H. Khairul Anam, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Sambut Baik Permendikdasmen Nomor 1 tahun 2025

Probolinggo, Berdampak.net – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, mengeluarkan Peraturan Menteri nomor 1 tahun 2025 tentang Redistribusi Guru Aparatur Sipil Negara pada Satuan Pendidikan yang Diselenggarakan oleh Masyarakat. Anggota DPR-D Kabupaten Probolinggo dari Fraksi PDI-Perjuangan H. Khairul Anam, menyambut baik peraturan menteri tersebut.

Ia mengatakan, pihaknya menyambut baik peraturan menteri yang mengathr redistribusi dan mutasi ASN  sektor Pendidikam baik PNS maupun PPPK tersebut.

“Saya sebagai Komisi 4 DPRD Kabupaten Probolinggo menyambut baik Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 1 Tahun 2025 yang dikeluarkan pemerintah pusat belum lama ini. Dimana regulasi tersebut mengatur redistribusi dan mutasi ASN sektor Pendidikan baik PNS maupun PPPK,” jelasnya, Rabu (29/01/2025).

Ia menjelaskan, peraturan menteri ini perlu didukung dan didorong, karena ia menilai peraturan tersebut merupakan jawaban dari kebutuhan tenaga pendidik di Indonesia terutama di Kabupaten Probolinggo.

“Ini adalah kabar gembira atas perjuangan panjang untuk lahirnya kebijakan penting yang didorong atas kebutuhan sekolah swasta. Kami sebagai bagian dari motor penggerak, regulasi ini adalah bentuk keperdulian pemerintah atas kesenjangan pendidikan yang melibatkan sekolah swasta, hususnya di Probolinggo . Karena aturan tersebut merupakan jawaban dari kebutuhan tenaga pendidik sekolah swasta yang selama ini krisis. Sebab, regulasi tersebut bukan hanya mengatur penugasan dan pemindahan ASN di sekolah swasta akan tetapi juga penempatan tenaga pendidik sesuai kebutuhan sehingga bisa memaksimalkan kinerja pendidik pada sekolah yg dituju,” ujarnya.

“Akan tetapi, sebagai implementasi dari peraturan tersebut saya ingin mengingatkan kepada Dikdaya Kabupaten Probolinggo terkait pendataan dan pemetaan kebutuhan guru harus dilakukan secara adil efektif. Sebagai contoh, Guru PPPK yang sebelumnya berasal dari sekolah swasta yang sekarang ditugaskan di sekolah negeri, perlu dikaji untuk dikembalikan ke sekolah swasta yang membutuhkan. Dan saya yakin jika redistribusi ini terapkan secara benar akan bermanfaat secara keseluruhan dunia pendidikan bukan hanya sekolah swasta saja yang diuntungkan,” pungkasnya. (fiq)

Pesantren Nurul Jadid Paiton Capai Prestasi Internasional dengan Sertifikat ISO 21001:2018

Probolinggo, Berdampak.net – Jutaan pasang mata alumni, wali santri, dan masyarakat menyaksikan penyerahan Sertifikat ISO 21001:2018 kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton dari PT Global Certification Indonesia, baik secara langsung maupun virtual, pada acara Haul Masyayikh dan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Pondok Pesantren Nurul Jadid, Ahad (25/01/25). Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Ir. Titis Arganto Aryoseno, M.M., dan Ir. Sunarwanto kepada KH. Moh. Zuhri Zaini (Pengasuh) dan KH. Abdul Hamid Wahid (Kepala Pesantren).

Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid, mengungkapkan bahwa keberhasilan memperoleh sertifikat ISO ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan manajemen di pesantren.

“Pondok Pesantren Nurul Jadid berhasil memperoleh sertifikat ISO 21001:2018, standar internasional untuk sistem manajemen organisasi pendidikan. Dengan penerapan ISO ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan manajemen di pesantren serta memastikan bahwa setiap program yang kami jalankan benar-benar bermanfaat bagi umat dan masyarakat,” ungkapnya.

KH. Hamid menambahkan, penerapan ISO 21001:2018 bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan pendidikan di pesantren berjalan dengan lebih terstruktur, terukur, efisien, dan profesional.

“Dengan sistem manajemen yang lebih baik, kami berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang optimal dan maksimal bagi para santri, serta memperbaiki pelayanan sosial, ekonomi, dan kesehatan yang kami jalankan untuk masyarakat,” imbuhnya. Ia juga berharap, dengan standar internasional ini, kemanfaatan Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk umat dapat semakin dirasakan dan lebih luas lagi. Apalagi, dalam Pengembangan Induk Pesantren (PIP), pondok menetapkan bahwa pada tahun 2040 lembaga ini akan menjadi institusi dengan reputasi dunia.

Selanjutnya, Bupati Bondowoso yang baru saja terpilih menegaskan, ISO dalam Sistem Manajemen Operasional Pendidikan (SMOP) akan mendudukkan pembelajaran dan pengajaran di Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai bagian penting dalam peningkatan manajemen melalui penyusunan PDCA (Plan, Do, Check, Act) atau PPEPP (Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, Evaluasi, dan Pengendalian) secara saksama.

“Pengelolaan pendidikan di pesantren tidak hanya diaudit oleh auditor internal, tetapi juga eksternal. Dengan demikian, penjaminan mutu menjadi pondasi kuat untuk pengelolaan pesantren, yang selama ini dilakukan secara alamiah,” pungkasnya.

Sebagai inisiator, Dody Heral Ardiansyah, S.Psi, menegaskan bahwa sertifikat ISO bukan hanya sekadar selembar kertas, melainkan sebagai bukti penerapan pola kerja keras, cerdas, dan tuntas dalam mengelola pesantren.

“Pesantren Nurul Jadid Paiton dengan pengelolaan manajemen yang baik dan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang bermutu, layak untuk mendapatkan sertifikat ISO 21001:2018,” ujarnya. (pm)

Genggong Go Green, Gus Haris Ajak Masyarakat Probolinggo Jadi Pioner Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam rangka mengajak masyarakat untuk beralih ke transportasi yang lebih ramah lingkungan dan sekaligus launching desa tematik Gus Haris, Bupati Probolinggo terpilih sukses melanjutkan acara Genggong Go Green tahun 2025 . Acara ini, yang masuk ke tahun ke-6, diadakan di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong dan menjangkau lebih dari 5.000 peserta. Minggu (26/01/2025).

Gus Haris menjelaskan bahwa tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya bersepeda sebagai alat transportasi jarak dekat, sambil menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan. “Genggong Go Green bukan hanya sekadar ajang olahraga,” ujar Gus Haris.

“Tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat kesadaran masyarakat tentang hidup sehat dan juga harmoni dengan lingkungan,” lanjutnya.

Dalam rangka mencapai tujuan ini, Genggong Go Green Sepeda menawarkan tiga jenis rute yang dapat dipilih oleh peserta, yaitu Funbike, MTB, dan Roadbike. Rute ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan setiap peserta, mulai dari pemula hingga pesepeda profesional.

Acara ini juga menjadi peluang untuk mempererat silaturahmi antar peserta termasuk di jajaran forkopimda. Tampak hadir PJ Bupati Probolinggo dan Kapolres Probolinggo dan beberapa jajaran pejabat lainnya.

Selain itu acara acara seperti ini juga dapat meningkatkan potensi wisata di Kabupaten Probolinggo melalui launching desa tematik dan penanaman pohon bersama.

Dengan komitmen untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan, Gus Haris berkomitmen untuk membuat Genggong Go Green menjadi Probolinggo Go Green, dengan fokus pada program-program lingkungan lainnya di masa depan. (rh)

Gus Kikin Puji Kemajuan Pesat Nurul Jadid

Probolinggo, Berdampak.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali menorehkan prestasi membanggakan. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, memuji pesatnya perkembangan lembaga pendidikan tersebut.

Dalam sambutannya pada acara Harlah ke-102 NU sekaligus Rakerwil PWNU Jatim, Jumat (24/1), Gus Kikin mengungkapkan kekagumannya terhadap Nurul Jadid.

“Saya melihat banyak perkembangan pesat di Nurul Jadid, mulai dari peningkatan kemampuan santri, pengembangan soft skills, hingga program pelatihan yang intensif. Bahkan, ada santri yang dikirim untuk belajar ke China,” pujinya di hadapan ribuan ulama, jamaah, dan kader NU.

Menurut Gus Kikin, keberhasilan Nurul Jadid tidak lepas dari peran penting NU dalam mendampingi umat. “NU didirikan untuk membimbing umat agar tidak terpecah belah. Para ulama senantiasa hadir memberikan arahan dan solusi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gus Kikin menekankan pentingnya sikap toleransi yang telah menjadi ciri khas NU sejak awal berdirinya. “NU selalu terbuka terhadap perbedaan agama, keyakinan, dan pandangan. Ini semua demi menjaga kedamaian dan persatuan bangsa,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin juga mengajak seluruh hadirin untuk menggali lebih dalam sejarah perjuangan para masyayikh NU. “Sejarah perjuangan para pendahulu kita perlu kita jadikan inspirasi dan pedoman dalam menghadapi tantangan masa depan,” imbuhnya.

Untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, Gus Kikin menyarankan agar seluruh elemen NU melakukan muhasabah atau introspeksi diri. “Mari kita contoh teladan para ulama terdahulu dan terus mengasah ilmu agama kita,” ajaknya.

Dengan demikian, Gus Kikin berharap NU dapat terus menjadi pilar utama dalam menjaga keutuhan NKRI dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. (pm)

Kyai Zulfa: NU ke-102 Tahun Laksana Pohon

Probolinggo, Berdampak.net – Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kyai Zulfa Musthofa, menyampaikan bahwa NU di usianya yang ke-102 laksana sebuah pohon. Meskipun usianya sudah tua, NU tetap mengakar kuat dan cabangnya menjalar ke seluruh dunia. Ungkapan ini disampaikan Kyai Zulfa dalam acara Harlah NU ke-102 sekaligus Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Jumat (24/01).

“NU di usia ke-102 ini laksana pohon yang baik, yang ditanam oleh para muassisnya, mengakar menghujam bumi, dan cabang-cabangnya menyebar ke seluruh penjuru dunia,” ujarnya.

Kyai Zulfa juga menambahkan bahwa NU telah diakui oleh organisasi masyarakat (ormas) dan agama lain di seluruh negeri. Beliau menjelaskan rahasia di balik eksistensi dan perkembangan NU yang pesat. Menurutnya, NU bisa menjadi besar karena berhasil memposisikan dirinya sebagai rumah besar bagi seluruh rakyat Indonesia, baik yang beragama Islam maupun non-Islam. Semua merasa nyaman dengan NU.

“NU tetap melanjutkan visi yang telah digariskan oleh para pendiri NU, yaitu membawa kemaslahatan umat, untuk negeri, bahkan peradaban dunia,” jelasnya.

Kyai Zulfa menegaskan bahwa jika NU sudah menetapkan agenda dalam Raker, itu menandakan bahwa organisasi ini memiliki arah yang jelas untuk masa depan. Dengan visi yang jelas, pengurus NU akan senantiasa menjaga eksistensinya.

Lebih lanjut, Kyai Zulfa mengingatkan kepada seluruh pengurus NU yang hadir untuk selalu cepat merespons kebutuhan umat dan masyarakat. Beliau menegaskan bahwa visi para ulama terdahulu mengharuskan NU untuk seperti TNI dan Polri, yaitu setia melayani, mengayomi, dan melindungi rakyat.

“Indeks kepuasan masyarakat terhadap sebuah organisasi sejatinya berbanding lurus dengan sejauh mana organisasi itu merespons kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (pm)

Pidato Donald Trump, Energy Hijau dan Mobil Listrik di Persimpangan Jalan

Berdampak.net – Dalam pidato sambutan pelantikan president, Donald trump menyampaikan beberapa pandangan yang justru bertentangan dengan kebijakan perjanjian international tentang energy bersih dan juga turunannya seperti Mobil listrik.

Berikut point utama yang trump sampaikan yang membuat energy hijau dan Mobil listrik di persimpangan jalan.

  1. Energi Hijau
    Trump cenderung skeptis terhadap kebijakan energi hijau yang diusulkan oleh pemerintahan sebelumnya. Ia sering mengaitkan energi hijau dengan biaya tinggi dan dampak negatif terhadap industri tradisional, seperti minyak dan gas. Pandangan ini mungkin akan Mengubah mindset dunia untuk kembali ke energi fosil
  2. Mobil Listrik
    Trump mungkin mengkritik subsidi pemerintah pada mobil listrik dan berpendapat bahwa ini mengganggu pasar bebas dan menciptakan ketidakseimbangan. potensi mobil listrik sebagai peluang ekonomi baru, tetapi dengan penekanan pada inovasi yang berasal dari sektor swasta, bukan intervensi pemerintah. Hal ini sebagai bentuk positioning Amerika terhadap china sebagai produsen mobil listrik terbesar saat ini.
  3. Lingkungan vs. Ekonomi

Trump menempatkan pertumbuhan ekonomi di depan isu lingkungan. Dalam pidatonya, ia berargumen bahwa kebijakan energi hijau dapat merugikan industri dan menciptakan kehilangan pekerjaan, meskipun ada bukti bahwa investasi dalam energi terbarukan dapat menciptakan lapangan kerja baru.

  1. Perjanjian international tentang perubahan iklim

Trump mengungkapkan ketidakpuasan terhadap perjanjian internasional yang berkaitan dengan perubahan iklim, berpendapat bahwa mereka merugikan kepentingan ekonomi Amerika. Ia cenderung mendukung kebijakan yang lebih nasionalis dan mendorong inovasi dalam sektor energi. (rh)