Genggong Go Green, Gus Haris Ajak Masyarakat Probolinggo Jadi Pioner Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam rangka mengajak masyarakat untuk beralih ke transportasi yang lebih ramah lingkungan dan sekaligus launching desa tematik Gus Haris, Bupati Probolinggo terpilih sukses melanjutkan acara Genggong Go Green tahun 2025 . Acara ini, yang masuk ke tahun ke-6, diadakan di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong dan menjangkau lebih dari 5.000 peserta. Minggu (26/01/2025).

Gus Haris menjelaskan bahwa tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya bersepeda sebagai alat transportasi jarak dekat, sambil menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan. “Genggong Go Green bukan hanya sekadar ajang olahraga,” ujar Gus Haris.

“Tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat kesadaran masyarakat tentang hidup sehat dan juga harmoni dengan lingkungan,” lanjutnya.

Dalam rangka mencapai tujuan ini, Genggong Go Green Sepeda menawarkan tiga jenis rute yang dapat dipilih oleh peserta, yaitu Funbike, MTB, dan Roadbike. Rute ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan setiap peserta, mulai dari pemula hingga pesepeda profesional.

Acara ini juga menjadi peluang untuk mempererat silaturahmi antar peserta termasuk di jajaran forkopimda. Tampak hadir PJ Bupati Probolinggo dan Kapolres Probolinggo dan beberapa jajaran pejabat lainnya.

Selain itu acara acara seperti ini juga dapat meningkatkan potensi wisata di Kabupaten Probolinggo melalui launching desa tematik dan penanaman pohon bersama.

Dengan komitmen untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan, Gus Haris berkomitmen untuk membuat Genggong Go Green menjadi Probolinggo Go Green, dengan fokus pada program-program lingkungan lainnya di masa depan. (rh)

Gus Kikin Puji Kemajuan Pesat Nurul Jadid

Probolinggo, Berdampak.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali menorehkan prestasi membanggakan. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, memuji pesatnya perkembangan lembaga pendidikan tersebut.

Dalam sambutannya pada acara Harlah ke-102 NU sekaligus Rakerwil PWNU Jatim, Jumat (24/1), Gus Kikin mengungkapkan kekagumannya terhadap Nurul Jadid.

“Saya melihat banyak perkembangan pesat di Nurul Jadid, mulai dari peningkatan kemampuan santri, pengembangan soft skills, hingga program pelatihan yang intensif. Bahkan, ada santri yang dikirim untuk belajar ke China,” pujinya di hadapan ribuan ulama, jamaah, dan kader NU.

Menurut Gus Kikin, keberhasilan Nurul Jadid tidak lepas dari peran penting NU dalam mendampingi umat. “NU didirikan untuk membimbing umat agar tidak terpecah belah. Para ulama senantiasa hadir memberikan arahan dan solusi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gus Kikin menekankan pentingnya sikap toleransi yang telah menjadi ciri khas NU sejak awal berdirinya. “NU selalu terbuka terhadap perbedaan agama, keyakinan, dan pandangan. Ini semua demi menjaga kedamaian dan persatuan bangsa,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin juga mengajak seluruh hadirin untuk menggali lebih dalam sejarah perjuangan para masyayikh NU. “Sejarah perjuangan para pendahulu kita perlu kita jadikan inspirasi dan pedoman dalam menghadapi tantangan masa depan,” imbuhnya.

Untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, Gus Kikin menyarankan agar seluruh elemen NU melakukan muhasabah atau introspeksi diri. “Mari kita contoh teladan para ulama terdahulu dan terus mengasah ilmu agama kita,” ajaknya.

Dengan demikian, Gus Kikin berharap NU dapat terus menjadi pilar utama dalam menjaga keutuhan NKRI dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. (pm)

Kyai Zulfa: NU ke-102 Tahun Laksana Pohon

Probolinggo, Berdampak.net – Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kyai Zulfa Musthofa, menyampaikan bahwa NU di usianya yang ke-102 laksana sebuah pohon. Meskipun usianya sudah tua, NU tetap mengakar kuat dan cabangnya menjalar ke seluruh dunia. Ungkapan ini disampaikan Kyai Zulfa dalam acara Harlah NU ke-102 sekaligus Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Jumat (24/01).

“NU di usia ke-102 ini laksana pohon yang baik, yang ditanam oleh para muassisnya, mengakar menghujam bumi, dan cabang-cabangnya menyebar ke seluruh penjuru dunia,” ujarnya.

Kyai Zulfa juga menambahkan bahwa NU telah diakui oleh organisasi masyarakat (ormas) dan agama lain di seluruh negeri. Beliau menjelaskan rahasia di balik eksistensi dan perkembangan NU yang pesat. Menurutnya, NU bisa menjadi besar karena berhasil memposisikan dirinya sebagai rumah besar bagi seluruh rakyat Indonesia, baik yang beragama Islam maupun non-Islam. Semua merasa nyaman dengan NU.

“NU tetap melanjutkan visi yang telah digariskan oleh para pendiri NU, yaitu membawa kemaslahatan umat, untuk negeri, bahkan peradaban dunia,” jelasnya.

Kyai Zulfa menegaskan bahwa jika NU sudah menetapkan agenda dalam Raker, itu menandakan bahwa organisasi ini memiliki arah yang jelas untuk masa depan. Dengan visi yang jelas, pengurus NU akan senantiasa menjaga eksistensinya.

Lebih lanjut, Kyai Zulfa mengingatkan kepada seluruh pengurus NU yang hadir untuk selalu cepat merespons kebutuhan umat dan masyarakat. Beliau menegaskan bahwa visi para ulama terdahulu mengharuskan NU untuk seperti TNI dan Polri, yaitu setia melayani, mengayomi, dan melindungi rakyat.

“Indeks kepuasan masyarakat terhadap sebuah organisasi sejatinya berbanding lurus dengan sejauh mana organisasi itu merespons kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (pm)