Pidato Donald Trump, Energy Hijau dan Mobil Listrik di Persimpangan Jalan

Berdampak.net – Dalam pidato sambutan pelantikan president, Donald trump menyampaikan beberapa pandangan yang justru bertentangan dengan kebijakan perjanjian international tentang energy bersih dan juga turunannya seperti Mobil listrik.

Berikut point utama yang trump sampaikan yang membuat energy hijau dan Mobil listrik di persimpangan jalan.

  1. Energi Hijau
    Trump cenderung skeptis terhadap kebijakan energi hijau yang diusulkan oleh pemerintahan sebelumnya. Ia sering mengaitkan energi hijau dengan biaya tinggi dan dampak negatif terhadap industri tradisional, seperti minyak dan gas. Pandangan ini mungkin akan Mengubah mindset dunia untuk kembali ke energi fosil
  2. Mobil Listrik
    Trump mungkin mengkritik subsidi pemerintah pada mobil listrik dan berpendapat bahwa ini mengganggu pasar bebas dan menciptakan ketidakseimbangan. potensi mobil listrik sebagai peluang ekonomi baru, tetapi dengan penekanan pada inovasi yang berasal dari sektor swasta, bukan intervensi pemerintah. Hal ini sebagai bentuk positioning Amerika terhadap china sebagai produsen mobil listrik terbesar saat ini.
  3. Lingkungan vs. Ekonomi

Trump menempatkan pertumbuhan ekonomi di depan isu lingkungan. Dalam pidatonya, ia berargumen bahwa kebijakan energi hijau dapat merugikan industri dan menciptakan kehilangan pekerjaan, meskipun ada bukti bahwa investasi dalam energi terbarukan dapat menciptakan lapangan kerja baru.

  1. Perjanjian international tentang perubahan iklim

Trump mengungkapkan ketidakpuasan terhadap perjanjian internasional yang berkaitan dengan perubahan iklim, berpendapat bahwa mereka merugikan kepentingan ekonomi Amerika. Ia cenderung mendukung kebijakan yang lebih nasionalis dan mendorong inovasi dalam sektor energi. (rh)

Khofifah di Harlah NU: Tahun Ini Akan Lahir 53 Doktor dari Rahim Pesantren

Probolinggo, Berdampak.net– Gubernur Jawa Timur terpilih sekaligus ketua umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, tahun ini akan lahir 35 doktor baru dari rahim pesantren di provinsi Jatim.

Hal itu diungkapkan Khofifah, dalam acara peringatan Puncak hari lahir ke 102 Nahdlatul Ulama atau Harlah NU di Ponpes Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jumat (24/1/2025).

“Kami ingin mempersembahkan ke PWNU Jatim, akan ada 35 doktor baru dari pesantren. Termasuk Ma’had Aly,” kata Khofifah di hadapan ribuan ulama dan kader NU yang hadir.

Selain 35 doktor baru, tambah Khofifah, pada Maret ini akan ada 51 ulama muda yang lulus dari Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Khofifah mengatakan, penguatan sumber daya manusia atau SDM tersebut akan menjadi penguatan NU di Jawa Timur untuk menjemput Indonesia Emas tahun 2045.

Pada kesempatan itu ia juga mengungkapkan harapan besar akan terwujudnya Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.

Ia juga mengungkapkan pekerjaan rumah besar yang dihadapi Indonesia menjadi negara maju pada 2045. Terutama pada indikator kemiskinan.

Di Jatim ini menyatakan, salah satu indikator negara maju adalah kemiskinan yang berada di angka 2 persen. Sementara saat ini persentase penduduk miskin di tanah air hampir mencapai 9 persen.

Dalam konteks Jawa Timur yang notabene penduduknya didominasi nahdliyin, ia berharap PR besar itu menjadi rencana kerja (plan action). Apalagi di tubuh NU kini banyak digawangi profesional, guru besar dan profesor.

Peringatan Harlah ke-102 NU di Ponpes Nurul Jadid, dihadiri sejumlah tokoh penting. Antara lain Wakil Ketua PBNU KH Zoelfa Musthofa; Wakil Rois PBNU, KH Anwar Iskandar; Rois PWNU Jatim, KH Anwar Mansyur; PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz; serta Ketua Umum Muslimat NU sekaligus Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa. (pm)

Rakerwil PWNU Jawa Timur 2025: Memperkokoh Sinergi dan Bhakti untuk Negeri

Probolinggo, berdampak.net – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar peringatan Harlah ke-102 NU sekaligus Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada 24-25 Januari 2025. Acara yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, ini dihadiri oleh berbagai tokoh NU, pengurus wilayah, serta pejabat penting dari berbagai instansi. Bertemakan “Menguatkan Sinergi Memantapkan Bhakti untuk Negeri,” acara ini bertujuan untuk menyusun langkah strategis dalam memperkuat peran dan kiprah NU di tengah masyarakat.

Rangkaian acara dimulai pada Jumat pagi dengan registrasi peserta, disusul pelaksanaan Shalat Jumat berjamaah. Setelah istirahat dan makan siang, suasana semakin semarak dengan hiburan Islami yang dibawakan oleh para santri Pesantren Nurul Jadid. Pukul 13.30 WIB, acara inti dimulai dengan pembukaan yang dipandu oleh MC H. Taufiq Mukti.

Pembukaan acara ditandai dengan lantunan lagu Indonesia Raya dan Subhanul Wathon yang dipandu oleh dirijen dari Universitas Nurul Jadid (Unuja). Sambutan pertama disampaikan oleh KH. Abdul Hamid Wahid, pimpinan Pesantren Nurul Jadid, sebagai tuan rumah. Kemudian, KH. Abdul Hakim Mahfudz, Ketua PWNU Jawa Timur, memberikan sambutan yang menekankan pentingnya sinergi dalam menyukseskan berbagai program NU baik di tingkat wilayah maupun nasional.

Adhy Karyono, Penjabat Gubernur Jawa Timur, turut hadir dan memberikan apresiasi atas kontribusi besar NU dalam pembangunan masyarakat Jawa Timur. Sambutan dari Ketua Umum PBNU, KH. Zulfa Mustafa, dan Taujihat Rois ‘Am PBNU, KH. Anwar Iskandar, menjadi momen yang sangat ditunggu oleh seluruh peserta. Acara pembukaan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Anwar Manshur.

Malam harinya, rangkaian acara dilanjutkan dengan Rapat Kerja Wilayah yang dimulai pukul 19.00 WIB. Sidang pleno yang dipimpin oleh KH. H. M. Faqih membahas pengarahan dari Rais Syuriyah, Ketua Tanfidziyah, serta Steering Committee (SC). Tata tertib sidang ditetapkan sebagai dasar pelaksanaan diskusi strategis yang berfokus pada penyusunan rekomendasi dan program kerja.

Rakerwil ini juga membentuk beberapa komisi yang bertugas merumuskan rekomendasi dan program kerja, di antaranya Komisi Taswirul Afkar, Komisi Nahdlatul Tujjar, dan Komisi Nahdlatul Wathon. Setiap komisi memberikan kontribusi besar dalam menyusun langkah-langkah strategis untuk kemajuan umat dan bangsa. Seluruh rangkaian acara hari pertama ditutup pada pukul 23.00 WIB dengan doa dan sambutan penutup.

Keesokan harinya, Sabtu, 25 Januari 2025, acara dilanjutkan dengan sarapan pagi bersama sebelum peserta diberikan waktu untuk rekreasi atau kembali ke rumah masing-masing.

Rangkaian Harlah ke-102 NU dan Rakerwil PWNU Jawa Timur ini diharapkan dapat memperkokoh sinergi antar pengurus NU dan menghasilkan program-program strategis untuk mendukung kemajuan umat dan bangsa. Pondok Pesantren Nurul Jadid, sebagai tuan rumah, berhasil menciptakan suasana yang hangat dan penuh semangat kebersamaan di kalangan peserta, menguatkan komitmen bersama untuk terus berkhidmat bagi negeri. (pm)