Ra Fahmi Didampingi Istri Nyoblos di TPS, Tegaskan Komitmen untuk Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Calon Wakil Bupati Probolinggo, Ra Fahmi, bersama sang istri hadir di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyalurkan hak pilihnya pada Pilkada Kabupaten Probolinggo. Kehadiran Ra Fahmi bersama istri menjadi perhatian masyarakat yang turut memberikan suara pada kesempatan tersebut.

Mengenakan pakaian sederhana, Ra Fahmi dan istrinya tampak akrab dengan warga sekitar. Setelah mencoblos, Ra Fahmi menyampaikan harapannya agar Pilkada berjalan lancar, aman, dan damai.

“Kami berharap Pilkada ini menjadi momentum perubahan untuk Kabupaten Probolinggo. Apa pun hasilnya, ini adalah ikhtiar kita bersama untuk membangun daerah lebih baik,” ujar Ra Fahmi.

Istri Ra Fahmi juga terlihat mendampingi dengan penuh semangat. Kehadiran pasangan ini mencerminkan kebersamaan dan dukungan penuh dalam setiap langkah perjuangan politik Ra Fahmi.

Sementara itu, calon Bupati Gus Haris juga melakukan hal serupa di TPS yang berbeda. Pasangan ini terus menegaskan komitmen mereka untuk membawa Kabupaten Probolinggo ke arah yang lebih baik melalui visi dan misi yang mereka usung.

Masyarakat di TPS tampak antusias menyambut kehadiran Ra Fahmi dan istrinya. Mereka berharap pasangan Gus Haris dan Ra Fahmi mampu mewujudkan perubahan yang diinginkan banyak pihak di Kabupaten Probolinggo. (fjr/fiq)

Gandeng LMI, Puskesmas Badean Adakan Sekolah Lansia

Banyuwangi, Berdampak.net– LMI gelar Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) di Dusun Gepuro, Desa Watukebo, Banyuwangi, pada Senin (18/11).

Program Selantang adalah fasilitas LMI berupa cek kesehatan gratis yang tujuannya untuk memastikan kondisi para lansia dalam keadaan sehat dan kuat.

Sebanyak 28 lansia hadir yang ingin dicek kesehatannya, mulai dari pemeriksaan tensi, gula darah, kolesterol, dan asam urat.

LMI kolaborasi dengan Puskesmas Badean sukseskan keberlangsungan acara, dan memastikan setiap lansia yang berada di daerah desa-desa mendapatkan layanan kesehatan secara berkala.

Nurul Lailiyah selaku perwakilan LMI yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa Puskesmas Badean sigap memerikan pelayanan kesehatan secara rutin untuk warga, LMI hadir untuk memberikan dukungan terutama untuk lansia yang mudah terkena penyakit.

“Puskesmas Badean sebagai mitra Desa Watukebo memberikan layanan kesehatan kepada balita, ibu hamil, dan para lansia untuk pengecekan kesehatan secara rutin setiap bulannya,” ucapnya.

Ketua Posyandu Integrasi Layanan Premier (ILP) Kamboja, Ibu Reny merasa bersyukur LMI bisa mengadakan pemeriksaan gratis, berharap program ini berlanjut secara berkala setiap bulannya.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, para lansia jadi tahu kondisi kesehatan masing-masing. Harapannya kegiatan ini bisa berlanjut setiap bulan,” kata Bu Reny. (fiq)

Lonjakan Ekspor Produk Kerajinan: Dampak Positif bagi Industri Kreatif Indonesia

Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan budaya yang sangat beragam, salah satunya adalah produk kerajinan tangan. Seiring dengan peningkatan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya dan keberlanjutan produk lokal, ekspor produk kerajinan Indonesia menunjukkan angka yang positif. Kerajinan tangan khas Indonesia, mulai dari batik, tenun, ukiran kayu, hingga keramik, kini semakin diminati oleh pasar internasional.

Peningkatan ekspor ini menjadi bukti bahwa industri kerajinan tangan Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang di kancah global. Artikel ini akan membahas mengenai peningkatan ekspor produk kerajinan Indonesia, tantangan yang dihadapi, dan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri kreatif di Indonesia.

Faktor Penyebab Peningkatan Ekspor Produk Kerajinan Indonesia

Tingginya Minat terhadap Produk Unik dan Otentik

Salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan ekspor produk kerajinan Indonesia adalah tingginya minat pasar internasional terhadap produk-produk yang unik, berkualitas, dan bernilai seni tinggi. Produk kerajinan tangan Indonesia yang memiliki ciri khas dan keindahan estetik yang tidak dimiliki oleh negara lain menarik perhatian konsumen di berbagai belahan dunia. Contohnya, produk batik, tenun, dan kerajinan bambu dari Indonesia semakin digemari di Eropa, Amerika, dan beberapa negara Asia.

Peran Pemerintah dalam Mendukung Ekspor

Pemerintah Indonesia telah memberikan berbagai fasilitas dan dukungan untuk memajukan sektor ekspor, khususnya produk kerajinan. Salah satunya adalah melalui program promosi dan pameran internasional yang diadakan oleh Kementerian Perdagangan dan berbagai lembaga terkait. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan produk kerajinan Indonesia ke pasar global dan membantu pelaku industri dalam memperluas jaringan pasar. Selain itu, pemerintah juga memberikan kemudahan dalam hal pembiayaan dan akses pasar ekspor.

Penggunaan Teknologi dan Digitalisasi dalam Pemasaran

Seiring berkembangnya teknologi, banyak pelaku industri kerajinan Indonesia yang mulai memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk mereka ke pasar internasional. E-commerce dan media sosial kini menjadi saluran utama bagi para pengrajin untuk menjual produk mereka ke luar negeri, tanpa harus bergantung pada perantara atau agen ekspor. Hal ini memungkinkan produk kerajinan Indonesia untuk lebih mudah diakses oleh konsumen global.

Tantangan dalam Peningkatan Ekspor Produk Kerajinan Indonesia

Keterbatasan Akses ke Pasar Global

Meskipun ada permintaan yang tinggi terhadap produk kerajinan Indonesia, akses pelaku industri terhadap pasar global masih terbatas. Banyak pengrajin yang belum memiliki kapasitas atau pengetahuan yang cukup untuk memasarkan produk mereka ke luar negeri. Keterbatasan ini sering kali disebabkan oleh faktor seperti kurangnya pemahaman tentang regulasi ekspor, serta kendala dalam hal pengemasan, sertifikasi, dan kualitas produk.

Persaingan yang Ketat dengan Negara Lain

Indonesia bukan satu-satunya negara yang memproduksi kerajinan tangan dengan kualitas tinggi. Beberapa negara seperti India, Thailand, dan China juga memiliki industri kerajinan yang berkembang pesat dan memiliki daya saing tinggi di pasar internasional. Oleh karena itu, para pengrajin Indonesia harus dapat memastikan bahwa produk mereka memiliki keunggulan kompetitif yang membedakan dari produk-produk serupa dari negara lain, baik dari segi desain, kualitas, maupun harga.

Keterbatasan Infrastruktur dan Sumber Daya

Salah satu tantangan lain yang dihadapi oleh industri kerajinan Indonesia adalah keterbatasan infrastruktur yang memadai untuk mendukung distribusi barang ke luar negeri. Proses pengiriman produk kerajinan terkadang terhambat oleh infrastruktur logistik yang kurang efisien dan biaya pengiriman yang tinggi. Hal ini bisa mempengaruhi daya saing harga produk kerajinan Indonesia di pasar internasional.

Peluang yang Diciptakan oleh Peningkatan Ekspor Produk Kerajinan Indonesia

Perluasan Pasar Global untuk Produk Lokal

Peningkatan ekspor produk kerajinan membuka peluang besar bagi para pengrajin Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Dengan lebih banyaknya produk kerajinan Indonesia yang masuk ke pasar global, pelaku industri kerajinan memiliki kesempatan untuk membangun merek mereka di tingkat internasional. Hal ini dapat meningkatkan penjualan dan mengangkat citra produk Indonesia sebagai produk berkualitas tinggi di mata dunia.

Penciptaan Lapangan Kerja dan Peningkatan Ekonomi Lokal

Sektor industri kerajinan juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di berbagai daerah, khususnya di daerah-daerah penghasil kerajinan tradisional. Peningkatan ekspor akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dengan menciptakan peluang usaha baru, baik bagi pengrajin itu sendiri maupun bagi sektor pendukung lainnya, seperti sektor transportasi dan pemasaran. Peningkatan permintaan produk kerajinan dapat menggerakkan roda ekonomi di daerah-daerah penghasil kerajinan tersebut.

Peningkatan Inovasi dan Diversifikasi Produk

Peluang untuk menembus pasar internasional mendorong pengrajin Indonesia untuk terus berinovasi dan mendiversifikasi produk mereka agar tetap relevan di pasar global. Banyak pengrajin yang kini mulai memadukan elemen tradisional dengan desain modern, menghasilkan produk yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memenuhi tren pasar global yang terus berkembang.

Kesimpulan

Peningkatan ekspor produk kerajinan Indonesia menunjukkan potensi besar sektor industri kreatif dalam perekonomian Indonesia. Meskipun terdapat tantangan yang harus dihadapi, seperti keterbatasan akses pasar dan infrastruktur, produk kerajinan Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk berkembang di pasar global. Dukungan pemerintah, kemajuan teknologi, serta peningkatan kualitas dan inovasi produk akan menjadi kunci utama bagi pelaku industri kerajinan untuk sukses dalam menembus pasar internasional. Dengan pemanfaatan peluang ini, sektor kerajinan Indonesia tidak hanya akan meningkatkan perekonomian nasional, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia.

SANTRI DAN KEMAJUAN

oleh: Ach Dhofir Zuhry
(alumni PP Nurul Jadid Paiton, pengasuh Pesantren Luhur Baitul Hikmah Kepanjen)

UJAR-ujar lama berbunyi, “segala sesuatu ada ilmunya”. Nah, salah satu kekhasan santri dan kaum sarungan di Negeri ini adalah mereka tahu kapan harus maju dan kapan sebaiknya mundur.

Pesantren telah mengajarkan para santri bertarung justru untuk mengalah, bicara untuk diam, mendaki untuk merendah, pun berperang justru untuk berdamai. Inilah low profile alias tawadhu’ warisan para Nabi untuk para santri, khususnya milenial dan zilenial.

Belum lagi, para santri diajarkan perihal membaca yang tak terbaca, mendengar yang bukan suara, memimpin dengan cara melayani dan apapun saja yang oleh sekolah-sekolah model zaman sekarang ditolak-campakkan. Yakni, mengajarkan segala jenis ilmu dengan pendekatan moral, sehingga nyaris tidak pernah kita jumpai kaum santri yang gegabah dan gampang mengkafir-syirik-bid’ahkan orang lain yang beda.

Bagi santri, hidup justru sangat indah dengan membiarkan setiap orang riang gembira dengan warnanya masing-masing. Dari sana kemajuan bisa digagas. Mengapa? Kita tidak bisa membangun dengan cara meruntuhkan, terutama membangun kemanusiaan.

Di sisi lain, manusia memiliki semacam “program otomatis” yang sebenarnya ia bukan diri, bukan manusia sendiri, tetapi program itulah penentu dari segala keputusan—seolah manusia yang mengendalikan sang “program”, tetapi nyatanya, menusialah yang dikendalikan olehnya.

Tanpa disadari, setiap orang memiliki cara otomatis untuk selalu menyalahkan yang belum tentu salah, tak sedikit saudara kita yang gampang menjeneralisir segala yang partikulir, mempersempit Tuhan hanya dengan agama tertentu, hampir setiap kita rajin memboroskan waktu, umur dan juga uang.

Boleh jadi, Anda juga selalu punya alasan mengapa terlambat datang ke sekolah atau ke tempat kerja, sekalipun persiapan sudah matang, selalu saja ada kendala. Jika terbiasa tidur pagi, meskipun malamnya Anda tidur pukul 9, tetap saja, mengantuk setelah subuh.

Memang, bagi sementara orang (terutama yang mengaku-ngaku manusia), godaan bantal sangat kuat. Bahkan, melihat gambar bantal dan membayangkan sosok bantal saja langsung menguap, lalu kantuk tak tertahankan. Apa yang salah? Program sialan itukah yang mengacaukan aktivitas di pagi hari?

Pesantren mendidik kaum santri untuk hidup sederhana dan bersahaja, tidak menjadi peratap dan cengeng, makan dan hidup seadanya, kuat melék dan betah ngantuk, santri rela terhempas dari kenyamanan mimpi-mimpi demi ilmu dan barakah.

Rerata, kaum sarungan adalah para nokturnis tulen, meraka juga para penghayat (makna) malam yang paling jempolan. Hanya para seniman rohani yang rela menjauh dari bantal-kasur. Dan memang, para santri rata-rata tidak memiliki bantal-kasur-selimut, seolah mereka memang tak punya rencana tidur.

Nyaris selalu, teratur dan kacaunya hidup manusia bermula dari program otomatis yang kita biasakan. Pendek kata, manusia adalah apa yang dibiasakannya. Itulah prilaku alam bawah sadar. Dan, manusia membentuk program itu sekian lama untuk kemudian mematenkannya menjadi karakter.

Orang yang tidak mengubah pola pikir dan pola sikapnya, sejatinya ia tidak merubah apapun dalam hidupnya. Apa sebab? Hasil yang teratur dibuat oleh tata kelola manajerial, sementara itu perubahan yang efektif dicapai oleh kepemimpinan yang efektif pula.

Pendek kata, perubahan pada “hasil” hanya mungkin terjadi dari perubahan “cara”. Tetapi, kemajuan yang efektif butuh pemantik, ia tidak mungkin berangkat dan membentuk dirinya sendiri.

Tidak ada bambu yang bisa melubangi dirinya sendiri untuk menjadi seruling, tidak ada bambu yang menyusun merekat diri mereka sendiri untuk menjadi rakit. Begitu pula manusia.

Jika ingin maju, ia harus membentuk A-TEAM (attitude team) yang mendukung dirinya untuk maju, lingkungan, teman, keluarga dan buku-buku yang membentuk kepribadian kita. Adapun Pesantren telah terkondisi sedemikian rupa untuk membentuk kemajuan santri-santri jauh lebih baik dari tempat belajar manapun.

Nah, terbuat dari apakah makhluk bernama kemajuan itu, sehingga setiap individu ingin menggapainya, bahkan tak jarang dengan menghalalkan segala cara?

Merasa tidak puas adalah modal utama dan langkah pertama untuk sebuah kemajuan. Kabar baiknya, inilah watak dasariah manusia. Tidak ada seorang pun yang tidak menginginkan kemajuan dan kejayaan dalam hidupnya, dalam segala bidang.

Bagitu pula Anda dan saya, Anda memiliki kuas, Anda memiliki pilihan warna-warni, Anda dapat melukis surga, dan kemudian masuk ke dalamnya dengan riang gembira. Nah, bagaimana meyakinkan diri tentang prinsip ini?

Hanya ada satu sudut di alam semesta ini yang pasti bisa Anda diperbaiki, dan itu adalah diri Anda sendiri. Kaca, porselen, genteng, dan nama baik, adalah sesuatu yang gampang sekali retak dan pecah. Mustahil dapat direkat kembali tanpa meninggalkan bekas yang nampak.

Kejayaan dan kemakmuran adalah istana pasir, ia gampang runtuh bahkan tanpa terjangan ombak sekalipun. Tatapi, karakter yang dibentuk saat demi saat, pola pikir dan pola sikap yang dibangun waktu demi waktu akan sangat sulit diruntuhkan, bahkan oleh prahara sekalipun.

Sementara itu, sekolah, diklat, workshop dan lembaga-lembaga kursus yang kita impor dari Barat hanya membekali kita dengan kecakapan, keterampilan dan keahlian tertentu (life skill). Ada yang salah? Tentu, kecakapan memang sangat memungkinkan seseorang mencapai puncak, tapi kepribadian menjadi salah satu hal yang akan mencegahnya jatuh dan tersungkur. Artinya, jika karakter hilang, semuanya lenyap.

Kelihatannya, pemerintah dan para praktisi pendidikan baru menyadari hal ini, padahal Pesantren klasik dan padepokan telah menerapkannya sejak ratusan tahun yang lalu. Dan, kemajuan itu dimulai dari dalam, dari kepribadian.

Nah, jika hidup Anda kacau, Anda tidak bisa memperbaiki hanya dengan memperbaiki dan memoles bagian luarnya saja. Semoga kita mendapat barakah para Kiai, para Guru dan Pesantren. (*)

Kampanye Gus Haris Ra Fahmi di Krucil Probolinggo Dipadati Ribuan Masyarakat, Warga; “Saya Cinta”

Probolinggo, Berdampak.net – Kampanye pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Gus Haris dan Ra Fahmi, yang digelar di Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo pada Rabu, 13 November 2024, dipenuhi ribuan warga yang antusias.

Massa yang membludak menunjukkan dukungan besar dan kecintaan warga terhadap sosok Gus Haris, cicit dari ulama besar KH Hasan Genggong, yang sangat dihormati di Probolinggo.

Kegiatan ini diawali dengan blusukan Gus Haris ke Pasar Krucil Kabupaten Probolinggo. I

a menyapa dan berdialog langsung dengan pedagang serta masyarakat yang hadir, mendengarkan keluhan dan harapan mereka.

Blusukan ini disambut hangat dan menjadi bukti kedekatan Gus Haris dengan masyarakat akar rumput.

Usai blusukan, Gus Haris melanjutkan agenda ke lokasi utama kampanye di rumah susu di Krucil.

Ribuan warga telah menanti kehadirannya untuk mendengarkan pidato politik menjelang Pilkada 2024.

Dalam orasinya, Gus Haris menekankan pentingnya perubahan dan komitmen untuk kesejahteraan masyarakat Probolinggo.

“Kami bertekad menciptakan pemerintahan yang mendengar suara rakyat dan bekerja untuk kemajuan bersama,” ujar Gus Haris disambut tepuk tangan meriah.

Kehadiran massa yang begitu besar menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat.

“Saya cinta Gus Haris. Gus Haris dan Ra Fahmi adalah pasangan yang tepat untuk memimpin Kabupaten Probolinggo,” kata Istiqomah, salah satu warga yang hadir.

Dukungan ini semakin kuat karena Ra Fahmi adalah putra KH Abdul Haq Zaini, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, yang memiliki pengaruh luas di kalangan masyarakat.

“Calon nomor urut 2 ini adalah sosok yang mapan. Keduanya insyaallah bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” tambah Istiqomah.

Ketua Tim Pemenangan Gus Haris dan Ra Fahmi, Habib Mahdi, mengaku takjub dengan sambutan luar biasa dari warga Krucil.

“Kami tidak menyangka kalau kampanye di Krucil bisa menyedot ribuan warga. Ini menunjukkan betapa besarnya harapan masyarakat kepada paslon nomor urut 02,” ungkapnya.

Dengan dukungan yang besar dari berbagai lapisan masyarakat, Gus Haris dan Ra Fahmi siap menghadapi Pilkada 2024 dengan optimisme dan semangat tinggi untuk membawa perubahan yang nyata.(*)

Zulfikar Arse Sadikin: Desk Pilkada Punya Tugas Berat Menjaga Stabilitas Iklim Politik Indonesia

Jakarta, Berdampak.net – Anggota Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin, menyatakan bahwa Desk Pilkada memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas politik nasional menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Pernyataan ini disampaikan Zulfikar saat menghadiri sebuah acara politik yang juga dihadiri berbagai tokoh dan kader dari berbagai kalangan.

Menurut Zulfikar, kondisi politik di Indonesia saat ini menuntut pendekatan yang hati-hati agar suasana tetap kondusif dan tidak terjadi ketegangan di antara kelompok-kelompok masyarakat. Desk Pilkada, yang berada di bawah naungan Komisi II DPR RI, diharapkan mampu menjalankan tugasnya dalam mempersiapkan dan mengawasi jalannya Pilkada di berbagai daerah. “Kita harus menjaga iklim politik tetap stabil dengan langkah-langkah antisipatif dan memastikan komunikasi yang baik antara semua pihak,” ujar Zulfikar.

Sebagai bagian dari Komisi II DPR, Zulfikar dan timnya berkomitmen untuk mengutamakan kepentingan bangsa dengan mendukung proses Pilkada yang aman, tertib, dan damai. Zulfikar mengajak semua elemen masyarakat untuk bekerja sama dalam menjaga keamanan dan kedamaian selama periode Pilkada, agar pemilihan berlangsung dengan integritas.

Pernyataan Zulfikar ini mendapat dukungan dari berbagai pihak yang hadir dalam acara tersebut, yang siap mendukung segala upaya dalam menjaga stabilitas politik dan menyukseskan Pilkada serentak 2024. (fjr)