Gus Haris-Ra Fahmi: Mobil Dinas Tidak Menjadi Prioritas

Probolinggo, Berdampak.net – Keputusan Bupati dan wakil Bupati terpilih Kabupaten Probolinggo 2025-2029 Gus Haris Dan Ra fahmi tidak memprioritaskan fasilitas mobil dinas yang disediakan sebagai fasilitas Untuk Ketua dan Wakil Ketua PKK menuai pujian dan apresiasi luas dari masyarakat.

Warga berbagai kalangan menilai tindakan ini sebagai bukti nyata kepemimpinan yang bersih, sederhana, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Media sosial pun dibanjiri komentar positif yang memuji integritas dan komitmen Gus Haris dan Ra fahmi .

“Ini sangat inspiratif ! Darı pemimpin probolinggo kedepan menunjukkan contoh yang berbeda beberapa komen tar yang di berikan warga dan masyarakat probolinggo.

Sementara itu, Gus Haris menjelaskan, penolakan dua mobil tersebut merupakan upaya pemerintah ke depan untuk efisiensi anggaran yang ada. Sehingga anggaran yang ada dapat dialokasikan untuk progam lain yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. (rh)

Kaveleri TNI AD Bagikan Akta Kelahiran dan Bantu Warga yang Membutuhkan

Berdampak.net – Dalam rangka memperingati HUT ke-75 Kaveleri TNI Angkatan Darat pada tanggal 9 Februari 2025, seluruh satuan Kaveleri di Indonesia mengadakan bakti sosial. Bakti sosial ini berupa bantuan pengurusan akta kelahiran bagi warga yang membutuhkan.

Komandan Pusat Kesenjataan Kaveleri TNI Angkatan Darat, Eko Susetyo, menjelaskan bahwa bantuan ini sangat penting karena banyak anak-anak yang lahir dari orang tua yang pernikahannya belum tercatat secara resmi.

Akibatnya, anak-anak tersebut kesulitan mendapatkan akta kelahiran, kartu keluarga, dan identitas lainnya seperti KTP dan paspor, sehingga mereka juga tidak bisa mengakses bantuan pemerintah atau mendaftar menjadi anggota TNI AD.

Sebagai bagian dari kegiatan ini, satuan Kaveleri TNI AD menargetkan untuk memecahkan rekor MURI. Warga yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi satuan-satuan Kaveleri di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh Utara, Banda Aceh, Riau, Medan, Palembang, Baturaja, Jakarta, Bandung, Bandung Barat, Ambarawa, Yogyakarta, Malang, Sidoarjo, Pasuruan, Denpasar, Kupang, Atambua, Pontianak, Mempawah, Balikpapan, Ambon, dan Timika. Video tersebut juga menampilkan beberapa cuplikan kegiatan bakti sosial dan kendaraan militer. (rh)

Safari Probolinggo, DPD Gelora Berjanji Akan Kembangkan Pemuda Berbakat

Probolonggo, Berdampak.net – Dewan Pimpinan Daerah Partai Gelora Kabupaten Probolinggo terus melakukan safari ke berbagai lapisan masyarakat untuk mencari pemuda berbakat dalam berbagai bidang, utamanya berkait masalah perpolitikan di Indonesia. Tampak ikut hadir yaitu, Abu Bakar Rohim Ketua DPD Partai Gelora, Mohammad Nurcholis Muslim Wakil Ketua, Mas Dhani Bendahara, Ponirin Mika Wakil Sekretaris dan Syamsul Arifin simpatisan partai. Selasa (13/01/25)

Gelar safari ini merupakan salah satu gerakan nyata DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo untuk menemukan kader yang bisa diajak berjuang melalui partai Gelora agar dapat melakukan pemberdayaan bagi masyarakat.

Ketua DPD Partai Gelora Abu Bakar Rohim menegaskan, partai yang dinahkodai saat ini kepengurusannya agar diisi para kader-kader muda potensial yang lahir dari kalangan apapun dan dari latar belakang aktivis manapun.

“Kepengurusan partai gelora Kabupaten Probolinggo akan diisi oleh kader-kader bagus yang lahir dari organisasi apapun,” tegasnya.

Selanjutnya, Abu (panggilan akrabnya) menyampaikan, potensi produktif yang dimiliki oleh para pemuda itu harus di beri ruang sekaligus wadah oleh partai agar dapat dikembangkan secara maksimal.

“Kita akan menyiapkan segala kebutuhan para kader terbaik untuk dapat berkarya melalui partai Gelora,” imbuhnya.

Sementara wakil ketua DPD Partai Gelora Mohammad Nurcholis Muslim berharap kehadiran partai Gelora ini dapat mewarnai perpolitikan di daerah Kabupaten Probolinggo.

“Gerakan partai kita adalah menciptakan masyarakat yang berdaya melalui politik, bisnis dan sosial,” ungkapnya.

Di bulan ini, Partai Gelora akan terus melakukan safari ke berbagai tokoh masyarakat dan pemuda sekaligus untuk menjelaskan visi-misi partai sampai masyarakat memahami secara utuh. (pm)

Kukuh Widyatmoko: Petani Lokal yang Mengabdi untuk Desa Kalianan

Probolinggo, Berdampak.net – Kukuh Widyatmoko, petani asal Desa Kalianan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, memiliki tekad besar untuk memajukan desanya melalui pertanian. Lulusan Magister Manajemen Universitas Islam Malang (UNISMA) ini kini fokus mengembangkan kopi lokal sebagai komoditas unggulan.

Kukuh, yang akrab disapa Koko, percaya bahwa kopi dapat menjadi identitas baru bagi Desa Kalianan. Ia berharap kopi yang dihasilkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Cita dan harapan saya, semoga kopi yang dihasilkan menjadi identitas baru yang membawa kesejahteraan masyarakat lokal di desa kami. Untuk mencapai harapan tersebut, kami petani kopi perlu meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi kopi berkualitas. Selain itu, kami juga perlu kerja sama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga pendampingan, dan korporasi petani,” ungkap Kukuh.

Menurut Kukuh, upaya untuk mengembangkan kopi lokal tidak bisa dilakukan sendiri. Pelatihan untuk meningkatkan kualitas produksi serta dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan. Ia juga aktif memotivasi petani lain untuk bersama-sama membangun potensi kopi Desa Kalianan.

Sebagai alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Malang, Kukuh mengajak generasi muda untuk tidak ragu terjun ke dunia pertanian. Baginya, pertanian adalah salah satu cara untuk memajukan desa. “Dengan bekerja bersama, kita bisa menciptakan masa depan yang lebih baik untuk desa ini,” tambahnya.

Melalui dedikasinya, Kukuh Widyatmoko membuktikan bahwa pengabdian kepada kampung halaman dapat menjadi langkah nyata untuk menciptakan perubahan. Dengan tekad kuat dan semangat kolaborasi, ia menjadi salah satu pelopor pengembangan kopi lokal di Probolinggo. (fjr)

Swasembada Pangan?, Indonesia Harus Dibangun dari Desa

oleh: Taufiqur Rohim

Berdampak.net – Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia saat ini haruslah menjadi Negara yang mandiri, dimana dalam salah satu misi Prabowo yakni Indonesia harus swasembada pangan, hal itu dibuktikan dalam pidato perdananya setelah dilantik sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo Subianto menekankan bahwa ketahanan dan swasembada pangan adalah prioritas utama pemerintah. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan langkah strategis untuk menjamin kesejahteraan dan kemandirian bangsa di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Salah satu strategi utama dalam mencapai swasembada pangan adalah pengoptimalan lahan pertanian desa. Teknologi modern dan pendampingan petani menjadi kunci untuk meningkatkan hasil pertanian yang lebih efisien. Hal itu dikarenakan desa memiliki peran penting dalam mencapai swasembada pangan di Indonesia. Potensi lokal yang melimpah, seperti lahan subur, dapat dijadikan sumber daya pangan yang mandiri dan berkelanjutan, harusnya saat ini pemerintah sudah memfokuskan pembangunan yang ada di Desa, bukan lagi terfokus kepada perkotaan.


Sejatinya desa memegang peranan yang sangat penting dalam pembangunan di Tanah Air karena lebih 70 persen lebih penduduk Indonesia berada hidup dan bertempat tinggal di desa. Artinya, ketika kita membangun desa, maka sesungguhnya kita membangun Indonesia.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyatakan bahwa swasembada pangan harus dimulai dari desa. Hal ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang lebih mandiri.

Indonesia adalah negara besar, namun jika ketahanan pangan rapuh dapat membuatnya rentan. Sumber daya yang melimpah di desa dapat dimaksimalkan jika dipadukan dengan kolaborasi antara berbagai pihak.

Penting bagi Indonesia untuk tidak bergantung pada impor pangan dari luar. Dengan memanfaatkan potensi desa secara optimal, kebutuhan pangan dalam negeri dapat dipenuhi, tanpa harus bergantung pada negara lain.

Disamping itu, Pemerintah saat ini juga harus fokus kepada pemberdayaan generasi muda yang ada di desa, hal itu bisa menjadi salah satu lokomotif utama dalam membangun swasembada pangan. Pemuda dianggap sebagai agen perubahan yang mampu membawa inovasi dan semangat baru ke sektor pertanian.

Bonus demografi Indonesia menjadi peluang besar untuk memperkuat sektor pertanian. Dengan keterlibatan pemuda, potensi pertanian desa dapat berkembang melalui pendekatan yang lebih modern dan efisien.

Pemerintah juga harus memperhatikan dan mendorong para lulusan perguruan tinggi untuk terjun menjadi petani muda, sehingga pertanian yang ada di Indonesia dapat dilakukan moderenisasi dengan pemikiran yang selaras dengan perkembangan zaman. Jika hal itu bisa terjamah oleh pemerintah Indonesia saat ini, saya yakin Indonesia Mandiri, Indonesia Swasembada Pangan akan bisa tercapai dengan baik. (fiq)

Sumber Air Belerang Misgilomi Desa Kaduara Timur Sumenep, Baik Untuk dibuat Mandi

Sumenep, Berdampak.net – Sumber Air Belerang Misgilomi, Desa Kaduara Timur, Pragaan, Kabupaten Sumenep, mengandung belerang dengan kadar 30,43 mg/liter, hal itu ditunjukkan dengan dilakukannya uji sampel yang dilakukan oleh tim Pengabdian Kepada Masyarakat, dengan skema Program Pengembanangan Desa Binaan (PKM skema PPDB) dari Sekolah Pascasarjana Univeristas Airlangga, Tim terdiri dari Ni Made Sukartini (Ketua, Sekolah Pascasarjana dan FEB UNAIR), Jani Purnawanti (Fakultas Hukum UNAIR), Achmad Solihin dan Akhmad Jayadi (FEB UNAIR). Pada Bulan Desember 2024 kemarin.

Dengan demikian, sumber air Belerang Misgilomi aman dan baik untuk dibuat mandi oleh pengunjung, dan semakin memantapkan keyakinan banyak warga sekitar bahwa sumber belerang tersebut dapat menyembuhkan beberapa penyakit kulit.

Mendapati hasil uji sampel tersebut, Direktur Bumdesa Gema Bangsa, Usman Efendi mengatakan, kedepan pihaknya akan menciptakan produk air bersih yang bersumber dari Sumber Air Belerang Misgilomi untuk dibuat mandi oleh masyarakat, yang bernilai ekonomis.

“Nanti InsyaAllah akan diciptakan produk yang bisa dijual pada masyarakat. Misal air galon untuk dibawa pulang untuk mandi di rumah,” ujarnya.

Disamping itu, Kepala Desa Kaduara Timur, Prayitno berharap dengan hasil uji laboratorium ini, wisata Sumber Air Belerangan Misgilomi bisa semakin ramai pengunjung, sehingga bisa berdampak kepada kemajuan masyarakat dan desa.

“Semoga dengan hasil lab ini, orang semakin ramai ke Misgilomi untuk mandi sekaligus penyembuhan berbagai penyakit,” harapnya.

Ni Made Sukartini, tim PKM skema PPDB mengatakan, ini merupakan bentuk kontribusi nyata Universitas Airlangga terhadap masyarakat.

“Ini adalah bentuk kontribusi nyata UNAIR terhadap desa Kaduara Timur sebagai mitra dalam kegiatan Pengmas PPDB. Semoga ke depan UNAIR semakin kontributif pada masyarakat, sesuai dengan selogan UNAIR, excellence with morality,” jelasnya. (fiq)