Mancing Bersama Ra Fahmi di Aliran Sungai Pekalen Banyuanyar, Ada 2 Voucher Umroh
Probolinggo, Berdampak.net – Komunitas Mancing Happy Kabupaten Probolinggo 2024, Jatim, menggelar Mancing Bersama Ra Fahmi, Senin (15/7/2024). Komunitas ini menyediakan dua voucher umroh bagi yang beruntung, serta ratusan doorprize lainnya.
Mancing bersama Ra Fahmi digelar di aliran sungai pekalen tepatnya di depan kantor Camat Banyuanyar. Acara mancing bersama ini tidak dipungut biaya alias gratis. Warga bisa datang langsung ke lokasi acara dengan membawa alat pancing.
Pada acara tersebut, Ra Fahmi akan melepas dua maskot ikan lele di area mancing bersama. Selanjutnya politisi berlatar belakang pesantren itu akan mancing bersama para peserta.
Ra Fahmi adalah Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo. Ia merupakan cucu KH Zaini Mun’im, pendiri Ponpes Nurul Jadid Paiton. Bersama Gus Haris, namanya mencuat di panggung politik, dan diharap menjadi pasangan kepala daerah periode 2024-2029.
Ketua komunitas Mancing Happy, H. Zaini mengatakan, Mancing Bersama Ra Fahmi memiliki banyak tujuan. Apalagi kegiatan ini dilaksanakan di sungai bukan di kolam pancing.
Pertama, kegiatan ini bisa bermakna nostalgia kegiatan mancing di sungai. Sebagaimana diketahui, sungai-sungai di Kabupaten Probolinggo, dihuni banyak ikan, yang bisa dikonsumsi sehari-hari.
Dengan kegiatan ini, masyarakat diajak untuk bersama-sama, menjaga lingkungan sungai agar ikan tetap lestari. Tidak tercemar.
Kedua, kegiatan ini juga mengandung pesan, untuk gemar mengkonsumsi ikan. Menurut data Dinas Perikanan, pada 2022, rata-rata konsumsi ikan warga Kabupaten Probolinggo adalah 51, 3 kg per kapita per tahun.
Angka ini melampaui capaian Provinsi Jawa Timur sebesar 42, 45 kg per kapita per tahun pada tahun yang sama.
Tapi dibandingkan dengan rata-rata nasional, capaian Kabupaten Probolinggo masih kalah. Secara nasional, tingkat konsumsi ikan tercatat sebesar 56, 48 kg per kapita per tahun.
“Mengkonsumsi ikan akan sangat bermanfaat untuk kesehatan. Kandungan protein di dalamnya bisa mencegah stunting pada anak. Upaya penurunan stunting ini menjadi prioritas pemerintah pusat,” kata Zaini.
Ketiga, mancing bersama Ra Fahmi bertujuan untuk mendorong peningkatan produksi ikan budidaya di Kabupaten Probolinggo, terutama lele. Dengan produksi yang tinggi, akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
Berdasarkan data BPS, Kabupaten Probolinggo memiliki beberapa komunitas unggulan di sektor perikanan budidaya. Unggulan utamanya adalah ikan lele.
Pada tahun 2023, Kabupaten Probolinggo menghasilkan 683, 10 ton ikan lele. Sumber yang sama menyebut, harga ikan lele pada tahun tersebut senilai Rp 16. 882.
Zaini mengatakan, Ra Fahmi lupakan sosok yang pas untuk bersama-sama meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Probolinggo melalui sektor perikanan.
“Ra Fahmi muda, energik dan punya komitmen kuat untuk berbenah menuju Kabupaten Probolinggo Sae,” ujarnya. (fiq)