Kota Kediri Dinobatkan sebagai Kota Paling Berkelanjutan di Indonesia

Kediri, Berdampak.net – Kota Kediri kembali membuat gebrakan dengan meraih peringkat pertama dalam ajang UI Green City Metric 2023. Penghargaan ini diserahkan di Balai Sidang Universitas Indonesia, di mana Kediri juga mendapatkan penghargaan khusus untuk kategori Akses dan Mobilitas.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, mengungkapkan rasa syukurnya dan menyatakan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Tahun lalu, Kediri menempati posisi kedua dengan skor yang lebih rendah, namun kini berhasil mencapai nilai 7015.

Dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih baik, Kediri telah menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di setiap kelurahan dan mengembangkan program urban farming yang mendukung ketahanan pangan. Menurut Abdullah, regulasi mengenai penggunaan plastik sekali pakai juga diterapkan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Wali Kota berharap agar prestasi ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan melalui pembangunan yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi warganya. Perencanaan tata ruang yang baik menjadi kunci dalam menciptakan infrastruktur yang ramah lingkungan.

Plt Kepala DLHKP Kota Kediri, Anang Kurniawan, menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi Kota Kediri untuk terus berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan. Selain itu, rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kediri dengan daerah sekitarnya diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas.

Dengan berbagai langkah dan inisiatif ini, Kota Kediri bertekad untuk menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam hal keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Dari total 64 kota dan kabupaten di Indonesia yang berkategori kota berkelanjutan, Kota Kediri berada di urutan teratas.

Kota Kediri terpilih sebagai kota paling berkelanjutan dengan skor paling tinggi. Dari enam kategori dan 71 indikator penilaian, Kota Kediri mengantongi skor 7570.

Posisi kedua diraih Kota Madiun dengan total skor 7540. Sedangkan Kota Blitar yang menempati peringkat ketiga memiliki skor 7120.

Sementara Kota dan Kabupaten lain di Jawa Timur yang masuk kategori Kota Berkelanjutan di Indonesia di antaranya:

  • Kabupaten Trenggalek, rangking-12, skor 6150
  • Kota Pasuruan, rangking-13, skor 6045
  • Kota Mojokerto, rangking-18, skor 5945
  • Kota Probolinggo, rangking-19, skor 5922,5
  • Kabupaten Pacitan, rangking-28, skor 4952,5
  • Kabupaten Magetan, rangking-47, skor 3835. (rh)

Sekolah Tak Jadi Libur Selama Ramadan, MUI Kabupaten Probolinggo Beri Respons Begini

Probolinggo, berdampak.net – Pemerintah melalui Surat Edaran Bersama (SEB) tiga menteri telah menetapkan kebijakan sekolah selama Ramadan 1446 H/2025 M. Dimana, kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap dilaksanakan dengan durasi tertentu. MUI Kabupaten Probolinggo pun menyambut baik kebijakan tersebut.

Ketua Komisi Pendidikan dan Pengembangan Budaya Islam MUI Kabupaten Probolinggo, Dr Ahmad Zamroni, menyambut baik kebijakan pemerintah terkait sekolah selama Ramadan 1446 H tersebut. “Kami dari Komisi Pendidikan MUI Kabupaten Probolinggo menyambut baik SEB ini,” katanya.

Ustaz Zamroni melanjutkan, pihaknya berharap semua sekolah dan madrasah melaksanakan kegiatan sekolah selama Ramadan dengan memberikan pelayanan baik kepada anak didik yang beragama Islam. “Menyambut dan mengisi Ramadan ini dengan kegiatan ibadah, bagi anak didik non-muslim tetap diisi kegiatan rohani,” lanjut ketua Komisi Pendidikan MUI Kabupaten Probolinggo ini.

Dengan melaksankan kegiatan sesuai SEB, ustaz Zamroni yakin di sekolah dan madrasah akan terwujud kerukunan dan saling menghargai. “Di sekolah dan madrasah nantinya akan terlihat indah,” tuturnya.

Diketahui, Pemerintah telah memutuskan kebijakan terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar selama Ramadan tahun 1446 H. Kebijakan sekolah selama Ramadan itu ditupuskan melalui Surat Edaran Bersama, tertanggal 20 Januari 2025.

SEB terkait kegiatan sekolah selama Ramadan itu ditandatangani oleh Menteri Agama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Menteri Dalam Negeri tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi.

Dalam SEB perihal sekolah selama Ramadan yang diperoleh MUI Kabupaten Probolinggo, siswa melaksanakan belajar di lingkungan keluarga, tempat ibadan dan masyarakat pada tanggal 27 dan 28 Februari 2025, dan tanggal 3, 4, 5 Maret 2025. Pembelajaran tersebut mengacu pada tugas yang diberikan sekolah/madrasah.

Kemudian, pada tanggal 6 sampai 25 Maret 2025 pembelajaran dilakukan di lingkungan sekolah/madrasah/satuan pendididkan keagamaan.

Selama pembelajaran di sekolah, siswa yang beragama Islam dianjurkan untuk melaksanakan kegiatan tadarus Alquran, pesantren kilat dan kajian keislaman. Sementara bagi siswa non-muslim, dianjurkan melaksanakan bimbingan rohani dan keagamaan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Lalu, bagaimana dengan kegiatan menjelang hari raya idul fitri? SEB tersebut menetapkan bahwa kegiatan belajar diliburkan karena mengikuti jadwal libur bersama satuan pendidikan. Dimulai tanggal 26, 27, 28 Maret 2025, serta tanggal 2, 3, 4, 7 dan 8 April 2025.

Setelah itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah/madrasah akan kembali dimulai pada 9 April 2025. Dengan begitu, terjawab sudah bagaimana pelaksanaan sekolah selama Ramadan tahun ini, di balik isu libur sekolah selama Ramadan beberapa waktu lalu. (don)

Pembukaan Pekan Harlah NU 102, Raker PWNU Jatim dan Harlah Ponpes Nurul Jadid

Probolinggo, Berdampak.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo sedang melaksanakan pembukaan pekan Harlah NU ke 102, Raker PWNU Jatim dan Harlah Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo di halaman Universitas Nurul Jadid. Senin (20/01/25).

Kegiatan ini dibersamakan dengan pembukaan Jatim Expo Pendidikan dan UMKM yang akan di gelar selama 6 hari kedepan.

Dalam sambutannya, Dr. Tirmidzi ketua panitia menyampaikan pembukaan Jatim Expo merupakan rangkaian dari harlah NU ke 102, Raker PWNU Jatim dan Harlah Ponpes Nurul Jadid ke 76.

Tirmidzi menegaskan bahwa Jatim Expo diikuti oleh universitas negeri dan swasta, Pondok Pesantren, Hebitren, Pengusaha Koperasi, pelaku UMKM sebanyak 215 stand.

“Expo ini diharapkan tidak hanya berpameran melainkan juga menjadi ruang pembelajaran, edukasi serta kolaborasi antar berbagai unsur,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa adanya Jatim Expo untuk meningkatkan dan mengembangkan dunia pendidikan untuk terus mengejar mutu dan aktifitasnya yang lebih baik.

“Jatim Expo ini mempertemukan dan membangun jejaring antara pengusaha UMKM, konsumen perbankan, mahasiswa, alumni dan civitas akademika se Jawa Timur,” imbuhnya.

Selain itu, Tirmidzi menambahkan, Jatim Expo bertujuan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan pesantren, penguasa nahdliyin dengan semangat nahdlatut tujjar atau kebangkitan para pengusaha.

Pada kegiatan Jatim Expo ini, Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid Kiai Abdul Hamid Wahid berharap agar akselerasi integratif antara pendidikan dan ekonomi dapat menjadi langkah dan gerak bersama warga NU.

Menurutnya, tantangan ekonomi menjadi satu hal yang harus dihadapi bersama ke depan, dan sebagai warga NU menghadapi tantangan ini, Kiai Hamid juga berpesan agar mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Prof Nurharisuddin pengurus PWNU Jatim bahwa NU harus memperkuatkan ekonomi salah satunya melalui Jatim Expo agar dapat mendorong UMKM dari Nahdlatul Ulama agar usaha tidak hanya berada pada perusahaan-perusahaan besar. Tapi besok UMKM berada pada pengusaha yang bertahan hidup dari berbagai hantaman krisis ekonomi, moneter dan sebagainya.

“UMKM dari kalangan NU sangat penting,” katanya.

Pembukaan ini di hadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini, Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid, pengurus PWNU Jatim, Direktur perbankan syariah dan konvensional, Kepala Kemenag Probolinggo, Kepala-kepala Sekolah dilingkungan pesantren Nurul Jadid, dosen, guru dan santri.(pm)

Kali Kedua, H. Khairul Anam Dilantik sebagai Pengurus HIPMI Jatim

Surabaya, Berdampak.net – Pengurus Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Jawa Timur periode 2025-2028 resmi dilantik, pelantikan tersebut digelar di Gedung Grahadi Surabaya, Jum’at (17/01/2025). Salah satu pengurus HIPMI Jatim yang dilantik yakni H. Khairul Anam.

Diketahui, H. Khairul Anam sudah periode kedua menjabat sebagai pengurus BPD HIPMI Jatim, ia mengaku akan terus mengabdikan diri untuk masyarakat luas terutama di bidang enterpreneurship.

Ia berkomitmen akan terus mendampingi para pengusaha milenial dan UMKM yang ada di Jawa Timur terutama di Kabupaten Probolinggo untuk berkembang dan maju, sehingga bisa bersaing di pasar Nasional dan Internasional.

“Bismillah, melanjutkan khidmat di BPD HIPMI Jawa Timur, di priode kedua ini semoga tetap bisa memperluas pengabdian serta menebar virus-virus enterpreneur untuk kalangan millenial,” ujarnya.

Ia mengajak para enterpreneur muda di Jawa Timur khususnya di Kabupaten Probolinggo untuk bersama-sama dengan HIPMI dalam memajukan usahanya, sehingga roda perekonomian dapat bergerak ke arah yang lebih baik.

“Berharap juga HIPMI bisa menggerakkan perekonomian Jawa Timur khususnya juga Probolinggo,
dan sekarang saatnya para wirausaha muda untuk bergabung dan mengembangkan jaringan di HIPMI,” harap pria yang murah senyum itu. (fiq)

Munas Kadin Persatuan: Anindya Bakrie Dilantik sebagai Ketua Umum, Cermin Solidnya Pelaku Usaha dan Pemerintah

Jakarta, Berdampak.net – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar Musyawarah Nasional (Munas) dengan tema “Konsolidasi Persatuan” di Jakarta 15 Januari 2025. Acara ini menjadi momentum penting bagi Kadin, di mana Anindya Bakrie resmi dilantik sebagai Ketua Umum untuk periode 2024-2029, menggantikan Arsjad Rasjid Dan sekaligus mengakhiri dualisme serta konflik di internal kadin.

Dalam pidato pelantikannya, Anindya Bakrie menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota Kadin atas dukungan yang diberikan. Ia juga meminta maaf atas segala kesalahan di masa lalu dan menegaskan pentingnya kerjasama dan persatuan di antara semua elemen Kadin. “Kita harus saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama,” ungkap Anindya.

Anindya menekankan bahwa salah satu fokus utamanya adalah memperkuat konsolidasi internal Kadin setelah periode konflik yang pernah terjadi. Ia berharap kepemimpinannya dapat mengembalikan kepercayaan dan solidaritas di kalangan anggota. “Hari ini kita menandai babak baru dalam sejarah Kadin, di mana semua elemen akan bersatu untuk memajukan perekonomian Indonesia,” tambahnya.

Acara Munas ini dihadiri oleh berbagai pejabat pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto, yang memberikan dukungan penuh terhadap Kadin dalam menjalankan program-program strategis. “Kadin adalah mitra penting bagi pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing ekonomi,” kata Prabowo saat memberikan sambutan.

Anindya dan Arsjad Rasjid, yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kadin, berkomitmen untuk meluncurkan program-program inovatif yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Kami akan fokus pada pemberdayaan UMKM, meningkatkan investasi, dan menjalin kerjasama internasional,” jelas Anindya.

Dengan harapan tinggi dan dukungan yang kuat, Kadin Indonesia siap menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Keberhasilan Munas ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk menciptakan Kadin yang lebih solid dan berdaya saing. (rh)

DPRD Probolinggo Serahkan Berkas Usulan Pelantikan Bupati Terpilih

Probolinggo, Berdampak.net – Pimpinan DPRD Kabupaten Probolinggo menyerahkan berkas usulan pengesahan dan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih ke Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemprov Jawa Timur di Surabaya, Kamis (16/1/2025).

Pimpinan tersebut adalah Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma, para Wakil Ketua DPRD HM Zubaidi, Sumarmi, dan Didik Humaidi, serta Sekwan Yulius Christian.

Usulan tersebut berisi permohonan pengesahan dan pelantikan Gus Haris dan Ra Fahmi sebagai bupati dan wakil bupati Probolinggo untuk periode 2025-2030. Pada Rabu (15/1/2025), DPRD menggelar paripurna untuk mengumumkan hasil pemilihan kepala daerah.

KPU Kabupaten Probolinggo telah menetapkan Gus Haris dan Ra Fahmi sebagai bupati dan wakil bupati terpilih setelah mereka memenangkan Pilkada 2024 dengan 492.212 suara atau 80,6 persen dari total suara sah.

“Kami menyerahkan berkas tersebut kepada Kemendagri melalui Gubernur Jatim hari ini,” kata HM Zubaidi. Berkas tersebut kini berada di pihak Gubernur untuk diteruskan kepada Mendagri.

Ditanya mengenai kapan Gus Haris dan Ra Fahmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo, Zubaidi masih mengacu Perpres Nomor 80 sebagai pegangan. Sebab ada usulan bahwa pelantikan akan digelar Maret menunggu sengketa Pilkada serentak di MK selesai.

Dalam Perpres No. 80 Tahun 2024, pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih Probolinggo digelar pada 10 Februari 2025.

“Sejauh ini Perpres tersebut belum ada perubahan. Kami saat ini menunggu pihak Pemprov Jatim dan Kemendagri,” pungkas Zubaidi. (fiq)