Kajian Ramadan: Fiqih Wanita bagi Dewan Guru MI Kahasri
Probolinggo, Berdampak.net – Dalam rangka meningkatkan pemahaman keagamaan khususnya terkait hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan perempuan, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kahasri berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo menyelenggarakan kegiatan Kajian Ramadan bertajuk “Fiqih Wanita” pada Sabtu, 7 Maret 2026, bertempat di Aula MI Kahasri.
Kegiatan ini diikuti oleh 34 orang peserta yang terdiri dari Dewan Guru MI Kahasri. Kajian tersebut menghadirkan Ust. Khoirul Anam sebagai pemateri yang menyampaikan berbagai penjelasan mendalam mengenai fiqih wanita, terutama yang berkaitan dengan praktik ibadah sehari-hari seperti thaharah, haid, nifas, istihadhah, serta implikasinya terhadap pelaksanaan ibadah seperti shalat dan puasa.
Ketua IASS sekaligus MUI Kecamatan Mayangan menyampaikan bahwa penyelenggaraan kajian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar dan komprehensif tentang fiqih wanita, sehingga para guru memiliki landasan keilmuan yang kuat dalam menjalankan ibadah sekaligus dapat menyampaikan pengetahuan tersebut kepada para peserta didik secara tepat dan bertanggung jawab.
“Kami akan memperluas kerjasama dan kolaborasi dengan banyak pihak agar pemahaman tentang fiqh pada umumnya bisa dipahami oleh banyak orang”, ujar Asnafun.
Sementara itu dalam dalam pemaparannya, Ust. Khoirul Anam selalu pemateri menekankan pentingnya pemahaman fiqih wanita karena persoalan tersebut merupakan bagian penting dari kehidupan seorang muslimah yang seringkali menimbulkan berbagai pertanyaan dalam praktik sehari-hari.
“Kajian ini menjadi momentum penting untuk memperdalam ilmu agama sekaligus memperkuat kualitas spiritualitas selama bulan suci Ramada”, terang Khoirul.
Suasana kajian berlangsung khidmat dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti materi serta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait persoalan fiqih yang sering dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terus mendorong peningkatan kapasitas keilmuan para guru, khususnya dalam bidang keagamaan, sehingga dapat menjadi teladan serta sumber rujukan yang baik bagi para siswa dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara benar. (hd)