Tingkatkan Daya Saing UMKM Keripik Talas, Tim Pengabdian FEB UNAIR Gelar Pelatihan Digital Marketing dan Pendampingam NIB di Mojokerto

Mojokerto, Berdampak.net – Perkembangan teknologi digital memberi peluang besar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pasar. Namun, kendala seperti minimnya literasi digital marketing, belum adanya branding produk yang konsisten, hingga keterbatasan legalitas usaha masih sering dijumpai di tingkat desa.

Melihat persoalan tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) menggelar program pelatihan digital marketing dan pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) di Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, pada 3 Mei 2026.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh perwakilan civitas akademika FEB UNAIR, Prof. Drs. Ec. Tri Haryanto, MP., Ph. D., bersama Kepala Desa Begaganlimo. Dalam sambutannya, Kepala Desa Begaganlimo menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kepedulian akademisi UNAIR terhadap pengembangan ekonomi warga lokal.

Sebanyak 20 pelaku UMKM di Desa Begaganlimo—khususnya para pengusaha Keripik Talas—antusias mengikuti jalannya kegiatan. Materi pelatihan yang mencakup strategi pemasaran digital dan prosedur legalitas NIB disusun serta dipresentasikan oleh tim dosen FEB UNAIR, yaitu Wahyu Wisnu Wardana, S.E., M.Sc., Lyla Rachmaningtyas, SE.,M.Si., Ph.D., dan Achmad Sjafii, SE.,ME.

Solusi Legalitas dan Pemasaran Digital
Pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan utama pelaku UMKM lokal. Selain persoalan branding—seperti ketiadaan logo, desain kemasan yang belum menarik, dan narasi produk—kepemilikan NIB menjadi fokus penting.

Ketiadaan NIB selama ini menghambat UMKM dalam mengakses program bantuan pemerintah, pembiayaan mikro, hingga kemitraan platform digital resmi. Padahal, pengurusan NIB kini jauh lebih mudah melalui sistem Online Single Submission (OSS). Lewat pendampingan ini, para pelaku usaha dibimbing secara teknis untuk mendaftarkan usahanya secara daring guna memperoleh kepastian hukum dan peluang berkembang secara formal.

Pemahaman Peserta Melonjak Hingga 97,5%
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui serangkaian tahapan interaktif, mulai dari penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, hingga praktik langsung.

Berdasarkan hasil evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan, terjadi peningkatan signifikan pada tingkat pemahaman peserta:

• Tingkat Pemahaman Umum: Meningkat dari rata-rata 77,5% sebelum pelatihan menjadi 97,5% setelah pelatihan.
• Kemampuan Mengidentifikasi Konsumen: Melonjak drastis dari 10% menjadi 90%.
• Pemahaman Dasar Pemasaran: Naik dari 50% menjadi 95%.
• Penguasaan Fitur Digital: Pemahaman materi terkait media digital marketing, penyusunan bahasa promosi, analisis foto produk, efektivitas status WhatsApp, hingga pengukuran keberhasilan pemasaran berhasil mencapai 100%.

Melalui pendampingan ini, diharapkan para pelaku UMKM Keripik Talas di Desa Begaganlimo tidak hanya mengantongi legalitas usaha yang sah, tetapi juga mampu mengoptimalkan media digital untuk meningkatkan visibilitas, penjualan, dan jangkauan pasar secara berkelanjutan.

Wajah Baru TK Melati Gending, Berkat Sentuhan CSR PT Sasa Inti

PROBOLINGGO, Berdampak.net – TK Melati di Desa Gending, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, kini tampil dengan wajah baru. Fasilitas pendidikan anak usia dini tersebut mendapat renovasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Sasa Inti.
Peresmian hasil renovasi dilakukan pada Kamis (3/9/2026), dihadiri Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dan Presiden Direktur PT Sasa Inti Shiv Ranjan Sahgal.

Renovasi meliputi ruang guru dan dua ruang kelas. Dengan adanya pembenahan tersebut, proses belajar mengajar diharapkan dapat berlangsung lebih nyaman, aman, dan mendukung tumbuh kembang para siswa.

Selain renovasi gedung, kegiatan CSR juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim serta bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa TK Melati.

Bupati Probolinggo mengapresiasi kepedulian PT Sasa Inti terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

Sementara itu, PT Sasa Inti menyampaikan bahwa dukungan terhadap TK Melati merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik bagi generasi masa depan.

Dengan dukungan tersebut, TK Melati Gending diharapkan tidak hanya memiliki fasilitas yang lebih layak, tetapi juga mampu menjadi ruang belajar yang nyaman bagi anak-anak untuk tumbuh, bermain, dan mengembangkan potensi mereka.

Perkuat Ekonomi Nelayan Tangkap Kecil, FEB UNAIR Berkolaborasi dengan FEB UNIGO dan RISED, Berikan Edukasi KUR di Gorontalo

Gorontalo, Berdampak.net – Permodalan merupakan fondasi penting bagi nelayan tangkap berskala kecil untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperbaiki kualitas sarana tangkap, serta menjaga keberlanjutan ekonomi keluarga pesisir. Meskipun demikian, akses nelayan terhadap fasilitas pembiayaan formal masih relatif terbatas. Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor kelautan dan perikanan secara konsisten berada di bawah 3% dari total penyaluran KUR nasional, jauh lebih rendah dibandingkan sektor pertanian maupun perdagangan. Rendahnya serapan tersebut antara lain berkaitan dengan persepsi risiko yang tinggi pada sektor kelautan, ketidaksiapan administrasi usaha, serta keterbatasan informasi yang diterima nelayan mengenai tata cara dan skema KUR.

Melihat kendala tersebut dan tingginya kebutuhan pendampingan permodalan, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) berkolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gorontalo (FEB UNIGO) dan Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menyelenggarakan program edukasi dan pendampingan penyiapan akses KUR bagi nelayan tangkap berskala kecil.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Botutonuo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, pada Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan secara resmi dibuka dengan sambutan dari Bunda Desa Botutonuo, Nurlaila Ahmad, S.AP.; Dekan FEB Universitas Gorontalo, Dr. Silviana Taniu, S.E., M.Si.; serta perwakilan FEB Universitas Airlangga, Wahyu Wisnu Wardana, S.E., M.Sc. Dalam pembukaannya, pihak desa dan fakultas mengapresiasi kolaborasi lintas institusi tersebut sebagai bentuk kepedulian akademisi terhadap peningkatan literasi keuangan dan akses pembiayaan masyarakat pesisir.

Kegiatan diikuti oleh sekitar 20 peserta yang terdiri atas nelayan tangkap berskala kecil dan istri nelayan yang mewakili keluarganya dari Desa Botutonuo. Kegiatan berlangsung selama sekitar tiga jam, mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WITA.

Sebelum sesi edukasi dimulai, peserta mengikuti pre-test untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan kesiapan mereka dalam mengakses KUR. Hasil pre-test menunjukkan bahwa pemahaman peserta mengenai kredit bersubsidi tersebut masih terbatas. Sebagian peserta menganggap KUR hanya dapat digunakan sebagai modal untuk mendirikan usaha baru, sementara sebagian lainnya masih memiliki persepsi bahwa KUR merupakan bantuan pemerintah yang tidak perlu dikembalikan kepada lembaga penyalur.
Memasuki sesi edukasi, materi yang disusun oleh tim PkM FEB UNAIR dan RISED, yaitu Prof. Drs. Ec. Tri Haryanto, M.P., Ph.D., Wahyu Wisnu Wardana, S.E., M.Sc., Lyla Rachmaningtyas, Ph.D., Achmad Sjafii, S.E., M.E., dan Iqram Ramadhan Jamil, S.E., disampaikan secara langsung oleh Wahyu Wisnu Wardana, S.E., M.Sc. dan Iqram Ramadhan Jamil, S.E. Kedua pemateri menjelaskan peran kredit dalam pengembangan usaha, skema KUR, mekanisme pengajuan, serta berbagai persyaratan yang perlu dipersiapkan nelayan untuk mengakses pembiayaan tersebut.

Selanjutnya, Ayub Usman Rasid, S.E., M.M. dari FEB UNIGO memberikan edukasi mengenai kesiapan nelayan sebelum mengajukan pembiayaan melalui KUR. Penekanan diberikan pada pentingnya memahami mekanisme pengembalian pinjaman dan kesiapan pengelolaan usaha sebelum mengajukan kredit. Pada sesi ini, peserta juga diperkenalkan dengan daftar persyaratan dan aspek-aspek yang perlu dipersiapkan sebelum mengajukan KUR. 

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan selama sesi diskusi. Peserta mengemukakan sejumlah kendala yang mereka hadapi dalam mengakses KUR, mulai dari persyaratan pengajuan, mekanisme penyelesaian apabila mengalami kendala pembayaran, hingga peluang pengajuan kredit nelayan untuk mendapatkan persetujuan dari bank penyalur.

Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti post-test untuk melihat perubahan pengetahuan dan kesiapan mereka setelah mengikuti rangkaian edukasi. Perbandingan hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai KUR. Namun, peningkatan pengetahuan tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan kesiapan untuk mengajukan KUR. Salah satu kendala yang dirasakan peserta adalah pemenuhan aspek administrasi usaha, terutama pencatatan keuangan kegiatan usaha nelayan.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan literasi mengenai KUR merupakan langkah awal yang penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi nelayan tangkap berskala kecil. Namun, edukasi saja belum cukup. Sejumlah persyaratan administratif dan pengelolaan usaha masih menjadi tantangan yang perlu diatasi agar nelayan semakin siap mengakses pembiayaan formal.

Oleh karena itu, upaya memperluas akses KUR bagi nelayan perlu dilanjutkan melalui pendampingan yang lebih praktis dan berkelanjutan. Ke depan, kolaborasi FEB UNAIR, FEB UNIGO, dan RISED diharapkan dapat terus dikembangkan untuk membantu nelayan meningkatkan kesiapan administrasi dan pengelolaan usaha, sehingga peningkatan literasi keuangan dapat diterjemahkan menjadi akses pembiayaan yang lebih baik bagi masyarakat pesisir.

Ubah Limbah Keripik Jadi Pakan Ternak, Tim FEB Unair Gelar Pelatihan di Desa Bagaganlimo Mojokerto

MOJOKERTO, Berdampak.net – Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya sukses menggelar Program Kemitraan Masyarakat di Desa Bagaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto pada Sabtu, 2 Mei 2026. Program ini difokuskan pada pelatihan pengelolaan limbah keripik singkong dan talas dari “Usaha Keripik Karang Taruna Desa Bagaganlimo” untuk disulap menjadi pakan alternatif ternak kambing warga setempat.

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. (Cand) Akhmad Jayadi, S.E., M.Ec.Dec., pakar dari FEB Universitas Airlangga. Ia memaparkan bagaimana potensi ekonomi dan efisiensi biaya pakan dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan limbah produksi rumahan yang selama ini belum teroptimalkan dengan baik.

Tak hanya berfokus pada pengolahan pakan, kegiatan ini juga menghadirkan serangkaian narasumber ahli untuk memberikan edukasi yang komprehensif bagi warga desa, diantaranya, Dr. Rer. Pol. Lyla R. menyampaikan materi strategis mengenai digital marketing guna memperluas jangkauan pasar produk Usaha Keripik Karang Taruna. Dr. Ni Made Sukartini memberikan pemaparan mendalam terkait manajemen dan pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Serta drh. Fikri mengulas materi krusial seputar kesehatan ternak, memastikan warga memahami cara menjaga kondisi hewan ternak yang mengonsumsi pakan alternatif tersebut.

Kepala Desa Bagaganlimo, Suroso, memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh Dr. (Cand) Akhmad Jayadi beserta tim dari FEB Unair Surabaya. Suroso menilai kehadiran para akademisi ini membawa solusi konkret bagi tantangan yang dihadapi warganya.

“Kami selaku pemerintah desa sangat bersedia dan terbuka untuk terus menjadi mitra dalam pelaksanaan program kemitraan masyarakat seperti ini. Kami menilai pelaksanaan program ini sudah sangat tepat sasaran dan sesuai dengan permasalahan riil yang selama ini ada di desa kami, terutama terkait penanganan limbah usaha dan kebutuhan pakan ternak warga,” ujar Suroso.

Guna memastikan program ini berjalan secara berkelanjutan (sustainable), tim Universitas Airlangga Surabaya tidak hanya memberikan bekal teori, tetapi juga menyerahkan bantuan stimulan berupa peralatan penunjang produksi pakan alternatif.

Bantuan yang diserahkan secara simbolis kepada perwakilan warga dan Karang Taruna tersebut meliputi, satu unit Mesin pencacah rumput, dua buah Drum khusus untuk proses fermentasi, lima botol (ukuran 1,5 liter) Bakteri EM4, serta lima botol (ukuran 1,5 liter) Tetes tebu (molase).

Melalui sinergi antara akademisi FEB Unair dan Pemerintah Desa Bagaganlimo ini, diharapkan Usaha Keripik Karang Taruna dapat menekan eksternalitas negatif limbahnya, sekaligus membantu para peternak kambing lokal dalam menekan biaya operasional pakan melalui metode fermentasi yang tepat. (fiq)

KPU Kota Probolinggo Gelar SPIRIT Bersama MUI untuk Perkuat Sinergi Kepemiluan

Probolinggo, Berdampak.net – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo menggelar kegiatan Sosialisasi Pemilu dan Koordinasi Intensif (SPIRIT) melalui audiensi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo pada Jumat (5/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor MUI Kota Probolinggo ini bertujuan memperkuat sinergi antara penyelenggara pemilu dan para tokoh ulama dalam meningkatkan kualitas demokrasi serta partisipasi masyarakat dalam pemilu.

Rombongan KPU Kota Probolinggo dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kota Probolinggo Radfan Faisal, didampingi anggota KPU Ilmiyah dan Mat Rosit, serta jajaran sekretariat KPU. Kehadiran rombongan KPU disambut oleh Ketua Umum MUI Kota Probolinggo Prof. Dr. KH. M. Sulthon, MA., bersama jajaran Pengurus Harian serta Komisi Hubungan Ulama dan Umaro MUI Kota Probolinggo.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Kota Probolinggo Radfan Faisal menyampaikan bahwa kegiatan SPIRIT merupakan bagian dari upaya KPU untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen strategis masyarakat, termasuk para ulama yang memiliki peran penting dalam membangun kesadaran demokrasi di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa ulama dan tokoh agama memiliki pengaruh yang besar dalam memberikan edukasi politik yang sehat, mendorong partisipasi pemilih, serta menjaga suasana kondusif di tengah dinamika demokrasi.
“Melalui audiensi ini, kami berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara KPU dan MUI dalam menyampaikan pesan-pesan kepemiluan kepada masyarakat, agar pemilu dapat berlangsung secara damai, jujur, dan berintegritas,” ujar Radfan.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kota Probolinggo Prof. Dr. KH. M. Sulthon, MA. menyambut baik inisiatif dan langkah KPU Kota Probolinggo dalam menjalin komunikasi dan koordinasi dengan para ulama. Menurutnya, peran ulama sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar menyikapi perbedaan pilihan politik secara bijak serta tetap menjaga ukhuwah dan persatuan.

“MUI Kota Probolinggo turut berkomitmen untuk mendukung upaya edukasi kepemiluan kepada masyarakat melalui pendekatan moral dan keagamaan, sehingga demokrasi dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai etika, persatuan, dan kemaslahatan bersama”, tegas Sulthon.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keakraban, dengan pembahasan berbagai isu strategis terkait peningkatan literasi demokrasi, penguatan partisipasi pemilih, serta pentingnya menjaga stabilitas sosial dalam setiap tahapan pemilu.
Melalui kegiatan SPIRIT (Sosialisasi Pemilu dan Koordinasi Intensif) ini, diharapkan terbangun kerja sama yang semakin erat antara KPU dan MUI Kota Probolinggo dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas, damai, dan bermartabat.(fiq)

Dorong Kolaborasi Berkelanjutan, PE POMI Gandeng Nurul Jadid Perluas Program Sosial dan Inovasi Lingkungan

Probolinggo, Berdampak.net – PT Paiton Energy (PE) dan PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI) memperkuat komitmen kemitraan bersama Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ), Paiton, Probolinggo. Dalam kunjungan resmi yang digelar baru-baru ini, kedua pihak menandatangani perpanjangan kerja sama program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), sekaligus menjajaki perluasan inisiatif lingkungan berbasis teknologi ramah lingkungan.

Hadir dalam pertemuan tersebut pimpinan utama Pesantren Nurul Jadid, termasuk KH. Moh. Zuhri Zaini (Pengasuh PPNJ), KH. Najiburrahman Wahid (Rektor Universitas Nurul Jadid), KH. Faiz AHZ (Ketua Yayasan Nurul Jadid), dan KH. Fahmi AHZ (Kepala Biro Pengembangan sekaligus Wakil Bupati Probolinggo).

Sementara dari pihak perusahaan hadir President Director PT Paiton Energy Fazil Erwin Alfitri, CFO PE Bayu Anggoro Widyanto, President Director PT POMI Sugiyanto, External Relations PE Bambang Jiwantoro, serta HCFC Manager PT POMI Rochman Hidayat.

Dalam sambutannya, Fazil menyampaikan bahwa kemitraan dengan Pesantren Nurul Jadid telah berlangsung sejak tahun 2009 dan berkontribusi pada sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pengembangan infrastruktur, hingga pelestarian lingkungan. “Kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung tujuan SDGs dan pembangunan berkelanjutan di Probolinggo dan Indonesia,” ujarnya.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah pengembangan pemanfaatan fly ash dan bottom ash—limbah hasil pembakaran batu bara—menjadi produk konstruksi seperti bata ringan, paving block, dan material jalan. Proyek ini diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan mendukung pengelolaan limbah secara produktif.

President Director PT POMI, Sugiyanto, menambahkan bahwa perpanjangan kerja sama TJSL ini sekaligus membuka peluang untuk program ekspansi jangka panjang. “Kami tidak berhenti sampai tahun 2042 saja, tapi juga terus berupaya memperluas kontribusi kami melalui program-program lanjutan sesuai arah RUPTL nasional,” katanya.

KH. Moh. Zuhri Zaini, mewakili keluarga besar Pesantren Nurul Jadid, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PE dan POMI selama ini. “Kerja sama ini sangat berarti bagi kami sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pelayanan masyarakat. Harapannya, kolaborasi ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama kegiatan berlangsung. “Mohon dimaafkan jika ada hal-hal yang kurang berkenan. Semoga semuanya bernilai manfaat bagi kita semua,” tambahnya.

Kunjungan ini memperkuat sinergi antara sektor industri dan institusi pendidikan berbasis pesantren dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan di wilayah Probolinggo. (pm)