Animo Meningkat Tiap Pekan, Kajian Sirah di Raluna Coffee Gaet Semua Kalangan

Probolinggo, Berdampak.net – Raluna Coffee tidak lagi sekadar menjadi tempat ngopi biasa. Kafe yang berlokasi di pusat kota ini kini menjelma sebagai pusat kajian Islam yang diminati berbagai kalangan, terutama untuk memperdalam pemahaman tentang Sirah Nabawiyah dan Sirah Khulafaur Rasyidin.

Setiap malam Selasa dan Jumat, kafe ini dipenuhi oleh jamaah dari berbagai latar belakang. Mulai dari dosen, mahasiswa, pengusaha, hingga karyawan biasa, semua duduk bersama menikmati sajian ilmu yang disampaikan secara lugas dan penuh hikmah.

Ketua Kajian Sirah, Muhammad Nur Kholis Muslim, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kembali sosok Nabi Muhammad SAW dan para sahabat utama beliau kepada masyarakat modern.

“Banyak dari kita mengenal Nabi dan para sahabatnya secara umum, tapi belum mendalam. Padahal, kepribadian mereka sangat relevan untuk diteladani dalam kehidupan hari ini,” ujar Nur Kholis.

Menurutnya, dengan memperdalam Sirah, umat Islam akan semakin cinta kepada Nabi dan para sahabat, serta lebih mampu menerapkan nilai-nilai Islam secara kontekstual di era sekarang.

Kajian ini tidak hanya membahas peristiwa sejarah semata, tetapi juga menyoroti nilai-nilai kepemimpinan, akhlak, strategi dakwah, dan dinamika sosial yang dibangun oleh Nabi dan para Khulafaur Rasyidin.

Dalam setiap pertemuan, peserta diajak menyelami berbagai peristiwa penting, mulai dari kelahiran Nabi, wahyu pertama, hijrah, hingga perjuangan para sahabat setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Yang menarik, suasana kajian di Raluna Coffee dibuat santai namun penuh makna. Tidak ada sekat antara pemateri dan peserta, membuat diskusi berjalan dua arah dan menyenangkan.

Kehadiran kajian ini pun menjadi alternatif produktif bagi masyarakat urban untuk mengisi waktu malam mereka dengan kegiatan yang mencerahkan jiwa.

Suasana kafe yang cozy dan akrab, ditambah sajian kopi khas Raluna, membuat para peserta betah duduk berjam-jam mengikuti paparan materi.

Setiap pekan, jumlah peserta terus bertambah. Bahkan, beberapa di antaranya rela datang dari luar kota hanya untuk mengikuti kajian ini.

“Awalnya saya hanya coba-coba datang karena diajak teman. Tapi sekarang saya malah jadi rutin hadir karena banyak hal baru yang saya pelajari,” ujar Dani, seorang karyawan swasta yang rutin hadir setiap Jumat.

Panitia pun menyediakan bahan bacaan dan ringkasan kajian dalam bentuk digital agar peserta bisa mengulang materi di rumah.

Selain itu, suasana kekeluargaan yang terbentuk membuat kajian ini bukan hanya tempat menambah ilmu, tapi juga memperluas jaringan pertemanan antarprofesi.

Nur Kholis menambahkan bahwa Raluna Coffee memang sengaja dipilih sebagai lokasi kajian karena dianggap mampu menjangkau segmen muda dan profesional yang kerap merasa canggung datang ke masjid atau forum formal.

“Ini adalah bentuk dakwah kontekstual. Kita hadir di tempat-tempat yang tidak biasa, tapi membawa pesan Islam yang substansial,” ungkapnya.

Rencananya, panitia akan memperluas tema kajian dengan membahas juga perkembangan Islam di Nusantara, agar masyarakat lebih memahami akar sejarah dan kontribusi para ulama lokal.

Dengan makin meningkatnya animo masyarakat, panitia juga berencana menambah hari dan sesi kajian, serta mendatangkan pemateri-pemateri tamu dari berbagai daerah.

Raluna Coffee, dengan segala kesederhanaannya, kini menjelma menjadi ruang peradaban mini yang menyatukan kopi, ilmu, dan spirit keteladanan. (pm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *