Wabup Ra Fahmi Serahkan Penghargaan K3 dari Dinasker Jatim untuk 6 Perusahaan di Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo menyerahkan piagam penghargaan untuk enam perusahaan swasta dan BUMN yaitu penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Disnaker Provinsi Jawa Timur yang diserahkan oleh Ibu Gubernur Jawa Timur di Grahadi Surabaya pada saat penutupan Bulan K3 Nasional.

Di kesempatan ini, penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diserahkan oleh Wabup Fahmi kepada 6 (enam) perusahaan terdiri yaitu PT. H.M. Sampoerna, PT. Maritim Batubara, PT. Paiton Operation and Maintenance Indonesia (POMI), PT. Secco Nusantara, PT. Catur Karsa Inkrisuba dan PT. SGN PG Wonolangan. Kamis (17/4/2025) di Aula Disnaker Kabupaten Probolinggo.

Pada sambutannya Wabup Ra Fahmi menjelaskan, kesejahteraan adalah hak yang harus dimiliki oleh seluruh masyarakat, bukan hanya pekerja formal baik pemerintah maupun swasta.

“Para pekerja informal seperti buruh tani, buruh nelayan, buruh bangunan dan lainnya juga perlu dipastikan perlindungannya, terlebih berkaitan dengan resiko keselamatan dan resiko lainnya yang mungkin terjadi,” jelas beliau.

Beliau mengapresiasi terhadap perusahaan-perusahaan yang telah berusaha mempertahkan dan menjamin perlindungan dan keselamatan para pekerjanya. (fiq)

HIPKA Kabupaten Probolinggo Resmi Dilantik

Situbondo, Berdampak.net – Badan Pengurus Wilayah Jawa Timur (BPW) Himpunan Pengusaha Kahmi (KAHMI) Jawa Timur, mengukuhkan BPD HIPKA Kabupaten Probolinggo Periode 2025-2030, bertempat di Hotel Utama Raya Situbondo, Kamis (17/05/2025).

Diketahui, Ketua BPD HIPKA Kabupaten Probolinggo dijabat oleh Moh Nur Kholis Muslim, Sekretaris, Ponirin Mika serta Bendahara Hariyanto.

Pengukuhan tersebut dipimpin dan dipandu langsung oleh Ketua Umum BPW HIPKA Jawa Timur dr. Agung Mulyono. “Semoga bisa amanah, dan memajukan HIPKA di masing-masing wilayah,” harapnya.

Ketua BPD HIPKA Kabupaten Probolinggo, Moh Nur Kholis Muslim mengatakan, pentingnya perhatian terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Probolinggo. “Banyak pelaku UMKM yang perlu kita dukung dan dampingi secara konkret. HIPKA harus hadir untuk menjadi katalisator bagi kemajuan mereka,” tambahnya.

menegaskan visi dan misi besar HIPKA Probolinggo, yang salah satunya adalah mendorong keberlanjutan para pengusaha dari kalangan KAHMI.

“HIPKA harus menjadi wadah untuk mendorong tumbuhnya wirausaha berkelanjutan, baik dari kalangan senior maupun kader muda,” ungkapnya. (fiq)

Gelar Halal Bihalal, Cara Apindo Kabupaten Probolinggo Kuatkan Sinergitas Pengurus dan Anggota

Probolinggo, Berdampak.net – Momen syawal menjadi momentum bagi DPK Apindo Kabupaten Probolinggo untuk halal bihalal sekaligus silaturahmi dengan pengurus dan anggota. Hadir di acara yang di gelar cafe alino kraksaan selain dari pengurus juga beberapa anggota yang merupakan perwakilan Perusahaan baik dari daerah timur, Tengah dan barat mulai dari paiton sampai tongas.

Rochman Hidayat ketua Apindo dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum silaturahmi sangat di perlukan saat ini dan kedepannya tidak hanya dalam momentum lebaran tapi juga untuk sarana sharing berbagi antar Perusahaan dari best practice atau praktek terbaik dari masing masing Perusahaan termasuk sharing pencapaian pencapaian yang di capai untuk sama sama memotivasi antar Perusahaan dalam mencapai kinerja terbaik dalam praktek terbaik. Selain itu juga diisi dengan diskusi rencana program kedepan dan juga sesi ramah Tamah dengan anggota baru untuk lebih saling mengenal dan menguatkan networking.

Pengurus dan anggota juga berharap kedepan kegiatan ini bisa konsisten dilakukan selain karena juga ada manfaat lebih luas dapat memberikan dampak manfaat kepada Perusahaan Perusahaan di probolinggo untuk sama sama berkembang dan meningkatkan kapabilitas anggota yang merupakan bagian dari tugas apindo dan harapannya juga bagian dari kontribusi apindo dalam membangun Probolinggo. (rh)

Ada Aliran Kepercayaan Menyimpang di Wilayahnya, Ini Kata Wabup Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Keberadaan aliran kepercayaan menyimpang bukan hal baru di Kabupaten Probolinggo. Beberapa kali muncul, berulang kali pula MUI Kabupaten Probolinggo menindaknya. Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo pun mendukung langkah MUI.

Hal itu diungkapkan Wabup Probolinggo, Lora Fahmi AHZ saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal dan peresmian kantor baru MUI Kabupaten Probolinggo di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Rabu (16/4/2025).

Sebelum menyatakan dukungannya, Wabup Lora Fahmi mendapat informasi dari Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Abdul Wasik Hannan. Informasi itu disampaikan saat Kiai Wasik -sapaannya- memberikan sambutan dalam kegiatan halal bihalal.

“Ada petilasan palsu Syekh Maulana Ishaq di Krucil dan Maron, ada pula patung nyeleneh yang dibangun oleh Bintaos,” papar Kiai Wasik.

Menanggapi hal itu, Wabup Lora Fahmi menyatakan mendukung langkah MUI Kabupaten Probolinggo untuk menindak kasus kepercayaan menyimpang. “Kami mendukung langkah MUI dalam menekan kasus aliran kepercayaan menyimpang,” katanya saat diwawancara Komisi Kominfo MUI Kabupaten Probolinggo.

Selain menyatakan dukungannya. Wabup juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga siap berkolaborasi dengan MUI Kabupaten Probolinggo dalam menjalankan program kegiatan. “Kolaborasi ini demi melayani masyarakat,” ujarnya.

Diketahui, pada tahun 2024 MUI menerima banyak laporan terkait aliran kepercayaan menyimpang. Seperti adanya sebuah makam di Desa Kalianan, Kecamatan Krucil yang disebut petilasan Syekh Maulana Ishaq.

MUI pun merespons. Mulai mencari data sejarah jejak Syekh Maulana Ishaq di Probolinggo, hingga menggali informasi dari masyarakat setempat. Hasilnya, tidak ada data yang menyebut ada petilasan Syekh Maulana Ishaq di Krucil.

Petilasan palsu itupun dibongkar. Itu berkat kerjasama lintas instansi dan masyarakat Desa Kalianan.

Jauh bertahun-tahun silam, MUI Kabupaten Probolinggo juga aktif mengambil langkah tegas aliran menyimpang di Desa Krampilan, Kecamatan Besuk. Kelompok aliran tersebut dipimpin oleh seseorang bernama Ardi Husein.

Dinyatakan menyimpang karena Ardi menghalalkan dua orang lawan jenis bukan suami istri berhubungan badan. Ardi pun diseret ke pengadilan dan divonis bersalah.

Nah, yang tak kalah heboh yaitu kasus yang melilit Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, di Kecamatan Gading. Di “kerajaan kecil” itu ditemukan banyak kasus. Mulai dari kepercayaan menyimpang, penipuan, hingga pembunuhan.

Taat Pribadi selaku pemimpin padepokan divonis bersalah oleh pengadilan dan hingga kini masih menjalani masa tahanan. (don)

MUI Kabupaten Probolinggo Sambat Soal Minimnya Anggaran

Probolonggo. Berdampak.net – MUI Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Rabu (16/4/2025) di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan. Dalam kesempatan itu, MUI menyampaikan minimnya anggaran kepada Wakil Bupati Probolinggo, Lora Fahmi AHZ.

Halal bihalal MUI Kabupaten Probolinggo kali ini dihadiri Wakil Bupati Probolinggo Lora Fahmi AHZ, Sekretaris MUI Jawa Timur Dr Hasan Ubaidillah, dan Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Abdul Wasik Hannan. Jajaran pengurus MUI Kabupaten Probolinggo dan perwakilan MUI kecamatan juga memenuhi kursi undangan.

Selain jadi ajang silaturrahmi. Halal bihalal ini juga jadi momentum bagi pengurus MUI Kabupaten Probolinggo untuk menyampaikan uneg-uneg kepada MUI Jawa Timur dan Wabup Lora Fahmi.

Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo, KH Abdul Wasik Hannan pun tak mau melewatkan kesempatan itu. “Halal bihalal ini kami buat sederhana karena menyesuaikan dengan instruksi efisiensi anggaran,” katanya saat menyampaikan sambutan, dan disambut gelak tawa tamu undangan.

Selain karena efisiensi anggaran. Kiai Wasik juga menyebut bahwa anggaran MUI Kabupaten Probolinggo tak sebanding dengan banyaknya kegiatan yang dijalankan. Belum lagi harus menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) di 24 MUI tingkat kecamatan.

“Kota Probolinggo dengan hanya lima kecamatan dapat 350 juta. Kita, tahun ini alhamdulillah dapat anggaran 200 juta,” ujarnya.

Mendengar uneg-uneg MUI Kabupaten Probolinggo, Sekretaris MUI Jawa Timur Dr Hasan Ubaidillah langsung memberi respons saat menyampaikan sambutan. “Anggaran MUI itu telah ‘dititipkan’ melalui Kementerian Agama dan Bagian Kesra di setiap daerah,” jelasnya.

Ia lantas menceritakan singkat bagaimana MUI Jawa Timur akhirnya memiliki gedung baru lima lantai. Mulanya, MUI akan menempati gedung milik PT Kimia Farma setelah bertemu Menteri BUMN RI Erick Thohir.

Akan tetapi rencana itu batal setelah MUI Jawa Timur bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. “Ibu Khofifah menolak dengan rencana Pak Erick Thohir. Akhirnya, Pemprov Jatim yang menyiapkan lahan di kawasan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya,” katanya.

Dari ikhwal pembangunan gedung kantor MUI Jawa Timur itu. Dr Hasan Ubaidillah berpesan kepada MUI Kabupaten Probolinggo agar terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan pihak swasta. “MUI Gresik contohnya. Banyak sinergi dengan pihak swasta di wilayahnya. Sehingga anggarannya mencapai 1 miliar,” jelasnya.

Peluang di PAK dan APBD 2026

Perihal anggaran MUI Kabupaten Probolinggo, Wakil Bupati Probolinggo Lora Fahmi AHZ langsung merespons. “Untuk anggaran tahun ini, kami bersama Bupati hanya melaksanakan yang sudah disahkan di 2024,” ujar Wabup.

Ke depan, Wabup Fahmi akan melihat peluang anggaran itu di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2025, atau pembahasan APBD 2026. “Sebenarnya, Kiai tinggal matur (ke Bupati),” sarannya.

Terlepas soal anggaran. Wabup Fahmi menyatakan bahwa pemerintah daerah siap bersinergi dan berkolaborasi dengan MUI Kabupaten Probolinggo. “Demi pelayanan kepada masyarakat,” katanya, menutup sambutan.

Diketahui, selain halal bihalal kegiatan tersebut ditutup dengan peresmian kantor baru MUI Kabupaten Probolinggo. Sejatinya lokasinya sama yakni di Gedung Islamic Center Kota Kraksaan. Hanya saja ada penambahan ruang khusus pimpinan, dan perombakan ruang sekretariat dan ruang rapat.

Selain itu, juga ada pintu khusus menuju kantor MUI yang dilengkapi dengan ornamen identitas organisasi. Lokasinya berada di area timur GIC.

HIPKA Probolinggo Gelar Pertemuan Perdana, Tegaskan Komitmen Dorong Pengusaha KAHMI dan UMKM

Probolinggo, Berdampak.net – Rabu, 16 April 2025
Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Probolinggo menggelar pertemuan perdana yang dipimpin langsung oleh Ketua HIPKA Probolinggo, Moh. Nur Kholis Muslim. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antaranggota sekaligus merumuskan arah perjuangan organisasi ke depan.

Dalam sambutannya, Nur Kholis Muslim menegaskan visi dan misi besar HIPKA Probolinggo, yang salah satunya adalah mendorong keberlanjutan para pengusaha dari kalangan KAHMI. “HIPKA harus menjadi wadah yang mendorong tumbuhnya wirausaha berkelanjutan, baik dari kalangan senior maupun kader muda,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Probolinggo. “Banyak pelaku UMKM yang perlu kita dukung dan dampingi secara konkret. HIPKA harus hadir untuk menjadi katalisator bagi kemajuan mereka,” tambahnya.

Menurut Nur Kholis, HIPKA bukan sekadar forum bisnis, melainkan wadah kolaboratif yang menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan keberkahan. “Dengan berkumpul dan saling mendukung, insyaAllah akan ada keberkahan. HIPKA bekerja bersama, bukan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Ia juga mendorong seluruh anggota untuk terus menjalin komunikasi intensif dan memperbanyak pertemuan, baik formal maupun informal, demi kemajuan bersama. “Mari kita saling bertemu, berdiskusi, dan eksekusi program-program yang relevan untuk kemajuan HIPKA Probolinggo,” ujarnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal yang produktif dalam membangun ekosistem wirausaha yang kuat di lingkungan KAHMI Probolinggo, serta memperkuat jejaring antar-pengusaha untuk menghadapi tantangan ekonomi ke depan.