Talk show Geopolitik Akhir pekan bersama Idham Holiq

Malang, Berdampak.net – Talk show Geopolitik yang digelar di DPRD Kota Malang kemarin memberi satu kesan kuat, diskusi berkualitas masih punya tempat dan daya tarik di kalangan mahasiswa. Bahkan, dengan durasi sekitar 2,5 jam, forum ini terasa seperti “short course” yang padat, berisi, dan menggugah cara pandang.

Menghadirkan figur seperti Idham Holik dan Kanda Munzil sebagai narasumber menunjukkan bahwa ruang dialog ini tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjadi ajang transfer gagasan.

Pembahasan yang menyentuh teori besar seperti Thucydides Trap yang diperkenalkan oleh Graham T. Allison menandakan bahwa diskusi tidak berhenti pada isu lokal, tetapi mampu mengaitkan dinamika global dengan realitas kebangsaan.

Yang menarik, forum ini tidak kehilangan “ruh” diskusi mahasiswa—tetap hidup, interaktif, dan penuh pertukaran gagasan. Istilah “isinya daging semua” bukan sekadar ungkapan, tetapi mencerminkan kualitas materi yang disampaikan.

Dari geopolitik hingga literasi demokrasi, semuanya dikupas dengan pendekatan yang tidak hanya teoritis, tetapi juga relevan dengan kondisi saat ini.

Peran moderator dalam menjaga alur diskusi selama berjam-jam juga menjadi kunci penting. Bukan hanya mengatur waktu, tetapi memastikan setiap gagasan tersampaikan dengan jelas dan tetap menarik bagi audiens. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan intelektual di kalangan kader masih terjaga dan terus berkembang.
Pada akhirnya, kegiatan seperti ini menegaskan bahwa demokrasi yang sehat lahir dari ruang-ruang diskusi yang hidup.

Ketika mahasiswa terbiasa berdialog dengan perspektif yang luas dan berbasis literasi, maka mereka tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika politik, tetapi juga calon aktor yang siap memberi arah.

Forum ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi bukti bahwa tradisi intelektual masih menyala—dan perlu terus dirawat. Salam YAKUSA. (lh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *