Sosialisasi UCJ BPJS Ketenagakerjaan, Ra Fahmi, Ajak Peningkatan Angka Coverage untuk Kesejahteraan Pekerja dan Masyarakat

Probolinggo, Berdampak.net – Sosialiasi Optimalisasi Universal Coverage Jaminan Sosial / UCJ Ketenagakerjaan di Kabupaten Probolinggo yang di selenggarakan oleh BPJS ketenagakerjaan di aula madakaripura (28/05/2025) di hadiri dan di buka langsung oleh wakil bupati Probolinggo KH Fahmi AHZ. Dalam sambutan nya Ra Fahmi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya sosialisasi ini untuk mendukung program SAE terkait peningkatan kesejahteraan di kabupaten Probolinggo dan bentuk upaya dalam memastikan kepatuhan dan kepastian jaminan fasilitas sesuai regulasi di lakukan oleh perusahaan di Probolinggo.

Tidak hanya itu Ra Fahmi juga menyampaikan bahwa dengan memastikan hak dan kewajiban dari pekerja dan pengusaha secara seimbang maka harapannya kondisi ketenagakerjaan di Probolinggo harmonis dalam mendukung terciptanya investasi di Probolinggo .

Dalam kesempatan ini juga di berikan penghargaan 3 perusahaan Terbaik terkait kepatuhan kepada jaminan ketenagakerjaan yaitu : Peringkat pertama PT Paiton Operations and Maintenace Indonesia (POMI) dan Peringkat 2. Dharma Sukses Niaga serta Peringkat 3. RS.Rizani . Dalam momen yang sama Ra Fachmi juga menyerahkan santunan kepada 3 ahli waris dari perwakilan karyawan di Probolinggo yang meninggal dunia .

Acara yang di lanjutkan oleh pemaparan oleh kepala dinas tenaga kerja Dr Anang Budi Yoelijanto, ketua Apindo kabupaten Probolinggo Rochman Hidayat dan kepala BPJS ketanagakerjaan bapak Nur Rahman yang mengenalkan lebih lanjut terkait program , manfaat dan gambaran kedepan dalam bidang ketenagakerjaan. (rh)

Calon PKC PMII Jatim, Abdur Razak Bawa Visi Bergerak dan Mengabdi

Surabaya, Berdampak.bet – Hajatan demokrasi pemilihan Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) dan Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur bakal digelar.

Pelbagai sosok calon mulai mendaftarkan diri. Salah satunya adalah Abdur Razak. Kader potensial PMII Cabang Probolinggo itu membawa visi “Bergerak dan Mengabdi”. Razak menawarkan arah baru kepemimpinan yang memadukan kekokohan ideologi dengan terobosan strategis berbasis digital serta kemandirian ekonomi.

Razak mengaku ikhtiar untuk turut mengikuti kontestasi tersebut bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan bentuk tanggung jawab moral sebagai kader yang lahir dari rahim pergerakan. Ia menegaskan PMII Jawa Timur tak hanya butuh pemimpin yang paham sejarah.

“Tapi juga siap merespons tantangan zaman dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlus Sunnah wal Jamaah,” tegasnya.

Visi “Bergerak dan Mengabdi” menjadi semangat utama dari lima misi besar yang ia tawarkan kepada PMII Jawa Timur. Pertama, Razak berkomitmen mengembalikan nilai-nilai Ahlus Sunnah wal Jamaah sebagai pondasi utama gerakan.

“PMII harus kembali pada khittah-nya sebagai gerakan intelektual yang religius dan progresif. Tanpa pijakan ideologis yang kokoh, arah gerakan kita akan mudah goyah,” katanya.

Kedua, ia merancang peta jalan kaderisasi (roadmap kaderisasi) yang fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas kader. Sistem kaderisasi yang ia tawarkan bersifat berjenjang, dinamis, dan kontekstual.

“Sudah saatnya kaderisasi tidak hanya jadi ritual formal. Kita butuh sistem yang mampu menjawab tantangan sosial di setiap lapisan masyarakat,” tutur Razak.

Ketiga, ia menawarkan tata kelola organisasi yang modern dan akuntabel melalui digitalisasi. Menurutnya, transformasi digital adalah keniscayaan yang harus dimanfaatkan secara strategis.

“PMII harus hadir dalam ruang digital sebagai kekuatan intelektual dan gerakan sosial. Bukan hanya eksis, tapi juga memimpin narasi,” ujarnya.

Keempat, ia mengusulkan optimalisasi advokasi berbasis pendampingan dan riset partisipatif. Hal ini ia anggap penting untuk membangun budaya intelektual dan kepekaan sosial yang lebih membumi.

“Kita harus turun ke bawah, mendengar langsung suara rakyat. PMII tidak boleh kehilangan keberpihakan,” ungkapnya.

Terakhir, Razak menggagas pembangunan ekonomi alternatif sebagai bentuk ikhtiar kemandirian organisasi.

“Organisasi yang kuat adalah organisasi yang mandiri. Kita tidak bisa terus bergantung pada donatur. PMII harus punya ekosistem ekonomi sendiri, berbasis potensi kader,” tandasnya.

Pencalonan Abdur Razak mendapat sambutan positif dari berbagai elemen kader dan alumni PMII di sejumlah cabang Jawa Timur. Banyak yang menilai kehadiran Razak menawarkan semangat pembaruan tanpa meninggalkan akar tradisi.

Dengan latar belakang kepemimpinan yang matang di tingkat cabang dan rekam jejak pengabdian yang konsisten, Razak hadir bukan hanya sebagai calon ketua, melainkan simbol harapan baru.

“Saya tidak datang membawa janji, saya datang membawa kerja. Jika amanah ini diberikan, maka seluruh daya dan upaya akan saya kerahkan untuk memajukan PMII Jatim,” pungkasnya.

Pesantren Walisongo Gelar Acara Dzikir, Sholawat, dan Tasyakuran di Rowotengah, Jember

Jember, Berdampak.net – Yayasan Pondok Pesantren Walisongo Rowotengah-Sumberbaru menggelar acara Walisongo Bershalawat dalam rangka dzikir, tausiyah, dan do’a bersama, yang terbuka untuk umum. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat malam hingga Sabtu, 30-31 Mei 2025, bertempat di halaman Gedung Bersama MA Walisongo & SMK 09 Ma’arif NU, samping Kantor Balai Desa Rowotengah.

Acara ini akan dimeriahkan oleh Majelis Sholawat Al-Wishol serta para tokoh ulama dan habib. Pada pagi harinya, akan digelar acara khusus bertajuk Tasyakuran & Do’a Bersama yang hanya diperuntukkan bagi tamu undangan, dengan menghadirkan Dr. KH. Akh. Muwafik Saleh, S.Sos., M.Si., motivator nasional sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Tanwir Al Afkar Kota Malang.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Pondok Pesantren Walisongo dan didukung oleh berbagai lembaga pendidikan dan organisasi keagamaan setempat. (fj)

Wabup Ra Fahmi Tinjau Langsung Pelayanan dan Potensi Ekonomi di Kecamatan Maron

Probolinggo, Berdampak.net – Wakil Bupati Probolinggo, Ra Fahmi AHZ, kembali turun ke lapangan untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Kali ini, Wabup berkantor di Kecamatan Maron, melakukan serangkaian agenda penting yang menyentuh berbagai sektor pelayanan dan potensi ekonomi desa.

Kegiatan dimulai dengan dialog bersama warga setempat, guna menyerap aspirasi dan menyampaikan program-program pembangunan daerah. Selanjutnya, Wabup Ra Fahmi meninjau peternakan milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Puspan. Peternakan ini dinilai sebagai salah satu contoh pengelolaan potensi desa yang produktif dan berkelanjutan.

Dalam sektor kesehatan, Wabup juga menyempatkan diri mengunjungi Puskesmas Suko. Ia memastikan layanan berjalan optimal serta meninjau rencana relokasi fasilitas kesehatan tersebut demi peningkatan layanan kepada masyarakat.

Di Balai Desa Suko, Wabup berdiskusi langsung dengan para petani terkait pengembangan pertanian Edamame dan Okra. Diskusi ini menjadi upaya untuk mendorong inovasi dan diversifikasi hasil pertanian lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Langkah kecil yang kami yakini membawa perubahan besar,” ujar Ra Fahmi AHZ usai kegiatan.

Kehadiran langsung Wabup di tengah masyarakat menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah untuk terus mendekatkan layanan dan mempercepat pembangunan berbasis potensi lokal. (fj)

Refleksi Nasionalisme Wisata: Sebuah Catatan Tour Guide


Oleh: [Satria Timur]

“Selamat datang di Indonesia, negeri seribu budaya dan sejuta senyum.” Kalimat itu mungkin terdengar klise, tapi hampir selalu jadi pembuka tur yang saya pandu. Bertahun-tahun menjadi tour guide membuat saya sadar: menjadi pemandu wisata bukan hanya soal menunjukkan tempat, tapi juga mewakili wajah sebuah bangsa. Di balik megaphone yang saya genggam, ada beban tak tertulis: menyuarakan Indonesia—dengan segala kebanggaan dan komprominya.

Sebagai tour guide, saya belajar meramu narasi. Saya mengajak turis berjalan di lorong-lorong sejarah, menyaksikan tarian tradisional, mencicipi masakan lokal, dan menyelami adat istiadat yang membuat negeri ini begitu kaya. Namun tak jarang, saya juga harus “menyaring” cerita. Tak semua kenyataan layak atau nyaman untuk dibagikan kepada wisatawan asing. Kemacetan, ketimpangan, atau isu sosial kadang saya lewati begitu saja. Bukan karena menutup-nutupi, tapi karena tuntutan peran: saya diminta memperkenalkan Indonesia yang ramah, indah, dan menyenangkan.

Di titik inilah saya mulai bertanya: apakah nasionalisme bisa hadir lewat pekerjaan yang sarat kompromi ini?

Bagi saya, jawabannya: ya.

Nasionalisme wisata bukanlah nasionalisme yang lantang berteriak atau menepuk dada. Ia hadir dalam bentuk sederhana: dalam upaya menjelaskan batik bukan sekadar kain, tapi filosofi; dalam cara saya memperkenalkan desa kecil sebagai pusat kearifan lokal, bukan hanya destinasi eksotis. Ia tumbuh saat saya melihat turis kagum, bukan hanya pada candi, tapi juga pada keramahan warga. Di momen-momen seperti itu, saya merasa sedang menyumbang sesuatu untuk bangsa ini—meski kecil, meski tak terlihat.

Namun nasionalisme ini juga mengandung kritik. Mengapa kita masih tergantung pada narasi-narasi lama? Mengapa belum ada ruang lebih luas bagi suara-suara lokal untuk ikut menarasikan identitasnya sendiri? Tour guide, selama ini, hanya pembaca naskah yang sudah ditentukan. Sudah saatnya kita juga menjadi penulisnya.

Menjadi tour guide membuat saya percaya bahwa nasionalisme bukan hanya milik para pejabat atau pejuang. Ia juga milik orang-orang yang setiap hari memperkenalkan negerinya kepada dunia—dengan senyum, cerita, dan kadang, dengan pengorbanan kecil yang tak disadari siapa pun.

Dari balik megaphone, saya tak hanya menyuarakan destinasi. Saya menyuarakan Indonesia.

Penguatan Ekonomi Lokal Jadi Prioritas Apindo Jatim

Banyuwangi, Berdampak.net – Penguatan ekonomi lokal menjadi prioritas bagi sejumlah pelaku usaha yang tergabung dalam DPP Asosiasi Penggusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur menghadapi tantangan global. Apindo memandang perekonomian daerah masih bisa dioptimalkan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketua Dewan Pimpinan Pengurus (DPP) Apindo Jawa Timur, Eddy Widjanarko mendorong anggota Apindo dalam mendukung perekonomian daerah.

“Pada dasarnya potensi ekonomi di daerah itu sangat besar. Kami berharap, semua anggota bekerja sama dengan pemerintah menciptakan peluang untuk mendatangkan investasi ke daerah,” kata Eddy dalam pembukaan Rapat kerja dan koordinasi provinsi (Rakerkonprov) dengan tema ‘Penguatan Fondasi Ekonomi Melalui Keunggulan Lokal di Tengah Tekanan Global’ di Kabupaten Banyuwangi, 20-22 Mei 2025.

Eddy memaparkan, dalam satu tahun ini Apindo Jatim telah melakukan banyak kegiatan dalam rangka mendukung program pemerintah. Sebut saja menggelar Apindo UMKM Merdeka (AUM) sebanyak dua kali.

“Tujuan AUM untuk meningkatkan kapasitas, akses pasar, dan kemandirian UMKM. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Apindo mendukung sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah hingga nasional,” lanjut Eddy.

Dua kegiatan lain adalah mendirikan Apindo Training Center (ATC) dan Indonesia Incorporated. ATC merupakan jembatan dunia usaha dan dunia kerja dalam menciptakan SDM yang adaptif sesuai kebutuhan industri. Sedangkan Indonesia Incorporated menjadi kerangka besar dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Salah satu daerah yang memiliki potensi ekonomi untuk melompat lebih tinggi adalah Banyuwangi. Kota Gandrung ini memiliki kompleksitas industrial yang meliputi pertanian dan perkebunan, perikanan, pariwisata, peternakan, hingga industri manufaktur. Hal ini pula yang menjadi salah satu alasan dipilihnya Banyuwangi menjadi tuan rumah Rakerkonprov DPP Apindo Jatim 2025.

“Selain menjadi sejarah, rapat kerja di Banyuwangi tak lepas dari potensi yang bisa berdampak pada penguatan ekonomi nasional dan daerah,” kata Eddy.

Ketua Bidang Organisasi Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APINDO Anthony Hilman juga sependapat dengan tema besar dalam rapat kerja tahun ini. Menurutnya, kondisi perekonomian saat ini dalam tantangan besar. Namun bukan berarti tidak ada peluang untuk ditingkatkan.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I/2025 melambat ke 4,87 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dan terkontraksi 0,89 persen secara kuartalan (quarter to quarter/qtq). Ini menjadi tantangan bagi semua,” ujarnya.

Ia juga menggarisbawahi apa yang dipaparkan Eddy Widjanarko terkait kemudahan berinvestasi. Ia berharap ke depan kebijakan berinvestasi bisa lebih ramping. Karena menurutnya, kemudahan berinvestasi bisa meningkatkan akselerasi ekonomi melalui peran Apindo. (fiq)

Sumber berita https://jatim.viva.co.id/kabar/19684-apindo-jatim-jadikan-penguatan-ekonomi-lokal-sebagai-prioritas