Bangun Gerakan Perempuan Lintas Agama cara FKUB Probolinggo Cegah Konflik Sosial

PROBOLINGGO, Berdampak.net – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Kader Perempuan Moderasi Beragama sekaligus pembentukan Forum Kader Perempuan Moderasi Beragama FKUB Kota Probolinggo, Minggu (1/11/2026), bertempat di Aula PD Muhammadiyah Kota Probolinggo, Jalan Sukarno-Hatta No. 94-B.

Mengusung tema “Perempuan sebagai Kader Perdamaian: Menguatkan Moderasi Beragama dan Kerukunan di Kota Probolinggo”, kegiatan ini menjadi langkah strategis FKUB dalam memperluas partisipasi perempuan lintas agama untuk membangun kehidupan masyarakat yang toleran, inklusif, dan harmonis.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TPKK Kota Probolinggo dr. Hj. Evariani, M.Kes. yang bertindak sebagai pemateri utama, Kepala Kankemenag Didik Kurniawan, jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh perempuan, pengurus FKUB, serta peserta dari berbagai latar belakang agama dan organisasi perempuan.

Dalam sambutannya, Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. H. Ahmad Hudri, ST., MAP., menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun fondasi kerukunan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Menurutnya, kerukunan tidak cukup hanya dibangun melalui kebijakan pemerintah atau komunikasi antartokoh agama. Kerukunan harus tumbuh dari ruang kehidupan sehari-hari, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, komunitas keagamaan, hingga ruang sosial masyarakat.

“Perempuan bukan sekadar objek program moderasi beragama. Perempuan harus menjadi subjek, penggerak, pengambil inisiatif, bahkan pemimpin dalam gerakan perdamaian. Jika kita ingin membangun kerukunan di tengah masyarakat, mulailah dari keluarga. Jika kita ingin membangun perdamaian antarkelompok, libatkan perempuan,” tegas Hudri.

Ia menjelaskan, pembentukan Forum Kader Perempuan Moderasi Beragama merupakan bagian dari komitmen FKUB untuk memperkuat kerja-kerja kerukunan yang bersifat preventif, edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan. FKUB tidak boleh hanya hadir ketika terjadi persoalan atau konflik, tetapi harus mampu membangun kesadaran dan mencegah potensi konflik sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Hudri juga mengingatkan bahwa moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan atau mencampuradukkan ajaran agama. Moderasi beragama merupakan cara beragama yang adil, seimbang, bijaksana, serta menghormati martabat manusia dan perbedaan.

“Berbeda dalam keyakinan, bersatu dalam kemanusiaan, dan bekerja sama untuk kebaikan. Kita tidak harus menjadi sama untuk dapat hidup rukun. Justru kedewasaan masyarakat tercermin dari kemampuannya mengelola perbedaan menjadi kekuatan bersama,” ujarnya.

Pendidikan kader ini diarahkan untuk membangun kapasitas perempuan dalam memahami moderasi beragama, memperkuat wawasan kebangsaan, mengembangkan komunikasi lintas agama, meningkatkan literasi digital, serta membekali peserta dengan kemampuan membangun dialog dan mencegah konflik sosial.

Forum Kader Perempuan Moderasi Beragama juga diharapkan menjadi ruang perjumpaan dan kolaborasi perempuan lintas agama. Tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi berkembang menjadi gerakan sosial yang menghasilkan kegiatan nyata di tengah masyarakat.

FKUB Kota Probolinggo mendorong forum tersebut mengembangkan sedikitnya lima agenda strategis, yaitu:

  1. Penguatan kapasitas kader, melalui pendidikan dan pelatihan moderasi beragama, wawasan kebangsaan, komunikasi, serta resolusi konflik.
  2. Penguatan jejaring lintas agama, dengan membangun komunikasi, persahabatan, dan kerja sama antarkomunitas perempuan.
  3. Gerakan perempuan pelopor perdamaian, melalui keterlibatan aktif dalam pencegahan intoleransi, prasangka, dan potensi konflik sosial.
  4. Pendidikan moderasi beragama dalam keluarga, dengan menanamkan nilai penghormatan terhadap perbedaan sejak usia dini.
  5. Aksi sosial lintas agama, melalui kegiatan kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, dan pemberdayaan ekonomi perempuan.

Hudri juga menekankan bahwa forum yang dibentuk tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial atau sekadar memiliki struktur kepengurusan.

“Jangan berhenti pada seremoni. Forum ini harus hidup dalam gerakan nyata. Ketika ada prasangka, hadirkan pemahaman. Ketika ada kebencian, hadirkan kasih sayang. Ketika ada perpecahan, hadirkan dialog. Ketika ada persoalan, hadirkan kepedulian,” pesannya.

Pembentukan forum ini sekaligus menjadi upaya memperluas keterlibatan perempuan dalam agenda pembangunan kerukunan di Kota Probolinggo. Perempuan diharapkan mampu menjadi penghubung antarkelompok masyarakat, memperkuat solidaritas sosial, serta menjadi teladan dalam penggunaan media sosial yang santun dan bertanggung jawab.

Melalui forum tersebut, FKUB ingin membangun gerakan perempuan yang tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga hadir dalam persoalan kemanusiaan dan sosial. Kerja sama lintas agama diharapkan dapat berkembang dalam berbagai bidang, termasuk kepedulian lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan pendidikan kader dan pembentukan forum ini menjadi bagian dari ikhtiar FKUB Kota Probolinggo untuk menjadikan kerukunan sebagai budaya bersama, bukan sekadar slogan kelembagaan.

FKUB berharap lahir kader-kader perempuan yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan perdamaian. Mereka diharapkan menjadi pelopor kerukunan mulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, organisasi, hingga ruang publik.

Dalam acara ini juga adanya pemaparan tentang peran perempuan dalam moderasi beragama dari perwakilan masing-masing agama yang dipandu oleh moderator Jaza’anil Husna. Sedangkan fasilitator atau pemantik perwakilan agama-agama yaitu Nama fasilitator: Sumriye, M.Pd. ( Islam), Dra. Dwi Astuti (Katolik), Kristalia (TITD Sumber Naga), Yunita Sania P (Kristen) dan Ni Wayan Ista (Hindu).
Dilanjutkan sesi berikutnya dengan diskusi.

dr. Agung Mulyono Kawal Program Rakyat di Bohay hingga Aksi Langit Biru di Binor

PROBOLINGGO, Berdampak.net – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat, dr. Agung Mulyono, menggelar kegiatan Sosialisasi Penguatan Agama dalam Membentuk Masyarakat yang Berkarakter dan Berdaya pada Jumat (28/8/2026). Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut dipusatkan di Cafe & Resto Pantai Bohay, Kabupaten Probolinggo, dengan dihadiri pengurus PAC, Ranting Partai Demokrat, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Dalam forum sosialisasi keagamaan tersebut, dr. Agung Mulyono menekankan betapa pentingnya penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai benteng moral utama dalam pembentukan karakter bangsa. Menurutnya, di tengah era modernisasi dan derasnya arus informasi, fondasi spiritual yang kokoh sangat diperlukan agar masyarakat tidak kehilangan jati diri, tetap menjaga norma-norma kesopanan, serta mempererat tali silaturahmi antar sesama.

Tidak hanya menyampaikan materi keagamaan dan kebangsaan, dokter yang dikenal merakyat ini juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyerap aspirasi serta memaparkan empat program prioritas utama yang terus diperjuangkannya di DPRD Jatim demi kesejahteraan masyarakat.

Program pertama yang dipaparkan adalah sektor Kesehatan (Sehat). dr. Agung menegaskan komitmennya untuk membantu pengurusan rujukan medis bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan berobat ke rumah sakit provinsi di Surabaya maupun Malang. Beliau memastikan bahwa akses pelayanan kesehatan bagi warga Jawa Timur harus makin mudah, cepat, dan tanpa kendala birokrasi yang menyulitkan.

Program kedua menyasar penguatan ekonomi warga melalui program Cuan (Ekonomi). Dalam hal ini, dr. Agung memfasilitasi dan mendorong kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank Jatim dengan suku bunga yang sangat terjangkau, yakni hanya 6 persen per tahun. Program bantuan permodalan ini diharapkan mampu menggairahkan sektor UMKM lokal serta membangkitkan perekonomian keluarga di perdesaan.

Sementara itu, program ketiga berfokus pada infrastruktur jalan melalui gerakan JPL (Jalan Perlu Pemeliharaan). dr. Agung menjelaskan bahwa jalur komunikasi telah disiapkan agar setiap laporan masyarakat mengenai jalan provinsi yang rusak dapat segera direspons dan ditindaklanjuti secara cepat oleh dinas terkait demi keselamatan pengguna jalan.

Adapun program prioritas keempat adalah penanganan Penerangan Listrik. dr. Agung berkomitmen untuk terus mengawal agar daerah-daerah atau pemukiman warga di pedalaman yang belum terjangkau penerangan memadai bisa segera mendapatkan fasilitas aliran listrik yang layak.

Setelah seluruh rangkaian acara sosialisasi penguatan agama di Pantai Bohay selesai dilaksanakan dengan lancar, dr. Agung Mulyono beserta rombongan DPC Partai Demokrat Kabupaten Probolinggo langsung bergerak menuju lokasi kedua di Musala Darul Muttaqin, Desa Binor, untuk melaksanakan program aksi lingkungan dan sosial bertajuk “Langit Biru Indonesia Asri”.

Dalam sambutannya di Musala Darul Muttaqin, dr. Agung Mulyono menyampaikan bahwa pemilihan Desa Binor sebagai pusat kegiatan aksi sosial telah melalui pertimbangan yang matang. Beliau secara terbuka menyampaikan harapannya agar Desa Binor ke depan dapat berkembang menjadi Desa Binaan Partai Demokrat, sehingga warga dapat lebih sering berinteraksi dan bersinergi dengan kader-kader Demokrat yang selalu siap menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Dalam suasana kekeluargaan tersebut, dr. Agung juga menyampaikan salam hangat dan pesan apresiasi dari Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak beserta istri, Arumi Bachsin, kepada seluruh warga Desa Binor yang hadir.

dr. Agung menegaskan bahwa program Langit Biru Indonesia Asri diusung untuk memberikan edukasi serta mengajak masyarakat aktif menjaga kebersihan, keindahan, dan kelestarian lingkungan tempat tinggal. Aksi nyata di lokasi ini diwujudkan melalui kerja bakti gotong royong melakukan pengecatan Musala Darul Muttaqin agar menjadi sarana ibadah yang lebih asri, indah, dan nyaman digunakan oleh para jamaah.

Tak berhenti di situ, kegiatan di Musala Darul Muttaqin juga dilengkapi dengan penyediaan posko layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Tim medis dikerahkan secara khusus untuk memberikan pemeriksaan kesehatan cuma-cuma bagi warga. dr. Agung imbau masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan tersebut dengan tertib guna memantau kondisi kesehatan secara berkala.

Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme warga yang begitu tinggi dalam mengikuti kerja bakti dan pemeriksaan kesehatan, pihak penyelenggara membagikan hadiah menarik dan doorprize. Melalui perpaduan sosialisasi keagamaan dan aksi lingkungan ini, dr. Agung berharap Partai Demokrat dapat terus menghadirkan manfaat konkret dan solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Kolaborasi Perusahaan dan PMI-JFF, Dua Anak Probolinggo Jalani Operasi Katarak Gratis di Jember

Jember, Berdampak.net – Dua anak asal Kabupaten Probolinggo berhasil menjalani operasi katarak gratis di Rumah Sakit Bina Sehat Jember. Keberhasilan kegiatan bakti sosial ini tak lepas dari sinergi PMI Kabupaten Probolinggo dengan John Fawcett Foundation (JFF) Indonesia, serta dukungan dari pihak perusahaan yang turut menghadirkan layanan kesehatan bagi anak-anak yang membutuhkan.

Kegiatan pendampingan penuh dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo bersama JFF Indonesia pada Jumat (3/7/2026). Peran PMI tampak sejak proses seleksi dan persiapan keberangkatan hingga pengawalan langsung selama pelayanan.

Kedua pasien berasal dari Kecamatan Banyuanyar dan Kecamatan Kraksaan. Mereka diberangkatkan dari Markas PMI Kabupaten Probolinggo, pada Rabu (1/7/2026). Setibanya di Jember, kedua anak menjalani general check-up pada dan kemudian Setelah dinyatakan layak, operasi katarak segera dilakukan oleh tim medis JFF yang berkolaborasi dengan RS Bina Sehat Jember.

Ketua PMI Kabupaten Probolinggo, dr. Adi Nugroho, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya pada dukungan kemanusiaan dari jejaring mitra dan perusahaan. Ia menegaskan, program ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dapat menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat.

Sebagai bentuk perhatian dan memastikan pelayanan berjalan optimal, PMI memberangkatkan pengurus untuk mendampingi. Para pendamping bertugas memberikan dukungan moril kepada pasien dan keluarga, mulai dari proses persiapan hingga masa pemulihan awal. Menurut rencana, pembukaan perban serta pemeriksaan lanjutan akan dilakukan kemudian dan Jika hasil medis baik di lanjutkan pemulangan kembali ke Probolinggo.

Sementara itu, JFF Indonesia dan tim medisnya menjalankan peran kunci dalam aspek layanan kesehatan, mulai dari asesmen awal hingga pelaksanaan operasi. Dukungan perusahaan turut memperkuat terlaksananya program, sehingga PMI dan JFF bisa menghadirkan pelayanan bagi lebih banyak penerima manfaat.

PMI Kabupaten Probolinggo juga menyampaikan terima kasih kepada JFF Indonesia, PT POMI Paiton Energy, serta seluruh tim medis. Semua pihak berharap Semoga sinergi sosial dan kemanusiaan yang positif ini terus berlanjut untuk membantu lebih banyak masyarakat di kabupaten Probolinggo. kegiatan ini menjadi awal kehidupan baru bagi pasien dan dengan penglihatan yang kembali, l langkah besar lain seperti menempuh pendidikan lanjut untuk meraih cita-cita akan terbuka lebar.

Tani Merdeka Ciamis Terima Bantuan Hewan Kurban, KH Aos Abdul Azis Sampaikan Terima Kasih

Ciamis, Berdampak.net – Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ciamis, KH Aos Abdul Azis, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas bantuan hewan kurban yang diberikan pengurus pusat DPP Tani Merdeka Indonesia pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Ucapan tersebut disampaikan KH Aos melalui video singkat yang diunggah di media sosial. Dalam keterangannya, ia menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Ciamis melalui bantuan hewan kurban tersebut.

“Atas nama DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ciamis, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan hewan kurban yang diberikan kepada DPD Kabupaten Ciamis. Semoga bantuan ini bermanfaat dan membawa berkah bagi masyarakat,” ujar KH Aos Abdul Azis.

Dalam pernyataannya, KH Aos juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, H. Sudaryono, serta Presiden RI, , atas perhatian terhadap masyarakat dan kelompok tani di daerah.

Ia berharap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dapat terus membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia, khususnya dalam sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

“Kami juga berharap Presiden Prabowo Subianto selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin bangsa ini,” katanya.

Selain menjabat sebagai Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ciamis, KH Aos Abdul Azis juga dikenal sebagai pimpinan Pondok Pesantren Darul Mutaalimin Imbanagara Raya Ciamis. Sebagai tokoh agama, ia menilai momentum Iduladha bukan sekadar pelaksanaan ibadah kurban, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, ibadah kurban mengandung nilai keikhlasan, pengorbanan, dan solidaritas sosial yang harus terus dijaga oleh umat Islam. Melalui pembagian daging kurban, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari semangat berbagi pada Hari Raya Iduladha.

KH Aos mengatakan bantuan hewan kurban tersebut akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai ketentuan syariat Islam. Ia berharap bantuan itu dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar, terutama kalangan kurang mampu.

Momentum Iduladha, lanjutnya, harus menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk terus memperkuat akidah, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. (fj)

Muskot PMI Probolinggo Pilih Mega Guntara Aklamasi

Probolinggo, Berdampak.net – Musyawarah Kota (Muskot) PMI Kota Probolinggo di Hotel Nadia, Sabtu (23/5/2026), berlangsung relatif cair. Dalam forum tersebut, Mega Guntara kembali terpilih sebagai Ketua PMI Kota Probolinggo periode 2026–2031 secara aklamasi.

Usai terpilih, Mega menyampaikan sejumlah program utama, termasuk penguatan relawan melalui pembentukan pos pertolongan pertama di perusahaan-perusahaan, serta kerja sama dengan rumah sakit untuk program pendampingan pasien melalui jaringan relawan PMI.

PMI Kota Probolinggo pada periode sebelumnya juga mencatat sejumlah capaian, seperti penghargaan pelayanan publik, kesiapan audit transparansi keuangan, serta bantuan alat kesehatan dari PMI Pusat dan Kementerian Kesehatan RI.

Memilukan, Balita asal Kabupaten Probolinggo ini Derita Atresia Bilier, Butuh Uluran Tangan

Probolinggo, Berdampak.net – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Krajan 1, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, seorang balita perempuan bernama Nada Putri Masruri tengah berjuang melawan takdir. Di usianya yang baru menginjak tiga tahun, Nada harus menghadapi komplikasi penyakit langka yang mengancam nyawanya.

Nada didiagnosis menderita Atresia Bilier, sebuah kelainan langka di mana saluran empedu tidak terbentuk dengan normal, menyebabkan cairan empedu menumpuk dan merusak organ hati (sirosis). Tak hanya itu, Nada juga terlahir dengan kelainan jantung bawaan jenis ASD Secundum.

Kondisi kesehatan Nada sudah memprihatinkan sejak bayi. Pada usia 95 hari, ia sempat menjalani operasi Kasai, sebagai langkah penyelamatan awal. Sayangnya, prosedur tersebut dinyatakan gagal karena kadar bilirubin dalam tubuhnya tetap tinggi.

Kini, hari-hari Nada diwarnai dengan, Infeksi berulang dan demam tinggi, gejala klinis yang berat, perut membesar (asites), kulit menggelap, gatal-gatal hebat, hingga muntah darah, Keterbatasan fisik. Di usia tiga tahun, Nada belum mampu berjalan sendiri akibat kondisi fisiknya yang terus menurun.

“Dia sebenarnya anak yang kuat. Kalau mau tindakan medis, dia seperti mengerti. Tetap menangis, tapi tidak pernah mempersulit,” ungkap sang ibu, Siti Aisyah, dengan nada tegar.

Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan nyawa Nada adalah melalui operasi transpalansi hati, namun tindakan medis ini memerlukan biaya hingga ratusan jita rupoah, yang mustahil isa dijangkau oleh orang tuanya.

Diketahui, Ayah Nada, M. As’ad merupakan seorang tenaga honorer yang dalam satu bulan berpenghasilan sekitar hanya satu juta rupiah, sementara ibunya, Siti Aisyah adalah guru TK dengan upah sebulan hanya tiga ratus ribu rupiah.

Segala cara sudah dilakukan oleh kedua orang tuanya, mulai dari menjual semua perhiasan, hingga mencari pinjaman, namun semua itu hanya cukup untuk membawa Nada kontrol rutin ke Surabaya dan untuk membeli susu khusus untuk Nada yang cukup mahal. Kini keluarga hanya bisa bersandar pada keajaiban dan kedermawanan masyarakat.

“Setiap hari adalah upaya menunda kemungkinan terburuk. Kami hanya ingin Nada punya kesempatan untuk sembuh,” tutur Siti Aisyah.

Bagi Anda yang ingin membantu perjuangan Nada agar bisa menjalani transplantasi hati, donasi dapat disalurkan melalui laman resmi Kitabisa di:

👉 kitabisa.com/campaign/nadabisaberobat