Ubah Limbah Keripik Jadi Pakan Ternak, Tim FEB Unair Gelar Pelatihan di Desa Bagaganlimo Mojokerto

MOJOKERTO, Berdampak.net – Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya sukses menggelar Program Kemitraan Masyarakat di Desa Bagaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto pada Sabtu, 2 Mei 2026. Program ini difokuskan pada pelatihan pengelolaan limbah keripik singkong dan talas dari “Usaha Keripik Karang Taruna Desa Bagaganlimo” untuk disulap menjadi pakan alternatif ternak kambing warga setempat.

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. (Cand) Akhmad Jayadi, S.E., M.Ec.Dec., pakar dari FEB Universitas Airlangga. Ia memaparkan bagaimana potensi ekonomi dan efisiensi biaya pakan dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan limbah produksi rumahan yang selama ini belum teroptimalkan dengan baik.

Tak hanya berfokus pada pengolahan pakan, kegiatan ini juga menghadirkan serangkaian narasumber ahli untuk memberikan edukasi yang komprehensif bagi warga desa, diantaranya, Dr. Rer. Pol. Lyla R. menyampaikan materi strategis mengenai digital marketing guna memperluas jangkauan pasar produk Usaha Keripik Karang Taruna. Dr. Ni Made Sukartini memberikan pemaparan mendalam terkait manajemen dan pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Serta drh. Fikri mengulas materi krusial seputar kesehatan ternak, memastikan warga memahami cara menjaga kondisi hewan ternak yang mengonsumsi pakan alternatif tersebut.

Kepala Desa Bagaganlimo, Suroso, memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh Dr. (Cand) Akhmad Jayadi beserta tim dari FEB Unair Surabaya. Suroso menilai kehadiran para akademisi ini membawa solusi konkret bagi tantangan yang dihadapi warganya.

“Kami selaku pemerintah desa sangat bersedia dan terbuka untuk terus menjadi mitra dalam pelaksanaan program kemitraan masyarakat seperti ini. Kami menilai pelaksanaan program ini sudah sangat tepat sasaran dan sesuai dengan permasalahan riil yang selama ini ada di desa kami, terutama terkait penanganan limbah usaha dan kebutuhan pakan ternak warga,” ujar Suroso.

Guna memastikan program ini berjalan secara berkelanjutan (sustainable), tim Universitas Airlangga Surabaya tidak hanya memberikan bekal teori, tetapi juga menyerahkan bantuan stimulan berupa peralatan penunjang produksi pakan alternatif.

Bantuan yang diserahkan secara simbolis kepada perwakilan warga dan Karang Taruna tersebut meliputi, satu unit Mesin pencacah rumput, dua buah Drum khusus untuk proses fermentasi, lima botol (ukuran 1,5 liter) Bakteri EM4, serta lima botol (ukuran 1,5 liter) Tetes tebu (molase).

Melalui sinergi antara akademisi FEB Unair dan Pemerintah Desa Bagaganlimo ini, diharapkan Usaha Keripik Karang Taruna dapat menekan eksternalitas negatif limbahnya, sekaligus membantu para peternak kambing lokal dalam menekan biaya operasional pakan melalui metode fermentasi yang tepat. (fiq)

KPU Kota Probolinggo Gelar SPIRIT Bersama MUI untuk Perkuat Sinergi Kepemiluan

Probolinggo, Berdampak.net – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo menggelar kegiatan Sosialisasi Pemilu dan Koordinasi Intensif (SPIRIT) melalui audiensi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo pada Jumat (5/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor MUI Kota Probolinggo ini bertujuan memperkuat sinergi antara penyelenggara pemilu dan para tokoh ulama dalam meningkatkan kualitas demokrasi serta partisipasi masyarakat dalam pemilu.

Rombongan KPU Kota Probolinggo dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kota Probolinggo Radfan Faisal, didampingi anggota KPU Ilmiyah dan Mat Rosit, serta jajaran sekretariat KPU. Kehadiran rombongan KPU disambut oleh Ketua Umum MUI Kota Probolinggo Prof. Dr. KH. M. Sulthon, MA., bersama jajaran Pengurus Harian serta Komisi Hubungan Ulama dan Umaro MUI Kota Probolinggo.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Kota Probolinggo Radfan Faisal menyampaikan bahwa kegiatan SPIRIT merupakan bagian dari upaya KPU untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen strategis masyarakat, termasuk para ulama yang memiliki peran penting dalam membangun kesadaran demokrasi di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa ulama dan tokoh agama memiliki pengaruh yang besar dalam memberikan edukasi politik yang sehat, mendorong partisipasi pemilih, serta menjaga suasana kondusif di tengah dinamika demokrasi.
“Melalui audiensi ini, kami berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara KPU dan MUI dalam menyampaikan pesan-pesan kepemiluan kepada masyarakat, agar pemilu dapat berlangsung secara damai, jujur, dan berintegritas,” ujar Radfan.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kota Probolinggo Prof. Dr. KH. M. Sulthon, MA. menyambut baik inisiatif dan langkah KPU Kota Probolinggo dalam menjalin komunikasi dan koordinasi dengan para ulama. Menurutnya, peran ulama sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar menyikapi perbedaan pilihan politik secara bijak serta tetap menjaga ukhuwah dan persatuan.

“MUI Kota Probolinggo turut berkomitmen untuk mendukung upaya edukasi kepemiluan kepada masyarakat melalui pendekatan moral dan keagamaan, sehingga demokrasi dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai etika, persatuan, dan kemaslahatan bersama”, tegas Sulthon.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keakraban, dengan pembahasan berbagai isu strategis terkait peningkatan literasi demokrasi, penguatan partisipasi pemilih, serta pentingnya menjaga stabilitas sosial dalam setiap tahapan pemilu.
Melalui kegiatan SPIRIT (Sosialisasi Pemilu dan Koordinasi Intensif) ini, diharapkan terbangun kerja sama yang semakin erat antara KPU dan MUI Kota Probolinggo dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas, damai, dan bermartabat.(fiq)

Dorong Kolaborasi Berkelanjutan, PE POMI Gandeng Nurul Jadid Perluas Program Sosial dan Inovasi Lingkungan

Probolinggo, Berdampak.net – PT Paiton Energy (PE) dan PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI) memperkuat komitmen kemitraan bersama Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ), Paiton, Probolinggo. Dalam kunjungan resmi yang digelar baru-baru ini, kedua pihak menandatangani perpanjangan kerja sama program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), sekaligus menjajaki perluasan inisiatif lingkungan berbasis teknologi ramah lingkungan.

Hadir dalam pertemuan tersebut pimpinan utama Pesantren Nurul Jadid, termasuk KH. Moh. Zuhri Zaini (Pengasuh PPNJ), KH. Najiburrahman Wahid (Rektor Universitas Nurul Jadid), KH. Faiz AHZ (Ketua Yayasan Nurul Jadid), dan KH. Fahmi AHZ (Kepala Biro Pengembangan sekaligus Wakil Bupati Probolinggo).

Sementara dari pihak perusahaan hadir President Director PT Paiton Energy Fazil Erwin Alfitri, CFO PE Bayu Anggoro Widyanto, President Director PT POMI Sugiyanto, External Relations PE Bambang Jiwantoro, serta HCFC Manager PT POMI Rochman Hidayat.

Dalam sambutannya, Fazil menyampaikan bahwa kemitraan dengan Pesantren Nurul Jadid telah berlangsung sejak tahun 2009 dan berkontribusi pada sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pengembangan infrastruktur, hingga pelestarian lingkungan. “Kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung tujuan SDGs dan pembangunan berkelanjutan di Probolinggo dan Indonesia,” ujarnya.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah pengembangan pemanfaatan fly ash dan bottom ash—limbah hasil pembakaran batu bara—menjadi produk konstruksi seperti bata ringan, paving block, dan material jalan. Proyek ini diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan mendukung pengelolaan limbah secara produktif.

President Director PT POMI, Sugiyanto, menambahkan bahwa perpanjangan kerja sama TJSL ini sekaligus membuka peluang untuk program ekspansi jangka panjang. “Kami tidak berhenti sampai tahun 2042 saja, tapi juga terus berupaya memperluas kontribusi kami melalui program-program lanjutan sesuai arah RUPTL nasional,” katanya.

KH. Moh. Zuhri Zaini, mewakili keluarga besar Pesantren Nurul Jadid, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PE dan POMI selama ini. “Kerja sama ini sangat berarti bagi kami sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pelayanan masyarakat. Harapannya, kolaborasi ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama kegiatan berlangsung. “Mohon dimaafkan jika ada hal-hal yang kurang berkenan. Semoga semuanya bernilai manfaat bagi kita semua,” tambahnya.

Kunjungan ini memperkuat sinergi antara sektor industri dan institusi pendidikan berbasis pesantren dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan di wilayah Probolinggo. (pm)