Berbagi Kebahagiaan di Penghujung Ramadhan: Santunan Anak Yatim Karanganyar

Karanganyar — Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Karanganyar menggelar kegiatan santunan anak yatim dalam rangka program Ramadhan Berbagi pada malam 29 Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim di penghujung bulan suci Ramadhan.

Acara berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan, dihadiri oleh para pengurus Ranting NU Karanganyar, relawan, serta anak-anak yatim penerima santunan. Bantuan diberikan secara langsung berupa santunan dan bingkisan sebagai dukungan moral dan sosial menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kegiatan santunan anak yatim ini terselenggara dengan dukungan dari UUS Hijab Karanganyar, yang turut berpartisipasi dalam membantu kesejahteraan anak-anak yatim di lingkungan Karanganyar.

Dalam sambutannya, Rois Syuriah Ranting NU Karanganyar, Ust. Musthofa Syukur, menyampaikan bahwa kepedulian terhadap anak yatim merupakan bagian dari ajaran Islam yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Ramadhan sebagai sarana meningkatkan kepedulian sosial dan memperkuat rasa persaudaraan.

Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan santunan bukan sekadar pemberian bantuan materi, melainkan wujud kasih sayang dan perhatian bersama agar anak-anak yatim tetap merasakan kebahagiaan serta semangat menjalani kehidupan.

Melalui kegiatan ini diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat serta menjadi tradisi kebaikan yang berkelanjutan di setiap momentum Ramadhan.

Sinergi Organisasi Sosial dan Dunia Usaha, 2.500 Paket Sembako Disalurkan untuk TNI–Polri di Jawa Timur

Surabaya – Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Timur bersama sejumlah organisasi dan penyalur bantuan sosial Ramadhan berupa 2.500 paket sembako kepada institusi TNI dan Polri di Jawa Timur, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan bakti sosial ini merupakan hasil kolaborasi antara DPP APINDO Jawa Timur, Yayasan Bhakti Persatuan, PERPIT, dan Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya (PMTS) sebagai wujud sinergi dunia usaha dan organisasi sosial dalam mendukung aparat negara.

Penyaluran bantuan dimulai pukul 09.00 WIB di Markas Polda Jawa Timur dengan penyerahan 1.500 paket sembako yang diterima langsung oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol. Dr. Nanang Avianto, M.Si. Selanjutnya, pada pukul 11.00 WIB, kegiatan dilanjutkan di Markas Kodam V/Brawijaya dengan penyerahan 1.000 paket sembako kepada Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh dan pengurus organisasi, antara lain Alim Markus (Ketua Dewan Pertimbangan APINDO sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Bhakti Persatuan), Eddy Widjanarko (Ketua APINDO Jawa Timur), Hermawan Santoso (Ketua Umum Yayasan Bhakti Persatuan), Hidayat Alim (Ketua Umum PERPIT Jatim), serta H. Nurawi (Ketua Umum PMTS). Turut hadir pula para pengurus organisasi dan donatur yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Bakti sosial Ramadan ini bertujuan mempererat hubungan kelembagaan antara dunia usaha, organisasi masyarakat, serta institusi TNI–Polri di Jawa Timur. Kegiatan berlangsung lancar dan khidmat, dengan harapan kolaborasi serupa dapat terus berlanjut guna memperkuat kepedulian sosial dan keharmonisan antarlembaga.

Jong Madura, Madas Serumpun, dan Laskar Hijau Hijaukan Lereng Gunung Lemongan

Lumajang, Berdampak.net — Menegaskan komitmen terhadap kelestarian ekosistem, kolaborasi lintas organisasi yang terdiri dari Jong Madura (JongMa), Madas Serumpun, dan Laskar Hijau menggelar aksi penanaman pohon massal di kawasan Gunung Lemongan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Sabtu (27/12).

​Aksi lingkungan ini menjadi langkah konkret para pemuda dan relawan dalam memitigasi kerusakan alam di wilayah penyangga gunung api tersebut. Puluhan bibit pohon ditanam di area lereng sebagai upaya jangka panjang untuk memperkuat daya dukung tanah dan menjaga ketersediaan sumber air.

​Ketua Jong Madura, Ponirin Mika, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab moral generasi muda terhadap keberlanjutan alam.

​”Kelestarian lingkungan adalah warisan yang harus kita jaga bersama. Aksi nyata seperti ini merupakan wujud dedikasi kami dalam merawat alam demi masa depan,” ujar Ponirin di sela-sela kegiatan.

​Senada dengan hal tersebut, relawan Laskar Hijau, Dwi Prasetyo, menyoroti pentingnya vegetasi di lereng gunung untuk mencegah ancaman bencana ekologis. Ia menjelaskan bahwa penanaman ini difokuskan pada titik-titik rawan guna meminimalisir risiko erosi.

​”Tujuan utama kami adalah mengembalikan fungsi hutan sebagai pelindung alami. Dengan penanaman ini, kami berharap stabilitas struktur tanah tetap terjaga dan risiko kerusakan lingkungan dapat ditekan sedini mungkin,” jelas Dwi.

​Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat gotong royong ini diharapkan menjadi katalisator bagi masyarakat luas. Para penyelenggara menargetkan aksi kolaboratif serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan Gunung Lemongan tetap menjadi paru-paru hijau bagi Kabupaten Lumajang dan sekitarnya. (pm)

KH Yahya Cholil Staquf: PBNU Sepakat Segerakan Muktamar yang Legitimate

Kediri, Berdampak.net — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menyampaikan bahwa para pimpinan dan masyayikh NU telah mencapai kesepakatan bersama untuk menyegerakan pelaksanaan Muktamar yang legitimate sebagai jalan terbaik bagi jam’iyah.
Kesepakatan tersebut disampaikan Gus Yahya usai pertemuan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Ia mengungkapkan rasa syukur dan kelapangan hati atas keputusan yang dicapai melalui bimbingan para masyayikh, pangendikan para ruasa’, serta arahan Rais Aam PBNU.
“Dengan bimbingan para masyayikh dan pangendikan para ruasa’, bersama Rais Aam, kami sepakat secara jami’ mani’ bahwa jalan terbaik bagi jam’iyah adalah dengan menyegerakan Muktamar yang legitimate,” tulis Gus Yahya dalam unggahan di akun Twitter resminya, Rabu (25/12).
Menurutnya, kesepakatan tersebut merupakan buah dari ikhtiar lahir dan batin para masyayikh yang dilakukan secara berkelanjutan demi menjaga Nahdlatul Ulama tetap bermartabat, utuh, dan berwibawa.
PBNU, lanjut Gus Yahya, akan segera menindaklanjuti kesepakatan tersebut dengan membentuk panitia Muktamar. Langkah ini dimaksudkan agar forum tertinggi jam’iyah dapat dilaksanakan bersama-sama dengan menjunjung tinggi adab, ketenangan, dan tanggung jawab.
Ia pun berharap seluruh ikhtiar yang dilakukan mendapat ridha Allah SWT demi menjaga keutuhan rumah besar Nahdlatul Ulama.
“Semoga Allah SWT meridhai setiap niat baik kita dalam menjaga rumah besar ini,” pungkasnya.

Menuju Muktamar Konstitusional: Seruan Rekonsiliasi dan Ukhuwah Menggema di Internal NU


​JAKARTA, Berdampak.net – Menyikapi dinamika organisasi pasca-beredarnya dokumen “Tabayun Rais Aam”, sebuah seruan penting muncul untuk mengedepankan keutuhan jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU). Fokus utama kini diarahkan pada semangat saling memaafkan dan persiapan Muktamar yang sah secara konstitusi.
​Dalam sebuah pernyataan sikap yang mengedepankan kebijaksanaan, ditegaskan bahwa menjaga marwah organisasi adalah prioritas utama. Seluruh pihak diajak untuk membuka lembaran baru dengan mengedepankan semangat ukhuwah (persaudaraan) demi mendinginkan suasana di internal organisasi.
​”Mari kita saling memaafkan dan membuka lembaran baru. Jalan musyawarah harus ditempuh sebagai ikhtiar terhormat untuk menyelesaikan persoalan bersama,” ungkap pernyataan tersebut.
​Sebagai langkah konkret ke depan, seruan ini menekankan pentingnya mempersiapkan Muktamar yang sah, legitimate, dan sepenuhnya merujuk pada AD/ART organisasi. Langkah konstitusional ini dinilai sebagai satu-satunya jalan keluar yang bermartabat untuk memastikan transisi atau pengambilan keputusan organisasi berjalan dengan baik.
​Upaya ini bukan sekadar penyelesaian konflik, melainkan sebuah ikhtiar untuk menuntun NU melangkah ke masa depan yang lebih solid. Dengan bersandar pada nilai-nilai musyawarah, diharapkan hasil Muktamar nantinya dapat membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa.
​Pernyataan tersebut ditutup dengan harapan besar agar Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan meridhai langkah kolektif ini demi menjaga keutuhan organisasi ulama terbesar di Indonesia tersebut.

IKA-UB Probolinggo Raya Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir Tiris

Probolinggo, Berdampak.net – Tepat Selasa siang (23/12/2025), Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA-UB) Cabang Probolinggo Raya menyerahkan bantuan untuk korban terdampak bencana alam di wilayah Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Pengurus inti IKA-UB Probolinggo Raya yang hadir di lokasi adalah Yayik Hamidah dan Asmiyati Kurnianingsih. Bantuan dari IKA-UB Probolinggo berupa uang tunai sebesar Rp. 5.030.000, diterima secara langsung oleh Sekretaris Kecamatan Tiris Yayok Hadiyanto di Pendopo Kecamatan Tiris. Turut disaksikan pula oleh masyarakat sekitar dan para pegawai kecamatan.

Dalam keterangannya, Ketua IKA-UB Probolinggo Raya Tri Septa Agung Pamungkas mengatakan bahwa pemberian bantuan kepada warga terdampak bencana alam di wilayah Kecamatan Tiris sebagai bentuk kepedulian sosial organisasi dan berharap bantuan tersebut bisa bermanfaat bagi warga terdampak bencana.

“Membantu warga terdampak bencana alam adalah bentuk solidaritas kemanusiaan dan ikhtiar pemulihan korban. Agenda sosial kemanusiaan itu di atas segalanya. Melalui program Brawijaya Care, IKA-UB Probolinggo senantiasa hadir dan berperan aktif dalam membantu korban bencana alam. Donasi uang ini merupakan ikhtiar kolektif dan urunan bersama keluarga besar IKA-UB Probolinggo. Semoga Allah Yang Maha Kuasa meridhoi semua ikhtiar kita dan para korban bencana dimudahkan dalam proses recovery,” kata Tri Septa Agung Pamungkas.

Sementara itu, Sekretaris Camat Tiris Yayok Hadiyanto menyampaikan terimakasih atas bantuan yang di berikan kepada warganya oleh IKA-UB Probolinggo Raya.

“Terima kasih atas bantuan yang diberikan dari para alumni Universitas Brawijaya. Semoga bantuan ini dapat meringankan masyarakat yang terkena banjir di Kecamatan Tiris. Semoga para donatur mendapatkan pahala kebaikan,” pungkas Sekcam Tiris, Yayok Hadiyanto.