Malam Nuzulul Qur’an, Gus Chasbullah Kafabie: “Refleksi Keseimbangan Antara Rasionalisme dan Emosionalisme”
Probolinggo, Berdampak.net – Malam Nuzulul Qur’an adalah malam yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada malam ini, Allah SWT menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Malam ini diperingati setiap tahun pada tanggal 17 Ramadan, dan merupakan momentum yang sangat penting bagi umat Islam untuk memperkuat iman dan memohon ampun.
Pada momentum Malam Nuzulul Qur’an ini, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Gus Chasbullah Kafabie mengajak seluruh elemen Masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, dengan cara melakukan refleksi keseimbangan antara rasionalisme dan emosionalisme.
“Kita haruslah mengembangkan kematangan emosional, menghindari kefanatikan, mengembangkan kecerdasan spiritual, mengintegrasikan akal dan hati, dan mengembangkan kesadaran spiritual. Malam Nuzulul Qur’an memiliki makna yang sangat dalam bagi umat Islam. Pada malam ini, Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sebagai sumber hidayah dan petunjuk bagi umat manusia. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang mengandung ajaran-ajaran yang benar dan lurus, serta merupakan sumber kebenaran dan keadilan,” ujarnya, Minggu (16/03/2025) petang.

Malam Nuzulul Qur’an juga dapat dijadikan sebagai momentum untuk mengembangkan kematangan emosional. Kematangan emosional merupakan kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain.
“Al-Qur’an mengajarkan kita untuk menjadi umat yang memiliki kematangan emosional yang tinggi, Malam Nuzulul Qur’an juga mengingatkan kita tentang pentingnya menghindari kefanatikan. Kefanatikan dapat terjadi ketika kita terlalu mengutamakan aspek rasional atau emosional. Al-Qur’an mengajarkan kita untuk menjadi umat yang moderat dan seimbang,” jelasnya.
Beliau mengatakan, banyak hal yang dapat kita petik dalam setiap kandungan Al-Qur’an, untuk dipedomani dalam menjalankan kehidupan di dunia sebagai khalifah fil ‘Ardh.
“Al-Qur’an mengajarkan kita untuk menjadi umat yang memiliki kecerdasan, dan kesadaran spiritual yang tinggi, selain itu, Al-Qur’an juga mengajarkan kita untuk menjadi umat yang memiliki akal dan hati yang seimbang,” paparnya.
“Dengan melakukan refleksi diri pada Malam Nuzulul Qur’an, semoga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah SWT. Kita dapat meningkatkan kualitas ibadah kita, mengembangkan sifat-sifat baik, dan menjadi lebih sabar dan Syukur,” harapnya. (fiq)