HIPKA Situbondo Siap Bersinergi dengan Pemerintah Daerah Majukan UMKM

Situbondo, Berdampak.net- Yulia S Triana resmi dilantik sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Daerah HIPKA (Himpunan Pengusaha KAHMI) Kabupaten Situbondo periode 2025-2030, Kamis, 17 April 2025. Perlantikan tersebut berlangsung Ballroom Utama Raya Situbondo.

Perempuan yang akrab disapa Yulia itu dilantik oleh Ketua Umum Badan Pengurus Wilayah HIPKA Provinsi Jawa Timur, dr. Agung Mulyono.

Usai pelantikan, Yulia mengatakan, HIPKA Kabupaten Situbondo langsung tancap gas, khususnya dalam hal peningkatan usaha yang digeluti. “Kami langsung eksen artinya langsung pada eksekusi dalam menjalankan bisnis,” ujarnya kepada awak media.

Lebih lanjut, Yulia menyampaikan, HIPKA Situbondo siap berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memajukan UMKM di Kabupaten Situbondo. “Ini sesuai dengan tagline pemerintah daerah, yaitu Situbondo Naik Kelas. Kami ingin pelaku UMKM bisa naik kelas,” tegasnya.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pengusaha Nahdiyin Situbondo ini mengungkapkan, HIPKA Kabupaten Situbondo juga segera berkoordinasi dengan DPRD Provinsi Jawa Timur dalam rangka memberikan pelatihan ekspor-impor untuk pelaku UMKM Situbondo.

“Selain itu, kami juga memiliki target untuk mempunyai tiga usaha bersama. Ini sesuai dengan apa yang diharapkan oleh HIPKA Provinsi Jawa Timur. Usaha bersama ini bisa seperti pendirian kafe, rumah makan dan lain sebagainya,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pengurus Daerah HIPKA Kabupaten Situbondo, Raharto Indrajaya mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk memberikan pelatihan dan pemberdayaan kepada pelaku UMKM di Kabupaten Situbondo.

“Kami ingin merangkul pelaku UMKM di Situbondo, nanti kami bekerjasama dengan berbagai pihak kami ingin UMKM di Situbondo ini bisa naik kelas,” ucapnya.

Lebih jauh, pria yang akrab disapa Mas Pram ini mengungkapkan, pengusaha di Kota Santri harus menangkap peluang dengan adanya Tol Probowangi. Sebab, dengan adanya jalan tol itu maka mempercepat jalur distribusi barang.

“Kalau kami melihat tol ini peluang ya, karena dengan adanya tol ini distribusi barang semakin cepat. Ke Surabaya saja itu hanya butuh dua jam, sehingga sangat efektif sekali keberadaan Tol Probowangi ini,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Badan Pengurus Wilayah HIPKA Provinsi Jawa Timur, dr. Agung Mulyono menjelaskan, selain Situbondo ia melantik Badan Pengurus Daerah HIPKA Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Lumajang dan Probolinggo.

“Kami memberikan motivasi pengurus HIPKA di daerah ini terus berkreasi, terus berinovasi. Sehingga HIPKA bisa bergerak lebih maksimal lagi,” katanya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini berharap, HIPKA segera terbatuk di seluruh daerah di Jawa Timur. “Kita dorong mereka ini untuk menggali potensi bisnis di daerah masing-masing. Sehingga mereka bisa bangkit dan berdaya,” pungkas pria asal Banyuwangi ini. (Fat)

HIPKA Kota Probolinggo Resmi Dikukuhkan, Ini Gebrakannya

Situbondo, Berdampak.net – Badan Pengurus Wilayah Jawa Timur (BPW) Himpunan Pengusaha Kahmi (KAHMI) Jawa Timur, mengukuhkan BPD HIPKA Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Jember, Banyuwangi Lumajang dan Pasuruan Periode 2025-2030, bertempat di Hotel Utama Raya Situbondo, Kamis (17/05/2025).

Pengukuhan tersebut dipimpin dan dipandu langsung oleh Ketua Umum BPW HIPKA Jawa Timur dr. Agung Mulyono.

“Semoga bisa amanah, dan memajukan HIPKA di masing-masing wilayah,” harapnya.

Ketua BPD HIPKA Kota Probolinggo, Amir Mahmud mengatakan, setelah dilaksanakan pelantikan pihaknya akan terus melakukan pendekatan dan komunikasi dengan berbagai sektor, hal itu dimaksudkan untuk mendukung program yang akan dicanangkan oleh HIPKA Kota Probolinggo kedepan.

“Wali Kota Probolinggo, beliau jiga KAHMI, InsyaAllah beloau pasti mendukung semua kegiatan dari HIPKA Kota Probolinggo,” jelasnya singkat.

Selain itu, pohaknya juga akan terus mendorong tumbuhnya wirausaha baru dari kalangan HMI, dengan cara melakukan pelatihan entherpreneurship terhadap para kader HMI.

“HIPKA harus menjadi wadah untuk mendorong tumbuhnya wirausaha berkelanjutan, baik dari kalangan senior maupun kader muda,” ungkapnya. (fiq)

Wabup Ra Fahmi Serahkan Penghargaan K3 dari Dinasker Jatim untuk 6 Perusahaan di Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo menyerahkan piagam penghargaan untuk enam perusahaan swasta dan BUMN yaitu penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Disnaker Provinsi Jawa Timur yang diserahkan oleh Ibu Gubernur Jawa Timur di Grahadi Surabaya pada saat penutupan Bulan K3 Nasional.

Di kesempatan ini, penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diserahkan oleh Wabup Fahmi kepada 6 (enam) perusahaan terdiri yaitu PT. H.M. Sampoerna, PT. Maritim Batubara, PT. Paiton Operation and Maintenance Indonesia (POMI), PT. Secco Nusantara, PT. Catur Karsa Inkrisuba dan PT. SGN PG Wonolangan. Kamis (17/4/2025) di Aula Disnaker Kabupaten Probolinggo.

Pada sambutannya Wabup Ra Fahmi menjelaskan, kesejahteraan adalah hak yang harus dimiliki oleh seluruh masyarakat, bukan hanya pekerja formal baik pemerintah maupun swasta.

“Para pekerja informal seperti buruh tani, buruh nelayan, buruh bangunan dan lainnya juga perlu dipastikan perlindungannya, terlebih berkaitan dengan resiko keselamatan dan resiko lainnya yang mungkin terjadi,” jelas beliau.

Beliau mengapresiasi terhadap perusahaan-perusahaan yang telah berusaha mempertahkan dan menjamin perlindungan dan keselamatan para pekerjanya. (fiq)

HIPKA Kabupaten Probolinggo Resmi Dilantik

Situbondo, Berdampak.net – Badan Pengurus Wilayah Jawa Timur (BPW) Himpunan Pengusaha Kahmi (KAHMI) Jawa Timur, mengukuhkan BPD HIPKA Kabupaten Probolinggo Periode 2025-2030, bertempat di Hotel Utama Raya Situbondo, Kamis (17/05/2025).

Diketahui, Ketua BPD HIPKA Kabupaten Probolinggo dijabat oleh Moh Nur Kholis Muslim, Sekretaris, Ponirin Mika serta Bendahara Hariyanto.

Pengukuhan tersebut dipimpin dan dipandu langsung oleh Ketua Umum BPW HIPKA Jawa Timur dr. Agung Mulyono. “Semoga bisa amanah, dan memajukan HIPKA di masing-masing wilayah,” harapnya.

Ketua BPD HIPKA Kabupaten Probolinggo, Moh Nur Kholis Muslim mengatakan, pentingnya perhatian terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Probolinggo. “Banyak pelaku UMKM yang perlu kita dukung dan dampingi secara konkret. HIPKA harus hadir untuk menjadi katalisator bagi kemajuan mereka,” tambahnya.

menegaskan visi dan misi besar HIPKA Probolinggo, yang salah satunya adalah mendorong keberlanjutan para pengusaha dari kalangan KAHMI.

“HIPKA harus menjadi wadah untuk mendorong tumbuhnya wirausaha berkelanjutan, baik dari kalangan senior maupun kader muda,” ungkapnya. (fiq)

Gelar Halal Bihalal, Cara Apindo Kabupaten Probolinggo Kuatkan Sinergitas Pengurus dan Anggota

Probolinggo, Berdampak.net – Momen syawal menjadi momentum bagi DPK Apindo Kabupaten Probolinggo untuk halal bihalal sekaligus silaturahmi dengan pengurus dan anggota. Hadir di acara yang di gelar cafe alino kraksaan selain dari pengurus juga beberapa anggota yang merupakan perwakilan Perusahaan baik dari daerah timur, Tengah dan barat mulai dari paiton sampai tongas.

Rochman Hidayat ketua Apindo dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum silaturahmi sangat di perlukan saat ini dan kedepannya tidak hanya dalam momentum lebaran tapi juga untuk sarana sharing berbagi antar Perusahaan dari best practice atau praktek terbaik dari masing masing Perusahaan termasuk sharing pencapaian pencapaian yang di capai untuk sama sama memotivasi antar Perusahaan dalam mencapai kinerja terbaik dalam praktek terbaik. Selain itu juga diisi dengan diskusi rencana program kedepan dan juga sesi ramah Tamah dengan anggota baru untuk lebih saling mengenal dan menguatkan networking.

Pengurus dan anggota juga berharap kedepan kegiatan ini bisa konsisten dilakukan selain karena juga ada manfaat lebih luas dapat memberikan dampak manfaat kepada Perusahaan Perusahaan di probolinggo untuk sama sama berkembang dan meningkatkan kapabilitas anggota yang merupakan bagian dari tugas apindo dan harapannya juga bagian dari kontribusi apindo dalam membangun Probolinggo. (rh)

Ada Aliran Kepercayaan Menyimpang di Wilayahnya, Ini Kata Wabup Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Keberadaan aliran kepercayaan menyimpang bukan hal baru di Kabupaten Probolinggo. Beberapa kali muncul, berulang kali pula MUI Kabupaten Probolinggo menindaknya. Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo pun mendukung langkah MUI.

Hal itu diungkapkan Wabup Probolinggo, Lora Fahmi AHZ saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal dan peresmian kantor baru MUI Kabupaten Probolinggo di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Rabu (16/4/2025).

Sebelum menyatakan dukungannya, Wabup Lora Fahmi mendapat informasi dari Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Abdul Wasik Hannan. Informasi itu disampaikan saat Kiai Wasik -sapaannya- memberikan sambutan dalam kegiatan halal bihalal.

“Ada petilasan palsu Syekh Maulana Ishaq di Krucil dan Maron, ada pula patung nyeleneh yang dibangun oleh Bintaos,” papar Kiai Wasik.

Menanggapi hal itu, Wabup Lora Fahmi menyatakan mendukung langkah MUI Kabupaten Probolinggo untuk menindak kasus kepercayaan menyimpang. “Kami mendukung langkah MUI dalam menekan kasus aliran kepercayaan menyimpang,” katanya saat diwawancara Komisi Kominfo MUI Kabupaten Probolinggo.

Selain menyatakan dukungannya. Wabup juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga siap berkolaborasi dengan MUI Kabupaten Probolinggo dalam menjalankan program kegiatan. “Kolaborasi ini demi melayani masyarakat,” ujarnya.

Diketahui, pada tahun 2024 MUI menerima banyak laporan terkait aliran kepercayaan menyimpang. Seperti adanya sebuah makam di Desa Kalianan, Kecamatan Krucil yang disebut petilasan Syekh Maulana Ishaq.

MUI pun merespons. Mulai mencari data sejarah jejak Syekh Maulana Ishaq di Probolinggo, hingga menggali informasi dari masyarakat setempat. Hasilnya, tidak ada data yang menyebut ada petilasan Syekh Maulana Ishaq di Krucil.

Petilasan palsu itupun dibongkar. Itu berkat kerjasama lintas instansi dan masyarakat Desa Kalianan.

Jauh bertahun-tahun silam, MUI Kabupaten Probolinggo juga aktif mengambil langkah tegas aliran menyimpang di Desa Krampilan, Kecamatan Besuk. Kelompok aliran tersebut dipimpin oleh seseorang bernama Ardi Husein.

Dinyatakan menyimpang karena Ardi menghalalkan dua orang lawan jenis bukan suami istri berhubungan badan. Ardi pun diseret ke pengadilan dan divonis bersalah.

Nah, yang tak kalah heboh yaitu kasus yang melilit Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, di Kecamatan Gading. Di “kerajaan kecil” itu ditemukan banyak kasus. Mulai dari kepercayaan menyimpang, penipuan, hingga pembunuhan.

Taat Pribadi selaku pemimpin padepokan divonis bersalah oleh pengadilan dan hingga kini masih menjalani masa tahanan. (don)