Sukses! Yatim Mandiri Gelar OMATIQ 2024 di Dinas Pendidikan Tulungagung

Tulungagung, Berdampak.net – Yatim Mandiri, sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) yang berfokus pada kemandirian anak yatim dan dhuafa melalui dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF), kembali melangsungkan kegiatan Olimpiade Matematika dan AlQur’an Nasional (OMATIQ) 2024

Olimpiade Matematika dan Al-Qur’an (OMATIQ) tingkat cabang yang di ikuti 104 anak binaan dari berbagai anak binaan sanggar genius dan Al-Qur’an yang berlangsung 27 Oktober 2024 di aula dinas pendidikan dalam rangka mengevaluasi dampak, membentuk mental juara, mengasah minat dan bakat binaan. Selanjutnya , anak anak yang lolos babak penyisihan akan berlanjut ke Grand Final Olimpiade Matematika dan Al-Qur’an Nasional (OMATIQ) 2024 dilaksanakan pada, 17 Desember 2024 di Gedung Perpustakaan Nasional Jakarta.

Pada kesempatan ini, Yatim Mandiri Tulungagung melalui Dana yang terhimpun dari ZIS (zakat infaq sedekah) dialokasikan untuk Program Pendidikan tahun 2024 sebesar Rp.300.000.000,-.

Akhir sesi, diumumkan Juara lomba bidang Matematika
Juara 1 : Camelia Nur Fadhila (Sobontoro)
Juara 2 : Dana Richanatul Jannah (Sobontoro)
Juara 3 : Agung Iqbal Triansyah (Sobontoro)
Juara Harapan I : Galang Abyas Abdillah (Ngadirenggo)
Juara Harapan II : Muhammad Syafiq Razaqul Kahfi (Mirigambar)

juara bidang Al Quran
Juara 1 = Clarizza Aina Maheswari (Tiudan)
juara 2= Marwah Badriya (Mojosari)
Juara 3= Rasdiwan (Mirigambar)
Harapan 1 : Dearya Zoeylanda Salsabila (pojok)
Harapan 2=
M. Salman Alfarisi = pojok 1 ngantru

Sampai bertemu di OMATIQ tahun depan, dan sukses terus untuk para pemenang, “ungkap Ahmad Burhan Farid, Selaku Kepala Cabang Yatim Mandiri.

Festival Gandrung Sewu 2024 Bertema “Payung Agung” Rayakan Keberagaman Budaya Banyuwangi

Banyuwangi, Berdampak.net – Festival Gandrung Sewu 2024 kembali digelar dengan tema besar “Payung Agung,” yang diangkat untuk merayakan keberagaman etnis dan budaya di Kabupaten Banyuwangi. Diadakan di Pantai Marina Boom, festival ini melibatkan lebih dari 1.350 pelajar yang tampil memukau dalam pagelaran seni kolosal Tari Gandrung. Tema “Payung Agung” dipilih sebagai simbol keharmonisan, di mana beragam budaya dan nilai-nilai hidup berbaur dalam keseharian masyarakat Banyuwangi. Sabtu (26/10/2024).

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Banyuwangi, Sugirah, menjelaskan bahwa tema ini mencerminkan nilai-nilai kebudayaan yang saling berinteraksi di daerah tersebut. “Banyuwangi merupakan tempat di mana budaya dan nilai hidup saling berinteraksi,” ujar Sugirah. Ia menambahkan bahwa Gandrung Sewu, yang sejak 2023 telah menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN), tidak hanya merayakan kekayaan budaya lokal, tetapi juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam pelestariannya.

“Kemasan tradisi dalam format modern seperti Gandrung Sewu kami yakini akan melestarikan kekayaan seni budaya lokal sambil menarik generasi muda untuk terus melestarikannya,” kata Sugirah. Penyelenggaraan ini merupakan upaya untuk menghidupkan kembali minat generasi muda terhadap seni tradisional Banyuwangi dengan konsep yang lebih segar dan relevan.

Festival tahun ini juga mendapatkan apresiasi dari Staf Ahli Menteri Bidang Inovasi dan Kreativitas Kementerian Pariwisata, Restog Krisna Kusuma. Ia menyampaikan dukungannya terhadap Pemkab Banyuwangi yang terus mendorong kemajuan pariwisata dan ekonomi kreatif. “Gandrung Sewu ini tidak terlepas dari inovasi serta peningkatan kualitas pelaksanaan dari tahun ke tahun, sehingga menjadi agenda unggulan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara,” katanya.

Selain pertunjukan tari kolosal, Festival Gandrung Sewu 2024 juga menyajikan beragam kegiatan lain seperti bazar kuliner, pameran kerajinan lokal, serta area interaktif bagi wisatawan. Dengan peningkatan kualitas dan kemasan yang lebih modern, festival ini diharapkan tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya lokal.

Menuju Probolinggo yang SAE dan Sejahtera

Oleh: Ponirin Mika
Pengamat Sosial Politik Probolinggo

Probolinggo adalah daerah yang kaya akan budaya, nilai-nilai religius, dan potensi alam yang melimpah. Masyarakatnya dikenal dengan karakter kesantrian yang kuat, menjadikan Probolinggo sebagai daerah yang kental dengan nuansa agamis. Namun, seperti daerah lainnya, Probolinggo membutuhkan pemimpin yang mampu mengelola potensi ini—seorang pemimpin yang bukan hanya hadir sebagai figur, tetapi memiliki jiwa pengabdian yang tulus dan visi yang jelas untuk masyarakat.

Tokoh-tokoh muda seperti Gus Haris dan Ra Fahmi, yang lahir dari lingkungan pesantren, membawa nilai-nilai luhur kesantrian dalam kiprah mereka. Mereka mewakili generasi yang tidak hanya mengandalkan keturunan atau status sosial, tetapi juga memiliki komitmen yang kuat, integritas, serta kepedulian mendalam terhadap rakyat. Kehadiran mereka bukan hanya untuk mewarnai panggung politik, tetapi juga untuk membawa misi sosial yang lebih besar: membenahi dan memajukan Probolinggo.

Kepemimpinan yang memiliki visi dan hati untuk masyarakat seperti ini menjadi harapan untuk perubahan nyata. Pemimpin yang memprioritaskan kesejahteraan dan kemajuan bersama, bukan kepentingan pribadi atau golongan, adalah kunci untuk membawa Probolinggo ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, masyarakat harus cermat dan bijaksana dalam menentukan pilihan, memilih sosok yang benar-benar akan membawa dampak positif dan mewujudkan Probolinggo yang maju dan sejahtera.

Dengan kepemimpinan yang tepat, Probolinggo sae bukan lagi sekadar impian, tetapi masa depan yang bisa dicapai.

Ra Hamid Wahid: Pemimpin Visioner untuk Bondowoso Maju

Oleh: Ponirin Mika, Ketua Lakpesdam MWCNU Paiton Probolinggo

Bondowoso memiliki potensi luar biasa di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pariwisata, hingga pendidikan. Terletak di jantung wilayah Tapal Kuda, Bondowoso menyimpan sumber daya alam yang melimpah dan lanskap wisata yang belum tergali secara optimal. Namun, potensi ini belum cukup tergarap sehingga sering kali Bondowoso tertinggal dibandingkan daerah sekitarnya.

Dalam kondisi ini, Bondowoso memerlukan sosok pemimpin yang tidak hanya paham dengan kebutuhan masyarakat, namun juga memiliki visi yang kuat dan strategis untuk mengarahkan daerah ini ke masa depan yang lebih baik. Sosok Ra Hamid Wahid dianggap mampu mewujudkan harapan ini. Dengan pengalaman yang luas di berbagai bidang—dari organisasi, politik, hingga pendidikan—Ra Hamid memiliki kemampuan untuk merumuskan kebijakan yang tepat demi memajukan Bondowoso.

Ra Hamid Wahid dikenal sebagai sosok yang memahami pentingnya membangun dari akar, dari masyarakat kecil hingga menengah. Berbeda dari pemimpin lain yang kadang terjebak dalam politik praktis, Ra Hamid justru memiliki pemikiran untuk memajukan Bondowoso secara menyeluruh, mulai dari mengoptimalkan sektor pariwisata, menggalakkan pendidikan yang berbasis lokal, hingga memberdayakan ekonomi masyarakat melalui UMKM. Dengan kepribadian yang dekat dengan masyarakat dan kepemimpinan yang teruji, Ra Hamid mampu menjadi figur pemimpin yang diidamkan oleh masyarakat Bondowoso.

Selain Ra Hamid, ada juga sosok Ra As’ad yang tak kalah penting. Bersama, mereka adalah figur pemimpin yang berpengalaman dan bijaksana. Kedua tokoh ini dapat menjadi kombinasi yang sempurna untuk mengawal Bondowoso menuju masa depan yang lebih cerah. Bondowoso butuh pemimpin yang tidak hanya berpikir untuk lima tahun ke depan, tapi yang dapat menanamkan fondasi kuat bagi generasi mendatang.

Dengan berbagai potensi yang ada, serta kepemimpinan yang mumpuni seperti Ra Hamid Wahid dan Ra As’ad, Bondowoso seharusnya tidak lagi berada di bawah bayang-bayang daerah lain. Jika diurus dengan baik, Bondowoso bukan hanya akan maju secara ekonomi, tetapi juga akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya secara berkelanjutan.

Di Tabligh Akbar BI, Kiai Zuhri Zaini Ajak Santri Memiliki Kepekaan Sosial

Probolinggo, Berdampak.net – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo KH. Moh. Zuhri Zaini mengajak para santri untuk tidak bahagia dan senang sendirian. Tapi harus memperhatikan nasib orang lain dan peka kepada keberadaan masyarakat disekitarnya (peka sosial). Pernyataan itu diungkapkan saat memberikan tausyiah pada tabliqh akbar yang diselenggarakan Bank Indonesia Malang di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid. Rabu (24/10/24).

Selain itu, Kiai Zuhri menegaskan bahwa sebagai manusia harus berikhtiar agar menjadi sukses. Ia juga menyinggung menerangkan sosok panutan umat yaitu Rasulullah SAW.

“Rasulullah itu adalah saudagar, beliau menikahi Siti Khodijah dengan mas kawin kurang lebih satu milyar,” tegasnya.

Namun kata Kiai Zuhri, bekerja apapun yang penting pekerjaan yang baik harus diniati baik pula.

“Orang yang bekerja di kantor, sawah, Perusahaan harus diniati dengan baik salah satunya niati untuk menafkahi keluarga,” imbuhnya.

Ta lupa juga, kiai yang terkenal sederhana dan familiar ini menyetir sabda Rasulullah “Betapa banyaknya pekerjaan yang dianggap pekerjaan dunia tetapi dengan niat yang baik maka menjadi pekerjaan akhira, sebaliknya banyak pekerjaan seakan akan pekerjaan akhirat tapi dengan niat yang tidak benar maka jadi perbuatan dunia,”.
Kiai Zuhri berpesan agar kita bersungguh-sungguh dalam belajar dan bekerja dengan baik agar bisa menjadi orang sukses

“Dalam usaha tidak hanya dilakukan sendirian tapi lebaik utk bersama sama,” ungkapnya. (pm)

Tingkatkan Kesehatan Warga, LMI Adakan Cek Kesehatan Gratis

NGAWI, berdampak.net – Minimnya kesadaran masyarakat untuk melakukan cek kesehatan secara berkala, membuat Lembaga Manajemen Infaq (LMI) menggelar cek kesehatan gratis yang dilaksanakan di Pasar Beran, Ngawi, pada Kamis (17/10).

LMI Ngawi berkolaborasi dengan Akademi Perawatan (AKPER) Ngawi dalam pelaksanaan cek kesehatan gratis.

Kegiatan ini menyasar warga sekitar pasar, terutama para pedagang yang sangat antusias mengikuti cek kesehatan gratis tersebut.

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi tekanan darah, kolesterol, asam urat, dan gula darah, yang bertujuan mendeteksi dini potensi penyakit dan faktor risiko kesehatan.

Selain itu, LMI Ngawi memberikan pengajaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai investasi jangka panjang.

Warga juga mendukung adanya kegiatan ini, sebanyak 100 lebih orang yang mendaftarkan diri untuk mengecek kesehatannya.

Ketua Pasar Beran, Sugianto merasa senang adanya cek kesehatan kepada para pedagang untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, sekaligus membuktikan kepedulian LMI secara nyata kepada masyarakat.

“Tubuh yang sehat akan membuat kita bisa bekerja lebih maksimal, dan dengan kesehatan yang baik, Insya Allah kehidupan kita akan lebih baik,” kata Sugianto.

Hari selaku perwakilan LMI Ngawi mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola makan dan pola hidup, serta mengapresiasi sambutan masyarakat yang semarakkan kegiatan cek kesehatan gratis tersebut.

“Kami harap warga melalui cek kesehatan ini bisa menerapkan dan menjaga pola hidup sehat sebagai aset yang penting, serta saya apresiasi semangat warga yang hadir saat ini,” ucapnya. (fiq)