Kesempatan Emas! Kamar Kos Eksklusif dengan Fasilitas Lengkap, Lokasi Strategis Dekat PLTU Paiton

Ada kos-kosan yang sangat murah, bagus juga ideal utk siapapun. Dengan bangga mempersembahkan kesempatan langka untuk memiliki kamar kos eksklusif yang terletak di lokasi strategis, hanya beberapa menit dari PLTU Paiton. Dengan total 18 unit kamar kos yang masing-masing dilengkapi dengan kamar mandi dalam, AC, dapur mini, dan meteran listrik pribadi, ini adalah pilihan sempurna untuk investasi atau tempat tinggal yang nyaman.

Spesifikasi Properti:

Luas Tanah: 800 m²

Fasilitas lengkap: Kamar mandi dalam, AC, dapur mini, dan meteran listrik per kamar.

Fasilitas tambahan: Café, Meeting Room, Laundry, dan parkiran luas yang siap menampung kendaraan Anda.

Legalitas: Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sudah lengkap dan jelas.

Keunggulan Lokasi: Berada di dekat PLTU Paiton, properti ini sangat ideal bagi para pekerja maupun investor yang ingin memanfaatkan potensi sewa yang tinggi. Lokasi yang strategis menjadikan kamar kos ini mudah diakses dan sangat diminati.

Dengan harga yang kompetitif dan fasilitas yang memadai, properti ini adalah investasi yang sangat menguntungkan. Jangan lewatkan kesempatan untuk memiliki unit kamar kos dengan segala kemudahan dan keuntungan ini.

Segera hubungi kami untuk informasi lebih lanjut atau jadwalkan kunjungan ke lokasi untuk melihat langsung keunggulan properti ini. Promo terbatas!

Jika berminat segera hubungi Whatsapp +628113503002

JCC Minta Presiden Prabowo Gunakan Hak Prerogatifnya untuk Kembalikan Uang Korupsi, Penegak Hukum Harus Responsif

Jakarta, berdampak.net – Jhon Cane Center (JCC) sebagai lembaga non pemerintah, meminta kepada Presiden Prabowo Subianto, untuk segera menggunakan hak prerogatifnya soal pengembalian uang negara yang dikorupsi para pihak (koruptor), baik pejabat negara, oknum korporasi, dan individu lainnya, yang diketahui telah merugikan negara dan rakyat Indonesia.

Diketahui, hak prerogatif yang dimaksud adalah hak yang dimiliki oleh kepala negara atau presiden yang bersifat istimewa, mandiri, dan mutlak yang diberikan oleh konstitusi dalam lingkup kekuasaan pemerintahan.

Menurut Chairman Jhon Cane Center (JCC), Najib Salim Attamimi, dalam perundang-undangan (UUD 1945), ada beberapa hak prerogatif Presiden Indonesia, saat ini Presiden Prabowo Subianto diantaranya, ada hak mengangkat menteri, hak mengangkat Kapolri, Panglima TNI dengan persetujuan DPR, hak mengangkat duta besar, pemberian grasi, amnesti, abolisi dan rehabilitasi.

“Dalam UUD 1945, hak prerogatif presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan pertimbangan dari Mahkamah Agung serta memberikan amnesti dan abolisi dengan pertimbangan DPR,” jelas Najib dalam siaran tertulisnya, Selasa (11/02/2025).

Saat ini, Presiden Prabowo, diharapkan untuk segera menggunakan hak prerogatifnya untuk memburu para pihak yang telah diketahui dan ditemukan datanya telah melakukan tindak pidana korupsi uang negara. Baik itu dilakukan oleh pejabat negara, mantan pejabat negara, oknum korporasi dan lainnya.

Dari beberapa kali pidato yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto, di banyak pertemuan forum kenegaraan dan acara publik lainnya, Presiden Prabowo secara tegas dan lantang meminta kepada para koruptor untuk segera bertobat, insaf, sadar akan kekeliruannya dan bertekad akan memperbaiki diri, mengembalikan uang negara yang telah dikorupsi.

”Kami sangat mendukung langkah tegas Presiden Prabowo itu. Apa yang disampaikan Presiden Prabowo itu sudah menjadi perintah kepada pihak lembaga penegak hukum atau lembaga terkait yang menangani tindak pidana korupsi. Hal itu harus ditindak lanjuti dan dijalankan dengan tegas,” jelas Najib.

Najib berkeyakinan, apa yang disampaikan oleh Presiden Prabowo itu, tidak hanya omon-omon semata. Jelas sudah mengetahui oknum yang melakukan tindak pidana korupsi, mencuri uang negara dan kini uangnya disimpan di mana. “Presiden Prabowo jelas sudah mengetahuinya,” kata Najib.

Dari itu, penegak hukum, harus segera bertindak. Harus mematuhi apa yang diminta dan diperintahkan oleh Presiden Subianto. “Jika penegak hukum atau institusi terkait tak juga bertindak, Presiden Prabowo harus segera mengeluarkan hak prerogatifnya demi kepentingan negara dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” tegas Najib, yang juga menjabat penggagas Mujadalah Kiai Kampung ini.

Kenapa harus segera mengeluarkan hak prerogatifnya? Karena melihat kondisi Indonesia saat ini, sangat membutuhkan anggaran untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, pendidikan, kesehatan, pertanian atau ketahanan pangan, ketahanan energi dan kebutuhan lainnya untuk kepentingan negara.

“Indonesia tidak boleh dikendalikan dan dikuasai oleh para koruptor. Tidak sedikit uang negara yang telah dikorupsi dan bahkan dicuri oleh oknum yang hanya mementingkan dirinya, keluarganya dan kelompoknya sendiri,” katanya.

Kasus korupsi beber Najib, sejak tahun 2004 hingga tahun 2024, yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencapai 1.629 kasus. Kasus pencucian uang sebanyak 64 kasus. Selama 10 tahun ini, kerugian negara dari kasus tindak pidana korupsi mencapai Rp 290 triliun.

”Hal itu data yang sudah diketahui publik dan sudah ditangani oleh penegak hukum. Yang belum diketahui jelas lebih besar dari itu. Karenanya, ketegasan Presiden Prabowo saat ini sangat dibutuhkan rakyat dalam hal tindak pidana korupsi dan menggunakan hak prerogatifnya untuk pengembalian uang negara yang dikorupsi para koruptor,” katanya.

Niat suci Presiden Prabowo itu, harus didukung semua pihak dalam hal memburu para koruptor untuk segera insaf dan mengembalikan yang dikorupsi pada negara. “Penegak hukum atau lembaga berwenang harus segera menjalankan harapan Presiden Prabowo tersebut,” harap Najib.

Sementara itu, dalam kesempatan berbeda, Prof Dr Siti Zuhro, Peneliti Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), secara tegas juga menyampaikan, bahwa apa yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto, terkait korupsi, koruptor yang mencuri uang negara bukan sekali dua kali saja disampaikan.

“Pernyataan itu disampaikan sudah lama, hampir di setiap Pemilu yang diikutinya sejak mencalonkan diri menjadi calon Presiden dalam Pemilu 2014, 2019 dan 2024,” katanya, Selasa (11/2/2025), di Jakarta.

Menurut Siti Zuhro, Presiden Prabowo juga sempat menyatakan tentang kebocoran uang negara yang cukup serius waktu itu. Saking seriusnya, korupsi di Indonesia, bangsa ini didera bencana atau darurat korupsi.

“Karena itu, penegakan hukum, pemberantasan korupsi menjadi program utama Presiden Prabowo,” tegasnya.

Namun, beber Siti Zuhro, bagi Presiden Prabowo tak hanya pemberantasan yang digalakkan, tapi juga memintakan para koruptor untuk mengembalikan uang yang dikorupsinya kepada negara.

Karena, di Indonesia katanya, ketimpangan atau kesenjangan sosial ekonomi, jumlah kemiskinan dan pengangguran masih sangat signifikan. Hal itu yang membuat Presiden Prabowo menyerukan para koruptor untuk mengembalikan uang yang dicuri tersebut.

“Apa yang disampaikan Presiden Prabowo itu, tidak lain tidak bukan, dimaksudkan untuk mendukung program pengentasan kemiskinan dan program penyejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut Siti Zuhro menegaskan, bahwa seruan Presiden Prabowo tersebut sangat serius dan menjadi peringatan keras bagi para koruptor untuk meresponsnya segera. Peringatan Presiden tersebut sangat eksplisit dan sarat dengan persuasi, menyadarkan dan meminta koruptor untuk segera insaf.

“Oleh karena itu, institusi-institusi penegak hukum, pemberantasan korupsi, seperti Polri, KPK, Jaksa Agung) dan pengawasan (BPKP dan BPK), harus fungsional dan melaksanakan seruan Presiden Prabowo secara tangkas dan profesional,” katanya.

Artinya, tegas peneliti senior BRIN ini, lembaga-lembaga pemberantasan dan pengawasan korupsi, terkait yang disebutkan Presiden Prabowo secara eksplisit tersebut, harus merespon secara cepat tanpa rasa bimbang dan ragu atas instruksi Presiden Prabowo tersebut.

“Jika tanpa ada tindakan-tindakan konkrit yang ditunjukkan oleh Polri, KPK, Jaksa Agung, BPKP, dan BPK, kepercayaan publik terhadap pemerintah Presiden Prabowo-Gibran bisa jadi akan menurun,” jelasnya.

Mengapa demikian? Karena Presiden Prabowo akan mempertaruhkan kepemimpinannya (leadership-nya), melalui solusi-solusi konkrit yang dilakukan institusi penegak hukum dan lembaga pengawasan. “Instruksi Presiden Prabowo itu harus segera dijalankan,” katanya. (fiq)

GASPPOL Usulkan Miniatur PLTU Paiton di Probolinggo Sebagai Wahana Outing Class

Probolinggo, Bedampak.net – Gerakan Aksi Sosial Peduli Pendidikan, Olahraga, dan Lingkungan Hidup (GASPPOL) mengusulkan pembangunan miniatur Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. (7/2/2025).

Ketua GASPPOL, Asa’ad, menegaskan bahwa keberadaan miniatur PLTU Paiton dapat menjadi wahana belajar bagi siswa-siswi di Kabupaten Probolinggo.

Selama ini, pelajar yang ingin mengetahui lebih dalam tentang PLTU harus mengikuti kegiatan outing class ke PLTU . Namun, pembelajaran tersebut sering kali tetap terbatas pada teori tanpa pengalaman langsung yang lebih interaktif.

“Setelah berkeliling, mereka masuk ke ruangan lagi. Di situ baru dapat penjelasan seputar PLTU. Jadi ya pada akhirnya (outing class) itu tetap teori, sama seperti di kelas,” ujar Asa’ad usai audiensi di kantor Disdikdaya.

Oleh karena itu, GASPPOL berharap dengan adanya miniatur PLTU Paiton, para siswa bisa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh.

Usulan pembangunan miniatur PLTU Paiton ini menjadi semakin relevan mengingat kebijakan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo yang melarang kegiatan outing class ke luar daerah sejak awal Februari 2025.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi, menyatakan bahwa larangan tersebut tidak bersifat permanen, tetapi diberlakukan sementara sebagai langkah antisipasi terhadap cuaca ekstrem yang tengah melanda wilayah Jawa Timur.

“Larangan outing class ke luar daerah ini diberlakukan efektif sejak 1 Februari 2025,” kata Dwijoko.

Menariknya, GASPPOL menekankan bahwa pembangunan miniatur PLTU Paiton tidak harus bergantung pada anggaran pemerintah. Asa’ad yang juga merupakan mantan anggota DPRD menyatakan bahwa proyek ini dapat didanai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan yang peduli terhadap dunia pendidikan dan lingkungan.

“Tentu tidak harus pakai anggaran pemerintah. Bisa pakai CSR (Corporate Social Responsibility/tanggung jawab sosial perusahaan),” ungkap Asa’ad.

Nantinya Dengan adanya miniatur PLTU Paiton, para siswa tetap bisa mendapatkan pengalaman belajar yang berharga meskipun tidak dapat melakukan kunjungan langsung ke lokasi PLTU sesungguhnya, tidak hanya memahami teori tentang energi listrik tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana proses pembangkitan listrik berlangsung dalam skala mini.

Usulan GASPPOL ini tentu menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Probolinggo. Jika terealisasi, miniatur PLTU Paiton dapat menjadi langkah maju dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan wawasan siswa tentang sektor energi, sekaligus mendukung kebijakan pendidikan yang lebih inovatif dan adaptif terhadap situasi yang ada. (don)

Ditetapkan Sebagai Bupati Bondowoso Terpilih, ini Kata Ra Hamid

Bondowoso, Berdampak.net – K.H. Abd Hamid Wahid dan As’ad Yahya Syafi’i, pasangan yang dikenal sebagai Ra Hamid dan Ra As’ad, telah resmi ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati terpilih untuk Kabupaten Bondowoso dalam Pilkada 2024. Penetapan ini dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bondowoso.

Dalam acara tersebut, Ra Hamid menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berkontribusi dalam kesuksesan pemilihan. Ia khususnya mengucapkan terima kasih kepada Pj Bupati yang telah memimpin dengan baik selama masa transisi. “Peran Forkopimda serta masyarakat sangat vital dalam menyukseskan Pilkada ini,” ujar Ra Hamid.

Ia juga mengapresiasi kerja KPU dan Bawaslu yang telah memastikan proses pemilihan berjalan dengan lancar.

Ra Hamid menekankan bahwa penetapan ini menandai akhir dari kontestasi Pilkada, namun sekaligus membuka babak baru dalam tanggung jawab pembangunan daerah karena seyogyanya Kontestasi adalah bagian substansi demokrasi untuk mengisi pembangunan. Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk bersatu dalam memajukan Bondowoso.
“Saatnya kita berkolaborasi untuk membangun Bondowoso yang lebih baik,” tegasnya.

Ia juga meminta dukungan dan doa dari masyarakat agar dapat menjalankan amanah ini dengan baik, meskipun tantangan dari kebijakan pemerintah pusat tetap ada. Dengan optimisme, Ra Hamid berkomitmen untuk memastikan pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Bondowoso. (rh)

Dokter Aminuddin-Ina Buchori Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih, Ajak Masyarakat Bahu Membahu Bangun Kota Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – KPU Kota Probolinggo resmi menetapkan Dokter Aminuddin dan Ina Buchori sebagai pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih. Penetapan ini dilakukan setelah selesainya gugatan Pilkada Kota Probolinggo 2024 di Mahkamah Konstitusi yang sekaligus sebagai tanda berakhirnya proses hukum terkait gugatan Pilkada Kota Probolinggo 2024.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk Forkopimda, perwakilan partai politik, dan organisasi masyarakat. Ketua KPU, Radfan Faisal, memulai acara dengan sambutan yang menjelaskan pentingnya penetapan ini dan proses yang telah dilalui.

Setelah pembacaan keputusan, surat penetapan diserahkan kepada pasangan terpilih, Radfan Faisal menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya penetapan dan menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah koordinasi dengan DPRD untuk proses pelantikan.

Pelantikan dijadwalkan berlangsung pada 20 Februari 2024 di Istana Negara. Dokter Aminuddin, dalam sambutannya, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada masyarakat dan menegaskan komitmennya untuk segera menjalankan program-program pembangunan setelah dilantik dan ajak Masyarakat bahu membahu membangun Kota Probolinggo sesuai dengan Visi Misi yang dia bawa dalam 5 tahun kedepan. (rh)

Simposium Nasional Transisi Energi dan Konservasi Lingkungan, KH. Faiz : “Wujud Peran Nurul Jadid pada Ketahanan dan Keberlanjutan Energi di Indonesia”

Probolinggo, Berdampak.net – Universitas Nurul Jadid melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) mengadakan simposium nasional dengan tema “Transisi Energi dan Konservasi Lingkungan”.

“İni Merupakan bentuk komitmen Nurul Jadid dalam meningkatkan kesadaran masyarakat melalui Peran cıvıtas akademika tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekologi dalam menghadapi perubahan iklim dengan tetap menyeimbangkan dengan pertumbungan ekonomi dan kemajuan pembangunan kedepannya,” jelas KH. Faiz AHZ, Wakil Rektor IV Unuja. Kamis ( 06/02/2025).

Wakil Rektor IV UNUJA, KH. Faiz, M.Fil.I, menegaskan bahwa transisi energi merupakan isu penting untuk ketahanan dan keberlanjutan energi di Indonesia, serta menekankan peran perguruan tinggi dalam mendukung riset dan kebijakan energi ramah lingkungan. KH Faiz juga menambahkan bahwa ini merupakan rangkaian acara dari program konservasi bekerjasama dengan PT POMI melalui penanaman mangrove dan tanaman produktif di area Paiton termasuk monitoringnya pada momen hari lingkungan hidup sedunia di bulan Januari.

Hadir sebagai narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Probolinggo Konservasi Lingkungan Hidup Probolinggo Yusdi Vari Afandi ST, MSI, Yoza Jamal Mewakili President director PT POMI, Pradipta Indra Ariono WALHI JATIM dan Direktur Konservasi Energi. Hendra Iswahyudi Kementrian ESDM. Para nara sumber secara umum memparkan sesuai bidang keahlian masing masing sebagai bentuk stimulus kepada mahasiswa untuk dapat menghasilkan ide-ide inovatif dan mendorong kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah untuk mempercepat transformasi energi berkelanjutan di Indonesia.

Sebagai penutup Direktur Konservasi Energi. Hendra Iswahyudi Kementrian ESDM menyampaikan bahwa prinsip pengelolaan energy di Indonesia mengacu kepada 3 prinsip yaitu ketersediaan, akses dan keberlanjutan lingkungan. “Sehingga untuk itu diharapkan semua sektor usaha di bidang energy melakukan aksi aksi mitigasi seperti efisiensi energy , transisi energi terbarukan, bahan bakar rendah karbon dan program program lainnya yang relevan,” paparnya.

Dan beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Nurul jadid yang sudah menyelenggarakan acara ini sebagai bentuk dukungan pada program pemerintah bidang ketahanan dan keberlanjutan energi. (rh)