MUI Kota Probolinggo Teguhkan Sinergi Ulama dan Umara untuk Kota Aman dan Tentram

Probolinggo, Berdampak.net — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi Daerah Ulama’ dan Umara’ pada Senin, 8 Dzulhijjah 1447 H / 25 Mei 2026 dengan mengusung tema “Meneguhkan Sinergi Ulama dan Umara untuk Kota Probolinggo Aman dan Tentram”.

Kegiatan yang dilaksanakan di Bale Hinggil pada pukul 13.00 Wib. tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan dialogis serta dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dewan Pertimbangan MUI, Pengurus Harian, pengurus komisi, serta pengurus MUI tingkat kecamatan se-Kota Probolinggo.

Wali Kota Probolinggo, dr. H. Aminudin, Sp.Og. (K)., M.Kes., dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo yang membacakan sambutan Wali Kota. Turut hadir Ketua DPRD Kota Probolinggo Sinta Dwi Laksmi Kusumawardani, sementara unsur Forkopimda lainnya mengutus perwakilan masing-masing.

Acara dikemas dalam format dialog interaktif yang dipandu oleh Wakil Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Dr. KH. Ahmad Hudri. Dialog tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara ulama dan umara dalam menjaga stabilitas sosial, keamanan, serta harmoni kehidupan masyarakat Kota Probolinggo.

Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Kota Probolinggo Prof. Dr. KH. M. Sulton, M.A. menegaskan pentingnya peran MUI sebagai mitra konstruktif pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, aman, dan maslahat.

“MUI akan senantiasa istiqamah menegakkan amar makruf nahi munkar dengan memberikan masukan dan saran konstruktif bagi kebijakan pemerintah agar membawa kemanfaatan dan kemaslahatan untuk umat dan bangsa,” tegas Kyai Sulton.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo yang membacakan sambutan Wali Kota menyampaikan apresiasi atas kontribusi MUI dalam menjaga kondusivitas daerah serta memperkuat nilai-nilai moderasi, toleransi, dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Dalam forum tersebut, MUI Kota Probolinggo juga mempresentasikan hasil survei tentang Persepsi Masyarakat terhadap Kejahatan Jalanan (Begal) di Kota Probolinggo. Presentasi disampaikan oleh Dr. Benny Prasetya selaku salah satu Ketua MUI yang membidangi Komisi Penelitian dan Pengkajian.
Hasil survei menunjukkan bahwa masyarakat memiliki tingkat kekhawatiran yang cukup tinggi terhadap aksi begal, terutama ketika berkendara sendirian dan melintasi jalan-jalan yang sepi. Masyarakat juga menilai bahwa risiko kejahatan jalanan tersebut memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak terkait.

Adapun persepsi keamanan masyarakat Kota Probolinggo berada pada kategori sedang menuju tinggi dengan rata-rata nilai keseluruhan sebesar 3,57 dari skala 5.

Dengan Persepsi keamanan berada pada kategori SEDANG MENUJU TINGGI diperlukan sinergi berkelanjutan antara pemerintah, aparat, dan masyarakat untuk menciptakan Kota Probolinggo yang aman dan nyaman.

Selain itu MUI juga merekomendasikan:

  1. Peningkatan penerangan jalan, terutama di area permukiman dan jalan sepi pada malam hari.
  2. Patroli rutin pada malam hari.
  3. Pengawasan di titik rawan dan peningkatan rasa aman masyarakat.
  4. Edukasi kewaspadaan lingkungan dan partisipasi masyarakat.

Temuan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi dan masukan strategis bagi pemerintah daerah, aparat keamanan, serta elemen masyarakat dalam memperkuat upaya pencegahan kejahatan dan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, MUI Kota Probolinggo berharap sinergi ulama dan umara semakin kokoh dalam menjaga persatuan, ketenteraman, serta membangun Kota Probolinggo yang aman, religius, harmonis, dan berkeadaban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *