Warga Keluhkan BPJS Pasca PHK, Khairul Anam: Perlu Solusi Konkret Agar Tidak Ada yang Kehilangan Akses Kesehatan

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam kegiatan Reses anggota DPRD, warga menyampaikan keluhan terkait kepesertaan BPJS Kesehatan yang sebelumnya ditanggung oleh perusahaan, namun kini harus dibayar sendiri setelah mereka mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, H. Khairul Anam yang akrab dipanggil Cak Anam, dari Fraksi PDI Perjuangan menerima aspirasi warga yang mengaku kesulitan membayar iuran BPJS setelah tidak lagi bekerja. “Ini masalah serius yang harus segera dicarikan solusi. Kesehatan adalah hak dasar, dan jangan sampai warga kehilangan akses layanan kesehatan hanya karena kendala administrasi atau ketidakmampuan membayar,” ujar Khairul Anam. Kamis (13/03/2025).

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan regulasi, BPJS Kesehatan pekerja yang terkena PHK sebenarnya masih aktif hingga enam bulan setelah pemberhentian kerja, sesuai Perpres No. 82 Tahun 2018. Namun, setelah periode itu berakhir, mereka harus beralih menjadi peserta mandiri atau masuk dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai oleh pemerintah.

Untuk mengatasi hal ini, Khairul Anam menegaskan akan mendorong pemerintah daerah agar lebih proaktif dalam memperbarui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar warga yang tidak mampu bisa mendapatkan bantuan iuran BPJS. Akan tetapi ini belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, karena saat ini masih ada proses migrasi DTKS menjadi DTSEN. Selain itu, ia juga meminta agar Dinas Sosial dan BPJS Kesehatan mempermudah proses pendaftaran peserta PBI bagi warga yang terdampak PHK.

“Kami di DPRD, khususnya Fraksi PDI Perjuangan, akan mengawal masalah ini agar ada solusi konkret. Selain mendorong pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk membantu warga, kami juga akan memastikan adanya program pelatihan kerja dan wirausaha bagi mereka yang terdampak PHK, sehingga mereka bisa kembali bekerja dan tetap memiliki jaminan kesehatan,” tegasnya.

Khairul Anam berharap warga yang mengalami kendala dalam kepesertaan BPJS segera melaporkan ke pihak desa atau dinas terkait agar dapat dibantu dalam proses administrasi. “Kami siap menjadi jembatan bagi masyarakat agar tidak ada yang kehilangan akses kesehatan karena persoalan biaya,” pungkasnya. (fiq)

Potensi Laut Besar, Pabrik Pengalengan Ikan Layak Dibangun di Situbondo

Surabaya, Berdampak.net – Potensi laut yang besar diharapkan mampu ditangkap oleh Pemda Situbondo dalam upaya mensejahterakan masyarakatnya. Misalnya perlu dibangun pabrik pengalengan ikan di wilayah tersebut.

Anggota DPRD Jawa Timur Pranaya Yudha Mahardhikan mengatakan keberadaan pabrik tersebut diharapkan mampu mengatasi tingginya angka pengangguran di wilayah tersebut.” Pemerintahan mas Rio dan mbak Ulfi diharapkan memiliki pemikiran yang visioner tentang optimalisasi potensi laut dan wilayah pesisir di Situbondo,” ujar politisi Golkar ini, Kamis (13/3/2025).

Ketua fraksi Golkar Jawa Timur ini mengatakan kabupaten Situbondo merupakan wilayah dengan panjang pantai terpanjang di Jawa Timur. ”Jelas potensi lautnya luar biasa. Banyak hasil laut yang dinikmati masyarakat Jawa Timur maupun dari luarpun berasal dari Situbondo,” terangnya.

Selain membangun pabrik pengalengan ikan, lanjut anggota komisi C DPRD Jawa Timur ini, perlu juga optimalisasi pelabuhan perikanan yang sudah ada.” Pelabuhan dihidupkan kembali dan dilakukan revitalisasi. Alat tangkap nelayan layak diperbarui dan diberi pelatihan,” jelas ketua AMPG Jawa Timur ini.

Untuk realisasi pabrik pengalengan ikan ini, lanjut Pranaya Yudha, perlu kelihaian dari pemda setempat untuk menarik investor agar mau berinvestasi di Situbondo tersebut.

“Dengan mendatangkan investor ini merupakan pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh bupati yang baru sekarang ini,” tandasnya.

Situbondo sendiri memiliki potensi sumberdaya laut dan perikanan yang potensial yakni memiliki sebanyak 2.844 kapal perikanan, 15.326 nelayan, 1.264,66 hektar tambak budidaya, serta 195 unit usaha kelautan dan perikanan lainnya.Kabupaten Situbondo terletak di pesisir pantai utara Provinsi Jawa Timur dimana disana memiliki pelabuhan Panarukan, yang merupakan ujung timur Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan.

Sedangkan Komoditas unggulan perikanan di Situbondo, antara lain, Ikan Teri, Lemuru, Ikan Kembung, Tongkol, Rajungan, Kepiting, Cumi-cumi, Manyung, Layur dan Udang. (fiq)