Asah Public Speaking dan Logical Thinking, LP POMAS Sukses Gelar Kompetisi Debat Ilmiah Mahasiswa UNUJA

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam rangkaian acara Refleksi Akhir Tahun, Haul Masyayikh, dan Harlah ke-76 Pondok Pesantren Nurul Jadid, Lembaga Pembinaan Pondok Mahasiswa (LP. POMAS) Universitas Nurul Jadid sukses menyelenggarakan Kompetisi Debat Ilmiah Bahasa Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada 26 Desember 2024 di Gedung Rektorat Universitas Nurul Jadid, menghadirkan atmosfer akademik yang hangat dengan tujuan utama meningkatkan kemampuan public speaking, pengetahuan, dan pemikiran kritis mahasiswa.

Sebanyak 12 tim dari berbagai program studi bersaing untuk menunjukkan kemampuan mereka, meskipun 4 tim harus gugur di tahap awal, menyisakan 8 tim yang bertarung di babak penyisihan hingga final. Kompetisi ini menghadirkan juri profesional, seperti Dr. Mushafi Miftah, untuk tahap penyisihan hingga semifinal, dan Ahmad Sahidah, Ph.D untuk babak final.

Dalam perhelatan kompetisi Debat Ilmiah Mahasiswa kali ini, isu hangat yang diusung sebagai mosi debat adalah Peningkatan kualitas pendidikan adab untuk Gen-Z, Lembaga keuangan Syari’ah sebagai sarana peningkatan kesejahteraan untuk masyarakat, dan Kebijakan peningkatan pertanian berkelanjutan (sustainable farming). Pada babak Final merupakan impromptu motion yang diberikan beberapa saat sebelum pertandingan mengenai isu yang tengah kontroversial di seantero negeri tentang kebijakan Pemerintah Menaikkan PPN 12%, Untuk Rakyat atau Elit?

Kepala LP. POMAS, Moh. Jasri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin yang bertujuan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melatih keterampilan berbicara di depan umum serta argumen logis. “Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembudayaan kegiatan ilmiah di lingkungan kampus, sekaligus memperingati Haul Masyayikh dan Harlah ke-76 Pondok Pesantren Nurul Jadid,” ujarnya.

Salah satu peserta, Rahmat Shulhani, memberikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan kegiatan ini. “Saya bersyukur LP POMAS UNUJA tetap konsisten menyelenggarakan kegiatan positif ini, karena menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan minat dan bakat mereka dalam public speaking,” katanya.

Usai pertarungan sengit bergulir, para pemenang pun ditentukan berdasarkan kualitas argumentasi, keterampilan berbicara, penggunaan bukti, dan etika berbicara. Juara Kompetisi Debat Ilmiah mahasiswa UNUJA tahun 2024 diraih oleh Juara 1 atas nama Mujiburrohman (Sumba Barat, NTT) dan Rahmat Shulhani (Situbondo), Mahasiswa Pascasarjana (S2) Manajemen Pendidikan Islam. Juara 2 atas nama Irzam Abdellah (S1 Keperawatan) dan Saiq Khayran (S1 Hukum Sosial Humaniora), sedangkan Juara 3 diberikan kepada  Basmalia Silvi Tauhida dan Dina Khilyatus Sofiah, Mahasiswa S1 Keperawatan. Pengumuman pemenang dan pembagian hadiah akan dilakukan pada Malam Puncak Refleksi Akhir Tahun 2024, yang digelar malam ini, 30 Desember 2024, di Aula 2 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Acara ini diharapkan menjadi penutup tahun yang berkesan sekaligus memotivasi mahasiswa untuk terus berkontribusi dalam kegiatan akademik di masa mendatang. (fiq)

Hattrick! Wakili Nurul Jadid, Reval Mhaulana Aminullah Juara Literasi Khazanah Pesantren 3 Kali Berturut-turut

Blitar, Berdampak.net – Reval Mhaulana Aminullah, santri dan mahasiswa Pascasarjana Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo, kembali menorehkan prestasi gemilang dalam Festival Media Pondok Jatim 2024 yang puncaknya diselenggarakan selama 3 hari mulai tanggal 25 sampai dengan 27 Desember 2024 di PP. Bustanul Muta’allimin As-Salafi Kota Blitar dan PP. Al Muhsin, SMK Islam 1 Blitar. Tak hanya sekali, namun tiga kali berturut-turut, Reval berhasil menyabet gelar juara sebagai Pemenang Literasi dalam ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Media Pondok Jatim.

Lahir di Lumajang pada 19 Oktober 2000, Reval adalah anak pertama dari pasangan Bapak Karyadi dan Ibu Homsatun. Sebagai santri yang aktif, Reval selalu menunjukkan komitmen luar biasa dalam menumbuhkan semangat literasi di tengah perkembangan digitalisasi. Kemenangan Reval dalam Festival Media Pondok Jatim 2024 menambah panjang daftar prestasinya setelah sebelumnya menjadi Penulis Terbaik dalam kategori Menulis Essay Biografi Masyayikh pada Festival yang sama di 2021, serta Literasi Terbaik dalam Festival Profil dan Sejarah Pesantren pada 2023.

Reval juga berhasil menembus persaingan ketat dalam kategori Literasi Khazanah Pesantren Terbaik pada 2024. Karya “Makna Gundul Bahasa Indonesia, Inovasi dalam Pelestarian Tradisi di Pondok Pesantren Nurul Jadid” menjadi pilihan juri, mengungguli dua karya lain dari Pondok Pesantren Miftahul Huda Malang dan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Asy Syadzili 4 Malang. Karya-karya ini mencerminkan kontribusi nyata Reval dalam menggali dan mengangkat kekayaan khazanah pesantren yang penuh makna.

Tidak hanya di tingkat regional, Reval juga sukses meraih Juara 2 dalam Santri Mode Art (SMART) Competition Hari Santri Nasional 2024 dengan karya berjudul “Pesantren Ramah Anak dan Upaya dalam Mewujudkannya”, yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Bagi Reval, menulis bukan sekadar menorehkan kata-kata, tetapi sebuah cara untuk mewariskan ilmu, sebagai kontribusi terhadap peradaban dunia. “Saya percaya menulis adalah refreshing terindah dan romantis untuk meluapkan isi hati tanpa intervensi, karena menulis adalah warisan intelektual dari para ulama dan mushannif terdahulu. Berkaryalah untuk Keabadian,” ujarnya penuh keyakinan. Kiprah Reval Mhaulana Aminullah bukan hanya sekadar prestasi, melainkan juga panggilan untuk terus berkarya dan berbagi inspirasi. Melalui karya-karyanya, ia mengajak seluruh santri dan generasi muda untuk menggelorakan semangat literasi, menjaga tradisi, dan berkontribusi nyata dalam membangun dunia yang lebih baik.(fiq)

Sambut Harlah Ponpes Nurul Jadid, 327 Peserta dari Berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia Ikuti Lomba Penulisan Artikel

Probolinggo, Berdampak.net – Sebagai bagian dari Refleksi Akhir Tahun 2024 dan Haul Masyayikh serta Harlah ke-76 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Lomba Penulisan Artikel Ilmiah Nasional kembali digelar. Lomba ini diikuti oleh 327 peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, yang berasal dari daerah seperti Sumatera, Sulawesi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Madura, dan Yogyakarta.

Lomba yang diselenggarakan oleh LP. POMAS UNUJA ini terbuka untuk mahasiswa aktif D3, S1, dan S2, baik secara individu maupun kelompok. Pendaftaran dimulai pada awal Desember dan ditutup pada 27 Desember 2024 SILAM, dengan sejumlah perguruan tinggi dengan peserta terbanyak yang berpartisipasi, seperti Universitas Islam Jember (61 peserta), Universitas Nurul Jadid (58 peserta), dan STKIP PGRI Sumenep (46 peserta).

Kepala LP. POMAS UNUJA, Moh. Jasri, menyampaikan apresiasinya atas tingginya antusiasme peserta dari berbagai daerah. “Alhamdulillah, ini sebuah pencapaian yang perlu diapresiasi karena antusiasme peserta sangat tinggi dan beragam dari berbagai daerah di Indonesia berkat kerja keras seluruh pihak. Semoga ini menjadi wadah positif untuk tetap produktif dalam bidang penulisan ilmiah, yang harapannya bisa berkontribusi menjadi solusi atas persoalan bangsa lewat pemikiran para cendikia,” ujarnya.

Peserta lomba mengangkat berbagai topik penting seperti Teknologi, Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Hukum, Energi Terbarukan, dan Manajemen Pendidikan. 25 karya terbaik dipilih untuk dipublikasikan di Rumah Jurnal Universitas Nurul Jadid dan jurnal mitra, sebagai bentuk apresiasi terhadap karya intelektual para peserta.

Pada lomba kali ini, penilaian dilakukan secara ketat, dengan mempertimbangkan kesesuaian topik, kualitas metodologi dan analisis data, orisinalitas gagasan, serta potensi kontribusinya terhadap masyarakat. Dari hasil seleksi, tiga juara terbaik terpilih, yaitu:

  1. M Aqil Fahmi Sanjani dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan artikel “The Influence of Social Media on Public Relations as a Reinforcement of Higher Education Reputation” yang meraih juara pertama.
  2. Unzilah Khomairotuss hiyama dari Universitas Nurul Jadid Paiton, dengan karya “Quality Control Emotions: Strategies for Managing Student Stress in Higher Education” di posisi juara kedua.
  3. Zulfahmi dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal, Sumatera Utara, dengan artikel “Harmonisasi Hukum Adat dan Hukum Islam dalam Pengelolaan Lubuk Larangan di Masyarakat Desa” yang meraih juara ketiga.

Pemenang berhak menerima trophy, piagam penghargaan, dan uang tunai sebagai penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya dalam dunia penulisan ilmiah. Pembagian hadiah akan dilaksanakan pada malam puncak Refleksi Akhir Tahun 2024 malam ini 30 Desember 2024 di Aula 2 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Bagi pemenang dari luar kota, hadiah dan uang tunai akan dikirimkan ke daerah masing-masing.

Kegiatan ini memberikan peluang bagi para peserta untuk berkontribusi lebih besar dalam berbagai bidang melalui ide-ide cemerlang yang mampu mengatasi permasalahan social, pendidikan dan ekonomi yang ada di Indonesia. Selain itu, lomba ini tidak hanya mencerminkan semangat intelektual, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memberikan solusi nyata bagi tantangan yang dihadapi khususnya di daerah tempat mereka tinggal. Dengan semangat kompetisi yang produktif, Lomba Penulisan Artikel Ilmiah Nasional 2024 menjadi bukti bahwa karya ilmiah dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa. (fiq)

Politik Kiyai dan Kiyai Politik

Oleh: Ponirin Mika, Pemerhati Sosial dan Politik Kabupaten Probolinggo

Berdampak.net – Pernyataan KH. Makruf Amin dalam sambutannya yang secara tegas mengatakan bahwa ada perbedaan antara kiyai politik dan politik kiyai, di acara Muktamar PKB memberikan pesan moral kepada para kiyai, ustaz dan tokoh agama. Politik kiyai adalah politik moral yang mengedapankan nilai-nilai keummatan. Perjuangan politik kiyai bertujuan untuk melakukan transformasi sosial pada masyarakat. Karena kiyai menyadari bahwa harakah siyasiyah (Gerakan politik) yang dilakukan bagian daripada ibadah. Meski ada sebagian orang yang menganggap keikutsertaan para kiyai dalam politik praktis akan mengotori terhadap marwahnya sebagai kiyai panutan umat.

Adalah Saban Sirait seorang tokoh senior dan salah satu pendiri Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mengatakan bahwa politik itu suci karena memperjuangkan kemaslahatan umat dari ketimpangan dan ketidaadilan. Perjuangan para kiyai untuk mewujudkan nilai-nilai kemaslahatan ini bagian dari mempertahankan dakwah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Karena tanpa politik agama tidak akan kuat dan ajarannya mudah dikibiri oleh orang-orang fasik. Maka kehadiran kiyai pada politik praktis merupakan sebuah keharusan demi terwujudnya tatanan sosial yang dicita-citakan oleh Nabi. Sebagau pewaris nabi, kiyai memiliki tanggung jawab berkait tertatana nilai-nilai kemanusian baik dalam hidup bersosial dan bertata negara.

Kiyai, Pesantren dan masyarakat, adalah lingkungan di mana seorang kiyai merupakan pegangan sebagaimana rakyat jelata menyerahkan segala keputusan hidupnya pada sang raja. Tapi kiyai, ia orang yang berilmu dan beribadah di mana setiap perilakunya menyatu antara perkataan, perbuatan dan peraturan yang tertulis atau tidak. Warga Indonesia utamanya di daerah jawa sangat hormat dan patuh terhadap sosok kiyai. Seorang peneliti Clifford Geertz, mengatakan bahwa peran kiyai hanyalah sebagai “makelar budaya”. Benarkah demikian? Lalu bagaiamana tugas utamanya sebagai pewaris para Nabi? Bukankah masih banyak hal yang tak hanya dilestarikan tapi juga mempertanyakan tentang berbagai konflik baru termasuk politik? Kiyai merupakan sentral pengetahuan, dan keagamaan bahkan sebagai loket pengaduan masyarakat. Masyarakat lebih mempercayakan setiap permasalahannya pada kiyai dari pada tokoh masyarakat yang lain. Karena predikat kiyai tak hanya sebatas opini publik, melainkan tugasnya adalah orang yang mengajar dan mendidik manusia, yang semata mengajar kitab kuning di musalla, surau maupun masjid.

Hadirnya kiyai di tengah-tengah percaturan politik bukanlah sesuatu yang baru, karena keterlibatannya dalam politik sejak dari dahulu kala. Di mulai dari zaman penjajahan hingga Indonesia Merdeka. Tentu misi politik yang diperjuangkan adalah politik keummatan dan kebangsaan. Bukan politik transaksional seperti yang di pahami oleh sebagian orang. Peran kiyai sebagai wadah untuk memfilter Gerakan politik yang “nakal” sempat dipertanyakan. Itu tak lepas dari sikapnya yang lebih banyak mengayomi santri dan umat melalui Gerakan keagamaan seperti pengajian, tahlilan dan manaqiban.

Saya mencoba memaknai kiyai politik yang dimaksud oleh Kiyai Makruf Amin. Kiyai politik bisa diasumsikan dengan sikap kiyai yang berpolitik dengan cara mengikuti arah angin politik. Ia akan mengikuti situasi yang “mungkin” lebih menguntungkan terhadap diri dan golongannya meskipun dengan cara mengorbankan misi keumatan dan kebangsaan. Kiyai yang menganut politik semacam ini adalah mereka yang menganut politik pragmatis dan bahkan memahami bahwa jalan politik adalah memperoleh kekuasaan. Kepemimpinan karismatik kyai ini sudah umum dikenali masyarakat. Pengaruh kyai yang kuat “dimanfaatkan”atau menjadi incaran para politisi untuk mendulang suara. Berbagai taktik dan strategi kampanye politik yang dijalankan partai politik biasanya tidak melupakan akan arti penting peran kyai sebagai “vote getter” terdepan dalam mengumpulkan suara pemilih. Apalagi, semenjak bergulirnya reformasi banyak partai mengusung azas Islam sebagai platform dan landasan ideologis partai. Hal ini tampak  sejalan dengan aktivitas kyai yang menyebar-luaskan ajaran Islam.  Tentu tidak dapat dihindari terjadi “pemanfaatan” kepemimpinan kyai di pesantren oleh para politisi baik yang mengusung azas Islam maupun nasionalis (pragmatism).

Perkembangan politik praktis di Indonesia membawa sejumlah kyai terjun langsung maupun tidak langsung dalam kancah perpolitikan di Tanah Air. Aspirasi politik kyai dimanfaatkan partai politik di tingkat nasional maupun lokal dalam setiap Pemilu. Alhasil, kyai dihadapkan pada dunia politik praktis yang sarat dengan ketidakpastian dan kepentingan. Tidak ada musuh abadi kecuali kepentingan abadi. Sejatinya efektivitas pembumian nilai-nilai, etika dan peradaban yang menghargai martabat manusia disosialisasikan melalui contoh nyata elite pemimpin yang kemudian di turunratakan sampai pada tingkat aparat di lapangan. Contoh nyata elite pemimpin mesti diikuti para aparat penegak hukumnya akan menjadikan pembelajaran sosial yang efektif bagi rakyat demi meningkatkan kepatuhan hukum dan kedisiplinan sosial (Albert Bandura 1977).

Akibat semua itu, kekhawatiran yang muncul adalah memudarnya kesakralan atau karismatik kepemimpinan kyai terutama mereka (kyai) yang berpolitik praktis. Apalagi jika kekuasaan (pemerintah) yang diperoleh saat ini dari “hasil upaya kyai”, maka hal-hal negatif yang mencuat dalam menjalankan amanh rakyat bisa jadi berdanpak buruk terhadap citra kyai tersebut. Dalam kondisi Negara centang perenang, penegakan hukum masih karut marut dan situasi perpolitikan yang masih kacau balau, kental dengan ke-tidak-menentuan, sebaiknya kyai jangan terlibat jauh atau larut dalam politik praktis (low politics). Justeru kepemimpinan dan power politik yang dimiliki kyai diharapkan berupaya mencerahkan masyarakat luas melalui fatwa-fatwa atau nasehat yang dibutuhkan umat. Kyai mesti berada di segala golongan karena keberadaan kyai merupakan lambang moralitas dan akhlak mulia, manusia Indonesia berbudi pekerti luhur yang makin sirna dan langka. Melalui moral force keterpurukan bangsa dapat dicegah tidak malah tambah runyam.  Bukankah ini yang disebut high politics atau politik tingkat tinggi sang kyai dan demikian inilah yang di sebut sebagai kiai politik?

Antisipasi Arus Balik Polres Probolinggo Buka Satu Arah Tol Fungsional Probowangi Segmen Kraksaan – Gending

Probolinggo, Berdampak.net –Setelah dibuka untuk arus mudik, kini jalur mudik tol fungsional Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi), kembali dibuka untuk arus balik secara satu arah dari Kraksaan menuju Gending.

Pembukaan Tol Probowangi segmen Kraksaan-Gending secara fungsional pada arus balik diterapkan pada 28 Desember 2024 – 5 Januari 2025 pukul 06.00-16.00 WIB tepatnya di hari ke Delapan Operasi Lilin Semeru 2024.

Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana melalui Kasat Lantas AKP Anthonio Effan Sulaiman mengatakan, untuk periode arus balik, Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi akan beroperasi satu arah dari akses Gerbang Tol Kraksaan menuju Tol Gending.

AKP Effan mengatakan, pada saat periode mudik, pengguna jalan tujuan Banyuwangi dapat melintas di jalan Tol fungsional satu arah dari Gending hingga exit Tol Kraksaan.

“Untuk periode arus balik, pengguna jalan yang dapat melintas di Tol fungsional Kraksaan yakni pengguna jalan yang mengarah ke Surabaya,” kata AKP Effan, Sabtu (28/12/2024).

Lebih lanjut AKP Effan menambahkan, dipergunakannya Tol Fungsional Probowangi segmen Kraksaan bertujuan untuk membantu kelancaran lalu lintas, terutama dalam masa libur Natal dan Tahun Baru.

“Kami berharap Tol fungsional Kraksaan dapat mengantisipasi kepadatan kendaraan di Kebupaten Probolinggo sehingga pengguna jalan dapat tiba di lokasi tujuan tanpa harus terkena macet,” tutur AKP Effan.

Selain itu AKP Effan juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo agar tidak melakukan konvoi saat malam pergantian tahun.

“Kami himbau kepada semua warga agar merayakan pergantian tahun bersama keluarga dan tidak melakukan konvoi kendaraan yang dapat mengganggu kamseltibcarlantas,” pungkas AKP Effan. (fiq)

Sambut Harlah ke 76, Bulan Lomba 2024 Santri Pesantren Nurul Jadid Dimulai

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam memeriahkan haul masyayikh dan harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid ke-76, biro bidang koordinasi olaharaga dan seni santri Nurul Jadid (BKOSSNJ) menggelar kegiatan tahunannya yaitu bulan lomba yang kala itu terkesan berbeda, Senin (23/12/2024).

Bulan lomba 2024 hadir dalam bentuk konsep yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dalam struktural, panitia menggunakan metode Ex-officio. “Pesantren memanfaatkan seluruh satuan-satuan kerja yang berada dibawahnya, jadi semua biro itu diberikan amanat untuk ikut andil dalam menyukseskan haul dan harlah ini,” ucap ketua panitia, Reval Maulana Aminullah.

Agar pembukaan lomba terkesan kondusif dan berjalan lancar, panitia memberikan instruksi kepada seluruh daerah yang berada dibawah wilayah pusat untuk mendelegasikan santrinya sebanyak 25 orang dengan menggunakan baju putih dan songkok nasional.

Dalam memaksimalkan bulan lomba yang hanya berjangka waktu selama sebulan tanpa menghapus lomba, panitia mengatur konsep jalannya kegiatan menjadi sederhana namun efisien sehingga target waktu bisa tercapai.

Reval juga meluruskan terkait bulan lomba yang dianggap terlambat dalam penyelenggaraannya sehingga terhembus isu ditiadakannya bulan lomba di beberapa kalangan santri. “Jika dari saya sendiri, surat keputusan pesantren terkait koordinator bulan lomba itu terlambat. Juga saya masih mencari anggota yang mau diajak kerjasama,” ungkapnya.

Pria berdomisili di Kota Lumajang itu berharap unutk menjadikan bulan lomba bukan hanya sekedar ajang belaka, melainkan sebagai momentum untuk menggali potensi dan bakat santri yang terpendam. Para santri juga dihimbau untuk menjadikan perlombaan sebagai bahan inspirasi dan motivasi di dalam kehidupan keseharian.

Dalam pembukaan bulan lomba, kyai Makki Maimun Wafi selaku koordinator BKOSSNJ mengingatkan kepada seluruh santri untuk selalu bergairah dalam mengikuti seluruh rangkaian lomba. “Harus semangat. Meskipun tidak tahu, yang penting ikuti saja,” pungkas beliau sebelum meresmikan bulan lomba. (pm)