Perpres No 17 tahun 2025 : Langkah Strategis Hilirisasi Garam Indonesia

Oleh Ardi Krisnamurti

Beberapa Minggu lalu pemerintah resmi mengeluarkan Perpres No 17 tahun 2025 dengan judul “Percepatan Pembangunan Penggaraman Nasional”. Dalam Perpres tersebut pemerintah serius membatasi import garam, memberikan support pendanaan industri garam baik lewat APBD dan APBN. Ada upaya super serius menuju swasembada garam. Garam punya punya posisi penting dan strategis bukan hanya kebutuhan makan tetapi diperlukan di banyak industri termasuk industri kimia dan energi.

Menurut data Kementrian perindustrian 2023 kebutuhan berbagai macam garam di semua sektor di Indonesia sekitar 4.5 jt ton. Kapasitas produksi lokal sekitar 1.648 jt. Artinya Indonesia secara keseluruhan masih melakukan import garam sebanyak 2.861 jt ton atau sekitar 60 – 63 %. Nilai import garam di 2023 sekitar Rp 1.3 T. Memang ada garam khusus di industri tertentu yang tidak bisa disubtitusi industri garam lokal. Tetapi masih banyak potensi produksi yang bisa dikembangkan. Dengan panjang pantai terpanjang no 2 di Indonesia dan sebagai negara kepulauan besar di dunia potensi produksi garam semestinya bisa ditingkatkan.

Beberapa kendala dalam pengembangan industri garam antara lain :

  1. Faktor cuaca yang tidak menentu.
  2. Luas lahan petani yang kecil dan tidak terintegrasi.
  3. Sistem pemanenan garam yang sederhana.
  4. Pengolahan garam krosok yang tidak terintegrasi.
  5. Penyimpanan garam yang sederhana.
    Disatu sisi sering kali pada saat panen raya garam dari petani kesulitanencari pembeli dikarenakan kualitas produksi yang rendah dan tidak konsisten.

Dengan adanya Perpres No 17 tahun 2025 bisa mengakselerasi hilirisasi garam nasional secara sistematis. Kata kuncinya “Manajemen dan Teknologi yang baik”. Dengan pendekatan tersebut ekosistem bisa tertata lebih baik. Manajemen supply chain, manajemen produksi, manajemen distribusi mutlak dibutuhkan. Teknologi tepat guna berbasis kerakyatan bisa diaplikasikan di ekosistem hilirisasi garam industri. Teknologi intermediate yang mengubah garam rakyat menjadi garam yang dibutuhkan industri seperti washing processing plant kapasitas produksi kecil bisa menjadi pendobrak ekosistem hilirisasi industri garam berbasis rakyat.

Perlu upaya penataan Pentahelix : Pemerintah – Perguruan Tinggi – Petani Garam – Badan Usaha – Sektor perbankan supaya ekosistem menjadi lebih baik. Ada sekitar 100k petani garam di Indonesia di sepuluh propinsi sentra Garam. Apalagi jika melihat orang yang terlibat di tier 1 dan tier 2. Artinya ada potensi peningkatan kesejahteraan 500rb sampai 1 juta orang (termasuk keluarga) yang bergantung di ekosistem industri garam. Ada potensi subtitusi Import di sektor garam industri senilai Rp 1.3 T bisa bergulir di Indonesia yang bisa memberikan multiplier efek bagi Indonesia.

Ardi Krisnamurti, Jakarta 22 April 2025

Penulis saat ini aktif sebagai

  1. Pengurus PII Pusat 2024 – sekarang ,
  2. Pengurus BPP HIPKA 2025 – sekarang,
  3. Ketua Harian HIPKA Jatim 2024 – Sekarang,
  4. Anggota Dewan Pakar IKA ITS Jakarta Raya 2023 – Sekarang
  5. Anggota Dewan Pakar PP IKA ITS 2024 – sekarang
  6. Exco HIPA ITS 2023 – sekarang
  7. Pengurus Ikatan Alumni Teknik Kimia ITS 2024 – sekarang
Raluna Coffee Jadi Saksi Kajian Epik Penaklukan Damaskus Bersama Dosen UNZAH

Probolinggo, Berdampak.net – Suasana hangat dan penuh semangat ilmu menyelimuti Raluna Coffee, Paiton, Probolinggo, pada Sabtu malam (20/4). Dalam kajian Sirah Umar bin Khattab yang dihadiri sekitar 50 peserta, Saiful Islam tampil sebagai pemateri dan membawakan topik menarik tentang penaklukan Damaskus—salah satu peristiwa monumental dalam sejarah Islam.

Dalam paparannya, Saiful mengajak hadirin untuk menyelami kembali kisah gemilang penaklukan kota Damaskus di bawah komando Panglima besar Islam, Khalid bin Walid. Ia menjelaskan bagaimana kota yang menjadi pusat peradaban Syam tersebut berhasil ditaklukkan melalui strategi militer yang brilian serta diplomasi yang bijak.

“Damaskus bukan hanya kota strategis, tapi juga simbol kuatnya peradaban. Penaklukannya menandai babak baru dalam ekspansi Islam yang penuh etika dan perhitungan matang,” jelas Saiful.

Namun, yang membuat kajian semakin menarik adalah penjelasan Saiful tentang keputusan Khalifah Umar bin Khattab mengganti Khalid bin Walid dari jabatannya sebagai panglima, meski tengah berjaya di medan jihad.

“Keputusan Umar bukan karena tidak percaya pada kemampuan Khalid, tetapi karena Umar ingin menegaskan bahwa kemenangan dalam Islam bukan karena sosok panglima, tapi karena pertolongan Allah. Ini pelajaran besar dalam manajemen kepemimpinan,” tutur Saiful, disambut anggukan peserta.

Peserta tampak antusias mengikuti sesi tanya-jawab yang membahas nilai-nilai strategis, spiritualitas jihad, hingga hikmah kepemimpinan dalam sejarah Islam. Kajian ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan komunitas pencinta sirah di kawasan Paiton yang rutin digelar dengan suasana santai namun sarat makna.

Acara ditutup dengan diskusi ringan dan networking sesama peserta, memperkuat semangat belajar sejarah Islam sebagai bekal dalam kehidupan dan dakwah kekinian. (pm)

Animo Meningkat Tiap Pekan, Kajian Sirah di Raluna Coffee Gaet Semua Kalangan

Probolinggo, Berdampak.net – Raluna Coffee tidak lagi sekadar menjadi tempat ngopi biasa. Kafe yang berlokasi di pusat kota ini kini menjelma sebagai pusat kajian Islam yang diminati berbagai kalangan, terutama untuk memperdalam pemahaman tentang Sirah Nabawiyah dan Sirah Khulafaur Rasyidin.

Setiap malam Selasa dan Jumat, kafe ini dipenuhi oleh jamaah dari berbagai latar belakang. Mulai dari dosen, mahasiswa, pengusaha, hingga karyawan biasa, semua duduk bersama menikmati sajian ilmu yang disampaikan secara lugas dan penuh hikmah.

Ketua Kajian Sirah, Muhammad Nur Kholis Muslim, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kembali sosok Nabi Muhammad SAW dan para sahabat utama beliau kepada masyarakat modern.

“Banyak dari kita mengenal Nabi dan para sahabatnya secara umum, tapi belum mendalam. Padahal, kepribadian mereka sangat relevan untuk diteladani dalam kehidupan hari ini,” ujar Nur Kholis.

Menurutnya, dengan memperdalam Sirah, umat Islam akan semakin cinta kepada Nabi dan para sahabat, serta lebih mampu menerapkan nilai-nilai Islam secara kontekstual di era sekarang.

Kajian ini tidak hanya membahas peristiwa sejarah semata, tetapi juga menyoroti nilai-nilai kepemimpinan, akhlak, strategi dakwah, dan dinamika sosial yang dibangun oleh Nabi dan para Khulafaur Rasyidin.

Dalam setiap pertemuan, peserta diajak menyelami berbagai peristiwa penting, mulai dari kelahiran Nabi, wahyu pertama, hijrah, hingga perjuangan para sahabat setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Yang menarik, suasana kajian di Raluna Coffee dibuat santai namun penuh makna. Tidak ada sekat antara pemateri dan peserta, membuat diskusi berjalan dua arah dan menyenangkan.

Kehadiran kajian ini pun menjadi alternatif produktif bagi masyarakat urban untuk mengisi waktu malam mereka dengan kegiatan yang mencerahkan jiwa.

Suasana kafe yang cozy dan akrab, ditambah sajian kopi khas Raluna, membuat para peserta betah duduk berjam-jam mengikuti paparan materi.

Setiap pekan, jumlah peserta terus bertambah. Bahkan, beberapa di antaranya rela datang dari luar kota hanya untuk mengikuti kajian ini.

“Awalnya saya hanya coba-coba datang karena diajak teman. Tapi sekarang saya malah jadi rutin hadir karena banyak hal baru yang saya pelajari,” ujar Dani, seorang karyawan swasta yang rutin hadir setiap Jumat.

Panitia pun menyediakan bahan bacaan dan ringkasan kajian dalam bentuk digital agar peserta bisa mengulang materi di rumah.

Selain itu, suasana kekeluargaan yang terbentuk membuat kajian ini bukan hanya tempat menambah ilmu, tapi juga memperluas jaringan pertemanan antarprofesi.

Nur Kholis menambahkan bahwa Raluna Coffee memang sengaja dipilih sebagai lokasi kajian karena dianggap mampu menjangkau segmen muda dan profesional yang kerap merasa canggung datang ke masjid atau forum formal.

“Ini adalah bentuk dakwah kontekstual. Kita hadir di tempat-tempat yang tidak biasa, tapi membawa pesan Islam yang substansial,” ungkapnya.

Rencananya, panitia akan memperluas tema kajian dengan membahas juga perkembangan Islam di Nusantara, agar masyarakat lebih memahami akar sejarah dan kontribusi para ulama lokal.

Dengan makin meningkatnya animo masyarakat, panitia juga berencana menambah hari dan sesi kajian, serta mendatangkan pemateri-pemateri tamu dari berbagai daerah.

Raluna Coffee, dengan segala kesederhanaannya, kini menjelma menjadi ruang peradaban mini yang menyatukan kopi, ilmu, dan spirit keteladanan. (pm)

Marak Begal, MUI Kabupaten Probolinggo Dukung Langkah Polisi

Probolinggo, Berdampak.net – Kasus begal di Kabupaten Probolinggo makin merajalela. Masyarakat pun resah dan ketakutan. MUI Kabupaten Probolinggo mendukung Polda Jawa Timur yang membentuk tim khusus (Timsus) penanganan kasus begal.

Dibentuknya Timsus itu disampaikan oleh Kasubdit Jatanras Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, saat menghadiri pers rilis di Mapolres Probolinggo, Senin (21/4/2025).

Dikutip dari berbagai sumber, AKBP Arbaridi mengungkapkan bahwa kasus begal tidak hanya terjadi di Probolinggo. “Di wilayah lain, kami juga mendapat laporan kasus perampasan motor,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, Polda Jatim telah membentuk Timsus sebagai respons maraknya kasus begal. “Khusus di Probolinggo, penanganannya kami serahkan ke unit 3,” lanjutnya.

Atas atensi Polda Jatim itu, Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo, H Yasin mendukung langkah kepolisian. “MUI Kabupaten Probolinggo sangat mendukung langkah tegas Jatanras Polda Jatim,” kata H Yasin, Selasa (22/4).

Menurutnya, kasus begal sangat meresahkan karena telah dilakukan secara terang-terangan. Bahkan sampai terjadi pembunuhan. “Kalau perlu pelaku dilumpuhkan,” katanya.

Jika tidak dilakukan tindakan tegas, menurutnya, masyarakat akan terus merasakan ketakutan di negara sendiri yang sudah merdeka. “Jangan sampai negara tunduk pada kejahatan,” ungkapnya.

Atas kondisi itulah, H Yasin menyatakan bahwa MUI Kabupaten Probolinggo sangat mendukung langkah Polda Jatim membentuk Timsus untuk menangani kasus begal. (don)

Zulfikar Arse Sadikin Tegaskan Revisi UU ASN Harus Hormati Semangat Otonomi Daerah

Jakarta, Berdampak.net – Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Zulfikar Arse Sadikin menolak wacana pemberian kewenangan kepada presiden untuk mengangkat, memberhentikan, dan memindahkan pejabat pimpinan tinggi pratama dan madya dalam revisi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN).

Menurutnya, langkah tersebut bertentangan dengan prinsip negara kesatuan yang menganut sistem desentralisasi dan semangat otonomi daerah yang luas.

“Salah satu materi dalam revisi UU ASN nantinya akan terkait dengan pemberian kewenangan kepada presiden untuk mengangkat, memberhentikan, dan memindahkan pimpinan tinggi pratama dan madya. Saya tidak sepakat dengan wacana tersebut karena tidak sesuai dengan negara kesatuan yang didesentralisasikan dan semangat otonomi daerah yang seluas-luasnya,” tegas Zulfikar, dalam unggahan di akun resminya, dikutip Kamis (18/4/2025).

Zulfikar menekankan pentingnya menjaga kewenangan daerah dalam pengelolaan ASN agar pelayanan publik tetap efektif dan sesuai kebutuhan lokal. Ia menambahkan bahwa penguatan otonomi daerah bukan hanya soal administrasi, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap semangat reformasi birokrasi yang demokratis dan efisien.

Pernyataan ini mempertegas posisi Fraksi Golkar di DPR dalam menjaga keseimbangan relasi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam isu-isu strategis seperti reformasi ASN. (fjr)

KAHMI Rayon UB Gelar Halal Bihalal, Dorong Soliditas dan Kontribusi Global

Malang, Berdampak.net – Keluarga besar KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) Rayon Universitas Brawijaya (UB) menggelar acara Halal Bihalal dan Silaturahmi pada Minggu (20/4/2025) bertempat di Guest House UB, Lantai 3. Kegiatan ini dihadiri oleh para alumni UB lintas generasi, termasuk Rektor UB Prof. Widodo dan Rektor sebelumnya Prof. Nuhfil Hanani. Hadir pula Sekretaris Universitas Dr. Tri Wahyu Nugroho dan sejumlah pimpinan UB yang merupakan alumni HMI.

Acara berlangsung hangat dalam nuansa kebersamaan dan semangat silaturahmi. Dalam sambutannya, Prof. Nuhfil menyampaikan harapan besar agar KAHMI dapat mengambil peran strategis dalam mendorong Universitas Brawijaya mencapai prestasi global. “Kita harus memperbanyak karya nyata. KAHMI harus menjadi bagian penting dalam mengukir prestasi UB menuju peringkat 500 besar dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Widodo menekankan pentingnya kekompakan dan dampak positif KAHMI di lingkungan kampus. “KAHMI harus solid dan mampu memberi dampak nyata bagi warga Universitas Brawijaya. Kontribusi kita harus bisa dirasakan bersama,” ungkapnya.

Presidium KAHMI UB melalui kegiatan ini berharap tali silaturahmi antaranggota terus terjaga, serta mendorong semangat kolaborasi untuk berkontribusi lebih luas bagi kampus dan masyarakat. (fjr)