MUI Kabupaten Probolinggo Bakal Bekali Guru PAI dengan Pendidikan Karakter

Probolinggo, Berdampak.net – MUI Kabupaten Probolinggo bakal menyelenggarakan kegiatan penguatan pendidikan karakter pada guru pyendidikan Agama Islam (PAI). Kegiatan nantinya bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo.

Sebagai langkah awal untuk mewujudkan rencana tersebut, MUI Kabupaten Probolinggo bertemu dengan Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi, Kamis (24/7/2025) di kantor Disdikdaya.

Dari MUI, hadir Sekretaris Umum H Taufik, Ketua Komisi Pendidikan Dr Ahmad Zamroni. Turut dalam rombongan MUI Kasi Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Kemenag Kabupaten Probolinggo, HM Sugianto.

Ketua Komisi Pendidikan MUI Kabupaten Probolinggo, Dr Ahmad Zamroni, mengatakan pertemuan tersebut untuk menyampaikan rencana kegiatan penguatan pendidikan karakter pada guru PAI se-Kabupaten Probolinggo.

Ahmad Zamroni menjelaskan, kegiatan MUI Kabupaten Probolinggo khususnya Komisi Pendidikan tersebut akan menyasar guru PAI mulai tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK di Kabupaten Probolinggo. “Untuk peserta guru SD 50 orang, SMP 50 orang, SMA/SMK 50 orang,” jelasnya.

Karena peserta kegiatan adalah guru PAI SD, SMP, dan SMA/SMK, MUI Kabupaten Probolinggo pun menggandeng Disdikdaya. “Nanti saat pelaksanaan kami minta pak Dwijoko untuk memberikan arahan kepada peserta,” katanya.

Diketahui, kegiatan penguatan pendidikan karakter guru PAI rencananya dilaksanakan pada Kamis, 31 Juli 2025 di aula Universitas Zainul Hasan Genggong.

Selain Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, kegiatan gagasan Komisi Pendidikan MUI Kabupaten Probolinggo itu bakal dihadiri Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, serta dua rektor pada Universitas Zainul Hasan dan Universitas Hafsawati. (don)

PKB Kabupaten Probolinggo Bersinergi dengan Semangat Kiai NU untuk Kemajuan Masyarakat

Probolinggo, Berdampak.net – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Probolinggo menunjukkan tekad kuat untuk terus mengembangkan sayap dan memperkuat pengaruhnya di daerah ini. Dalam berbagai pertemuan dan kegiatan politik, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB bersama anggota Fraksi PKB di DPRD Kabupaten Probolinggo kompak menggaungkan semangat para Kiai Nahdlatul Ulama (NU) sebagai inspirasi dan pijakan utama dalam perjuangan partai.

Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo, Ra Fahmi AHZ, menegaskan bahwa semangat kebangkitan yang diwariskan para Kiai NU menjadi penguat sekaligus pedoman dalam menghadapi berbagai dinamika politik dan sosial. Ia menekankan pentingnya soliditas antar elemen partai, mulai dari pengurus, kader, hingga anggota fraksi, agar visi PKB di tingkat daerah dapat terwujud secara maksimal.

“Semangat para Kiai NU adalah kekuatan utama kita. Mereka mengajarkan kita untuk terus bekerja keras membangun masyarakat, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menjaga nilai-nilai keilmuan yang luhur,” ujar Ra Fahmi.

Sejalan dengan itu, anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Probolinggo juga aktif menyuarakan program-program yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sinergi antara legislatif dan eksekutif di bawah bendera PKB diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Ra Fahmi menambahkan, PKB tidak hanya ingin menjadi kekuatan politik semata, namun juga agen perubahan sosial yang membawa dampak positif secara menyeluruh. “Kami yakin, dengan kesatuan langkah dan semangat para Kiai NU yang terus menginspirasi, PKB Kabupaten Probolinggo akan semakin besar, kuat, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” tutupnya.

Momentum kebangkitan ini juga dirayakan dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang melibatkan masyarakat luas sebagai bentuk implementasi nilai-nilai yang dianut partai. (fj)

Sosialisasi UU KIA, Apindo dan ILO Probolinggo Gelar Member Gathering

Probolinggo, Berdampak.net – Pada momentum Hari Anak Nasional, Asisoasi Pengusaha Indonesia (Apindo), bersama International Labour Organization (ILO) menggelar member gathering dan Peringatan Hari Anak Nasional melalui Sosialisasi Implementasi UU KIA, di Alino Cafe and Eatry, Kraksaan, Kamis (24/07/2025).

Ketua DPK APINDO Kabupaten Probolinggo, Rochman Hidayat dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan langkah APINDO bersama dengan ILO dalam mendukung implementasi UU KIA.

“Ini merupakan komitmen kami dalam mendukung undang-undang UU KIA, yang mana di dalamnya harus ada day care atau fasilitas penitipan anak pekerja untuk industri atau perusahaan, terutama di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Sementara itu, Ripi Mangku Subroto, DPN Apindo, pihaknya mengapresiasi langkah dari DPK Apindo Kabupaten Probolinggo dalam menggelar kegiatan ini, dalam mensosialisasikan undang-undang KIA.

“Terimakasih kepada teman-teman di Probolinggo sudah menjadi pilot dalam melaksanakan kegiatan ini. Harapannya kita saling mengingatkan saling belajar untuk lebih baik lagi,” tegasnya.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan dialog interaktif dengan narasumber Wury Hapsari dan Dr. Reza, terkait penerapan UU KIA di perusahaan masing-masing. (fiq)

MUI, Satpol PP dan Ormas Islam di Probolinggo Sepakati Gerakan Berantas Miras

Probolinggo, Berdampak.net – MUI Kabupaten Probolinggo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Satpol PP dan ormas Islam di Kabupaten Probolinggo, Rabu (23/7/2025) pagi di kantor MUI. FGD itu menghasilkan kesepakatan untuk melakukan gerakan bersama pemberantasan peredaran minuman keras (miras).

Kasat Pol PP sekaligus Ketua Satgas Pemberantasan Miras Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto, hadir langsung. Begitu juga dengan ketua ormas Islam seperti PCNU Kota Kraksaan, PD Muhammadiyah, Al Irsyad, PC Muslimat, Aisyiyah, dan akademisi dari kampus Universitas Zainul Hasan Genggong.

Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo, KH Abdul Wasik Hannan, mengatakan FGD ini untuk mengetahui sejauh mana progres pelaksanaan pemberantasan miras yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam hal ini Satgas Pemberantasan Miras.

Selain itu, lanjutnya, forum ini juga untuk memberikan semangat kepada Satpol PP yang menjadi leading sector Pemkab Probolinggo dalam penegakan Perda Miras. “Maling saja bersemangat di tengah malam, hujan deras, jalan becek maling tetap menyusup ke rumah orang,” kata Kiai Wasik saat memberikan sambutan.

Untuk itu, Kiai Wasik meyakinkan peserta FGD bahwa pemberantasan minuman keras yang termasuk perbuatan halal harus lebih semangat dari pelaku kemunkaran.

Mendengar penyampaian Kiai Wasik, Kasat Pol PP Sugeng Wiyanto pun terlihat semringah. Akan tetapi di balik itu, Sugeng kemudian menyampaikan kondisi tim yang dipimpinnya selama memberantas peredaran miras. “Urusan miras ini luar biasa, kami bahkan menerima teror dari orang tak dikenal,” kata Sugeng. Informasi yang ia sampaikan bikin peserta FGD terdiam.

Beruntung, Sugeng dan jajarannya tidak patah semangat. Ia juga meminta support langsung dari MUI Kabupaten Probolinggo dan ormas Islam yang hadir. “Kami butuh dukungan dari MUI Kabupaten Probolinggo misalnya dengan membuat surat pernyataan dukungan,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan MUI, PCNU, PD Muhammadiyah, Al Irsyad dan institusi lain sangat penting agar gerak pemerintah dalam memberantas miras bisa maksimal. “Kalau tidak ada dukungan, selesai lah kami,” katanya.

Satu persatu ormas Islam yang hadir dalam FGD gelaran MUI Kabupaten membahas progres pemberantasan miras menyatakan sikap yang sama: bergerak bersama memberantas peredaran miras.

MUI Kabupaten Probolinggo

Seperti pernyataan MUI Kabupaten Probolinggo yang diwakili Sekretaris H Yasin. Ia memberikan contoh aksi nyata MUI dalam melawan kemunkaran. “Kami dulu bergerak nyata saat penanganan ajaran menyimpang Ardi Husein di Desa Krampilan, serta kasus Taat Pribadi,” kata H Yasin.

Karenanya, ia memastikan bahwa MUI mendukung dan backup penuh langkah Satpol PP dan Satgas Miras.

PCNU Kota Kraksaan

Ketua PCNU Kota Kraksaan, KH Ahmad Muzamil, tak tanggung-tanggung dalam menyatakan dukungan kepada Satpol PP dalam hal pemberantasan miras. “Jangankan tanda tangan, tanda kaki pun kami siap berikan,” katanya, disambut gelak tawa semangat dari peserta FGD.

KH Ahmad Muzamil mengatakan, apa yang dilakukan Satpol PP sama dengan semangat NU yakni, menjaga agama dan menjaga umat. Karena itu, ia memastikan bahwa PCNU Kota Kraksaan siap mem-backup Satpol PP dan Satgas Miras. “Mudah-mudahan istikamah,” ujarnya.

PD Muhammadiyah

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo tidak hanya menyatakan dukungan yang sama. Ketua PD Muhammadiyah Sigit Prasetyo, juga memberikan solusi agar ormas Islam tetap istikamah dalam mendukung Satpol PP.

Sigit memberikan dua solusi. Pertama, pemerintah menyediakan layanan call center agar masyarakat memiliki akses laporan adanya peredaran miras di lingkungannya. “Juga pembahasan progres miras seperti ini harus rutin dilakukan, jadi satgas tidak sendiri,” katanya.

Sigit juga mengusulkan agar segera dilakukan audiensi dengan Bupati Probolinggo dan DPRD guna menyeriusi langkah pemberantasan miras dan tantangan di lapangan.

Al Irsyad

Ketua Al Irsyad Kabupaten Probolinggo, ustaz Ahmad Banawir mengatakan bahwa minuman keras merupakan induk kejahatan. “Dalam Al Quran dan hadist semuanya melarang minuman keras,” katanya.

Ustaz Banawir pun juga menyatakan bahwa Al Irsyad mendukung langkah Satpol PP untuk memberantas peredaran miras di Kabupaten Probolinggo.

Akademisi Universitas Zainul Hasan

Kampus Universitas Zainul Hasan (Unzah) Genggong Probolinggo, juga tampak hadir dalam FGD. Rektor Unzah DR Abdul Aziz, diwakili oleh Ahmad Muzakki.

Ia juga menyatakan bahwa kampus Unzah mendukung gerak langkah Satpol PP dan Satgas Miras.

Forum Umat Islam Bersatu

Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Kabupaten Probolinggo, adalah salah satu organisasi yang menyoroti persoalan miras di Kabupaten Probolinggo. Forum itu juga hadir dalam FGD yang diwakili oleh HA Budiono.

Menurutnya, permasalahan miras bersifat umum. “Karena itu tidak bisa ditangani oleh skup kecil. Semua harus bersatu,” katanya. Ia pun menegaskan bahwa FUIB sangat mendukung langkah Satpol PP dan Satgas Miras.

Selain ormas di atas, dukungan yang sama juga diungkapkan oleh perwakilan PC Muslimat Kota Kraksaan, Aisyiyah, Takmir Masjid Agung Ar Raudhoh.

Usai FGD, MUI Kabupaten Probolinggo bersama ormas Islam akan melakukan langkah lanjutan di semua tingkatan di Kabupaten Probolinggo demi terwujudnya Kabupaten Probolinggo bebas dari peredaran minuman keras. (don)

MUI Kota Probolinggo Melaksanakan Program MADINA, Fokus pada Pembinaan Siswa SMP

Probolinggo, Berdampak.net – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo terus berkomitmen dalam membina karakter dan spiritualitas generasi muda melalui program unggulan MADINA (MUI Bina Sekolah bersama Dinas Pendidikan). Pada tahun 2025 ini, program MADINA diarahkan secara lebih fokus untuk menyasar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta di Kota Probolinggo.

Sebagai langkah awal pelaksanaan program tahun ini, MUI Kota Probolinggo bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan Silaturrahim dan Diskusi bersama para pemangku kepentingan pendidikan, yang diselenggarakan pada Rabu, 23 Juli 2025 pukul 10.00 WIB, bertempat di Kampus Institut Ahmad Dahlan Kota Probolinggo. Acara ini dibuka secara resmi oleh Dr. KH. Ahmad Hudri, ST., MAP, selaku salah satu Ketua MUI Kota Probolinggo, mewakili Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. M. Sulthon. Dalam sambutannya, Hudri menekankan pentingnya kolaborasi antara MUI, institusi pendidikan, dan seluruh pihak terkait untuk menghadapi tantangan yang dihadapi generasi muda, khususnya siswa-siswi tingkat SMP.

“Kita dihadapkan pada berbagai persoalan generasi pertama di usia remaja, dan itu tidak bisa diselesaikan secara sektoral. Perlu kerja bersama, sinergi hati dan pemikiran agar solusi yang kita rumuskan benar-benar menyentuh akar persoalan,” ujar Hudri.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni:
– Ustadz Imanudin Abil Fida, Dosen Institut Ahmad Dahlan sekaligus supervisor program, yang menyampaikan pendekatan hati ke hati dalam menyelesaikan persoalan remaja.
– Ustadzah Romiyati, Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Kota Probolinggo, yang memaparkan secara komprehensif desain dan pelaksanaan program MADINA tahun 2025.
Turut hadir dalam kegiatan ini para kepala SMP negeri dan swasta, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta guru Bimbingan Konseling (BK) se-Kota Probolinggo. Antusiasme dan dialog aktif dari para peserta menjadi bukti semangat kolaboratif dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat, religius, dan membina secara utuh perkembangan peserta didik.
MUI Kota Probolinggo berharap melalui program MADINA, dapat tercipta pola pembinaan berkelanjutan di sekolah-sekolah yang bukan hanya menyentuh aspek pengetahuan agama, tetapi juga penguatan karakter, etika, dan kesehatan jiwa para siswa.

Monitoring dan Evaluasi: ISNU Jatim Perkuat Barisan Pendamping halal Probolinggo Raya

Probolinggo, aber— Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Timur melalui Lembaga Solusi Halal (LSH ISNU Jatim) sukses menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi para Pendamping Proses Produk Halal (P3H) se-Probolinggo. (20/07/2025)

Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh puluhan pendamping PPH dari Kabupaten dan Kota Probolinggo.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen ISNU Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas dan konsistensi pendampingan proses sertifikasi halal, khususnya di wilayah Probolinggo Raya.

Ketua PC ISNU Kota Probolinggo, Indah Yulianti, M. Pd menekankan pentingnya sinergitas antar Pendamping PPH dalam mensyiarkan sertifikasi halal.

“Kita harus terus tetap semangat meningkatkan kinerja kita dan saling membantu satu sama lain bilamana terdapat pendamping lain yang memiliki kendala atau membutuhkan bantuan supaya pendampingan sertifikasi halal nantinya bisa lebih optimal,” tegasnya

Selain itu, dalam penyampaiannya, perwakilan dari LSH ISNU Jatim menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk evaluasi administratif, tetapi juga sebagai wadah berbagi pengalaman, menyamakan persepsi, serta memperkuat sinergi antarpendamping.

“Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa para pendamping mampu menjalankan tugasnya secara profesional dan amanah, demi mendukung ekosistem halal yang semakin maju dan inklusif khususnya wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo” ujar Jamianto selaku perwakilan LSH ISNU Jatim.

Acara berlangsung dengan penuh semangat dan interaktif. Para peserta memberikan masukan, menyampaikan tantangan yang dihadapi di lapangan, serta mendiskusikan berbagai solusi dan strategi dalam mendampingi pelaku usaha memperoleh sertifikat halal.

Kegiatan Monev ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi internal antarpendamping dari wilayah Kabupaten dan Kota Probolinggo, yang selama ini aktif mendampingi UMKM dan pelaku usaha lainnya di daerahnya masing-masing.

ISNU Jawa Timur berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala demi menjaga mutu pelayanan pendampingan halal serta memperkuat kontribusi nyata ISNU dalam pemberdayaan umat melalui sertifikasi halal. (don)