Ra Fahmi: Warisan Kiai Abdul Haq dalam Kepemimpinan

Oleh : Ponirin Mika
Kasubbag Humas dan Infokom Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Ra Fahmi bukan hanya sosok yang dikenal karena keturunannya sebagai putra dari KH. Abdul Haq Zaini dan cucu dari KH. Zaini Mun’im, tetapi juga karena ketegasan dan kebijaksanaannya dalam menghadapi berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan. Semangat perjuangan yang melekat dalam dirinya menunjukkan bahwa kepemimpinannya bukan sekadar warisan, tetapi panggilan untuk melanjutkan nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh para pendahulunya.

Dibesarkan di lingkungan pesantren, Ra Fahmi sejak dini diajari untuk tidak menjaga jarak dengan masyarakat. Sama seperti ayahnya, ia memiliki kedekatan yang tulus dengan umat, hadir dalam setiap kebutuhan mereka, dan tidak berkompromi pada prinsip-prinsip keumatan. Karakter yang “tegal” atau kokoh ini membuatnya dikenal sebagai figur yang tidak mencla-mencle, terutama dalam mempertahankan nilai-nilai agama dan kepentingan umat.

Meskipun KH. Abdul Haq Zaini telah tiada, semangat yang diwariskannya tetap mengalir dalam diri Ra Fahmi, yang kini menjadi calon wakil bupati Kabupaten Probolinggo. Ketegasan dan konsistensi Ra Fahmi dalam berpegang pada prinsip-prinsip keumatan menjadikannya harapan bagi masyarakat Probolinggo yang mendambakan pemimpin yang tulus dan bersungguh-sungguh memperjuangkan kepentingan mereka.

Sebagai calon pemimpin, Ra Fahmi hadir dengan visi yang tak hanya mengandalkan warisan keluarga, tetapi juga komitmen nyata untuk mewujudkan kesejahteraan dan kedamaian masyarakat Probolinggo. Ini adalah warisan yang harus dilanjutkan dan menjadi kekuatan untuk membangun masa depan Probolinggo yang lebih baik.

Ra Fahmi Tampil Meyakinkan: Visi Pendidikan dan Pelayanan Publik untuk Probolinggo yang Lebih Sejahtera

Oleh : Ponirin Mika
Pengamat Politik Tapal Kuda

Ra Fahmi berhasil menunjukkan performa yang kuat dan komitmen yang mendalam untuk menjadikan Kabupaten Probolinggo lebih baik. Gagasan yang ia tawarkan tampak matang dan menyentuh aspek penting, terutama pendidikan dan layanan publik, yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

Program pendidikan gratis bagi siswa, beasiswa untuk masyarakat, dan peningkatan gaji guru madrasah menunjukkan kepekaan Ra Fahmi terhadap kualitas pendidikan. Usulannya untuk merehabilitasi seribu sekolah dan madrasah juga mengindikasikan bahwa ia memahami kebutuhan akan fasilitas yang layak untuk proses belajar mengajar. Ini bukan sekadar janji politik; terlihat ada visi yang jelas tentang bagaimana generasi muda Probolinggo dapat tumbuh di lingkungan yang mendukung perkembangan mereka secara maksimal.

Inisiatif Ra Fahmi terkait KTP elektronik sebagai prioritas layanan menunjukkan pendekatannya yang inovatif dalam mempermudah akses kebutuhan dasar bagi masyarakat, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa. Dengan ini, ia ingin memastikan bahwa setiap warga bisa merasakan dampak langsung dari administrasi yang lebih praktis dan efisien. Program ini bisa menjadi solusi nyata dalam meminimalkan birokrasi yang selama ini kerap menjadi kendala bagi masyarakat.

Ketegasan dan detail yang ditunjukkan Ra Fahmi dalam debat ini memperlihatkan bahwa ia bukan hanya sekadar calon dengan janji-janji manis. Kehadirannya yang berkarakter tegas dan pembawaannya yang lugas menjadikan dirinya sosok yang meyakinkan. Apalagi dengan alasan keterpanggilan untuk menjadikan Probolinggo lebih “sae” (aman dan sejahtera), Ra Fahmi memberi kesan sebagai pemimpin yang tulus, yang tidak sekadar ingin mengisi jabatan, melainkan benar-benar ingin memperbaiki kondisi masyarakat.

Secara keseluruhan, performa Ra Fahmi ini menunjukkan kapasitas dan kredibilitasnya sebagai calon yang punya visi jelas dan program yang nyata untuk Probolinggo. Jika ia dapat merealisasikan gagasan-gagasan ini, bukan tidak mungkin Probolinggo akan mengalami perubahan positif yang signifikan di bawah kepemimpinannya.

Ketua Tim Paslon Gus Haris dan Ra Fahmi Kritik Keras KPU Probolinggo

PROBOLINGGO, Berdampak.net – Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Gus Haris dan Ra Fahmi, mengkritik keras kebijakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo yang memutuskan untuk memindahkan lokasi debat putaran kedua Pilkada Kabupaten Probolinggo pada 2 November 2024.

Debat yang sebelumnya direncanakan berlangsung di Kabupaten Probolinggo, tepatnya di kawasan Lereng Gunung Bromo, kini akan digelar di Surabaya.

Mahdi, Ketua Tim Pemenangan Paslon Gus Haris dan Ra, menyayangkan keputusan tersebut, karena lokasi di Kabupaten Probolinggo diyakini mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Pelaku UMKM ini bisa meraih pendapatan lebih jika debat dilaksanakan di Probolinggo. Dengan perpindahan ini, kesempatan itu hilang,” ujar Mahdi, Kamis 31 Oktober 2024.

Mahdi, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Probolinggo, menekankan bahwa kondisi keamanan di Probolinggo selama Pilkada tetap kondusif, sehingga tak ada alasan jelas untuk memindahkan acara debat.

“Selama ini, tidak ada gesekan yang berarti antar pendukung paslon,” tambahnya.

Kekecewaan Mahdi semakin besar karena KPU Kabupaten Probolinggo tidak memberikan alasan jelas terkait pemindahan tersebut. “Kami menyayangkan ketidakonsistenan KPU Kabupaten Probolinggo dalam hal ini,” ujar Mahdi.

Sebelumnya, diketahui bahwa KPU Kabupaten Probolinggo secara resmi memindahkan lokasi debat dari Kecamatan Sukapura, Probolinggo, ke Ballroom Hotel Grand Swiss, Jalan Darmo, Surabaya.

Hal ini diumumkan oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Probolinggo, Bayu Rizky Pramudya Ersandhi.

Bayu menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui rapat pleno bersama komisioner KPU Probolinggo dan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, termasuk kepolisian dan perwakilan Kecamatan Sukapura.

“Awalnya, debat direncanakan di Kecamatan Sukapura, namun setelah pertimbangan matang, lokasi dipindahkan ke Surabaya demi keamanan dan kenyamanan semua pihak,” ujar Bayu, Kamis (31/10/2024).

Debat ini akan mempertemukan dua paslon, yakni pasangan nomor urut 1 Zulmi Noor Hasani-Abd. Rasit dan pasangan nomor urut 2 M. Haris-Fahmi, pada Sabtu malam, 2 November 2024 mendatang. (fiq)

Praktisi Pariwisata di Probolinggo Soroti Tantangan dan Solusi Keberlanjutan Ekowisata di Greenting Beach

Probolinggo, Berdampak.net- Greenting Beach and Mangrove Forest di Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu destinasi wisata potensial yang terus berkembang, namun tantangan dalam menjaga keberlanjutan ekosistemnya memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. Fajar Satrio Bangun Wibowo, seorang praktisi pariwisata di probolinggo, menjelaskan bahwa untuk mencapai ekowisata yang berkelanjutan, perlu adanya kolaborasi yang kuat antara pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, masyarakat lokal, serta sektor swasta.

Menurut fajar, tantangan utama dalam mengembangkan ekowisata berkelanjutan di greenting beach terletak pada aspek pengelolaan lingkungan dan pengawasan aktivitas wisatawan. “Meskipun pengunjung terus meningkat, hal ini justru membawa dampak bagi ekosistem pantai, terutama terkait sampah dan degradasi lingkungan. Disinilah peran penting pengelolaan berbasis ekowisata harus diimplementasikan, agar tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga melindungi lingkungan,” jelasnya.

Fajar menambahkan bahwa kesadaran dan partisipasi masyarakat lokal sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian alam greenting beach. “Masyarakat di sekitar greenting beach perlu dilibatkan sebagai bagian dari pengelolaan wisata. Mereka bisa diberdayakan dalam pengawasan serta sebagai pelaku utama yang menjaga kebersihan dan konservasi lingkungan pantai,” katanya.

Dengan begitu, masyarakat setempat tidak hanya mendapat manfaat ekonomi dari ekowisata tetapi juga memahami pentingnya melestarikan lingkungan.

Kolaborasi dengan pihak swasta dan pemerintah daerah juga sangat diperlukan dalam mengembangkan sarana dan prasarana yang mendukung prinsip ekowisata. Fajar mencontohkan, pembangunan fasilitas ramah lingkungan seperti tempat sampah terpilah dan jalur pejalan kaki yang tidak merusak vegetasi pantai akan menjadi langkah nyata dalam mendukung keberlanjutan wisata di greenting beach. “Investasi dalam infrastruktur hijau tidak hanya menarik minat wisatawan, tetapi juga menunjukkan komitmen kita dalam menjaga alam,” ungkapnya.

Di sisi lain, fajar menekankan pentingnya edukasi kepada wisatawan mengenai etika ekowisata. “Para wisatawan harus memahami bahwa mereka memiliki tanggung jawab dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam greenting beach. Kami berencana melakukan kampanye kesadaran lingkungan melalui tanda informasi dan panduan khusus bagi pengunjung,” tambahnya.

Dengan edukasi yang tepat, wisatawan dapat menjadi bagian dari solusi, bukan sumber masalah.

Fajar berharap, melalui kerjasama yang solid antar pemangku kepentingan, greenting beach dapat berkembang menjadi destinasi ekowisata yang tetap lestari dan berkelanjutan.

Menurutnya, pendekatan ekowisata yang baik akan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat lokal dan pelestarian ekosistem. “Dengan langkah-langkah konkret yang tepat, Greenting Beach bisa menjadi contoh bagi pengelolaan ekowisata yang berkelanjutan di probolinggo dan sekitarnya,” pungkas Fajar.

Melalui upaya kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat lokal, dan sektor swasta, pengelolaan Greenting Beach dapat mencapai ekowisata berkelanjutan yang mendukung pelestarian lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat sekitar. Tantangan seperti sampah dan degradasi lingkungan memerlukan solusi konkret, seperti fasilitas ramah lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan edukasi wisatawan untuk menjaga kelestarian pantai. Dengan komitmen dan langkah nyata, greenting beach berpotensi menjadi contoh destinasi ekowisata yang lestari di Probolinggo, menghadirkan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian alamnya.


Penulis adalah mahasiwa Pascasarjana Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan Dan Pembangunan Universitas Brawijaya.

Bawaslu Kota Probolinggo Bentuk Tim Cyber untuk Awasi Kampanye Digital Pilkada

Probolinggo, Berdampak.net- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Probolinggo telah mengambil langkah strategis dengan membentuk tim cyber khusus guna memantau aktivitas kampanye digital dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Probolinggo. Inisiatif ini bertujuan mengawasi seluruh platform media sosial, dengan fokus utama pada akun-akun resmi yang dikelola oleh empat pasangan calon (paslon) peserta pilkada.

Ketua Bawaslu Kota Probolinggo, Johan Dwi Angga, menegaskan bahwa pembentukan tim cyber ini merupakan perhatian utama lembaganya selama masa kampanye. Tim yang terdiri dari anggota Bawaslu dan personel Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) tersebut akan melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas digital dari masing-masing paslon yang berkampanye di Kota Probolinggo.

Selain pemantauan akun resmi paslon, sebagian tim cyber juga dialokasikan untuk memonitor kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur. Bawaslu Kota Probolinggo memastikan bahwa masing-masing Panwascam memiliki tanggung jawab khusus untuk mengawasi satu paslon pilwali, guna menjamin pengawasan yang lebih efektif dan merata.

Lebih dari sekadar mengawasi akun resmi, tim cyber Bawaslu juga proaktif melakukan patroli di media sosial untuk mendeteksi akun-akun palsu atau anonim yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Jika ditemukan akun-akun yang melakukan kampanye hitam atau menyebarkan informasi negatif, Bawaslu segera berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk melakukan tindakan lanjutan. Upaya ini didukung oleh Memorandum of Understanding (MoU) antara Bawaslu RI dan Kementerian Kominfo yang juga berlaku hingga ke tingkat daerah.

“Jika ada akun bodong yang memicu kericuhan, kami langsung meminta Diskominfo untuk men-takedown konten tersebut, agar situasi Pilkada Kota Probolinggo tetap kondusif,” tegas Johan.

Meskipun demikian, hingga saat ini belum ditemukan aktivitas negatif dari akun palsu yang berpotensi mengganggu keamanan digital. “Alhamdulillah, sejauh ini tim cyber kami masih terus memantau, namun belum menemukan hal tersebut,” tambah Johan.

Langkah proaktif Bawaslu Kota Probolinggo dalam membentuk tim cyber menunjukkan komitmen mereka untuk menjaga keamanan dan kondusivitas kampanye Pilkada Kota Probolinggo, baik dalam lingkup lokal maupun terkait Pilgub Jawa Timur. Pengawasan ketat terhadap akun resmi paslon dan akun-akun anonim ini diharapkan dapat mencegah penyebaran kampanye hitam, meminimalisir risiko gangguan sosial, serta memastikan proses demokrasi yang sehat dan tertib. (rh/fiq)

KPU Kota Probolinggo Gelar Sosialisasi Pemilih dan Nobar Film “Tepatilah Janji” di SMKN 1 Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo menggelar kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih yang dikemas melalui acara nonton bareng (nobar) film “Tepatilah Janji” di SMK Negeri 1 Kota Probolinggo, (28/10/2024). Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan siswa dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam terkait pentingnya partisipasi dalam pemilu, khususnya bagi para pemilih pemula.

Komisioner KPU Kota Probolinggo Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Viki Hamzah, yang menjadi narasumber utama dalam kegiatan ini, menjelaskan bahwa sosialisasi pendidikan pemilih ini sangat penting untuk menanamkan kesadaran berpolitik sejak dini kepada generasi muda. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak para pemilih pemula, terutama siswa-siswi SMK, untuk mengenal hak pilih mereka serta memahami bahwa setiap suara yang mereka berikan dapat memengaruhi masa depan daerahnya,” ujar Viki.

Film “Tepatilah Janji” dipilih sebagai media sosialisasi karena alur ceritanya yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan mengandung pesan moral penting terkait pemilu. Menurut Viki, film ini diharapkan dapat menarik minat siswa sekaligus mengedukasi mereka tentang arti komitmen dalam memilih pemimpin yang dapat dipercaya. “Kami ingin pemilih pemula tidak hanya memilih, tetapi juga memahami apa yang mereka pilih dan alasan di balik pilihan tersebut,” tambahnya.

Para siswa tampak antusias mengikuti sesi nonton bareng dan diskusi setelahnya. Dalam sesi diskusi, Viki memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengajukan pertanyaan terkait proses pemilu dan peran KPU dalam memastikan pemilu yang adil dan transparan. Diskusi ini, menurutnya, menjadi bagian penting dari kegiatan sosialisasi karena mampu membuka wawasan siswa mengenai tahapan-tahapan pemilu.

Dengan adanya kegiatan ini, KPU Kota Probolinggo berharap generasi muda lebih aktif dalam pemilu mendatang dan memiliki pemahaman yang kuat tentang pentingnya menjaga kepercayaan dalam memilih pemimpin. Viki menyampaikan bahwa KPU akan terus melanjutkan kegiatan serupa di berbagai sekolah di Kota Probolinggo untuk membentuk generasi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas. (fjr/fiq)