BSC Project Siap Tampil Maksimal di Bromo Sunset Vol. 06

Probolinggo, Berdampak.net – Grup musik BSC Project memastikan diri siap tampil maksimal dalam gelaran Bromo Sunset Vol. 06. Persiapan yang sudah berjalan sejauh ini disebut dalam kondisi aman, meski para personel tetap menaruh perhatian khusus pada kesiapan fisik.

Dwi Ikbal Al Rasyid, salah satu personel BSC Project, mengungkapkan bahwa faktor cuaca menjadi tantangan tersendiri. “Sementara persiapan aman-aman saja, hanya saja harus siap segalanya terutama fisik. Karena musim kemarau cuacanya lebih dingin dari sebelumnya, mungkin paling tidak di angka 8 derajat,” ujarnya.

Meski begitu, semangat untuk memberikan penampilan terbaik tetap tinggi. “Syukur-syukur bisa berlanjut, biar sangat berdampak,” tambah Ikbal dengan optimistis.

Bromo Sunset Vol. 06 sendiri dikenal sebagai salah satu event musik yang memadukan keindahan alam Bromo dengan sajian musik dari berbagai musisi, sehingga selalu dinantikan oleh penonton maupun pelaku seni. (fj)

FKUB Kota Probolinggo dan RSU Amanah Tandatangani MoU Pelayanan Kerohanian Bagi Pasien

Probolinggo, Berdampak.net – 15 September 2025 – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo bersama Rumah Sakit Umum (RSU) Amanah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Pelayanan Kerohanian bagi Pasien pada Senin (15/09/2025), pukul 13.30 WIB di Kantor FKUB, Jl. A. Yani No. 103 Kota Probolinggo.

MoU ini ditandatangani langsung oleh Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. Ahmad Hudri, ST., MAP, dan Direktur RSU Amanah, dr. M. Nur Humaidi Zulmi, M.Kes. Prosesi penandatanganan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat sinergi.

Acara ini turut dihadiri jajaran pengurus harian FKUB Kota Probolinggo, antara lain Achmad Philip (Sekretaris), Dawam Ihsan (Wakil Ketua), Budi Kristiyanto (Wakil Ketua), Agus Sumaryono (Bendahara), dan Mashuri Nurzah (Wakil Bendahara). Dari pihak RSU Amanah, hadir Direktur bersama jajaran staf.

Dalam sambutannya, Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. Ahmad Hudri menyampaikan apresiasi positif atas inisiatif kerjasama ini.

“FKUB selalu terbuka untuk bekerjasama dengan berbagai pihak, terutama dalam pelayanan keumatan lintas agama. Pelayanan kerohanian bagi pasien adalah bagian penting dari peran FKUB dalam memberikan dukungan spiritual sesuai agama masing-masing. Ini menjadi wujud nyata pelayanan inklusif yang sangat dibutuhkan pasien dan keluarga, khususnya mereka yang sedang menjalani rawat inap,” jelas Hudri.

Lebih lanjut, Hudri menegaskan bahwa kerjasama ini merupakan pilot project program FKUB dalam memperluas peran pelayanan keumatan di bidang kesehatan.

Sementara itu, Direktur RSU Amanah, dr. M. Nur Humaidi Zulmi, M.Kes., menegaskan pentingnya kolaborasi dengan FKUB.

“Kerjasama ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pasien, khususnya dalam pelayanan kerohanian pasca terminal seperti pasien kritis, pasca operasi, dan kondisi-kondisi tertentu lainnya. Kami juga siap mendukung kegiatan sosial FKUB, terutama yang menyangkut bidang kesehatan,” ungkap dokter Zulmi.

MoU yang ditandatangani kedua belah pihak berlaku selama tiga tahun. Ruang lingkup kerjasama meliputi penyediaan pelayanan rohani berupa motivasi, konsultasi, ceramah agama, dan doa yang dilaksanakan oleh para rohaniawan lintas agama.

Melalui MoU ini, diharapkan sinergi antara FKUB Kota Probolinggo dan RSU Amanah dapat memperkuat pelayanan holistik, tidak hanya dari sisi medis tetapi juga spiritual, demi mendukung kesembuhan pasien secara menyeluruh.

FKUB Kota Probolinggo Gelar Serasehan Lintas Agama

Probolinggo, Berdampak.net – Acara ini diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo pada Rabu, 17 September 2025 pukul 13.00 Wib. Bertempat di Aula Kampus Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo. Dalam acara ini hadir Walikota Probolinggo dr. H. Aminudin, Sp.Og. (K), MM.Kes. , Komandan Kodim 0820 Letkol. Arh. Iwan Hermaya, dan Erfan Sudjianto, SE. Dari Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Probolinggo. keduanya sebagai narasumber. Sementara itu sebagai peserta adalah Guru Pembina dan Pelajar SMA/ SMK/ MA se-Kota Probolinggo.

Ketua FKUB Kota Probolinggo menyampaikan dalam sambutannya menyampaikan bahwa FKUB secara berkelanjutan menyelenggaran sarasehan lintas agama dengan berbasis segmentatif. Diawali dengan segmen perempuan, segmen guru Agama SD/ MI, Guru SMP/ MTs dan penyuluh, Guru Pembina dan pelajar SMP/ MTs. “Hal ini dilakukan oleh FKUB dengan niat dan sebagai ikhtiar merawat harmoni hubungan antar umat beragama agar persatuan dan kesatuan bangsa terjaga dengan baik. “Memahami perbedaan sebagai fitrah dengan ikhtiar menjalin kebersamaan dalam perbedaan”, tandas Hudri. Hudri juga menyampaikan alasan sederhana mengapa diperlukan sarasehan – sarasehan secara berkelanjutan agar menjadi ruang bertemu umat lintas agama agar tidak alergi dan aneh terhadap perbedaan, terutama perbedaan agama. Disamping juga agar pembangunan berjalan kondusif penuh harmoni.

Sementara Walikota Probolinggo dokter Aminudin menjelaskan bahwa moderasi beragama ibarat orkestra dimana alat musik memiliki fungsi masing-masing dan bunyi yang berbeda tetapi padu dalam irama yang dipandu oleh konduktor. Dalam kesempatan ini dokter Aminudin juga menyampaikan program pemerintah “BERSOLEK” yang menjadi programnya dalam lima tahun kedepan kepemimpinannya.

Acara berlanjut dengan dialog yang dipandu oleh pengurus FKUB Samsul Arifin. Kesempatan berbicara kali pertama adalah Erfan Sudjianto yang menyampaikan pandangan Budhisme tentang moderasi beragama. Bahwa moderasi beragama adalah sikap beragama yang adil, seimbang, dan tidak berlebihan, dengan menghargai perbedaan demi tercapainya keharmonisan sosial.

“Dalam konteks Buddhisme, ajaran Sang Buddha mengajarkan Jalan Tengah (Majjhima Patipada), yaitu tidak berlebihan ke arah pemuasan hawa nafsu maupun penyiksaan diri.
Prinsip inilah yang sejalan dengan nilai moderasi: menolak ekstremisme, menumbuhkan kebijaksanaan, dan memupuk kasih sayang terhadap semua makhluk”, Jelas Erfan.
Sementara Letkol Arh. Iwan Hermaya menjelaskan menjaga pergaulan dalam ke-Bhinneka-an dalam bingkai NKRI dan bijak dalam dalam menggunakan smartphone. “Menjaga pergaulan di tengah perbedaan sangat diperlukan sikap supaya terjalin erat dan saling menghormati. Tidak terkecuali saat menggunakan gadget . Dalam menggunakan gadget khususnya bermedsos jangan sampai mengunggah konten-konten yg dapat merusak kerukunan”, tandas Iwan.
Setelah pemaparan materi oleh kedua narasumber, dilanjut dengan diskusi tanya jawab.
Acara sarasehan di akhiri tepat pada pukul 16.00 Wib.

FKG YARSI Gelar Webinar Pra “Yasmin 2025”

JAKARTA, Berdampak.net – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas YARSI menyelenggarakan Webinar Pra “YASMINE 2025” (YARSI Scientific Meeting and Exhibition) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menuju perhelatan ilmiah tahunan tersebut, Rabu (17/9/2025).

Acara ini berlangsung secara daring dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang terdiri atas akademisi, praktisi, hingga mahasiswa kedokteran gigi.

Melalui kegiatan webinar ini, FKG YARSI menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu kedokteran gigi, serta memfasilitasi tenaga medis dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka.

Webinar ini dibuka secara resmi oleh Dekan FKG YARSI, Prof. Dr. drg. Bambang S. Trenggono, M.Biomed. Ia menegaskan pentingnya forum ilmiah sebagai sarana berbagi pengetahuan, memperkuat jejaring profesi, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kedokteran gigi di Indonesia.

Sementara jalannya kegiatan webinar dipandu drg. Ridhayani Hatta, M.Si. Selaku moderator, ia mampu membuat diskusi berlangsung interaktif dan menarik.

Ada tiga narasumber hadir secara panel dengan materi yang saling melengkapi. Diawali oleh drg. Alphonsus Quandangen, DMF, Sp.OF yang membuka sesi dengan paparan bertajuk “Pentingnya Pencatatan Odontogram oleh Dokter Gigi”.

Ia menekankan bahwa pencatatan yang baik bukan sekadar administrasi, melainkan dasar diagnosis, perencanaan perawatan, hingga aspek legal dalam praktik kedokteran gigi.

Selanjutnya, drg. Dede Arsista, M.Si. menyampaikan materi “Pemahaman Dasar Material Implan dan Tantangan dalam Praktik Klinis”. Ia menguraikan perkembangan material implan terkini, prinsip-prinsip yang perlu dipahami, serta berbagai tantangan yang dihadapi dokter gigi dalam aplikasi klinis.

Pada sesi materi terakhir dibawakan drg. Andi Adytha M I R, Sp.Pros. dengan tema “What to do in the Evaluation of Removable Dentures during Insertion”. Dalam paparannya, ia menjelaskan langkah-langkah evaluasi yang penting dilakukan saat insersi gigi tiruan lepasan agar pasien mendapatkan hasil optimal, baik dari aspek fungsi maupun estetika.

Sementara itu Ketua Panitia, drg. Agus Ardinansyah, M.Pd.Ked. menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini.

“Kami berharap webinar pra YASMINE 2025 dapat memperkaya wawasan peserta sekaligus menjadi pemanasan sebelum acara utama YARSI Scientific Meeting and Exhibition (YASMINE) 2025,” kata Agus. ***

Diunggulkan dalam Bursa Caketum PPP, Mardiono Punya Visi Kembalikan Kejayaan Partai

JAKARTA Berdampak.net – Dukungan terus bertambah dari daerah membuat Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono, masih diunggulkan dalam bursa Caketum PPP jelang Muktamar X di Jakarta pada 27-29 September 2025.

Dukungan tambahan tersebut, berdasarkan informasi yang dihimpun hingga rabu (19/9/2025) berasal dari pengurus DPW Papua, DPW Maluku, DPW NTB, DPW Bali, DPW Sumut dan ratusan DPC sudah mengkofirmasi.

Terus mengalirnya dukungan itu karena secara umum para kader PPP di daerah menginginkan PPP tetap dipimpin Mardiono dan menolak “orang baru” yang disusupkan oknum yang mencoba memperjualbelikan PPP.

Selain Mardiono, sejumlah nama kandidat ketua umum (ketum) yang menguat, di antaranya Amran Sulaiman (Menteri Pertanian), hingga Agus Suparmanto (Menteri Perdagangan 2019-2020).

Alasan dukungan itu, menurut beberapa pengurus DPW provinsi, dilatarbelakangi karena figur Mardiono yang dinilai memang memiliki visi untuk membangkitkan kembali kejayaan partai berlambang Ka’bah.

Keinginan ini muncul ditengah tantangan berat yang dihadapi PPP, terutama setelah tidak lolos ambang batas parlemen pada Pemilu 2024.

Beberapa catatan langkah dan isu utama yang berkaitan dengan upaya Mardiono membangkitkan PPP. Yang pertama, konsolidasi internal. Dimana salahsatu fokus utama Mardiono adalah menyatukan kembali seluruh kader dan fraksi di internal partai.

Berbagai dukungan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari berbagai daerah, seperti Aceh dan Yogyakarta, serta daerah lainnya menunjukkan adanya dukungan kuat terhadap kepemimpinannya menjelang Muktamar.

Kedua, perbaikan organisasi. Mardiono dinilai berupaya membenahi struktur dan logistik partai dari tingkat pusat hingga daerah. Ini termasuk memastikan ketersediaan saksi dan logistik untuk setiap pemilu, yang dinilai menjadi salah satu faktor kelemahan PPP sebelumnya.

Ketiga, respons terhadap kritik. Meskipun ada kritik dari beberapa pihak yang menganggap kepemimpinan Mardiono gagal mempertahankan PPP di Senayan, para pendukungnya menilai ia justru berhasil menjaga partai dari kehancuran. Mereka berpendapat bahwa Mardiono adalah figur yang tepat untuk memimpin pemulihan partai.

Keempat, muktamar sebagai momentum kebangkitan. Pelaksanaan Muktamar ke-10 pada akhir September 2025 dianggap sebagai momentum penting untuk menyusun kerangka strategis partai untuk lima tahun ke depan dan memperkuat konsolidasi.

Meskipun Mardiono mengaku tidak berambisi untuk menjadi Ketua Umum, ia menyatakan kesiapannya jika amanah tersebut diberikan oleh para kader.

Catatan alasan dan upaya-upaya ini menunjukkan komitmen Mardiono untuk tidak hanya memulihkan partai dari keterpurukan, tetapi juga membangun fondasi yang lebih kuat agar PPP bisa kembali ke panggung politik nasional. ***

Gen Z Cerdas, Parpol Dikubur, Demokrasi Selamat

Oleh: Prof. Dr. Hanif Nurcholis, M.Si
Guru Besar Universitas Terbuka.

Hari ini kita menyaksikan babak baru demokrasi lahir…

…bukan di gedung parlemen.
…bukan di TPS.
…tapi di aplikasi digital.

SELAMAT.

Gen Z udah ogah nunggu parpol yang makin mirip zombie. Yang menakutkan rakyat pemilihnya. Rakyat makin ngeri kepada parpol.

Mereka bikin panggung sendiri, lewat platform yang mereka kuasai, untuk memilih siapa yang layak memimpin dan siapa yang pantas dipercaya.

Dan yang mereka pilih bukan figur hasil lobi politik, bukan orang yang pasang baliho di pohon pinggir jalan, tapi tokoh yang bersih, tegas, dan kompeten.

Demokrasi Tanpa Parpol

Gen Z sadar: kita gak bisa lagi berharap pada parpol yang sibuk nipu rakyat dan jadi perpanjangan tangan pemodal. Pemilih dibohongi mentah2.

Maka mereka bikin “parlemen digital” sendiri. Server Discord, channel komunitas, aplikasi voting—semuanya jadi alat demokrasi baru.

Bukan teori, tapi praktik nyata. Dari polling digital → konsensus publik → tekanan sosial → hingga keputusan politik.

Parpol Jadi Kutukan

Di mata Gen Z, parpol bukan rumah demokrasi lagi. Ia jadi kutukan. Maka layak dimasukkan kubur. Saat ini sudah jadi zombie yang menyeret demokrasi ke kuburan.

Tapi Gen Z datang dengan obor digital—menyelamatkan demokrasi tanpa parpol.

Nepal Jadi Contoh

Yes, Nepal!

Negara kecil di kaki Himalaya ini baru saja bikin gebrakan. Anak mudanya ogah lagi main politik gaya lama. Mereka pindah ke server Discord, bikin parlemen digital, lalu rame-rame voting siapa yang paling layak jadi Perdana Menteri interim.

Dan pemenangnya?
Sushila Karki—mantan Ketua Mahkamah Agung, bersih, tegas, tanpa drama, sekaligus perempuan pertama yang duduk di kursi tertinggi pemerintahan Nepal.

Yang bikin heboh bukan hanya siapa yang dipilih, tapi bagaimana cara mereka memilih:

Bukan lewat siaran TV.

Bukan lewat baliho pohon pisang.

Bukan hasil lobi politik kotor.

Tapi lewat voting digital → konsensus publik → tekanan sosial → hingga akhirnya Presiden Nepal meresmikan pilihan mereka secara formal.

Parpol Jadi Zombie

Fenomena Nepal adalah tamparan keras buat demokrasi yang masih disandera parpol. Parpol makin mirip zombie: hidup segan, mati tak mau, tapi tetap menyeret demokrasi ke kuburan.

Sementara itu, Gen Z Nepal menunjukkan bahwa demokrasi bisa diselamatkan tanpa parpol. Dengan alat yang mereka kuasai—Discord, aplikasi, komunitas digital—mereka langsung menyalurkan suara rakyat.

Refleksi Buat Kita

  • Kita masih sibuk jadi silent reader di grup WA alumni, mereka bikin parlemen digital.
  • Kita masih nyinyir elite korup, mereka bikin ruang alternatif yang transparan.
  • Kita masih nunggu “figur bersih” dilirik parpol, mereka justru kasih panggung langsung tanpa perantara.

Masa Depan Itu Sudah Tiba

Banyak yang bilang, “Ah, itu kan cuma Nepal.”
Tapi justru karena itu Nepal—negara kecil, minim fasilitas—harusnya kita lebih malu.

Mereka gak punya anggaran digital miliaran.
Mereka gak punya mesin politik canggih.
Tapi mereka punya trust, koordinasi, dan keberanian.

Dan itu cukup untuk mengubur parpol, sekaligus menghidupkan kembali demokrasi.

Ngeri kali Gen Z.

Generasi masa depan.

Mereka akan mengubur parpol. Partai Dodolan Indonesia kepada Pemodal, Partai Golongan Kerakusan, Partai Amat Naif, Partai Kemunafikan Busuk, Partai Gerombolan Indonesia Rakus, Partai Nasional Demagog, Partai Kena Sana-sini, Partai Persatuan Pengkhianat, Partai Siluman Indonesia, Partai Bobrok Banget.

Saat parpol terkubur mereka menyalakan obor digital untuk menyelamatkan demokrasi.