Sambut Haul Harlah, Unuja Gelar Seminar Nasional
Probolinggo, Berdampak.net – Sebagai bentuk peringatan haul dan harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) sekaligus workshop tentang sumber daya pesantren yang diampu oleh pemerintah, Universitas Nurul Jadid (Unuja) menggelar seminar nasional, bertempat di aula 1 PPNJ, Sabtu (18/01/2025).
Agenda tersebut dihadiri oleh 51 perguruan tinggi NU swasta se-Jawa Timur dan kepala sekolah dari satuan-satuan pendidikan dibawah PPNJ. Kegiatan tersebut dibagi menjadi 2 yaitu seminar nasional yang digelar pada jam 10.00 WIB dilanjut dengan simposium nasional pada jam 13.30 WIB.
Sebagai tuan rumah Kyai Abdul Hamid Wahid selaku rektor Unuja berkesempatan untuk menyampaikan sambutannya pada pembukaan agenda besar itu. beliau menganggap seminar itu sebagai pertemuan strategis yang akan membahas tentang kebutuhan negara kepada pesantren, yang dikoordinir oleh kementerian agama.
Beliau juga memandang pesantren telah menunjukan eksistensi mulai dari lahirnya bangsa Indonesia. “Pesantren tidak pernah ketinggalan dalam berkontribusi menegakkan bangsa, bahkan ikut andil dalam mengisi kemerdekaan,” dawuh beliau.
Para ulama banyak melahirkan berbagai karya yang juga diaplikasikan oleh agama lain, semisal salah satu lagu karangan kyai Abdul Wahab Hasbullah, Ya lal Wathon. “Lagu ini menjadi penyemangat bukan hanya untuk agama islam, melainkan terhadap agama lain seperti kristen di suatu gereja,” tuturnya.
Terkait dengan perguruan tinggi, rektor Unuja mengutip kalimat gusdur yang menyatakan perguruan tinggi dan pesantren menjadi basis kekuatan yang sangat besar apabila dipertemukan dan dikolaborasikan menjadi satu kesatuan. Beliau juga sangat takjub akan daya Indonesia emas yang sanagt kuat.
“kita harus bisa memaksimalkan mungkin sumber daya manusia dan sumber daya alam pada masa Indonesia emas mendatang,” ucapnya.
Diakhir sambutannya, beliau menegaskan akan memberdayakan pesantren di tingkat perguruan tinggi. “Insyaaallah, Perguruan tinggi berbasis pesantren bisa menjadi pusat SDGs (Sustainable Development Goals, red),” pungkasnya. (pm)