Ikhtiar Partai Gelora dalam Memajukan Probolinggo

Oleh : Ponirin Mika

Sekretaris DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo

Bagi masyarakat di akar rumput Kabupaten Probolinggo, perdebatan politik di tingkat nasional sering kali terasa seperti dongeng yang jauh dari kenyataan. Ketika sebuah partai politik mengusung narasi besar tentang membawa Indonesia menjadi kekuatan superpower dunia, pertanyaan mendasar yang muncul di benak seorang petani bawang di Dringu atau nelayan di Paiton adalah: “Apa dampaknya bagi isi dompet dan keberlangsungan hidup keluarga kami?” Ini adalah pertanyaan yang sangat valid dan harus dijawab dengan jujur melalui tindakan nyata. Visi besar tidak akan ada artinya jika gagal menyelesaikan persoalan mendasar di daerah. Menjadi partai politik yang visioner berarti memiliki kemampuan ganda: mampu melihat arah masa depan global, sekaligus mampu mencangkul di sawah realitas lokal. Bagi DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo, tantangan utamanya bukanlah menghafal jargon “Lima Besar Dunia”, melainkan bagaimana menerjemahkan energi besar tersebut untuk menyelesaikan masalah kemiskinan struktural, ketimpangan ekonomi, dan keterbatasan akses yang masih dihadapi oleh masyarakat Probolinggo.

Kabupaten Probolinggo adalah wilayah yang dikaruniai kekayaan alam luar biasa, namun masih berjuang keras keluar dari zona daerah dengan angka kemiskinan yang tinggi di Jawa Timur. Kita memiliki bentangan agraris yang subur, garis pantai yang panjang, potensi wisata internasional Bromo, hingga keberadaan objek vital nasional seperti PLTU Paiton. Paradoks ini menunjukkan adanya mata rantai yang terputus antara potensi sumber daya dengan tingkat kesejahteraan masyarakat lokal yang harus segera disambung melalui kebijakan yang tepat sasaran. Oleh karena itu, fungsi pertama Partai Gelora sebagai penyambung aspirasi harus diarahkan pada pembenahan sektor pertanian yang menjadi urat nadi mayoritas warga Probolinggo. Aspirasi utama petani kita hari ini adalah kepastian pasokan pupuk, stabilitas harga saat panen raya—terutama untuk komoditas unggulan seperti bawang merah dan mangga—serta perlindungan dari jeratan spekulasi pasar. Gelora Probolinggo harus mengagregasikan kepentingan ini menjadi program konkret, mendorong lahirnya regulasi daerah yang melindungi hak-hak petani dari hulu hingga hilir.

Di sektor maritim, kebutuhan nelayan di sepanjang pesisir Probolinggo tidak kalah mendesak. Mereka membutuhkan modernisasi alat tangkap, kemudahan akses bahan bakar solar bersubsidi, serta infrastruktur tempat pelelangan ikan yang higienis dan adil. Melalui inovasi gagasan berbasis sains dan teknologi, Partai Gelora harus hadir menawarkan solusi konkret, seperti memfasilitasi pelatihan pengolahan produk turunan hasil laut agar para istri nelayan memiliki pendapatan alternatif saat musim paceklik tiba.

Tidak kalah penting, aspek keadilan sosial juga harus menyentuh masyarakat yang berada di wilayah kepulauan, seperti Pulau Gili Ketapang. Kebutuhan mendasar mereka akan akses transportasi laut yang aman, murah, dan terjadwal, serta pemenuhan kebutuhan air bersih dan fasilitas kesehatan yang layak adalah prioritas yang tidak boleh diabaikan. Gelora Probolinggo berkomitmen untuk memperjuangkan kebijakan konektivitas wilayah yang berkeadilan, agar warga kepulauan tidak merasa dianaktirikan dalam proses pembangunan daerah.

Tantangan pembenahan ini tentu membutuhkan kualitas pemikiran yang matang, di sinilah pentingnya pendidikan politik yang mencerdaskan bagi warga lokal. Di Probolinggo, pendidikan politik tidak boleh lagi sekadar menjadi ajang bagi-bagi sembako atau mobilisasi massa menjelang pemilu. Partai Gelora harus mengubah pola pikir tersebut dengan menghadirkan literasi yang menyadarkan warga bahwa pilihan politik mereka menentukan kualitas sekolah anak-anak mereka, stabilitas harga kebutuhan pokok, dan ketersediaan lapangan kerja di daerah sendiri.

Melalui kaderisasi yang inklusif dan meritokratis, Partai Gelora Kabupaten Probolinggo membuka pintu selebar-lebarnya bagi pemuda-pemudi lokal, aktivis, santri, dan akademisi daerah untuk ambil bagian dalam merancang masa depan Probolinggo. Kita membutuhkan teknokrat lokal yang paham cara mengelola anggaran daerah agar efisien, sosiolog lapangan yang mengerti karakter masyarakat Pandhalungan (perpaduan Jawa dan Madura), serta wirausahawan muda yang mampu menggerakkan sektor UMKM digital di pelosok desa.

Langkah ini hanya bisa dicapai melalui strategi kolaborasi terbuka dengan seluruh elemen sektoral di Kabupaten Probolinggo. Gelora tidak boleh eksklusif; partai ini harus menjadi ruang temu bagi para tokoh agama, budayawan, pelaku wisata Bromo, hingga asosiasi pekerja. Menyatu dengan karakter masyarakat Probolinggo yang agamis dan menjunjung tinggi nilai gotong royong adalah modal sosial terbesar untuk menggerakkan roda pembangunan dari tingkat bawah.

Pada akhirnya, kontribusi nyata Partai Gelora di Kabupaten Probolinggo diukur dari keberhasilannya melakukan pemberdayaan di tingkat keluarga dan komunitas. Narasi Indonesia sebagai kekuatan dunia harus dimulai dengan memastikan bahwa tidak ada lagi anak di Probolinggo yang putus sekolah karena kendala biaya, tidak ada ibu hamil yang kekurangan gizi, dan setiap kepala keluarga memiliki pekerjaan yang layak. Ketika ketahanan ekonomi keluarga di desa-desa Probolinggo sudah kuat, maka fondasi bangsa ini untuk menjadi negara yang disegani di dunia otomatis akan terbentuk. Kerja politik ini adalah sebuah ikhtiar panjang untuk mengembalikan hakikat partai politik sebagai pelayan rakyat yang sesungguhnya. Partai Gelora Kabupaten Probolinggo tidak ingin sekadar menabur janji manis di masa kampanye, melainkan berkomitmen untuk terus membersamai masyarakat dalam suka dan duka. Dengan membumikan visi global ke dalam solusi nyata atas kebutuhan lokal, kita optimistis dapat membawa Kabupaten Probolinggo keluar dari ketertinggalan dan bergerak mantap menuju gerbang kemakmuran yang berkeadilan.

Konsolidasi Koordinator Bidang, Partai Gelora Kabupaten Probolinggo Matangkan Mesin Politik

Probolinggo.Berdampak.Net– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Kabupaten Probolinggo menggelar pertemuan strategis bersama pengurus KWB dan para Koordinator Bidang di Desa Patunjungan, Kecamatan Paiton, Rabu (10/6/2026). Pertemuan tatap muka ini fokus pada penguatan konsolidasi internal serta penyelarasan program kerja lintas sektoral.

Sekretaris DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo, Ponirin Mika, menyatakan bahwa koordinasi bersama para kepala bidang ini merupakan langkah taktis yang sangat krusial. Menurutnya, pemetaan visi di tingkat internal harus matang agar seluruh instrumen partai dapat bergerak secara dinamis dan terukur.

Ponirin menambahkan, penguatan struktur internal menjadi sangat urgen untuk merespons dinamika politik di Kabupaten Probolinggo yang kian berkembang. Melalui konsolidasi yang solid, Partai Gelora optimistis mampu merumuskan solusi nyata yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Ia juga menekankan bahwa soliditas pengurus merupakan pondasi utama sebelum partai melangkah ke program eksternal yang lebih luas. Tanpa adanya komunikasi yang kuat di dalam internal struktur, eksekusi program kerja di tingkat basis massa rawan mengalami hambatan koordinasi.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo, Abu Bakar Rohim, menegaskan bahwa partai ini dibangun atas fondasi kebersamaan, keakraban, dan kerja sama tim (team work) yang kokoh. Nilai-nilai inilah yang menjadi ruh utama pergerakan untuk mewujudkan target-target besar partai.

Abu Bakar menguraikan bahwa kebersamaan bukan sekadar formalitas struktural, melainkan pengikat ideologis agar seluruh kader bergerak serentak. Kekuatan kolektif yang solid dinilai jauh lebih efektif dalam menghadapi tantangan politik di daerah dibanding pergerakan yang bersifat individual.

Dirinya juga meminta seluruh koordinator bidang untuk menekan ego sektoral dan mengedepankan integrasi program kerja. Dengan pembagian peran yang proporsional, visi strategis yang diturunkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) diharapkan dapat terealisasi secara membumi di tingkat daerah.

Dalam pertemuan tersebut, agenda dilanjutkan dengan sesi perkenalan resmi dari masing-masing koordinator bidang yang baru menerima amanah struktural. Sesi ini dimanfaatkan untuk memaparkan rencana aksi jangka pendek serta target taktis dari tiap-tiap divisi kerja.

Diskusi yang berlangsung hangat ini berhasil mencairkan komunikasi antar-pengurus yang berasal dari latar belakang profesional berbeda. Langkah ini sekaligus mempercepat proses adaptasi fungsionaris demi terciptanya ritme kerja organisasi yang harmonis dan responsif.

Pada akhir sesi musyawarah, seluruh jajaran pengurus menyepakati satu komitmen bersama mengenai posisi politik partai di tingkat lokal. Pengurus sepakat bahwa Partai Gelora harus mampu memberikan ekses positif yang signifikan bagi dinamika perpolitikan di Kabupaten Probolinggo.

Ekses positif tersebut diwujudkan dengan menghadirkan gaya politik gagasan yang santun, cerdas, dan solutif. Partai berkomitmen menjadi motor penggerak terciptanya iklim politik daerah yang kondusif, edukatif, serta berorientasi penuh pada penyelesaian masalah publik.

Tujuan utama dari kesepakatan politik ini adalah memastikan kehadiran Partai Gelora memberikan dampak positif yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Probolinggo. Agenda partai ke depan akan difokuskan pada sektor kesejahteraan, ekonomi kreatif, pendidikan, dan pelayanan umat.

Pertemuan ditutup dengan perumusan draf rencana aksi yang akan segera dieksekusi oleh masing-masing bidang dalam waktu dekat. Seluruh fungsionaris yang hadir menyatakan kesiapannya untuk turun ke basis massa membawa platform perjuangan partai.

Agenda ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus harian DPD, yakni Abu Bakar Rohim (Ketua), Ponirin Mika (Sekretaris), Zainul Huda (Wakil Ketua 2), Syukur Hadi Sutrisno (Bendahara), dan Hakiki Nur Hakiki (LO Partai).

Turut hadir para pengisi pos strategis daerah, yaitu Zainol Hasan (Infokom), Kiai Misbah (Pelayanan Umat), Iwan Kurniawan (Ekonomi Kreatif), Umar Falas (Keorganisasian), Hasan Basri (Kaderisasi), Hikam Yudillah (Bappilu), Gus Arif (Kebijakan Publik), serta Samsul Umam (Keummatan).

Gugah Semangat Generasi Muda, Kampanye ‘Cita-Cita Kami’ Milik @minmofficial Viral di Media Sosial

Probolinggo. Berdampak.Net– Akun media sosial resmi @minmofficial milik salah satu madrasah yang berada di naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo secara resmi meluncurkan kampanye digital terbaru bertajuk “Cita-Cita Kami” pada Senin (8/6). Gerakan yang diinisiasi oleh pengurus, guru dan siswa MINM ini hadir sebagai respons kreatif untuk menyebarkan gelombang optimisme sekaligus merajut kembali impian generasi muda di tengah dinamisnya era modern.

Lewat unggahan visual terbarunya yang kini tengah memicu perbincangan hangat, @minmofficial menyertakan serangkaian tagar populer seperti #citacita, #viralpost, dan #impian. Kampanye ini berfokus pada pesan-pesan motivasi yang menggugah para pengikut (followers) untuk berani merumuskan ambisi, mengejar target masa depan, dan saling memberikan dukungan moral.

Pantauan hingga Selasa (9/6) pagi menunjukkan unggahan tersebut terus dibanjiri respons positif dari warganet. Kolom komentar kini bertransformasi menjadi ruang diskusi publik yang sangat inspiratif, di mana masyarakat dari berbagai latar belakang mulai terbuka membagikan kisah perjuangan dan impian pribadi mereka.

Pihak manajemen @minmofficial menegaskan bahwa narasi “Cita-Cita Kami” sengaja dirancang agar tidak sekadar menjadi tren sesaat atau konten viral reels yang cepat terlupakan. Gerakan ini ditargetkan mampu menjadi pemantik bagi aksi sosial yang lebih masif dalam mendukung pengembangan potensi masyarakat luas.

“Aksi dari siswa MINM ini mengirimkan pesan kuat bahwa cita-cita sekecil apa pun, jika dirawat bersama dalam sebuah ekosistem yang saling mendukung, memiliki potensi besar untuk mengubah realitas,” ungkap Ponirin Mika Kepala Sub Bagian Humas dan Infok Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Fenomena ini membuktikan bahwa warganet tidak hanya menekan tombol like, tetapi juga aktif saling bertukar cerita dan membangun jejaring optimisme baru. Lewat satu gerakan terukur di dunia maya, @minmofficial sukses membuktikan bahwa media sosial masih menjadi instrumen terbaik untuk menyalakan api inspirasi dan menjaga masa depan dan cita-cita anak bangsa.

UPN Jatim dan UM Jember Perkuat Literasi Anak lewat Kuliah Tamu Buku Cerita

Jember.berdampak.net — Program Studi Linguistik Indonesia UPN “Veteran” Jawa Timur memperluas jejaring akademik melalui kuliah tamu dan penguatan kerja sama dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Jember pada Selasa, 12 Mei 2026.

Kegiatan berlangsung di Ruang 1.1 FKIP Universitas Muhammadiyah Jember dan diikuti sekitar 35 mahasiswa. Agenda ini menjadi bagian dari kerja sama bertajuk “Penguatan Kolaborasi Akademik dan Pengembangan Keilmuan Bahasa Indonesia melalui Sinergi Linguistik dan Pendidikan Bahasa Berbasis Tri Dharma Perguruan Tinggi.”

Kuliah tamu menghadirkan Zahro Rokhmawati, M.Pd., dosen Prodi Linguistik Indonesia UPN “Veteran” Jawa Timur, sebagai narasumber dengan materi “Mengenal Buku Cerita Anak: Saatnya Menjadikan Buku Cerita Anak sebagai Sahabat Anak.” Kegiatan dimoderatori oleh Dr. Yerry Mijianti, S.S., M.Pd., dosen PBSI Universitas Muhammadiyah Jember.

Kaprodi PBSI Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Eka Nova Ali Vardani, M.Pd., menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kajian literasi anak dan pembelajaran bahasa Indonesia.

“Kegiatan ini mempertemukan kebutuhan akademik dan praktik pendidikan. Mahasiswa perlu melihat buku cerita anak sebagai media literasi, karakter, dan pembelajaran bahasa,” ujarnya.

Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Fitri Amilia, M.Pd., menilai kolaborasi ini menjadi bagian dari penguatan jejaring akademik antarkampus.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kuliah tamu, tetapi berlanjut pada penelitian, publikasi, dan pengabdian masyarakat yang memberi manfaat lebih luas,” katanya.

Zahro Rokhmawati menjelaskan bahwa buku cerita anak memiliki posisi penting dalam perkembangan bahasa, imajinasi, dan kepekaan sosial anak.

“Buku cerita anak bukan sekadar bacaan ringan. Ia bisa menjadi sahabat anak, ruang tumbuh imajinasi, sekaligus media membangun karakter sejak dini,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa literasi anak tidak cukup dibangun melalui kewajiban membaca. Anak perlu didekatkan dengan buku melalui cerita yang menarik, bahasa yang sesuai usia, dan nilai yang dekat dengan kehidupan mereka.

Melalui kerja sama ini, UPN “Veteran” Jawa Timur dan Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan bahasa Indonesia, khususnya pada pengembangan literasi anak, kajian buku cerita, dan pembelajaran bahasa yang humanistik.

Siswa SMP Kabupaten Probolinggo Borong Juara di Olimpiade IPS se-Jawa Madura

Surabaya.berdampak.net – Pelajar asal Kabupaten Probolinggo kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat regional. Dua siswi jenjang SMP berhasil menyabet gelar juara dalam ajang Olimpiade IPS se-Jawa Madura yang diselenggarakan di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Surabaya pada Minggu (3/5/2026).

Kedua siswi berprestasi tersebut adalah:

  • Amelia Dwi Amanda (SMPN 1 Dringu) sebagai Juara 2.
  • Adinda Putri Wijaya (SMPN 1 Lumbang) sebagai Juara 3.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo, Like Lidyawati, menyampaikan apresiasi mendalam atas pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa siswa Kabupaten Probolinggo memiliki daya saing yang kuat di kancah yang lebih luas.

“Alhamdulillah, ini tentu sangat menggembirakan bagi Disdikdaya. Prestasi ini menunjukkan semangat kompetitif anak-anak untuk bersinergi dengan pelajar dari daerah lain guna menguji pemahaman materi yang mereka dapatkan di sekolah,” ujarnya.

Like menambahkan bahwa kesuksesan ini tidak lepas dari tangan dingin guru pembimbing, Geo Sukma Mardali. Ketelatenan dalam memberikan motivasi serta keaktifan dalam mengikutsertakan siswa di berbagai ajang kompetisi menjadi faktor penentu perkembangan mental bertanding para siswa.

“Ketelatenan dan pendampingan beliau sangat luar biasa. Anak-anak diberikan kesempatan yang sama untuk berkembang melalui berbagai olimpiade tingkat Jawa Timur maupun Pulau Jawa,” imbuhnya.

Melalui momentum ini, Disdikdaya berharap para guru di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) lainnya terinspirasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Semoga ke depan semakin banyak guru pendamping dari berbagai mata pelajaran yang mampu melahirkan siswa berprestasi, sehingga nama baik Kabupaten Probolinggo terus harum di tingkat regional maupun nasional,” tutupnya.

Kiai Zuhri Zaini: Meneladani Kebiasaan Nabi Muhammad SAW Adalah Sumber Barokah

Probolinggo.Berdampak.net– Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, menekankan pentingnya umat Islam untuk senantiasa mengamalkan kesunnahan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Menurut beliau, mengikuti kebiasaan Rasulullah bukan sekadar rutinitas, melainkan jalan mendatangkan keberkahan (barokah) yang nyata.

Dalam pengajian yang digelar pada Sabtu (02/05/26), Kiai Zuhri menjelaskan bahwa setiap tindakan yang dicontohkan oleh Nabi memiliki dimensi spiritual yang mendalam. Beliau mengajak para santri dan masyarakat untuk tidak meremehkan amalan-amalan sunnah, meski terlihat sederhana dalam pandangan manusia.

Salah satu kebiasaan Nabi yang disorot oleh Kiai Zuhri adalah mengenai tata cara menuju tempat ibadah. Beliau memaparkan bahwa Rasulullah SAW memiliki kebiasaan unik saat berangkat dan pulang dari masjid, musala, atau tempat peribadatan lainnya, yakni dengan membedakan jalur yang dilewati.

“Kebiasaan Nabi dalam melaksanakan ibadah di masjid, musala, atau tempat ibadah lainnya adalah membedakan jalur antara saat masuk dan saat keluarnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, beliau mengungkapkan filosofi di balik perbedaan jalur tersebut. Menurutnya, setiap jengkal tanah yang dilewati manusia dalam rangka melaksanakan kebaikan akan mencatat rekam jejak spiritual pelakunya.

Tempat-tempat yang dilewati tersebut, lanjut Kiai Zuhri, kelak akan menjadi saksi yang berbicara di hadapan Allah SWT pada hari kiamat. Semakin banyak jalur yang dilewati untuk beribadah, maka semakin banyak pula saksi yang akan memberikan kesaksian atas amal kebaikan seseorang.

Selain masalah jalur perjalanan, Kiai Zuhri juga menjelaskan tentang pentingnya menjaga adab dalam beraktivitas. Salah satunya adalah kesunnahan mendahulukan anggota tubuh bagian kanan saat memulai aktivitas yang bersifat baik.

Beliau mencontohkan, mulai dari memakai baju, makan, hingga masuk ke dalam masjid, hendaknya dimulai dengan bagian kanan. Hal ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kemuliaan amal yang sedang dilakukan oleh seorang mukmin.

Sebaliknya, untuk aktivitas yang sifatnya kurang baik atau berkaitan dengan urusan kebersihan diri yang bersifat kotor, Nabi mengajarkan untuk mendahulukan bagian kiri. Contohnya adalah saat memasuki kamar mandi atau melepas pakaian.

Kiai Zuhri berharap agar konsistensi dalam menjalankan sunnah ini dapat membentuk karakter umat yang religius dan disiplin. Beliau menegaskan bahwa keberkahan hidup akan senantiasa mengalir bagi mereka yang berusaha menghidupkan kembali sunnah Nabi di tengah kemajuan zaman.