dalam pendidikan pesantren, santri dapat memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan agama dan kehidupan sehari-hari mereka secara lebih optimal. Pernyataan itu disampaikan oleh ulthan Fikri Mu’afa ketua panitia pelaksana kegiatan kunjungan. Senin (23/12/24).

Setelah berkunjung ke Pesantren Nurul Jadid Paiton, ada beberapa hal yang tengah kami catat sebagai agar dapat diadopsi. Kata Fikri, lingkungan belajar yang Islami. Dimana lingkungan pesantren sangat mendukung pembentukan kepribadian yang religius, dengan kegiatan rutinitas seperti pengajian, dzikir, shalat berjamaah, dan kegiatan keagamaan lainnya.

“kami Rombongan Forum Komunikasi Kepala Taman Pendidikan Al-Quran (FKK TPQ) Kecamatan Sidoarjo berjumlahnya 158 dapat pengetahuan yang sangat bagus dari kunjungan yang dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Pesantren ini tepat untuk menjadi pilihan berkunjung,” tegasnya.

Selain itu, Fikri menambahkan bahwa pesantren Nurul Jadid juga mengajarkan santrinya untuk mandiri melalui program kewirausahaan. Pesantren juga mengelola unit-unit usaha untuk mendukung operasionalnya.

Meski demikian, lanjut Fikri, Pesantren Nurul Jadid merupakan contoh pesantren yang mampu menjaga tradisi Islam sambil berinovasi untuk menjawab tantangan era modern.

“Dari profil video yang ditampilkan kami menangkap bahwa Pesantren Nurul Jadid menerima santri dari berbagai latar belakang, sehingga terjadi keragaman yang memperkaya wawasan santri,” cetusnya.

Insya Allah pesantren Nurul Jadid akan terus menjadi lembaga islam yang mencerdaskan pada umat dan bangsa.

“Kami berharap pesantren Nurul Jadid terdepan dalam menciptakan umat dan bangsa yang cerdas dan baik,” tegasnya. (pm)

OPIM Pesantren Tebuireng Jombang Silaturahmi ke Ponpes Nurul Jadid Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo kedatangan tamu organisasi pelajar Islam Malang. Organisasi yang beranggotakan pelajar yang berasal dari daerah tapal kuda yang mondok di Pesantren Tebuireng, Jombang.

Ketua OPIM menyampaikan bahwa organisasi tersebut didirikan oleh KH. Tolhah Hasan saat berada di pesantren. Senin (23/12/24) di Aula 1 Nurul Jadid.

“Organisasi ini didirikan oleh Kiai Tolhah Hasan. Dan organisasi ini sangat dihormati oleh organisasi santri lainnya yang berada di pesantren Tebuireng, Jombang,” katanya.

Berkunjung ke pesantren Nurul Jadid dan tabarrukan ke Almarhumin menjadi kebanggan dan kebahagiaan bagi kami.

“Terima kasih atas sambutannya, dan telah menerima kami di pesantren ini,” imbuhnya.

Hal itu disambut baik oleh Kepala Sub Bagian Humas dan Infokom Ponpes Nurul Jadid Paiton Ponirin Mika, ia mengungkapkan bahwa antara pesantren Nurul Jadid Paiton dan Pesantren Tebuireng Jombang memiliki ikatan emosional yang sangat kuat.

“Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami di datangi saudara. Dua pesantren ini memiliki hubungan yang sangat kuat. Kita sebagai santrinya, harus harus terus menjaga hubungan ini supaya langgeng. Salah satunya dengan melaksanakan kegiatan seperti ini,” tegasnya.

Ponirin juga menambahkan, OPIM didirikan oleh Kiai yang visioner, oleh karena itu harus di jaga sebaik-baiknya.

“Semoga dari kepengurusan OPIM ini lahir sosok yang seperti Kiai Tolhah Hasan,” harapnya. (pm)

MUI Probolinggo Keluarkan Maklumat Terkait Tahun Baru 2025

Probolinggo, Berdampak.net – MUI Kabupaten Probolinggo mengeluarkan Maklumat Tahun Baru 2025. Ada enam poin dalam maklumat tersebut.

Maklumat Tahun Baru 2025 ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo, KH Munir Kholili dan Sekretaris Umum H. Taufik. Maklumat tersebut tertanggal 23 Desember 2024 atau 21 Jumadil Akhir 1446 H.

Keenam poin Maklumat Tahun Baru 2025 MUI Kabupaten Probolinggo tersebut pertama, menyerukan kepada segenap masyarakat khususnya umat Islam untuk tidak menyambut Tahun Baru 2025 Masehi dengan hura-hura, dan tidak melakukan kemaksiatan lainnya khususnya di malam pergantian tahun.

Kedua, mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan aparat keamanan untuk mencegah penjualan, peredaran, dan konsumsi minuman keras dan narkoba.

Ketiga, hendaknya seluruh masyarakat tetap menjaga toleransi beragama.

Keempat, mengharap kepada seluruh masyarakat untuk ikut serta menjaga lingkungan masing-masing dari praktik asusila, dan menghindari kegiatan yang menimbulkan keonaran.

Kelima, kepada pihak Kepolisan untuk mencegah kegiatan yang mengganggu kelancaran dan keselamatan lalu lintas, seperti konvoi, balap liar, dan menyalakan petasan.

Keenam, mengimbau agar momen pergantian tahun kita jadikan waktu yang tepat untuk instrospeksi diri, dan menyambut tahun 2025 dengan semangat baru menjadi pribadi yang lebih baik. (don)