Dua Tokoh Nurul Jadid Meroket Pada Bursa Pilkada Probolinggo dan Bondowoso

Berdampak.net – Dua tokoh Pondok Pesantren Nurul Jadid dilirik untuk maju sebagai kandidat Calon Bupati Bondowoso dan Calon Wakil Bupati Probolinggo.

Pada Minggu (30/06/2024) kemarin, DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), merekomendasikan salah satu jajaran pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Fahmi Abdul Haq Zaini (Ra Fahmi) sebagai calon wakil Bupati Probolinggo. Diketahui pada Pemilihan Bupati dan wakil Bupati Probolinggo, Ra Fahmi akan mendampingi Gus dr. Muhammad Haris Damanhuri Romli yang maju sebagai Calon Bupati Probolinggo.

Ra Fahmi yang merupakan Kepala Biro Pengembangan Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo ini, tidak main-main ingin membesarkan PKB di Kabupaten Probolinggo.

Ra Fahmi yang mendapat mandat dari DPP PKB, untuk menggantikan Abdul Malik Haramain sebagai Ketua DPC PKB ini, langsung tancap gas.

Pada Sabtu 8 Juni 2024 lalu, Ra Fahmi langsung menggelar rapat konsolidasi di Graha PKB jalan Raya Gending Kabupaten Probolinggo.

Ra Fahmi yang merupakan putra dari almarhum KH Abdul Haq Zaini dan Ny Hj Nuri Firdausiyah tersebut, sejak kecil sudah menimba ilmu pendidikan agama.Keinginannya untuk mengikuti Pilkada 2024 itu didasari rasa prihatin atas kondisi Probolinggo saat ini. Kabupaten Probolinggo merupakan daerah yang kaya akan potensi sumber daya alam dan budaya. Sayangnya, potensi itu belum dapat diolah dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat Probolinggo. 

Dan pada Selasa (2/7/2024) DPP PKB kembali memberikan rekomendasi kepada Rektor Universitas Nurul Jadid (UNUJA) KH. Abdul Hamid Wahid untuk maju sebagai calon Bupati Bondowoso.

Surat bernomor 30373/DPP/01/VI/2024 itu ditanda tangani Ketua Bidang Penguatan Struktur, Eksekutif dan Legislatif  DPP PKB, A. Halim Iskandar atau Gus Halim, dan Sekjen DPP PKB, M. Hasanuddin Wahid pada 29 Juni 2024.

Bagi warga Bondowoso, KH Abdul Hamid Wahid bukanlah sosok baru. Kepala Ponpes Nurul Jadid itu pernah menjadi penyambung aspirasi warga Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi di lembaga DPR-RI.

Ketika tak lagi menjadi anggota DPR-RI, perhatian Ra Hamid terhadap Bondowoso tidak lantas hilang, melalui Universitas Nurul Jadid atau jalur akademik misalnya, beliau terlibat dalam proses kajian Ijen Geopark yang kini diakui oleh UNESCO. (fiq)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *