Alumni UM Kokohkan Silaturahmi dan Peran untuk Semakin Lebih Berdampak

Probolinggo, Berdampak.net – Sejumlah alumni Universitas Negeri Malang lintas Angkatan memadati Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Probolinggo untuk mengikuti pengkuhan Pengurus IKA UM Probolinggo Raya pada hari kamis tanggal 12 September 2025. Acara semakin khidmad karena beberapa jajaran pengurus IKA UM Pusat seperti Ketua IKA UM Pusat Prof. Dr. H. Suparno, Drs. H. Murdibjono, M.A, Dra. Hj. Fatmawati, Prof. Dr. Moh. Ainin, M.Pd., Drs. H. Sutrisno, S.Pd., M.Pd. dan Drs. H. Taat Setyohadi hadir.
Antusiasme para alumni UM sangat luar biasa dengan dihadiri hampir sekitar 180 peserta dari jumlah anggota yang tergabung di group WA hampir mendekati 500 anggota yang tersebut lintas profesi dengan memang di dominasi oleh alumni di bidang Pendidikan yang berprofesi sebagai guru di area Probolinggo raya. Tampak hadir juga juga beberapa alumni yang merupakan founding father dari pembentukan IKA UM Probolinggo raya seperti dan beberapa alumni yang menduduki peran strategis seperti Ketua Bawaslu Kota Probolinggo, Komisioner KPU Probolinggo /Kabupaten Probolinggi, Beberapa kepala Sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Probolinggo dan Direktur Pasca Saraja UNIWARA pasuruan.
Prof Suparno mantan rector Universitas Negeri Malang periode 2006–2014 mengapreasisi menyampaikan kebanggaannya terhadap alumni UM di probolinggo raya karena sangat kompak dan antusias dalam pengukuhan tersebut. Dirinya juga berharap bisa mengambil peran dalam program program IKA UM baik di Tingkat Pusat ataupun di daerah dan tetap menjadi motor pembangunan terbaik di sesuai bidangnya.
Dalam laporannya Ketua Pelaksana Fajar Satrio Wibowo juga menambahkan apresiasi semangat dan antusias rekan rekan alumni dan juga tidak menyangka pesertanya akan melebihi target dan bahkan sampai menolak beberapa peserta yang karena keterbatasan tempat untuk hadir dan ini menurutnya akan menjadi modal dasar untuk kegiatan berikutnya.
Rochman Hidayat selaku Ketua IKA UM Probolinggo Raya 2025-2030 menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang membantu terlaksananya pengukuhan khususnya ke pemerintah kabupaten Probolinggo yang sudah memfasilitasi tempat dan logistic serta sekaligus berharap kedepan silaturahmi dan jejaring alumni yang kuat bisa menjadi pondasi untuk bagaiamana alumni UM bisa memberikan dampak sesuai dengan bidang dan profesi masing masing.

Ucapan selamat dan siap melanjutkan kolaborasi untuk membantu peningkatan kualitas Pendidikan dan Sumber daya manusia di Probolinggo Raya yang sudah berjalan selama ini di sampaikan Assistant Pemerintahan 1 Hari Kriswanto. S. Sos mewakili bupati yang juga sebagai penasehat IKA UM pada kepengurusan IKA UM 2025-2030 .
Penutup acara semakin berdampak dengan dengan diskusi panel mengenai Pendidikan Dan Kecerdasan Artifisial Sebagai Pilar Kemajuan Pembangunan Daerah oleh beberapa naras umber yang merupakan alumni UM seperti Dr. Daryono, M.Pd Direktur Pasca Sarjana UNIWARA Pasuruan, Agus Kusumaramdhani S.Si , M. Si, Phd Dosen Vokasi UB, Dr . SitI Romlah SSI. MPd Kepala Dinas Pendidika Kota Probolingo, Nurul Hidayat, S.Si M.Si Phd Dosen FISIKA UM dengan dipandu oleh Muhammad Fachrur Rozi SPd MPd Kepala Sekolah SMA 1 Sukapura /Plt Kepala Sekolah SMKN 1 Lumbang. (rh)

Grand Launching Sekolah Tinggi Agama Islam Roudlotut Tholibin (STAIRO) Kademangan Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net 13 September 2025 — Sebuah tonggak sejarah pendidikan Islam kembali tercipta di Kota Probolinggo dengan diresmikannya Sekolah Tinggi Agama Islam Roudlotut Tholibin (STAIRO) Kademangan. Acara Grand Launching ini berlangsung pada Sabtu pagi (13/09), pukul 08.30 – 12.00 WIB bertempat di halaman Kampus STAIRO, Jalan Prof. Hamka Nomor 54 A, Kelurahan Kademangan, Kota Probolinggo.

Launching secara resmi dilakukan oleh Ketua KOPERTAIS IV, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Ph.D, bersama Walikota Probolinggo dr. H. Aminuddin, Sp.Og. (K), MM.Kes, dan Ketua STAIRO KH. Abdul Malik Haramain, M.Si. Dengan peresmian ini, STAIRO resmi memulai aktivitas akademiknya, membuka pendaftaran mahasiswa untuk dua program studi unggulan: Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Hukum Keluarga Islam (HKI).

Dalam sambutannya, KH. Abdullah Zabut, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, menyampaikan bahwa pendirian STAIRO merupakan kelanjutan dari komitmen yayasan untuk mendidik generasi bangsa. “Kami akan senantiasa istiqamah di jalur pendidikan Islam. Sejak tahun 2011 dan 2015 kami upayakan, dan alhamdulillah terealisasi di tahun 2025,” ujar Gus Zabut.

Ia menambahkan, STAIRO hadir sebagai bentuk kontribusi nyata pondok pesantren dalam menciptakan solusi bagi tantangan pendidikan di Indonesia.

Walikota: STAIRO Adalah Cahaya Baru Probolinggo

Sementara itu, Walikota Probolinggo, dr. Aminuddin, menyambut antusias kehadiran STAIRO. Ia menyampaikan rasa bangga dan harapan besar terhadap kontribusi kampus ini ke depannya.
“Kehadiran STAIRO memberikan pelita bagi pembangunan Kota Probolinggo. Kami yakin STAIRO akan turut berkontribusi dalam pembangunan kota berbasis manajemen finansial dan menjadi lembaga pendidikan tinggi yang maju, baik di Tapal Kuda maupun di tingkat nasional,” tegasnya.

Sementara itu Ketua STAIRO, KH. Abdul Malik Haramain, M.Si, memaparkan bahwa pendirian STAIRO merupakan buah perjuangan panjang yang dimulai sejak gagasan almarhum KH. Mujib Abdullah.
“Prosesnya tidak mudah, butuh perjuangan bertahun-tahun. Kami ingin menjaga agar pendidikan tidak tergelincir menjadi komoditas ekonomi. STAIRO hadir untuk membangun SDM yang berkualitas dan berkarakter,” jelas Gus Malik.
Ia juga menekankan enam prinsip utama STAIRO:

  1. Menjaga konsistensi tujuan pendidikan Islam.
  2. Memaksimalkan potensi lembaga pendidikan yang dimiliki pondok pesantren.
  3. Menyambungkan pendidikan santri hingga jenjang perguruan tinggi.
  4. Memenuhi kebutuhan SDM daerah dengan kualitas unggul.
  5. Mewujudkan cita-cita pembangunan bangsa di bidang pendidikan.
  6. Mencetak lulusan yang kompeten, unggul, dan berakhlak mulia.

Grand Launching juga diisi dengan Studium General oleh Prof. Akh. Muzakki yang memberikan motivasi dan pemahaman mendalam tentang tantangan dan harapan SDM masa kini.
Beberapa poin penting yang disampaikan Prof. Muzakki antara lain : Pentingnya SDM unggul yang tidak hanya pergi ke luar daerah tapi juga berkontribusi kembali ke kampung halaman.
Prof. Muzakki juga mengingatkan tentang Peran ulama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa yang harus terus diapresiasi.
Selain itu, Pentingnya karakter dalam pendidikan, bukan hanya kecerdasan akademik. Dan Menuntut ilmu harus memiliki sanad keilmuan dan sanad kemuliaan.
Lebih lanjut Prof. Muzakki berharap bahwa muslim masa kini harus cerdas dan benar, ditandai dengan akhlaqul karimah.

Acara Grand Launching STAIRO ini ditutup dengan pembacaan doa oleh KH. Jamaludin tepat pukul 12.00 WIB. Diharapkan dengan peresmian ini, STAIRO mampu menjadi pilar baru pendidikan tinggi Islam di Probolinggo dan memberikan kontribusi strategis dalam menciptakan SDM yang unggul, berkarakter, serta berwawasan keilmuan dan keislaman yang kuat.

Pengurus HMI Komisariat Se-Cabang Probolinggo Periode 2025-2026 Resmi Dilantik, Ini Pesan Wakil Bupati

Probolinggo, Berdampak.net – Pengurus Komisariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se Cabang Probolinggo periode 2025–2026 resmi dilantik pada Sabtu (13/9/2025). Pelantikan bersama tersebut digelar di Ruang Pertemuan Tengger, Kantor Bupati Probolinggo. Wakil Bupati Probolinggo, Ra Fahmi, sampaikan peran kader HMI sebagai generasi intelektual dan mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah tokoh hadir, di antaranya Wakil Bupati Probolinggo Ra Fahmi AHZ, Presidium KAHMI Kota Probolinggo Heri, Presidium KAHMI Kabupaten Probolinggo Imam Chumaidi, Sekretaris Presidium Kahmi Kabupaten Probolinggo, Deni Hidayaturrahman, Ketua Umum HMI Cabang Probolinggo Imam Suyuti, serta jajaran pengurus demisioner komisariat se Cabang Probolinggo.

Suasana khidmat pelantikan pengurus HMI Cabang Probolinggo periode 2025–2026 yang ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan dan serah terima kepengurusan, yabg dipimpin olrh Ketua Umum HMI Cabang Probolinggo.

Wakil Bupati Probolinggo, Ra Fahmi menegaskan, menjadi pengurus HMI bukan sekadar jabatan struktural, tapi juga kesediaan untuk berkhidmat, belajar, dan berjuang demi tujuan organisasi. Beliau menekankan pentingnya peran HMI di tengah tantangan zaman.

Menurutnya, kader HMI memikul tanggung jawab moral dan intelektual, tidak hanya untuk himpunan, tapi juga bagi umat dan bangsa.

“HMI harus terus menjadi ruang kaderisasi yang produktif, dinamis, dan solutif,” ujarnya.

Ra Fahmi juga berpesan agar pengurus baru mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat kontribusi.

Ia mengingatkan, HMI telah melahirkan banyak tokoh bangsa, akademisi, hingga pemimpin daerah. Lebih jauh, ia berharap HMI bisa menjadi mitra strategis pemerintah daerah, khususnya di bidang pendidikan, sosial, kepemudaan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Mari bersama membangun Kabupaten Probolinggo menjadi daerah yang maju, religius, dan berdaya saing tinggi dengan kontribusi nyata dari para pemuda, termasuk HMI,” pungkasnya. (fiq)

Jelang Muktamar, Persaingan Calon Ketum PPP Kian Ramai

JAKARTA, Berdampak.net – Pelaksanaan Muktamar X PPP tinggal menghitung hari, peta persaingan calon ketua umum (Ketum) partai berlambang Ka’bah tersebut kian ramai dan santer diwacanakan di ruang publik.

Hal tersebut ditandai dengan banyaknya deklarasi yang telah dilakukan oleh berbagai wilayah, baik itu dari pengurus PPP tingkat wilayah/provinsi maupun tingkat daerah atau kabupaten/kota (DPW dan DPC) yang sudah menyatakan dukungan penuh terhadap calon tertentu.

Mereka secara terbuka menyebut nama Mardiono sebagai calon Ketum. Bahkan, berdasarkan informasi dan laporan media yang dihimpun, menunjukkan adanya trend dukungan terhadap Mardiono yang makin menguat menjelang Muktamar PPP.

Selain itu muncul pula suara dari kalangan ulama/kiai dan forum internal pengurus partai yang mendukungnya sekaligus memandangnya sebagai figur yang stabil dan bisa menjaga soliditas partai.

“Keyakinan bahwa dia adalah figur yang paling siap sedangkan kandidat lain diwanti-wanti segera menunjukkan kesiapan dan keseriusannya,” kata seorang pengurus teras partai Islam tertua di Indonesia ini saat dihubungi di Jakarta, sabtu (13/9/2025).

Sebelumnya marak diberitakan media, nama-nama seperti Sandiaga Uno, Andi Amran Sulaiman, Taj Yasin Maimoen, Dudung Abdurahman, Romahurmuzy, Arwani Thomafi, dll masuk radar calon Ketum. Namun dukungan kepada Mardiono mengalir dari sejumlah pengurus PPP yang selama ini menjadi basis tradisional partai tersebut, antara lain dari pengurus DPW PPP provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), lalu pengurus DPC kabupaten PPP Klaten, Lampung Tengah, dan Bangkalan.

Dukungan serupa juga datang dari kalangan kiai dan ulama se-Jawa Timur & pantura Jawa Tengah, dimana mereka menggelar doa bersama dengan mendoakan agar Muktamar berjalan lancar dan Mardiono kembali menjadi Ketum PPP.

Dukungan dari luar Jawa juga mengalir dari kalangan kiai Sulawesi dan Kalimantan dan mendoakan PPP kembali dipimpin Mardiono.

Ditengah trend dukungan terhadap Mardiono makin menguat, belum semua wilayah/DPC/DPC anak ranting menyatakan dukungannya secara resmi. Ada daerah yang masih menunggu atau belum menentukan pilihan.

Ada juga nama calon Ketum lain yang muncul di media sebagai pesaing potensial, sehingga membuat proses pencalonan dan konsolidasi masih bisa berubah dan dinamis.

Sampai saat ini menurut juru bicara PPP, Usman Tokan, nama Mardiono masuk radar calon kuat sembari menunggu calon lain yang menyatakan kesiapan dan keseriusannya.

Dengan menguatnya nama Mardiono dalam bursa calon Ketum PPP tersebut, belum ada keterangan resmi dari internal partai bahwa Muktamar X PPP akan berlangsung dengan aklamasi, meskipun NTB berharap demikian.

Selain wacana calon Ketum, ada juga dititipkan harapan dari sejumlah kader PPP di daerah agar konsolidasi segera dilakukan agar supaya partai tampil kompak menuju Pemilu 2029.

Kalangan pengurus daerah juga mengharapkan susunan pengurus DPP nantinya dibuat lebih gemuk untuk menampung semua komponen ummat agar kekuatan PPP semakin besar dan solid.***

Pentingnya Pendidikan Karakter untuk Menekan Degradasi Moral

Probolinggo, Berdampak.net – MUI Kabupaten Probolinggo kembali menggelar Pelatihan Penguatan Pendidikan Karakter untuk guru Pendidikan Agama Islam (PAIS) se-Kabupaten Probolinggo, Rabu (10/9/2025) di aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini sebagai salah satu solusi atasi degradasi moral.

Kegiatan Pelantikan Penguatan Pendidikan Karakter jilid II ini terselenggara atas kerja sama Kemenag Kabupaten Probolinggo, Universitas Islam Zainul Hasan (Unzah) Genggong, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo. Ratusan guru PAI se-Kabupaten Probolinggo hadir dan mendapat materi dari narasumber.

Sekretaris Umum MUI Kabupaten Probolinggo, ustaz H Taufik, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan serupa pertama di kampus Unzah beberapa waktu lalu. “Kami berkomitmen bagaimana guru mendapatkan materi, pencerahan tentang pendidikan karakter,” kata H Taufik.

Dia menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu cara yang dilakukan MUI Kabupaten Probolinggo bersama lintas instasi untuk merespons terjadinya kemerosotan moral pada individu dan masyarakat. “Ini sudah terjadi degradasi moral,” jelasnya.

Degradasi moral menurut H Taufik, terlihat dari tanda-tanda melemahnya akhlak, etika, tata krama, hingga perilaku menyimpang. Ia berharap melalui kegiatan Pelatihan Penguatan Pendidikan Karakter, degradasi moral tersebut mendapat jalan keluar.

Sementara menurut Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, H Samsur penting bagi seorang guru untuk menanamkan keteladanan karakter. “Akan mudah menanamkan karakter positif (pada anak) jika kita sebagai guru lebih dulu mengamalkan hal-hal baik,” kata H Samsur.

Menurutnya, guru bukan sekadar muallim, tapi juga sebagai muaddib serta murobbi.

Diketahui, Pelatihan Penguatan Pendidikan Karakter ini diikuti 200 PAIS, dan Pengawas PAIS. Ada dua narasumber dalam kegiatan kedua ini yakni, H Barzan selaku Kepala Seksi PHU Kemenag sekaligus Ketua Komisi Dakwah MUI Kabupaten Probolinggo. Narasumber kedua yakni Rektor Unzah Profesor Doktor Abdul Aziz Wahab. (don)

Kunjungan Silaturahmi Dandim 0820 Probolinggo ke Kantor FKUB Kota Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net 10 September 2025 – Komandan Kodim 0820 Probolinggo, Letkol Arh. Iwan Hermaya, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo pada hari Rabu (10/09). Kunjungan berlangsung mulai pukul 13.30 WIB, dengan didampingi Danramil Mayangan beserta staf.

Kedatangan Dandim 0820 disambut hangat oleh jajaran pengurus FKUB yang dipimpin langsung oleh Ketua FKUB, Dr. H. Ahmad Hudri, ST., MAP. Dalam sambutannya, Ketua FKUB menyampaikan apresiasi atas kesediaan Dandim untuk bersilaturahmi. Menurutnya, komunikasi yang intensif antar-stakeholder merupakan modal penting dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi.

“Komunikasi yang baik perlu terus dipupuk agar sinergi terus terbangun. Dengan sinergi akan lahir hubungan harmonis, dan dengan hubungan harmonis maka pembangunan akan lebih mudah terlaksana,” ujar Dr. H. Ahmad Hudri.

Sementara itu, Dandim 0820 Probolinggo, Letkol Arh. Iwan Hermaya, menegaskan bahwa TNI siap bersinergi dengan masyarakat dalam menjaga dan merawat kerukunan di Kota Probolinggo. Ia juga menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi dalam setiap agenda FKUB yang relevan dengan upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama.

“Kami dari jajaran TNI siap mendukung dan selalu bersinergi dengan masyarakat, khususnya bersama FKUB, demi menjaga dan merawat kerukunan di Kota Probolinggo,” tegasnya.

Acara silaturahmi kemudian dilanjutkan dengan dialog terbuka yang dipandu oleh Achmad Philip, Sekretaris FKUB. Dalam sesi dialog ini, masing-masing perwakilan agama menyampaikan masukan konstruktif untuk memperkuat kerukunan dan memperkokoh semangat kebersamaan:

Islam: Dawam Ihsan

Hindu: I Nengah W.

Kristen: Togu

Katolik: Agus Sumaryono

Buddha: Erfan S.

Diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan semangat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama di Kota Probolinggo.

Kunjungan silaturahmi Dandim 0820 Probolinggo ke Kantor FKUB berakhir pada pukul 15.00 WIB, dengan harapan sinergi antara TNI, FKUB, dan seluruh elemen masyarakat terus terjalin demi terciptanya kehidupan yang harmonis, aman, dan damai di Kota Probolinggo.